<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Minang Forum - Luar Negeri]]></title>
		<link>http://www.minangforum.com/</link>
		<description><![CDATA[Minang Forum - http://www.minangforum.com]]></description>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 15:57:50 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[‘Dimiskinkan’, Forbes Kena Semprot Pengeran Arab]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-%E2%80%98Dimiskinkan%E2%80%99-Forbes-Kena-Semprot-Pengeran-Arab</link>
			<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 12:46:54 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-%E2%80%98Dimiskinkan%E2%80%99-Forbes-Kena-Semprot-Pengeran-Arab</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://astaga.com/wp-content/uploads/2013/03/0703-alwaleed.jpg" border="0" alt="[Image: 0703-alwaleed.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/> <br />
<br />
<br />
<br />
Pangeran Alwaleed bin Talal dari Arab Saudi protes kepada majalah Forbes yang tidak akurat menuliskan angka kekayaannya.<br />
Yes, dalam daftar orang terkaya 2013, majalah Frobes memperkirakan kekayaan Pangeran Alwaleed mencapai 20 miliar dollar AS pada posisi ke-26. Kata si pangeran, majalah tersebut menggunakan metode penaksiran yang keliru. Dia menyebutkan kekayaannya sekitar 29,6 miliar dollar AS.<br />
Dengan jumlah itu, mestinya dia berada pada peringkat 10 orang terkaya dunia.<br />
Karena salah perhitungan ini, pangeran memutuskan segala bentuk komunikasi dengan pihak Forbes. Jubir pangeran meminta namanya dicabut dari daftar dan memutuskan semua hubungan dengan Forbes, termasuk tidak akan bekerja sama lagi dengan tim penilaian Forbes.<br />
Hoalah pangeran….<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
disadur dari : astaga.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://astaga.com/wp-content/uploads/2013/03/0703-alwaleed.jpg" border="0" alt="[Image: 0703-alwaleed.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/> <br />
<br />
<br />
<br />
Pangeran Alwaleed bin Talal dari Arab Saudi protes kepada majalah Forbes yang tidak akurat menuliskan angka kekayaannya.<br />
Yes, dalam daftar orang terkaya 2013, majalah Frobes memperkirakan kekayaan Pangeran Alwaleed mencapai 20 miliar dollar AS pada posisi ke-26. Kata si pangeran, majalah tersebut menggunakan metode penaksiran yang keliru. Dia menyebutkan kekayaannya sekitar 29,6 miliar dollar AS.<br />
Dengan jumlah itu, mestinya dia berada pada peringkat 10 orang terkaya dunia.<br />
Karena salah perhitungan ini, pangeran memutuskan segala bentuk komunikasi dengan pihak Forbes. Jubir pangeran meminta namanya dicabut dari daftar dan memutuskan semua hubungan dengan Forbes, termasuk tidak akan bekerja sama lagi dengan tim penilaian Forbes.<br />
Hoalah pangeran….<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
disadur dari : astaga.com]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Persatuan Minangkabau Singapore Halal bi Halal ]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Persatuan-Minangkabau-Singapore-Halal-bi-Halal</link>
			<pubDate>Mon, 08 Oct 2012 08:06:08 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Persatuan-Minangkabau-Singapore-Halal-bi-Halal</guid>
			<description><![CDATA[&lt;img src="http://www.padangmedia.com//foto/berita/Halal%20bi%20halal%20Singapore.jpg" align="left" width="250" /&gt;SINGAPORE<br />
- Hari ini Sabtu (6/10) keluarga besar Persatuan Minangkabau Singapore <br />
menggelar halal bi halal di kantor Kedubes Indonesia di negara tersebut<br />
<br />
Wakil Ketua Persatuan Minang Singapore Johan Nasri kepada <br />
padangmedia.com menyatakan kegiatan ini merupakan ajang sillaturrahmi <br />
antara warga minangkabau yang ada di Singapore. Kegiatan ini selalu <br />
digelar tiap tahun pada suasana kekeluargaan.<br />
<br />
Suatu kebanggaan bagi kami, sebutnya, gubernur Sumatra Barat dan <br />
kepala daerah lainnya bersedia datang pada perhelatan ini. " Ini akan <br />
mengobati rasa rindu masyarakat minang yang ada di perantauan ini, <br />
"sebut Johan melalui pesan singkatnya.<br />
<br />
Terbelih pada saat ini masih suasana bulan yang tepat untuk lebih <br />
mempererat sillaturrahmi, dan lebih meningkatkan kerjasama antar kita <br />
dengan kampung halaman, pungkasnya.(padangmedia)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[&lt;img src="http://www.padangmedia.com//foto/berita/Halal%20bi%20halal%20Singapore.jpg" align="left" width="250" /&gt;SINGAPORE<br />
- Hari ini Sabtu (6/10) keluarga besar Persatuan Minangkabau Singapore <br />
menggelar halal bi halal di kantor Kedubes Indonesia di negara tersebut<br />
<br />
Wakil Ketua Persatuan Minang Singapore Johan Nasri kepada <br />
padangmedia.com menyatakan kegiatan ini merupakan ajang sillaturrahmi <br />
antara warga minangkabau yang ada di Singapore. Kegiatan ini selalu <br />
digelar tiap tahun pada suasana kekeluargaan.<br />
<br />
Suatu kebanggaan bagi kami, sebutnya, gubernur Sumatra Barat dan <br />
kepala daerah lainnya bersedia datang pada perhelatan ini. " Ini akan <br />
mengobati rasa rindu masyarakat minang yang ada di perantauan ini, <br />
"sebut Johan melalui pesan singkatnya.<br />
<br />
Terbelih pada saat ini masih suasana bulan yang tepat untuk lebih <br />
mempererat sillaturrahmi, dan lebih meningkatkan kerjasama antar kita <br />
dengan kampung halaman, pungkasnya.(padangmedia)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Warga Minang Australia Bantu Pembangunan Masjid Jami'aturrahmah Batu Busuak]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Warga-Minang-Australia-Bantu-Pembangunan-Masjid-Jami-aturrahmah-Batu-Busuak</link>
			<pubDate>Sat, 22 Sep 2012 03:57:00 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Warga-Minang-Australia-Bantu-Pembangunan-Masjid-Jami-aturrahmah-Batu-Busuak</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://www.minangkabaunews.com/foto_berita/medium_84tbt.jpg" border="0" alt="[Image: medium_84tbt.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Padang,<br />
MinangkabauNews -- Dompet Dhuafa Singgalang, Selasa (19/9), menyalurkan<br />
dana sebesar Rp125.813.750. Dana tersebut merupakan donasi dari Dompet <br />
Dhuafa Australia dan warga minang di Australia yang tergabung dalam tiga<br />
organisasi besar, yaitu Minang Saiyo, Sulit Air Sepakat (SAS) Melbourne<br />
dan Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) Australia.<br />
<br />
<br />
<br />
Sperti diketahui Nagari Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukit Kec. Pauh <br />
Padang dilanda banjir bandang beberapa pekan lalu. Banjri bandang telah <br />
merusakaan infrastruktrur dan pemukiman penduduk bahkan rumah ibadah, <br />
salahsatunya Mushala Jam'aturrahmah, Setengah bangunannya habis <br />
diterjang Banjir bandang, pondasi, dinding dan lantainya terseret arus.<br />
<br />
<br />
<br />
Diterangkan Ketua RT setempat, Daswendi yang juga merupakan sekretaris <br />
pengurus mushala Jami'aturrahman, mushala tersebut merupakan pusat <br />
aktifitas keagamaan di kanagarian setempat di samping satu masjid lagi. <br />
Sebelumnya, pengajian, wirid serta kegiatan keagamaan lainnya banyak <br />
dilakukan di mushala. Bahkan masyarakat luar nagari pun ada juga yang <br />
datang mengikuti kajian di mushala tersebut.<br />
<br />
<br />
<br />
"Sejak bencana Juli lalu, mushala belum bisa berfungsi semaksimal <br />
biasanya, hanya separuh mushala yang digunakan warga untuk shalat <br />
berjamaah, padahal biasanya mushala mampu menampung 70 jama'ah," <br />
terangnya.<br />
<br />
<br />
<br />
Setelah melalui survei dan pengkajian akhirnya Dompet Dhuafa Singgalang,<br />
Selasa (19/9), menyalurkan dana sebesar Rp125.813.750. Dana tersebut <br />
merupakan donasi dari Dompet Dhuafa Australia dan warga minang di <br />
Australia yang tergabung dalam tiga organisasi besar, yaitu Minang <br />
Saiyo, Sulit Air Sepakat (SAS) Melbourne dan Centre for Islamic Dakwah <br />
and Education (CIDE) Australia. <br />
<br />
<br />
<br />
Sebenarnya, Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pembangunan masjid tersebut <br />
mencapai nilai Rp348.490.000., namun saat ini dana yang terkumpul masih <br />
belum mencukupi angka tersebut. Sebelumnya luas bangunan berukuran 12x12<br />
m badan mushala dan ditambah dua lokal MDA berukuran 3,5x3,5 m. <br />
Sekarang, anak-anak MDA tak lagi belajar di lokal. Lebih dari 100 anak <br />
melakukan aktifitas belajar di dalam mushala. Malah pada Ramadhan lalu, <br />
harus ditambah tenda agar mereka tertampung semua. Karena waktu itu <br />
jamaah sedang banyak-banyaknya.<br />
<br />
<br />
<br />
Lurah setempat, Yanuswar, mengungkapkan rasa terimakasih dan sangat <br />
bersyukur. "Warga sangat membutuhkan karena memang hanya ada dua tempat <br />
ibadah di Batu Busuk ini, sementara jamaah Kelurahan Kapalo Koto, <br />
seberang jembatan juga ada yang ke mushala untuk shalat atu mengikuti <br />
kajian," terang Yanuswar.<br />
<br />
<br />
<br />
Sementara itu, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, <br />
berharap donasi tersebut benar-benar digunakan dengan maksimal. "Donasi <br />
ini amanah warga minang dan para donatur lain di Australia, maka kita <br />
harus memastikan penggunaannya memang sesuai peruntukan. Untuk itu, <br />
laporan penggunaan dana dari pihak mushala akan selalu kami perifikasi. <br />
Dompet Dhuafa Singgalang akan terus berkoordinasi dengan Dompet Dhuafa <br />
Australia untuk melaporkan perkembangan penggunaan donasi ini kepada <br />
donatur di Australia," terang Musfi. (winda)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://www.minangkabaunews.com/foto_berita/medium_84tbt.jpg" border="0" alt="[Image: medium_84tbt.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Padang,<br />
MinangkabauNews -- Dompet Dhuafa Singgalang, Selasa (19/9), menyalurkan<br />
dana sebesar Rp125.813.750. Dana tersebut merupakan donasi dari Dompet <br />
Dhuafa Australia dan warga minang di Australia yang tergabung dalam tiga<br />
organisasi besar, yaitu Minang Saiyo, Sulit Air Sepakat (SAS) Melbourne<br />
dan Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) Australia.<br />
<br />
<br />
<br />
Sperti diketahui Nagari Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukit Kec. Pauh <br />
Padang dilanda banjir bandang beberapa pekan lalu. Banjri bandang telah <br />
merusakaan infrastruktrur dan pemukiman penduduk bahkan rumah ibadah, <br />
salahsatunya Mushala Jam'aturrahmah, Setengah bangunannya habis <br />
diterjang Banjir bandang, pondasi, dinding dan lantainya terseret arus.<br />
<br />
<br />
<br />
Diterangkan Ketua RT setempat, Daswendi yang juga merupakan sekretaris <br />
pengurus mushala Jami'aturrahman, mushala tersebut merupakan pusat <br />
aktifitas keagamaan di kanagarian setempat di samping satu masjid lagi. <br />
Sebelumnya, pengajian, wirid serta kegiatan keagamaan lainnya banyak <br />
dilakukan di mushala. Bahkan masyarakat luar nagari pun ada juga yang <br />
datang mengikuti kajian di mushala tersebut.<br />
<br />
<br />
<br />
"Sejak bencana Juli lalu, mushala belum bisa berfungsi semaksimal <br />
biasanya, hanya separuh mushala yang digunakan warga untuk shalat <br />
berjamaah, padahal biasanya mushala mampu menampung 70 jama'ah," <br />
terangnya.<br />
<br />
<br />
<br />
Setelah melalui survei dan pengkajian akhirnya Dompet Dhuafa Singgalang,<br />
Selasa (19/9), menyalurkan dana sebesar Rp125.813.750. Dana tersebut <br />
merupakan donasi dari Dompet Dhuafa Australia dan warga minang di <br />
Australia yang tergabung dalam tiga organisasi besar, yaitu Minang <br />
Saiyo, Sulit Air Sepakat (SAS) Melbourne dan Centre for Islamic Dakwah <br />
and Education (CIDE) Australia. <br />
<br />
<br />
<br />
Sebenarnya, Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pembangunan masjid tersebut <br />
mencapai nilai Rp348.490.000., namun saat ini dana yang terkumpul masih <br />
belum mencukupi angka tersebut. Sebelumnya luas bangunan berukuran 12x12<br />
m badan mushala dan ditambah dua lokal MDA berukuran 3,5x3,5 m. <br />
Sekarang, anak-anak MDA tak lagi belajar di lokal. Lebih dari 100 anak <br />
melakukan aktifitas belajar di dalam mushala. Malah pada Ramadhan lalu, <br />
harus ditambah tenda agar mereka tertampung semua. Karena waktu itu <br />
jamaah sedang banyak-banyaknya.<br />
<br />
<br />
<br />
Lurah setempat, Yanuswar, mengungkapkan rasa terimakasih dan sangat <br />
bersyukur. "Warga sangat membutuhkan karena memang hanya ada dua tempat <br />
ibadah di Batu Busuk ini, sementara jamaah Kelurahan Kapalo Koto, <br />
seberang jembatan juga ada yang ke mushala untuk shalat atu mengikuti <br />
kajian," terang Yanuswar.<br />
<br />
<br />
<br />
Sementara itu, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, <br />
berharap donasi tersebut benar-benar digunakan dengan maksimal. "Donasi <br />
ini amanah warga minang dan para donatur lain di Australia, maka kita <br />
harus memastikan penggunaannya memang sesuai peruntukan. Untuk itu, <br />
laporan penggunaan dana dari pihak mushala akan selalu kami perifikasi. <br />
Dompet Dhuafa Singgalang akan terus berkoordinasi dengan Dompet Dhuafa <br />
Australia untuk melaporkan perkembangan penggunaan donasi ini kepada <br />
donatur di Australia," terang Musfi. (winda)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Orang Minang di Malaysia sejak Tahun 1467]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Orang-Minang-di-Malaysia-sejak-Tahun-1467</link>
			<pubDate>Thu, 06 Sep 2012 04:49:07 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Orang-Minang-di-Malaysia-sejak-Tahun-1467</guid>
			<description><![CDATA[Orang Minang dari dulu sampai sekarang memang <br />
sudah terbiasa dengan kehidupan merantau. Mereka merantau ada yang dekat<br />
ada yang jauh, bahkan sampai keluar negeri, misalnya saja ke negara <br />
jiran Malaysia. Orang Minang sudah lama di Malaysia, sebagaimana dikutip<br />
dari majalah bulanan rantau, ceritanya adalah sebagai berikut.<br />
<br />
Haji Mohd. Zain, Haji Hamzah dan Mohd. Zain Haji Bahari dalam <br />
makalahnya berjudul Adat Perpatih Selepas 1990 (Tinjauan Politik dan <br />
Ekonomi) dalam Seminar Kebangsaan Adat Perpatih &amp; Wilayah Budaya <br />
Negeri Sembilan di Universiti Pertanian Malaysia, Serdang, Selangor, <br />
hingga 5 Mei 1984, menyebut kedatangan orang Minang pertama di Negeri <br />
Sembilan sekitar tahun 1467 M.<br />
<br />
<br />
<br />
Mohd. Zain menyebutkan Orang Minang pertama yang datang di Negeri <br />
Sembilan tiba di Rembau adalah Datuk Lelo Balang bersama beberapa <br />
orang dari Batu Hampar, Mungkar, Simalanggang, Payakumbuh dan beberapa <br />
nagari lain di daerah Luhak 50 Koto (sekarang Kabupaten 50 Kota dan <br />
Kabupaten Kampar). Orang Minang kemudian mendirikan Kerajaan Negeri <br />
Sembilan dan rajanya pun didatangkan dari Kerajaan Pagaruyung, pertama <br />
Raja Malewar (1773-1795).<br />
<br />
Setelah kemerdekaan Indonesia 1945 dan Malaysia 1947, meski sempat <br />
terganjal konfrontasi dizaman Presiden Soekarno tahun 1960-an, hubungan <br />
Malaysia dan Miangkabau terus terjalin. Kini ratusan ribu masyarakat <br />
Minang Perantau di Malaysia tergabung dibawah Organisasi Kebajikan <br />
Masyarakat Minang Malaysia (K3M). K3M diketuai H. Buchari Ibrahim, asal <br />
Bukittinggi. Pelindungnya adalah Datuk Rais Yatim, Menteri Kebudayaan <br />
Malaysia, juga asal Bukittinggi. Pada 28 Maret lalu organisasi ini <br />
mengadakan musyawarah tahunan.<span style="font-weight: bold;"> ***</span><br />
<br />
Sumber: <a href="http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=237" rel="nofollow" target="_blank">http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=237</a><br />
<br />
Anggota K3M sebagian besar bekerja sebagai pedagang tekstil dan <br />
pengusaha restoran. K3M punya koperasi dan bekerjasama dengan koperasi <br />
yang ada di Bukittinggi dibidang pengadaan tekstil, bordiran dan <br />
kompeksi. Menurut H. Buchari Ibrahim, Koperasi K3M berencana membangun<br />
sekolah dasar, SMP secara online.<br />
<br />
Ketika Ranah Minang dilanda musibah gempa 30 September 2009 lalu, K3M<br />
langsung mendirikan posko mengumpulkan dana untuk para korban. “Kami <br />
terus menjali hubungan dan tetap jadi bagian dari kampung halaman”, <br />
ujar H. Buchari.<br />
<span style="font-weight: bold;">(Dikutip dari Majalah Bulanan Rantau terbitan<br />
Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Setda Prov. Sumbar <br />
edisi April 2010)</span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Orang Minang dari dulu sampai sekarang memang <br />
sudah terbiasa dengan kehidupan merantau. Mereka merantau ada yang dekat<br />
ada yang jauh, bahkan sampai keluar negeri, misalnya saja ke negara <br />
jiran Malaysia. Orang Minang sudah lama di Malaysia, sebagaimana dikutip<br />
dari majalah bulanan rantau, ceritanya adalah sebagai berikut.<br />
<br />
Haji Mohd. Zain, Haji Hamzah dan Mohd. Zain Haji Bahari dalam <br />
makalahnya berjudul Adat Perpatih Selepas 1990 (Tinjauan Politik dan <br />
Ekonomi) dalam Seminar Kebangsaan Adat Perpatih &amp; Wilayah Budaya <br />
Negeri Sembilan di Universiti Pertanian Malaysia, Serdang, Selangor, <br />
hingga 5 Mei 1984, menyebut kedatangan orang Minang pertama di Negeri <br />
Sembilan sekitar tahun 1467 M.<br />
<br />
<br />
<br />
Mohd. Zain menyebutkan Orang Minang pertama yang datang di Negeri <br />
Sembilan tiba di Rembau adalah Datuk Lelo Balang bersama beberapa <br />
orang dari Batu Hampar, Mungkar, Simalanggang, Payakumbuh dan beberapa <br />
nagari lain di daerah Luhak 50 Koto (sekarang Kabupaten 50 Kota dan <br />
Kabupaten Kampar). Orang Minang kemudian mendirikan Kerajaan Negeri <br />
Sembilan dan rajanya pun didatangkan dari Kerajaan Pagaruyung, pertama <br />
Raja Malewar (1773-1795).<br />
<br />
Setelah kemerdekaan Indonesia 1945 dan Malaysia 1947, meski sempat <br />
terganjal konfrontasi dizaman Presiden Soekarno tahun 1960-an, hubungan <br />
Malaysia dan Miangkabau terus terjalin. Kini ratusan ribu masyarakat <br />
Minang Perantau di Malaysia tergabung dibawah Organisasi Kebajikan <br />
Masyarakat Minang Malaysia (K3M). K3M diketuai H. Buchari Ibrahim, asal <br />
Bukittinggi. Pelindungnya adalah Datuk Rais Yatim, Menteri Kebudayaan <br />
Malaysia, juga asal Bukittinggi. Pada 28 Maret lalu organisasi ini <br />
mengadakan musyawarah tahunan.<span style="font-weight: bold;"> ***</span><br />
<br />
Sumber: <a href="http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=237" rel="nofollow" target="_blank">http://www.sumbarprov.go.id/detail_artikel.php?id=237</a><br />
<br />
Anggota K3M sebagian besar bekerja sebagai pedagang tekstil dan <br />
pengusaha restoran. K3M punya koperasi dan bekerjasama dengan koperasi <br />
yang ada di Bukittinggi dibidang pengadaan tekstil, bordiran dan <br />
kompeksi. Menurut H. Buchari Ibrahim, Koperasi K3M berencana membangun<br />
sekolah dasar, SMP secara online.<br />
<br />
Ketika Ranah Minang dilanda musibah gempa 30 September 2009 lalu, K3M<br />
langsung mendirikan posko mengumpulkan dana untuk para korban. “Kami <br />
terus menjali hubungan dan tetap jadi bagian dari kampung halaman”, <br />
ujar H. Buchari.<br />
<span style="font-weight: bold;">(Dikutip dari Majalah Bulanan Rantau terbitan<br />
Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Setda Prov. Sumbar <br />
edisi April 2010)</span>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tradisi Lebaran di Berbagai Negara]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Tradisi-Lebaran-di-Berbagai-Negara</link>
			<pubDate>Fri, 31 Aug 2012 02:56:32 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Tradisi-Lebaran-di-Berbagai-Negara</guid>
			<description><![CDATA[&lt;img src="http://www.inioke.com//foto/berita/Kumpulan%20Kartu%20Ucapan%20Selamat%20Idul%20Fitri%20%28Lebaran%29%202011-1432H-2.jpg" align="left" width="350" /&gt;<br />
<br />
Merayakan<br />
Idul Fitri atau Lebaran berbeda-beda di seluruh dunia. Setiap Negara <br />
yang memiliki populasi Muslim memiliki tradisi tersendiri.<br />
<br />
Seperti dikutip beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tradisi khas lebaran di berbagai belahan dunia:<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Iran</span><br />
<br />
Meski termasuk negara Islam yang cukup besar, perayaan Idul Fitri di <br />
negara ini tidak semeriah di Indonesia. Hal ini dikarenakan kaum muslim <br />
di Iran kebanyakan pengikut ajaran Syiah, yang lebih memilih Idul Fitri <br />
sebagai perayaan personal sehingga kurang semarak.<br />
<br />
Setelah <br />
selesai menjalankan shalat berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, <br />
perayaan biasanya dilanjutkan dengan acara silaturahmi keluarga yang <br />
diselingi dengan pemberian makanan atau uang dari keluarga kaya untuk <br />
masyarakat yang tidak berpunya. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Suriname</span><br />
<br />
Negara ini bisa dikata memiliki kedekatan psikologis dengan Indonesia <br />
karena sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan suku Jawa yang <br />
dikirim ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan <br />
Belanda. <br />
<br />
Tradisi ied mubarok (lebaran) di negara ini bisa <br />
dibilang sangat unik karena penetapan hari Lebaran dilakukan berdasarkan<br />
perhitungan mereka sendiri dengan menggunakan prajangka atau <br />
perhitungan ala primbon Jawa peninggalan nenek moyang sejak ratusan <br />
tahun lalu. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Arab Saudi</span><br />
Masyarakat di Arab<br />
Saudi, memiliki kebiasaan untuk mendekorasi ulang rumah mereka takala <br />
Idul Fitri tiba. Selain itu, sejumlah perayaan juga digelar untuk <br />
menyambut datangnya hari kemenangan.<br />
<br />
Sebagai bentuk tanda <br />
syukur, aneka macam hadiah dibagikan, dimana orang yang lebih tua <br />
memberikan hadiah kepada mereka yang lebih muda. <br />
<br />
Soal menu <br />
Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi <br />
dan sayuran tradisional sehabis menjalankan ibadah salat id di pagi <br />
hari. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Turki</span><br />
Lebaran di Turki dikenal <br />
dengan istilah Bayram, yang ditandai dengan silaturahmi, mengenakan baju<br />
baru dan saling mengunjungi selama tiga hari berturut-turut.<br />
<br />
<br />
Masyarakat Turki juga mengenal tradisi sungkeman, yang dilakukan oleh <br />
kalangan muda untuk menghormati orang tua dengan memberikan kecupan <br />
ambil mengucap doa lebaran. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Nigeria</span><br />
Umat <br />
Islam di Nigeria merayakan Idul Fitri dengan sebutan 'Barka da Sallah' <br />
yang secara artian sama dengan 'Salam Sejahtera di Hari Raya' untuk <br />
saling menyapa diantara kaum muslim. <br />
<br />
Saat perayaan lebaran, <br />
Nigeria menetapkan hari raya in sebagai salah satu hari libur nasional <br />
selama dua hari berturut-turut yang ditandai dengan banyak keluarga <br />
muslim yang pulang ke kampung halaman masing-masing untuk mengunjungi <br />
keluarga dan kerabat.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">China</span><br />
Dengan lebih <br />
dari satu miliar penduduk, China memiliki 56 suku atau masyarakat etnis <br />
yang resmi diakui oleh negara dengan 10 diantaranya menganut ajaran <br />
agama Islam.<br />
<br />
Kaum muslim di China yang jumlahnya sekitar 48 <br />
juta jiwa, merayakan lebaran secara meriah, dimana kaum pria mengenakan <br />
jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan <br />
kerudung setengah tertutup. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Malaysia</span><br />
<br />
Tradisi merayakan Lebaran di negeri tetangga, bisa dikatakan hampir <br />
mirip atau tidak jauh berbeda dari masyarakat Indonesia. Untuik hidangan<br />
lebaran, masyarakat Malaysia menyajikan ketupat, lemang, lontong, dan <br />
rendang. <br />
<br />
Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat.<br />
Di rumah, anak-anak akan memberikan hormat kepada orangtua. Orang yang <br />
sudah dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang <br />
lebih muda.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Australia</span><br />
Meski negara <br />
non-Muslim, umat Islam di Australia mendapat kebebasan untuk menjalankan<br />
agama mereka dengan fasilitas libur khusus bagi pegawai beragama Islam <br />
untuk mengambil cuti. <br />
<br />
Bahkan, tradisi Idul Fitri di Australia <br />
di meriahkan dengan festival multi kultur di kota Sydney yang melibatkan<br />
ribuan kaum Muslim dan non-Muslim. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Afrika Selatan</span><br />
<br />
Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, <br />
untuk menyaksikan datangnya hari terakhir Ramadhan bersama kerabat <br />
sambil berbuka puasa. <br />
<br />
Setelah maghrib, biasanya diumumkan <br />
tentang datangnya hari raya lebaran dan masyarakat berkesempatan untuk <br />
melaksanakan shalat Id yang dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak<br />
saudara. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">India</span><br />
Pemeluk islam di India biasanya akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan shalat Id. <br />
<br />
<br />
Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, ibu kota <br />
India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan <br />
siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. <br />
Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Fiji</span><br />
<br />
Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Negara tersebut <br />
memang mayoritas non-Muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul<br />
Fitri.<br />
<br />
Hidangan spesial khas Idul Fitri adalah samai, mi manis<br />
yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis <br />
kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid <br />
untuk shalat Id. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Amerika Serikat</span><br />
Seperti dikutip dari laman <span style="font-style: italic;">VOA</span>,<br />
komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini menginformasikan <br />
datangnya hari raya lebaran melalui sambungan telepon ataupun internet (<span style="font-style: italic;">e-mail</span>). <br />
<br />
<br />
Uniknya, karena mayoritas muslim disana merupakan kalangan imigran, <br />
maka pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya.<br />
Selesai shalat, dilanjutkan dengan saling mengucapkan Happy Eid atau <br />
Eid Mubarak antarsesama jemaah Shalat Id, para kenalan dekat dan kaum <br />
kerabat. (beritasatu)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[&lt;img src="http://www.inioke.com//foto/berita/Kumpulan%20Kartu%20Ucapan%20Selamat%20Idul%20Fitri%20%28Lebaran%29%202011-1432H-2.jpg" align="left" width="350" /&gt;<br />
<br />
Merayakan<br />
Idul Fitri atau Lebaran berbeda-beda di seluruh dunia. Setiap Negara <br />
yang memiliki populasi Muslim memiliki tradisi tersendiri.<br />
<br />
Seperti dikutip beritasatu.com dari berbagai sumber, berikut adalah sejumlah tradisi khas lebaran di berbagai belahan dunia:<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Iran</span><br />
<br />
Meski termasuk negara Islam yang cukup besar, perayaan Idul Fitri di <br />
negara ini tidak semeriah di Indonesia. Hal ini dikarenakan kaum muslim <br />
di Iran kebanyakan pengikut ajaran Syiah, yang lebih memilih Idul Fitri <br />
sebagai perayaan personal sehingga kurang semarak.<br />
<br />
Setelah <br />
selesai menjalankan shalat berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, <br />
perayaan biasanya dilanjutkan dengan acara silaturahmi keluarga yang <br />
diselingi dengan pemberian makanan atau uang dari keluarga kaya untuk <br />
masyarakat yang tidak berpunya. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Suriname</span><br />
<br />
Negara ini bisa dikata memiliki kedekatan psikologis dengan Indonesia <br />
karena sebagian penduduk Suriname merupakan keturunan suku Jawa yang <br />
dikirim ke negeri itu sebagai kuli kontrak pada masa penjajahan <br />
Belanda. <br />
<br />
Tradisi ied mubarok (lebaran) di negara ini bisa <br />
dibilang sangat unik karena penetapan hari Lebaran dilakukan berdasarkan<br />
perhitungan mereka sendiri dengan menggunakan prajangka atau <br />
perhitungan ala primbon Jawa peninggalan nenek moyang sejak ratusan <br />
tahun lalu. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Arab Saudi</span><br />
Masyarakat di Arab<br />
Saudi, memiliki kebiasaan untuk mendekorasi ulang rumah mereka takala <br />
Idul Fitri tiba. Selain itu, sejumlah perayaan juga digelar untuk <br />
menyambut datangnya hari kemenangan.<br />
<br />
Sebagai bentuk tanda <br />
syukur, aneka macam hadiah dibagikan, dimana orang yang lebih tua <br />
memberikan hadiah kepada mereka yang lebih muda. <br />
<br />
Soal menu <br />
Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi <br />
dan sayuran tradisional sehabis menjalankan ibadah salat id di pagi <br />
hari. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Turki</span><br />
Lebaran di Turki dikenal <br />
dengan istilah Bayram, yang ditandai dengan silaturahmi, mengenakan baju<br />
baru dan saling mengunjungi selama tiga hari berturut-turut.<br />
<br />
<br />
Masyarakat Turki juga mengenal tradisi sungkeman, yang dilakukan oleh <br />
kalangan muda untuk menghormati orang tua dengan memberikan kecupan <br />
ambil mengucap doa lebaran. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Nigeria</span><br />
Umat <br />
Islam di Nigeria merayakan Idul Fitri dengan sebutan 'Barka da Sallah' <br />
yang secara artian sama dengan 'Salam Sejahtera di Hari Raya' untuk <br />
saling menyapa diantara kaum muslim. <br />
<br />
Saat perayaan lebaran, <br />
Nigeria menetapkan hari raya in sebagai salah satu hari libur nasional <br />
selama dua hari berturut-turut yang ditandai dengan banyak keluarga <br />
muslim yang pulang ke kampung halaman masing-masing untuk mengunjungi <br />
keluarga dan kerabat.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">China</span><br />
Dengan lebih <br />
dari satu miliar penduduk, China memiliki 56 suku atau masyarakat etnis <br />
yang resmi diakui oleh negara dengan 10 diantaranya menganut ajaran <br />
agama Islam.<br />
<br />
Kaum muslim di China yang jumlahnya sekitar 48 <br />
juta jiwa, merayakan lebaran secara meriah, dimana kaum pria mengenakan <br />
jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan <br />
kerudung setengah tertutup. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Malaysia</span><br />
<br />
Tradisi merayakan Lebaran di negeri tetangga, bisa dikatakan hampir <br />
mirip atau tidak jauh berbeda dari masyarakat Indonesia. Untuik hidangan<br />
lebaran, masyarakat Malaysia menyajikan ketupat, lemang, lontong, dan <br />
rendang. <br />
<br />
Setelah shalat Id, mereka berziarah ke makam kerabat.<br />
Di rumah, anak-anak akan memberikan hormat kepada orangtua. Orang yang <br />
sudah dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang <br />
lebih muda.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Australia</span><br />
Meski negara <br />
non-Muslim, umat Islam di Australia mendapat kebebasan untuk menjalankan<br />
agama mereka dengan fasilitas libur khusus bagi pegawai beragama Islam <br />
untuk mengambil cuti. <br />
<br />
Bahkan, tradisi Idul Fitri di Australia <br />
di meriahkan dengan festival multi kultur di kota Sydney yang melibatkan<br />
ribuan kaum Muslim dan non-Muslim. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Afrika Selatan</span><br />
<br />
Setiap tahun orang-orang akan berkumpul di Green Point, Cape Town, <br />
untuk menyaksikan datangnya hari terakhir Ramadhan bersama kerabat <br />
sambil berbuka puasa. <br />
<br />
Setelah maghrib, biasanya diumumkan <br />
tentang datangnya hari raya lebaran dan masyarakat berkesempatan untuk <br />
melaksanakan shalat Id yang dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak<br />
saudara. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">India</span><br />
Pemeluk islam di India biasanya akan berkumpul di Jama Masjid yang terletak di New Delhi untuk melakukan shalat Id. <br />
<br />
<br />
Masjid ini menjadi pusat perayaan Idul Fitri di New Delhi, ibu kota <br />
India. Mereka juga menyiapkan hidangan khusus yang disebut dengan <br />
siwaiyaan, yakni campuran bihun manis dengan buah kering dan susu. <br />
Siwaiyaan hadir dalam beragam bentuk dan warna.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Fiji</span><br />
<br />
Di negara kecil Fiji pun terdapat tradisi serupa. Negara tersebut <br />
memang mayoritas non-Muslim. Namun, ada tradisi unik dalam perayaan Idul<br />
Fitri.<br />
<br />
Hidangan spesial khas Idul Fitri adalah samai, mi manis<br />
yang dicampur dengan susu. Samai disajikan bersama samosas, sejenis <br />
kari ayam atau daging. Uniknya, hanya kaum pria yang datang ke masjid <br />
untuk shalat Id. <br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Amerika Serikat</span><br />
Seperti dikutip dari laman <span style="font-style: italic;">VOA</span>,<br />
komunitas masyarakat muslim yang ada di negara ini menginformasikan <br />
datangnya hari raya lebaran melalui sambungan telepon ataupun internet (<span style="font-style: italic;">e-mail</span>). <br />
<br />
<br />
Uniknya, karena mayoritas muslim disana merupakan kalangan imigran, <br />
maka pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya.<br />
Selesai shalat, dilanjutkan dengan saling mengucapkan Happy Eid atau <br />
Eid Mubarak antarsesama jemaah Shalat Id, para kenalan dekat dan kaum <br />
kerabat. (beritasatu)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tradisi Berbuka Puasa di Berbagai Negara]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Tradisi-Berbuka-Puasa-di-Berbagai-Negara</link>
			<pubDate>Mon, 30 Jul 2012 04:37:12 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Tradisi-Berbuka-Puasa-di-Berbagai-Negara</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://www.minangkabaunews.com/foto_berita/medium_62jop.jpg" border="0" alt="[Image: medium_62jop.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
(MinangkabauNews)<br />
-- Berbuka puasa tentunya menjadi suatu yang dinanti-nantikan setelah <br />
seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Dan tentunya ada menu-menu <br />
khusus yang akan disantap ketika buka puasa ini dimana menu-menu <br />
tersebut tidak akan dijumpai selain ketika bulan Ramadhan saja. Di <br />
negara kita yang kaya akan kuliner ini, banyak sekali hidangan-hidangan <br />
khas untuk berbuka yang hanya dapat dijumpai ketika bulan puasa. Namun <br />
ternyata bukan Indonesia saja yang memiliki tradisi Ramadhan dengan menu<br />
khas untuk berbuka puasa. Negara-negara lain juga memiliki berbagai <br />
panganan unik untuk disantap ketika berbuka.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Kolak dari Indonesia</span><br />
<br />
Ada puluhan bahkan ratusan jenis kuliner yang biasa disajikan oleh umat <br />
Muslim di Indonesia ketika menantikan berbuka puasa. Namun rasanya menu <br />
khas berbuka puasa yang satu ini tidak akan pernah terlewatkan. Ya <br />
benar, kolak lah menu buka puasa yang paling sering dijumpai saat <br />
berbuka puasa di Indonesia. Kolak adalah makanan dengan isi bisa berupa <br />
pisang, singkong, ubi atau campuran dari ketiganya dengan kuah yang <br />
dibuat dari bahan santan dan gula, ada juga yang menambahkan dengan <br />
pacar cina. Selain itu minuman segar lainnya semacam cendol atau dawet <br />
juga akrab sebagai menu berbuka.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Roti Pide dari Turki</span><br />
<br />
Umat Muslim di Turki akan menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan <br />
kebahagiaan yang luar biasa dan tentunya juga dengan hidangan berbuka <br />
puasa yang khas. Di kota-kota besar seperti Istanbul, semua restoran dan<br />
rumah makan akan berlomba-lomba melakukan penawaran khusus bagi menu <br />
untuk buka puasa selama bulan Ramadhan. Yaitu satu set menu yang dibuka <br />
dengan menghidangkan sup iftariye, roti pide (roti panggang yang khusus <br />
hanya dijual selama bulan Ramadhan), pastırma, sujuk, dan berbagai <br />
kue-kue yang disebut börek. Hidangan utama terdiri dari berbagai makanan<br />
khas dari Turki terutama makanan tradisional Ottoman. Sementara pencuci<br />
mulut terkenal yang disebut “güllaç” yang terbuat dari air mawar.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Hummus dari Lebanon</span><br />
<br />
Di Lebanon, banyak sekali makanan yang dijumpai ketika berbuka puasa. <br />
Menu khas untuk buka puasa yang biasa dijumpai di Lebanon diantaranya <br />
mezza, tabbouleh, houmous, dan berbagai macam daging panggang. Menu-menu<br />
tersebut tentu akan terasa sangat nikmat setelah seharian menahan lapar<br />
dan dahaga.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Qatayef dari Yordania</span><br />
<br />
Orang Yordania biasa berbuka dengan mansaf dan qatayef. Mansaf adalah <br />
hidangan khas Yordania yang berupa daging domba yang dibumbui dengan <br />
rempah-rempah. Sedangkan Qatayef adalah hidangan sejenis pancake dengan <br />
kayu manis dan diisi dengan kenari dan gula. Untuk menikmati qatayef, <br />
kurang lengkap rasanya jika disantap tanpa ditemani sirup madu.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Foul Meddames dari Mesir</span><br />
<br />
Umat Muslim di negeri piramida ini biasa berbuka dengan medames. Di <br />
samping medames yang menjadi hidangan utama, ada juga menu lainnya yang <br />
turut menyemarakkan waktu berbuka seperti molokheya yang dibuat dari <br />
ayam dan nasi. Biasa dibilang tiada Ramadhan di Mesir tanpa menu-menu <br />
tersebut.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Hyderabadi Haleem dari India</span><br />
<br />
Populasi umat Muslim di India mencapai lebih dari 130 juta. Hal ini <br />
membuat bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu, terutama<br />
di daerah-daerah tertentu contohnya Hyderabad. Di kota Hyderabad, menu <br />
buka puasa yang banyak dijumpai adalah Hyderabadi Haleem. Makanan ini <br />
merupakan makanan khas daerah setempat yang mirip dengan bubur gandum <br />
tradisional dengan citarasa yang pedas, gurih, dan biasanya disajikan <br />
dengan daging domba.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Samosa dari Pakistan</span><br />
<br />
Di Pakistan, rasanya kurang sempurna jika berbuka puasa tanpa menu khas <br />
yaitu samosa. Samosa adalah makanan khas lezat yang terasa pedas dan <br />
berbentuk segitiga. Menariknya, selama bulan Ramadhan, warung-warung <br />
yang menjual hidangan samosa ini akan sangat mudah sekali dijumpai di <br />
seluruh penjuru Pakistan.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Rooh Afza dari Bangladesh</span><br />
<br />
Umat Muslim Bangladesh mempunyai beberapa menu khas yang biasanya <br />
disajikan ketika berbuka. Piyaju, beguni, jilapi, muri, halim, tanggal, <br />
samosa, dal puri, chola, dan berbagai jenis buah-buahan seperti semangka<br />
akan menjadi hidangan berbuka. Sementara minuman seperti rooh afza <br />
dengan berbagai cita rasa dan serbet lemon adalah menu berbuka cukup <br />
populer di seluruh Bangladesh.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Nasi Lemak dari Malaysia</span><br />
<br />
Umat Muslim di Malaysia memiliki kebiasaan yang cukup unik yakni berbuka<br />
puasa dengan makanan kering dan kurma segar. Ada berbagai macam makanan<br />
khas Malaysia yang tersedia dalam Bazaar Ramadhan (pasar makanan lokal <br />
yang buka selama bulan puasa) seperti air tebu, nasi lemak, laksa, <br />
percek ayam, nasi ayam, sate dan lain-lain. Walupun sebenarnya makanan <br />
tersebut juga dapat dijumpai selain pada bulan Ramadhan, tapi rasanya <br />
kurang lengkap berbuka puasa di Malaysia tanpa menu-menu di atas. (bu)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://www.minangkabaunews.com/foto_berita/medium_62jop.jpg" border="0" alt="[Image: medium_62jop.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
(MinangkabauNews)<br />
-- Berbuka puasa tentunya menjadi suatu yang dinanti-nantikan setelah <br />
seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Dan tentunya ada menu-menu <br />
khusus yang akan disantap ketika buka puasa ini dimana menu-menu <br />
tersebut tidak akan dijumpai selain ketika bulan Ramadhan saja. Di <br />
negara kita yang kaya akan kuliner ini, banyak sekali hidangan-hidangan <br />
khas untuk berbuka yang hanya dapat dijumpai ketika bulan puasa. Namun <br />
ternyata bukan Indonesia saja yang memiliki tradisi Ramadhan dengan menu<br />
khas untuk berbuka puasa. Negara-negara lain juga memiliki berbagai <br />
panganan unik untuk disantap ketika berbuka.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Kolak dari Indonesia</span><br />
<br />
Ada puluhan bahkan ratusan jenis kuliner yang biasa disajikan oleh umat <br />
Muslim di Indonesia ketika menantikan berbuka puasa. Namun rasanya menu <br />
khas berbuka puasa yang satu ini tidak akan pernah terlewatkan. Ya <br />
benar, kolak lah menu buka puasa yang paling sering dijumpai saat <br />
berbuka puasa di Indonesia. Kolak adalah makanan dengan isi bisa berupa <br />
pisang, singkong, ubi atau campuran dari ketiganya dengan kuah yang <br />
dibuat dari bahan santan dan gula, ada juga yang menambahkan dengan <br />
pacar cina. Selain itu minuman segar lainnya semacam cendol atau dawet <br />
juga akrab sebagai menu berbuka.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Roti Pide dari Turki</span><br />
<br />
Umat Muslim di Turki akan menyambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan <br />
kebahagiaan yang luar biasa dan tentunya juga dengan hidangan berbuka <br />
puasa yang khas. Di kota-kota besar seperti Istanbul, semua restoran dan<br />
rumah makan akan berlomba-lomba melakukan penawaran khusus bagi menu <br />
untuk buka puasa selama bulan Ramadhan. Yaitu satu set menu yang dibuka <br />
dengan menghidangkan sup iftariye, roti pide (roti panggang yang khusus <br />
hanya dijual selama bulan Ramadhan), pastırma, sujuk, dan berbagai <br />
kue-kue yang disebut börek. Hidangan utama terdiri dari berbagai makanan<br />
khas dari Turki terutama makanan tradisional Ottoman. Sementara pencuci<br />
mulut terkenal yang disebut “güllaç” yang terbuat dari air mawar.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Hummus dari Lebanon</span><br />
<br />
Di Lebanon, banyak sekali makanan yang dijumpai ketika berbuka puasa. <br />
Menu khas untuk buka puasa yang biasa dijumpai di Lebanon diantaranya <br />
mezza, tabbouleh, houmous, dan berbagai macam daging panggang. Menu-menu<br />
tersebut tentu akan terasa sangat nikmat setelah seharian menahan lapar<br />
dan dahaga.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Qatayef dari Yordania</span><br />
<br />
Orang Yordania biasa berbuka dengan mansaf dan qatayef. Mansaf adalah <br />
hidangan khas Yordania yang berupa daging domba yang dibumbui dengan <br />
rempah-rempah. Sedangkan Qatayef adalah hidangan sejenis pancake dengan <br />
kayu manis dan diisi dengan kenari dan gula. Untuk menikmati qatayef, <br />
kurang lengkap rasanya jika disantap tanpa ditemani sirup madu.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Foul Meddames dari Mesir</span><br />
<br />
Umat Muslim di negeri piramida ini biasa berbuka dengan medames. Di <br />
samping medames yang menjadi hidangan utama, ada juga menu lainnya yang <br />
turut menyemarakkan waktu berbuka seperti molokheya yang dibuat dari <br />
ayam dan nasi. Biasa dibilang tiada Ramadhan di Mesir tanpa menu-menu <br />
tersebut.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Hyderabadi Haleem dari India</span><br />
<br />
Populasi umat Muslim di India mencapai lebih dari 130 juta. Hal ini <br />
membuat bulan suci Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu, terutama<br />
di daerah-daerah tertentu contohnya Hyderabad. Di kota Hyderabad, menu <br />
buka puasa yang banyak dijumpai adalah Hyderabadi Haleem. Makanan ini <br />
merupakan makanan khas daerah setempat yang mirip dengan bubur gandum <br />
tradisional dengan citarasa yang pedas, gurih, dan biasanya disajikan <br />
dengan daging domba.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Samosa dari Pakistan</span><br />
<br />
Di Pakistan, rasanya kurang sempurna jika berbuka puasa tanpa menu khas <br />
yaitu samosa. Samosa adalah makanan khas lezat yang terasa pedas dan <br />
berbentuk segitiga. Menariknya, selama bulan Ramadhan, warung-warung <br />
yang menjual hidangan samosa ini akan sangat mudah sekali dijumpai di <br />
seluruh penjuru Pakistan.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Rooh Afza dari Bangladesh</span><br />
<br />
Umat Muslim Bangladesh mempunyai beberapa menu khas yang biasanya <br />
disajikan ketika berbuka. Piyaju, beguni, jilapi, muri, halim, tanggal, <br />
samosa, dal puri, chola, dan berbagai jenis buah-buahan seperti semangka<br />
akan menjadi hidangan berbuka. Sementara minuman seperti rooh afza <br />
dengan berbagai cita rasa dan serbet lemon adalah menu berbuka cukup <br />
populer di seluruh Bangladesh.<br />
<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Nasi Lemak dari Malaysia</span><br />
<br />
Umat Muslim di Malaysia memiliki kebiasaan yang cukup unik yakni berbuka<br />
puasa dengan makanan kering dan kurma segar. Ada berbagai macam makanan<br />
khas Malaysia yang tersedia dalam Bazaar Ramadhan (pasar makanan lokal <br />
yang buka selama bulan puasa) seperti air tebu, nasi lemak, laksa, <br />
percek ayam, nasi ayam, sate dan lain-lain. Walupun sebenarnya makanan <br />
tersebut juga dapat dijumpai selain pada bulan Ramadhan, tapi rasanya <br />
kurang lengkap berbuka puasa di Malaysia tanpa menu-menu di atas. (bu)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Berisik, Israel Cari Cara Matikan Adzan]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Berisik-Israel-Cari-Cara-Matikan-Adzan</link>
			<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 15:58:01 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Berisik-Israel-Cari-Cara-Matikan-Adzan</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/K4L5FiyyRqcEWhl9tfnLew--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNjA7cT04NTt3PTM2MA--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/republika/adzan-_110426202540-858.jpg" border="0" alt="[Image: adzan-_110426202540-858.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<br />
REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT— Pemerintah Israel mencari cara agar suara volume suara adzan dari berbagai Masjid di wilayah perbatasan Israel-Palestina dapat dikecilkan atau dimatikan. Hal ini dikarenakan para pemukim Yahudi yang mengeluh, adzan itu menyebabkan kebisingan ketika mereka sedang tidur.<br />
Dalam laman Haaretz, Rabu (18/1), Administrasi Pemerintahan Sipil Israel di Tepi Barat mencari cara penggunaan teknologi untuk mematikan volume suara panggilan muadzin tersebut.<br />
Kepala Administrasi Pemerintahan Sipil Israel, Brigjen Moti Almoz mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli teknis militer. Agar dapat dicari teknologi untuk dapat mematikan secara otomatis volume adzan dari wilayah Palestina.<br />
Pejabat Administrasi Sipil beranggapan tidak perlu meminta persetujuan otoritas palestina. “Pemerintah Palestina akan menyambut baik hal ini, banyak juga warga Palestina juga mengeluhkan tentang suara keras ini,” ujarnya.<br />
Ternyata teknologi juga dapat berdampak bagi masjid di wilayah Israel. Bulan lalu, Pejabat Israel dari Partai Yisrael Beiteinu, Anastassia Michaeli mengajukan RUU untuk melarang penggunaan sistem suara oleh muadzin di Masjid. Karena alasan yang sama kebisingan. RUU ini awalnya didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tapi akhirnya gagal karena keberatan dari pejabat lain dari partai Likud.<br />
Di wilayah Hebron, Pemukim Yahudi bahkan membalas suara adzan dengan membunyikan musik Hasid khas Yahudi dengan pengeras suara sekencang-kencangnya. Namun akhirnya dapat dimediasi oleh Departemen Perlindungan Lingkungan, dengan alasan wilayah masjid di dekat pemukiman yahudi ini berada dalam makam leluhur yang berada diwilayah kendali Israel.<br />
<br />
<br />
sumber : <div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code><span style="color: red;">This Contents Of This Code Block Are Hidden For Your Group</span></code></div></div>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/K4L5FiyyRqcEWhl9tfnLew--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNjA7cT04NTt3PTM2MA--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/republika/adzan-_110426202540-858.jpg" border="0" alt="[Image: adzan-_110426202540-858.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<br />
REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT— Pemerintah Israel mencari cara agar suara volume suara adzan dari berbagai Masjid di wilayah perbatasan Israel-Palestina dapat dikecilkan atau dimatikan. Hal ini dikarenakan para pemukim Yahudi yang mengeluh, adzan itu menyebabkan kebisingan ketika mereka sedang tidur.<br />
Dalam laman Haaretz, Rabu (18/1), Administrasi Pemerintahan Sipil Israel di Tepi Barat mencari cara penggunaan teknologi untuk mematikan volume suara panggilan muadzin tersebut.<br />
Kepala Administrasi Pemerintahan Sipil Israel, Brigjen Moti Almoz mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli teknis militer. Agar dapat dicari teknologi untuk dapat mematikan secara otomatis volume adzan dari wilayah Palestina.<br />
Pejabat Administrasi Sipil beranggapan tidak perlu meminta persetujuan otoritas palestina. “Pemerintah Palestina akan menyambut baik hal ini, banyak juga warga Palestina juga mengeluhkan tentang suara keras ini,” ujarnya.<br />
Ternyata teknologi juga dapat berdampak bagi masjid di wilayah Israel. Bulan lalu, Pejabat Israel dari Partai Yisrael Beiteinu, Anastassia Michaeli mengajukan RUU untuk melarang penggunaan sistem suara oleh muadzin di Masjid. Karena alasan yang sama kebisingan. RUU ini awalnya didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tapi akhirnya gagal karena keberatan dari pejabat lain dari partai Likud.<br />
Di wilayah Hebron, Pemukim Yahudi bahkan membalas suara adzan dengan membunyikan musik Hasid khas Yahudi dengan pengeras suara sekencang-kencangnya. Namun akhirnya dapat dimediasi oleh Departemen Perlindungan Lingkungan, dengan alasan wilayah masjid di dekat pemukiman yahudi ini berada dalam makam leluhur yang berada diwilayah kendali Israel.<br />
<br />
<br />
sumber : <div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code><span style="color: red;">This Contents Of This Code Block Are Hidden For Your Group</span></code></div></div>
]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[DICARI TUKANG MASAK MAKANAN PADANG UNTUK DI SINGAPURA]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-DICARI-TUKANG-MASAK-MAKANAN-PADANG-UNTUK-DI-SINGAPURA</link>
			<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 03:20:12 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-DICARI-TUKANG-MASAK-MAKANAN-PADANG-UNTUK-DI-SINGAPURA</guid>
			<description><![CDATA[Hello,<br />
<br />
Saya mencari tukang masak untuk bekerja di Singapura, syaratnya:<br />
1. Orang Indonesia yang berstatus Permanent Resident dan tinggal di Singapura.<br />
2. Harus bisa masak makanan Indonesia (padang).<br />
3. Umur atau gender tidak jadi masalah.<br />
4. Gaji ok punya (tergantung pengalaman). Dapat uang makan juga.<br />
5. Jam kerja dari 9am - 5pm (weekdays), 9am - 3pm (Sabtu). Hari Minggu libur.<br />
6. Rajin dan berkomitmen.<br />
<br />
Hubungin saya di fany_chia@yahoo.com jika anda tertarik.<br />
Jika ada saudara atau keluarga yang tinggal di Singapura dan sedang mencari kerja, tolong diberitahu ya <img src="http://www.minangforum.com/images/yahoo/1.gif" />.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Hello,<br />
<br />
Saya mencari tukang masak untuk bekerja di Singapura, syaratnya:<br />
1. Orang Indonesia yang berstatus Permanent Resident dan tinggal di Singapura.<br />
2. Harus bisa masak makanan Indonesia (padang).<br />
3. Umur atau gender tidak jadi masalah.<br />
4. Gaji ok punya (tergantung pengalaman). Dapat uang makan juga.<br />
5. Jam kerja dari 9am - 5pm (weekdays), 9am - 3pm (Sabtu). Hari Minggu libur.<br />
6. Rajin dan berkomitmen.<br />
<br />
Hubungin saya di fany_chia@yahoo.com jika anda tertarik.<br />
Jika ada saudara atau keluarga yang tinggal di Singapura dan sedang mencari kerja, tolong diberitahu ya <img src="http://www.minangforum.com/images/yahoo/1.gif" />.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[163 Wanita UMNO Kunjungi Obyek Wisata Sumbar |]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-163-Wanita-UMNO-Kunjungi-Obyek-Wisata-Sumbar</link>
			<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 05:27:49 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-163-Wanita-UMNO-Kunjungi-Obyek-Wisata-Sumbar</guid>
			<description><![CDATA[BUKITTINGGI, KOMPAS.com - Sedikitnya 163 wanita yang tergabung dalam pengurus The United Malays National Organisation (UMNO) Pekan, Negara Bahagian Pahang, Malaysia mengunjungi sejumlah objek wisata di Sumatera Barat.<br />
<br />
Rombongan tiba di Bukittinggi pada Selasa (6/12) malam melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping Padang Pariaman dan akan berada di Sumbar selama seminggu, ujar pemandu wisata Yulfiedi ketika di Bukittinggi, Kamis (8/12/2011).<br />
<br />
Rombongan direncanakan juga akan melihat keindahan alam beberapa daerah wisata, termasuk kawasan Danau Maninjau di Kabupaten Agam, dan kemudian mengunjungi Istano Basa Pagaruyung di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.<br />
<br />
"Bagi wisman Malaysia, berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung tak bisa ditinggalkan, karena mereka punya ikatan emosional dengan Ranah Minang," katanya.<br />
<br />
Selanjutnya, menurut dia, selama dua hari rombongan wanita UMNO itu akan mengunjungi sejumlah objek wisata di Kota Padang.<br />
<br />
Seorang Timbalan Pengerusi Tetap Wanita UMNO Bahagian Pahang Norhayati binti Khalid mengatakan, sebagian besar dari anggota rombongan belum pernah ke Bukittinggi, sehingga tujuan utama mereka adalah mengunjungi kota wisata itu.<br />
<br />
"Selama ini kami hanya mendapatkan informasi tentang keindahan alam Bukittinggi. Makanya akhir tahun ini rombongan mengunjunginya selama sepekan penuh hingga 10 Desember nanti," kata wanita berjilbab itu.<br />
<br />
Menurut dia, pada hari pertama rombongan hanya melihat dari dekat tenunan Pandai Sikek. Ia juga mengaku sangat menikmati kunjungan ke Ranah Minang. "Kami senang sekali, kami ingin senang, makanya canda tawa yang kami perbanyak," katanya.<br />
<br />
Hal yang sama juga dikemukakan Arpiah binti Sabran. Wanita berusia 54 tahun itu juga mengaku pertama kali mengunjungi Kota Bukittinggi, meski leluhurnya berasal dari Tembilahan, Kepulauan Riau.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[BUKITTINGGI, KOMPAS.com - Sedikitnya 163 wanita yang tergabung dalam pengurus The United Malays National Organisation (UMNO) Pekan, Negara Bahagian Pahang, Malaysia mengunjungi sejumlah objek wisata di Sumatera Barat.<br />
<br />
Rombongan tiba di Bukittinggi pada Selasa (6/12) malam melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping Padang Pariaman dan akan berada di Sumbar selama seminggu, ujar pemandu wisata Yulfiedi ketika di Bukittinggi, Kamis (8/12/2011).<br />
<br />
Rombongan direncanakan juga akan melihat keindahan alam beberapa daerah wisata, termasuk kawasan Danau Maninjau di Kabupaten Agam, dan kemudian mengunjungi Istano Basa Pagaruyung di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.<br />
<br />
"Bagi wisman Malaysia, berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung tak bisa ditinggalkan, karena mereka punya ikatan emosional dengan Ranah Minang," katanya.<br />
<br />
Selanjutnya, menurut dia, selama dua hari rombongan wanita UMNO itu akan mengunjungi sejumlah objek wisata di Kota Padang.<br />
<br />
Seorang Timbalan Pengerusi Tetap Wanita UMNO Bahagian Pahang Norhayati binti Khalid mengatakan, sebagian besar dari anggota rombongan belum pernah ke Bukittinggi, sehingga tujuan utama mereka adalah mengunjungi kota wisata itu.<br />
<br />
"Selama ini kami hanya mendapatkan informasi tentang keindahan alam Bukittinggi. Makanya akhir tahun ini rombongan mengunjunginya selama sepekan penuh hingga 10 Desember nanti," kata wanita berjilbab itu.<br />
<br />
Menurut dia, pada hari pertama rombongan hanya melihat dari dekat tenunan Pandai Sikek. Ia juga mengaku sangat menikmati kunjungan ke Ranah Minang. "Kami senang sekali, kami ingin senang, makanya canda tawa yang kami perbanyak," katanya.<br />
<br />
Hal yang sama juga dikemukakan Arpiah binti Sabran. Wanita berusia 54 tahun itu juga mengaku pertama kali mengunjungi Kota Bukittinggi, meski leluhurnya berasal dari Tembilahan, Kepulauan Riau.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[IKWAM Negeri IX Malaysia Kunjungi Istano Basa Pagaruyung]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-IKWAM-Negeri-IX-Malaysia-Kunjungi-Istano-Basa-Pagaruyung</link>
			<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 03:59:23 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-IKWAM-Negeri-IX-Malaysia-Kunjungi-Istano-Basa-Pagaruyung</guid>
			<description><![CDATA[Batusangkar, (ANTARA) - Sekitar 15 orang yang tergabung dalam Persatuan Ikatan Keluarga Warisan Minang (IKWAM) Negeri Sembilan Malaysia melakukan lawatan ke Istano Basa Pagaruyung dan bersilaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tanahdatar, Selasa (25/10).<br />
<br />
Ketua Rombongan Datuk Khairuddin Bin Hassan diterima Bupati Tanahdatar diwakili Plt Sekretaris Daerah Hardiman, dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Gedung Indo Jalito Batusangkar.<br />
<br />
Datuk Khairuddin mengatakan, tujuan kunjungan rombongan ke Tanahdatar untuk memperkokoh persaudaraan kedua daerah, karena masih dalam satu rumpun keturunan.<br />
<br />
Dia menyebutkan, Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu objek wisata budaya di Indonesia. IKWAM Negeri Sembilan yang terdiri dari suku Seri Lemak Minangkabau, Luak Ulu Muar, dan Kuala Pilah, merasa memiliki keberadaan Istano Pagaruyung di Luak Nan Tuo ini.<br />
<br />
"Oleh karena itu, keberadaan Istano Basa Pagaruyung menjadi perhatian khusus persatuan kita," ungkapnya.<br />
<br />
Pihaknya akan berupaya mencari dan memberikan penerangan tentang adat istiadat dan budaya Minangkabau kepada anak-anak di Negeri IX Malaysia, sehingga mereka memahami dari mana mereka berasal.<br />
<br />
Ia mengharapkan, ke depan ikatan kekeluargaan antara kedua daerah dapat ditingkatkan sehingga hubungan kekerabatan semakin kuat dan tidak mudah terpengaruh munculnya isu perpecahan dari pihak lain.<br />
<br />
Sementara itu, Plt Sekda Hardiman mengatakan atas nama masyarakat Luak Nan Tuo menyambut dengan suka cita kedatangan sanak keluarga dari Negeri IX Malaysia<br />
<br />
Dia juga menyampaikan perkembangan pembangunan Istano Basa Pagaruyung yang saat ini sudah selesai sekitar 92 persen dan diharapkan dapat diresmikan pada 2012 mendatang.<br />
<br />
Pada bulan Juni 2010 lalu, tambahnya, Kabupaten Tanahdatar juga telah selesai melaksanakan kegiatan Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia yang diikuti ratusan Pengakap dan Pandu Putri Malaysia. (fan)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Batusangkar, (ANTARA) - Sekitar 15 orang yang tergabung dalam Persatuan Ikatan Keluarga Warisan Minang (IKWAM) Negeri Sembilan Malaysia melakukan lawatan ke Istano Basa Pagaruyung dan bersilaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Tanahdatar, Selasa (25/10).<br />
<br />
Ketua Rombongan Datuk Khairuddin Bin Hassan diterima Bupati Tanahdatar diwakili Plt Sekretaris Daerah Hardiman, dan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Gedung Indo Jalito Batusangkar.<br />
<br />
Datuk Khairuddin mengatakan, tujuan kunjungan rombongan ke Tanahdatar untuk memperkokoh persaudaraan kedua daerah, karena masih dalam satu rumpun keturunan.<br />
<br />
Dia menyebutkan, Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu objek wisata budaya di Indonesia. IKWAM Negeri Sembilan yang terdiri dari suku Seri Lemak Minangkabau, Luak Ulu Muar, dan Kuala Pilah, merasa memiliki keberadaan Istano Pagaruyung di Luak Nan Tuo ini.<br />
<br />
"Oleh karena itu, keberadaan Istano Basa Pagaruyung menjadi perhatian khusus persatuan kita," ungkapnya.<br />
<br />
Pihaknya akan berupaya mencari dan memberikan penerangan tentang adat istiadat dan budaya Minangkabau kepada anak-anak di Negeri IX Malaysia, sehingga mereka memahami dari mana mereka berasal.<br />
<br />
Ia mengharapkan, ke depan ikatan kekeluargaan antara kedua daerah dapat ditingkatkan sehingga hubungan kekerabatan semakin kuat dan tidak mudah terpengaruh munculnya isu perpecahan dari pihak lain.<br />
<br />
Sementara itu, Plt Sekda Hardiman mengatakan atas nama masyarakat Luak Nan Tuo menyambut dengan suka cita kedatangan sanak keluarga dari Negeri IX Malaysia<br />
<br />
Dia juga menyampaikan perkembangan pembangunan Istano Basa Pagaruyung yang saat ini sudah selesai sekitar 92 persen dan diharapkan dapat diresmikan pada 2012 mendatang.<br />
<br />
Pada bulan Juni 2010 lalu, tambahnya, Kabupaten Tanahdatar juga telah selesai melaksanakan kegiatan Jambore Budaya Serumpun Indonesia Malaysia yang diikuti ratusan Pengakap dan Pandu Putri Malaysia. (fan)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lupa Pasang Gigi Netral, Wanita Tewas Ditabrak Mobilnya Sendiri]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Lupa-Pasang-Gigi-Netral-Wanita-Tewas-Ditabrak-Mobilnya-Sendiri</link>
			<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:30:49 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Lupa-Pasang-Gigi-Netral-Wanita-Tewas-Ditabrak-Mobilnya-Sendiri</guid>
			<description><![CDATA[Miami - Ketika keluar dari mobil yang bertransmisi otomotis, pastikan kalau posisi perseneling berada di N (netral) atau P (parkir). Bila tidak, fatal akibatnya. Seorang wanita bahkan sampai harus merenggang nyawa karena kecerobohannya ini.<br />
<br />
Arlene Allen, roboh 'dibunuh' oleh mobilnya sendiri, sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) BMW bertransmisi otomatis menabrak si pemiliknya sendiri.<br />
<br />
Ceritanya bermula ketika Allen ingin mengeluarkan mobilnya dari sebuah tempat parkir di Miami pada kamis malam lalu. Tidak sengaja, Allen lalu menambrak mobil lain yang ada di parkiran tersebut.<br />
<br />
Melihat dirinya menabrak mobil lain, Allen pun keluar dari mobilnya untuk melihat seberapa parah mobil yang ditabraknya barusan.<br />
<br />
Namun, entah karena panik atau ceroboh, Allen keluar dari mobilnya dengan terburu-buru dan meninggalkan mobil dalam keadaan perseneling masih dalam posisi gigi mundur dan pintu masih terbuka.<br />
<br />
Tak ayal, mobil itu pun berjalan mundur dan menabrak Allen yang sudah ada di belakangnya sebelum kemudian menabrak dua mobil lain yang juga ada di belakang mobil itu.<br />
<br />
Akibat tabrakan tanpa sengaja tersebut, wanita berumur 39 tahun tersebut menurut polisi langsung meninggal di lokasi kejadian.<br />
<br />
"Pada titik ini, ini tampak sebagai kecelakaan tragis yang melibatkan seorang perempuan dewasa yang benar-benar hanya mencoba untuk meninggalkan (tempat parkir)," ungkap juru bicara kepolisian, Roy Rutland seperti dikutip WTVJ-TV dan dilansir Daily Mail, Jumat (15/9/2011).(detikoto)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Miami - Ketika keluar dari mobil yang bertransmisi otomotis, pastikan kalau posisi perseneling berada di N (netral) atau P (parkir). Bila tidak, fatal akibatnya. Seorang wanita bahkan sampai harus merenggang nyawa karena kecerobohannya ini.<br />
<br />
Arlene Allen, roboh 'dibunuh' oleh mobilnya sendiri, sebuah Sport Utility Vehicle (SUV) BMW bertransmisi otomatis menabrak si pemiliknya sendiri.<br />
<br />
Ceritanya bermula ketika Allen ingin mengeluarkan mobilnya dari sebuah tempat parkir di Miami pada kamis malam lalu. Tidak sengaja, Allen lalu menambrak mobil lain yang ada di parkiran tersebut.<br />
<br />
Melihat dirinya menabrak mobil lain, Allen pun keluar dari mobilnya untuk melihat seberapa parah mobil yang ditabraknya barusan.<br />
<br />
Namun, entah karena panik atau ceroboh, Allen keluar dari mobilnya dengan terburu-buru dan meninggalkan mobil dalam keadaan perseneling masih dalam posisi gigi mundur dan pintu masih terbuka.<br />
<br />
Tak ayal, mobil itu pun berjalan mundur dan menabrak Allen yang sudah ada di belakangnya sebelum kemudian menabrak dua mobil lain yang juga ada di belakang mobil itu.<br />
<br />
Akibat tabrakan tanpa sengaja tersebut, wanita berumur 39 tahun tersebut menurut polisi langsung meninggal di lokasi kejadian.<br />
<br />
"Pada titik ini, ini tampak sebagai kecelakaan tragis yang melibatkan seorang perempuan dewasa yang benar-benar hanya mencoba untuk meninggalkan (tempat parkir)," ungkap juru bicara kepolisian, Roy Rutland seperti dikutip WTVJ-TV dan dilansir Daily Mail, Jumat (15/9/2011).(detikoto)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dan orang Malaysia pun mudik]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Dan-orang-Malaysia-pun-mudik</link>
			<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 09:42:45 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Dan-orang-Malaysia-pun-mudik</guid>
			<description><![CDATA[Pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga pada Idul Fitri ternyata tak hanya menjadi tradisi orang Indonesia.  Warga Malaysia juga ternyata mempunyai kebiasaan itu.<br />
Mudik juga menjadi tradisi warga negeri ini terutama mereka yang bekerja di kota besar seperti Kuala Lumpur.<br />
Apalagi pemerintah Malaysia menetapkan libur panjang pada saat Idul Fitri 1432 Hijriah yang dalam kalendar Malaysia jatuh pada 30 Agustus 2011.<br />
Eksodus warga Kota Kuala Lumpur ke sejumlah wilayah di Semenanjung Malaysia itu semakin ramai saja, terlihat dari memadatnya kendaraan di jalan tol.<br />
Seperti Jakarta, Kuala Lumpur menjadi tempat tujuan untuk bekerja.<br />
Kalau Jakarta, warga daerah dari seluruh Indonesia membaru menjadi satu, maka demikian pula dengan Kuala Lumpur.<br />
Ibu kota dan pusat bisnis ini juga menjadi tujuan bekerja bagi warga Kelantan, Terengganu, Perlis, Kedah, Perak, Johor, Sabah dan Serawak.<br />
Mereka yang mudik ini umumnya menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Namun banyak juga yang berkendara pribadi.<br />
Yang terakhir ini lebih dominan mengingat warga Malaysia yang bekerja di Kuala Lumpur telah memilikinya.<br />
Terutama warga yang bekerja, ada banyak kemudahan untuk membeli kendaraan seperti lewat kredit berbunga rendah dan jangka waktu yang panjang. Bayangkan, bisa sampai sembilan tahun.<br />
Nyaman<br />
Salah seorang yang mudik dengan kendaraan pribadi ini adalah Sabaruddin.<br />
Waktu cuti kerja dan cuti anak sekolah dimanfaatkannya untuk balik kampung bersama keluarha ke Perlis, sekitar 409 km dari Kuala Lumpur atau tujuh jam berkendara mobil.<br />
"Bulan Agustus ini banyak sekali kerjaan dan alhamdulillah sudah bisa terselesaikan. Sekarang saya pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri dengan keluarga sekaligus berlibur di kampung," katanya.<br />
Namun, yang menggunakan kereta api dan bus juga banyak.<br />
Harga tiketnya tidak terlalu mahal, sementara keadaan di dalamnya nyaman dan aman, tidak berdesak-desakan.<br />
Petugas dinas perhubungan Malaysia ketat menjaga kelaikan transportasi masal itu.  Mereka mensyaratkan bus harus terlebih dahulu diperiksa dua kali sebelum dinyatakan laik jalan. Bila ada perusahaan bus yang tidak taat, maka sanksi dan denda bakal menanti.<br />
Tapi ada lho perusahaan bus yang nakal. Mereka menaikkan harga tiket resmi dari 39 ringgit menjadi 45 ringgit untuk Alor Setar, Kedah-Kuala Lumpur, kata Norhayati Mohd Akhir (28), pemudik.<br />
Secara umum fasilitas mudik cukup terjaga, bahkan sejumlah perusahaan menyediakan bus tambahan dan apabila peminat banyak maka harga tiket akan turun.<br />
Lain halnya dengan kereta api. Di negeri ini kereta apinya nyaman. bahkan ada gerbong yang menyediakan tempat tidur karena waktu tempuh yang panjang seperti ke Kelantan yang mencapai 12 jam.<br />
"Saya naik kereta api biar tidak repot karena barang yang saya bawa banyak," kata Amiruddin, yang akan mudik ke Kelantan.<br />
Banyak acara<br />
Orang Malaysia menamai Idul Fitri dengan Hari Raya Puasa atau Hari Raya Aidil Fitri. Mereka menyambut hari besar ini dengan suka cita, dimulai sejak tujuh malam terakhir Ramadan yang mereka sebut malam tujuh lekor.<br />
Tujuh malam ini menandakan kemungkinan turunnya Lailatul Qadar yang dalam Islam terjadi pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadan.<br />
Demi menyambut malam tujuh lekor ini, warga Malaysia memasang pelita yang terbuat dari lempengan besi kosong, buluh bambu dan plastik. Setelah diisi minyak tanah dan dipasangi sumbu, pelita-pelita ini dibakar.<br />
Tradisi ini kian terlupakan generasi muda Malaysia karena mereka lebih memilih menonton acara di televisi.<br />
Menjelang lima hari sebelum Syawal. para ibu rumah tangga dan anak gadis sibuk merapikan rumah. Perabotan rumah tangga dicuci atau diganti oleh yang baru.<br />
Lalu, seperti di Indonesia, takbir di masjid akan menggema di mana-mana di Malaysia. Di kampung-kampung, warga menghidupkan pelita atau panjut (obor).<br />
Pagi 1 Syawal, para lelaki akan mengenakan baju melayu berpeci, sedangkan para wanita memakai baju kurung, untuk menunaikan salat ied.<br />
Usai salat ied, orang Malaysia akan saling bersilaturahmi dengan keluarga, lalu tetangga atau kenalan mereka.  Di saat inilah, mereka akan saling menyapa dengan Selamat Hari Raya, Salam Aidil Fitri dan Maaf lahir dan batin.<br />
Sementara itu, di dalam rumah mereka, sudah tersedia aneka makanan.  Ketupat, lemang, dodol, rendang, dan kek lapis menanti para tamu yang berkunjung ke rumah.<br />
Warga Malaysia biasanya menggelar acara makan bersama keluarga untuk menghangatkan suasana pagi di awal Syawal.<br />
Berikutnya, mereka akan berziarah ke makam orang tua mereka, saudara dan kerabat. Doa-doa dan Surat Yasin pun dipanjatkan.<br />
Ada lagi satu kebiasaan orang Malaysia yang juga umum dilakukan orang Indonesia saat pulang kampung, yaitu memberikan duit raya kepada anak-anak. Sudah pasti, anak-anak menunggu "seremoni" ini. (sitinjaunews)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga pada Idul Fitri ternyata tak hanya menjadi tradisi orang Indonesia.  Warga Malaysia juga ternyata mempunyai kebiasaan itu.<br />
Mudik juga menjadi tradisi warga negeri ini terutama mereka yang bekerja di kota besar seperti Kuala Lumpur.<br />
Apalagi pemerintah Malaysia menetapkan libur panjang pada saat Idul Fitri 1432 Hijriah yang dalam kalendar Malaysia jatuh pada 30 Agustus 2011.<br />
Eksodus warga Kota Kuala Lumpur ke sejumlah wilayah di Semenanjung Malaysia itu semakin ramai saja, terlihat dari memadatnya kendaraan di jalan tol.<br />
Seperti Jakarta, Kuala Lumpur menjadi tempat tujuan untuk bekerja.<br />
Kalau Jakarta, warga daerah dari seluruh Indonesia membaru menjadi satu, maka demikian pula dengan Kuala Lumpur.<br />
Ibu kota dan pusat bisnis ini juga menjadi tujuan bekerja bagi warga Kelantan, Terengganu, Perlis, Kedah, Perak, Johor, Sabah dan Serawak.<br />
Mereka yang mudik ini umumnya menggunakan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Namun banyak juga yang berkendara pribadi.<br />
Yang terakhir ini lebih dominan mengingat warga Malaysia yang bekerja di Kuala Lumpur telah memilikinya.<br />
Terutama warga yang bekerja, ada banyak kemudahan untuk membeli kendaraan seperti lewat kredit berbunga rendah dan jangka waktu yang panjang. Bayangkan, bisa sampai sembilan tahun.<br />
Nyaman<br />
Salah seorang yang mudik dengan kendaraan pribadi ini adalah Sabaruddin.<br />
Waktu cuti kerja dan cuti anak sekolah dimanfaatkannya untuk balik kampung bersama keluarha ke Perlis, sekitar 409 km dari Kuala Lumpur atau tujuh jam berkendara mobil.<br />
"Bulan Agustus ini banyak sekali kerjaan dan alhamdulillah sudah bisa terselesaikan. Sekarang saya pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri dengan keluarga sekaligus berlibur di kampung," katanya.<br />
Namun, yang menggunakan kereta api dan bus juga banyak.<br />
Harga tiketnya tidak terlalu mahal, sementara keadaan di dalamnya nyaman dan aman, tidak berdesak-desakan.<br />
Petugas dinas perhubungan Malaysia ketat menjaga kelaikan transportasi masal itu.  Mereka mensyaratkan bus harus terlebih dahulu diperiksa dua kali sebelum dinyatakan laik jalan. Bila ada perusahaan bus yang tidak taat, maka sanksi dan denda bakal menanti.<br />
Tapi ada lho perusahaan bus yang nakal. Mereka menaikkan harga tiket resmi dari 39 ringgit menjadi 45 ringgit untuk Alor Setar, Kedah-Kuala Lumpur, kata Norhayati Mohd Akhir (28), pemudik.<br />
Secara umum fasilitas mudik cukup terjaga, bahkan sejumlah perusahaan menyediakan bus tambahan dan apabila peminat banyak maka harga tiket akan turun.<br />
Lain halnya dengan kereta api. Di negeri ini kereta apinya nyaman. bahkan ada gerbong yang menyediakan tempat tidur karena waktu tempuh yang panjang seperti ke Kelantan yang mencapai 12 jam.<br />
"Saya naik kereta api biar tidak repot karena barang yang saya bawa banyak," kata Amiruddin, yang akan mudik ke Kelantan.<br />
Banyak acara<br />
Orang Malaysia menamai Idul Fitri dengan Hari Raya Puasa atau Hari Raya Aidil Fitri. Mereka menyambut hari besar ini dengan suka cita, dimulai sejak tujuh malam terakhir Ramadan yang mereka sebut malam tujuh lekor.<br />
Tujuh malam ini menandakan kemungkinan turunnya Lailatul Qadar yang dalam Islam terjadi pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadan.<br />
Demi menyambut malam tujuh lekor ini, warga Malaysia memasang pelita yang terbuat dari lempengan besi kosong, buluh bambu dan plastik. Setelah diisi minyak tanah dan dipasangi sumbu, pelita-pelita ini dibakar.<br />
Tradisi ini kian terlupakan generasi muda Malaysia karena mereka lebih memilih menonton acara di televisi.<br />
Menjelang lima hari sebelum Syawal. para ibu rumah tangga dan anak gadis sibuk merapikan rumah. Perabotan rumah tangga dicuci atau diganti oleh yang baru.<br />
Lalu, seperti di Indonesia, takbir di masjid akan menggema di mana-mana di Malaysia. Di kampung-kampung, warga menghidupkan pelita atau panjut (obor).<br />
Pagi 1 Syawal, para lelaki akan mengenakan baju melayu berpeci, sedangkan para wanita memakai baju kurung, untuk menunaikan salat ied.<br />
Usai salat ied, orang Malaysia akan saling bersilaturahmi dengan keluarga, lalu tetangga atau kenalan mereka.  Di saat inilah, mereka akan saling menyapa dengan Selamat Hari Raya, Salam Aidil Fitri dan Maaf lahir dan batin.<br />
Sementara itu, di dalam rumah mereka, sudah tersedia aneka makanan.  Ketupat, lemang, dodol, rendang, dan kek lapis menanti para tamu yang berkunjung ke rumah.<br />
Warga Malaysia biasanya menggelar acara makan bersama keluarga untuk menghangatkan suasana pagi di awal Syawal.<br />
Berikutnya, mereka akan berziarah ke makam orang tua mereka, saudara dan kerabat. Doa-doa dan Surat Yasin pun dipanjatkan.<br />
Ada lagi satu kebiasaan orang Malaysia yang juga umum dilakukan orang Indonesia saat pulang kampung, yaitu memberikan duit raya kepada anak-anak. Sudah pasti, anak-anak menunggu "seremoni" ini. (sitinjaunews)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Monster Lele Albino Ditemukan di Sungai Ebro]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Monster-Lele-Albino-Ditemukan-di-Sungai-Ebro</link>
			<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 05:34:03 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Monster-Lele-Albino-Ditemukan-di-Sungai-Ebro</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i54.tinypic.com/2wovxg1.jpg" border="0" alt="[Image: 2wovxg1.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Seekor "monster" lele albino ditemukan oleh seorang pemancing di Sungai Ebro, dekat Tarragona, Spanyol. Pemancing bernama Chris itu, sempat tidak percaya melihat bentuk lele albino tersebut.<br />
<br />
Seperti diberitakan The Sun, Senin (1/8/2011), Chris saat itu mengaku senang, bingung, dan takut. Ikan lele albino itu memiliki panjang 8 kaki atau sekitar 2,5 meter dan berat 88 kilogram.<br />
<br />
Untuk mengangkat lele itu, Chris harus dibantu dua temannya.<br />
<br />
Chris dan dua temannya berusaha selama 30 menit untuk membawa ikan raksasa ini ke darat dari Sungai Ebro, dekat Tarragona, Spanyol]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i54.tinypic.com/2wovxg1.jpg" border="0" alt="[Image: 2wovxg1.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Seekor "monster" lele albino ditemukan oleh seorang pemancing di Sungai Ebro, dekat Tarragona, Spanyol. Pemancing bernama Chris itu, sempat tidak percaya melihat bentuk lele albino tersebut.<br />
<br />
Seperti diberitakan The Sun, Senin (1/8/2011), Chris saat itu mengaku senang, bingung, dan takut. Ikan lele albino itu memiliki panjang 8 kaki atau sekitar 2,5 meter dan berat 88 kilogram.<br />
<br />
Untuk mengangkat lele itu, Chris harus dibantu dua temannya.<br />
<br />
Chris dan dua temannya berusaha selama 30 menit untuk membawa ikan raksasa ini ke darat dari Sungai Ebro, dekat Tarragona, Spanyol]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Di Ceko, Upacara Pernikahan Adat Minang Tampil Memukau]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Di-Ceko-Upacara-Pernikahan-Adat-Minang-Tampil-Memukau</link>
			<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 07:38:44 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Di-Ceko-Upacara-Pernikahan-Adat-Minang-Tampil-Memukau</guid>
			<description><![CDATA[Upacara pernikahan adat Minangkabau antara pasangan mempelai wanita warganegara Indonesia yang tinggal di Praha dengan mempelai pria asal Ceko telah menjadi ajang promosi budaya Indonesia bagi publik Ceko pada Kamis, 21 Juli 2011. Upacara tersebut berlangsung khidmat di aula KBRI Praha.<br />
<br />
Upacara pernikahan yang kental dengan nuansa budaya, dilengkapi dengan tari Rantak dan tari Persembahan serta prosesi akad nikah secara Islam.<br />
Rangkaian acara adat tersebut di atas telah memukau sejumlah Duta Besar negara sahabat, diplomat asing, pejabat pemerintah, akademisi, dan media lokal.<br />
<br />
Prosesi upacara dimulai dengan kedatangan mempelai pria yang mengenakan busana Minang dan dipayungi payung emas dengan kawalan keluarga mempelai wanita dan para penabuh rebana. Selanjutnya dilakukan acara meminang antara wakil dari keluarga pria kepada keluarga wanita dengan pantun berbalas khas bahasa Minangkabau, Setelah mempelai pria warganegara Ceko dipersilahkan naik ke atas pelaminan, akad nikah dipimpin oleh imam dari Islamic Center Praha  hingga ijab kabul secara Islam selesai. <br />
<br />
Selain mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, dalam sambutannya, Duta Besar RI di Praha, Emeria W.A. Siregar, menyampaikan bahwa pernikahan ini memiliki makna khusus karena merupakan penyatuan dua budaya dan dua bangsa. Kedua mempelai dihimbau untuk saling mempelajari bahasa dan budaya pasangannya. Acara promosi budaya tersebut juga diperkaya oleh promosi kuliner khas Minangkabau, Sate Padang dan Soto Padang. <br />
<br />
Dilansir dari KBRI Praha, Petra Smidova, wartawan stasiun televisi Public yang hadir pada acara tersebut sangat mengagumi prosesi upacara pernikahan adat Minangkabau. Pernikahan ini  menurutnya memiliki nilai-nilai budaya tradisional dan berbeda dengan upacara pernikahan di Ceko (inioke)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Upacara pernikahan adat Minangkabau antara pasangan mempelai wanita warganegara Indonesia yang tinggal di Praha dengan mempelai pria asal Ceko telah menjadi ajang promosi budaya Indonesia bagi publik Ceko pada Kamis, 21 Juli 2011. Upacara tersebut berlangsung khidmat di aula KBRI Praha.<br />
<br />
Upacara pernikahan yang kental dengan nuansa budaya, dilengkapi dengan tari Rantak dan tari Persembahan serta prosesi akad nikah secara Islam.<br />
Rangkaian acara adat tersebut di atas telah memukau sejumlah Duta Besar negara sahabat, diplomat asing, pejabat pemerintah, akademisi, dan media lokal.<br />
<br />
Prosesi upacara dimulai dengan kedatangan mempelai pria yang mengenakan busana Minang dan dipayungi payung emas dengan kawalan keluarga mempelai wanita dan para penabuh rebana. Selanjutnya dilakukan acara meminang antara wakil dari keluarga pria kepada keluarga wanita dengan pantun berbalas khas bahasa Minangkabau, Setelah mempelai pria warganegara Ceko dipersilahkan naik ke atas pelaminan, akad nikah dipimpin oleh imam dari Islamic Center Praha  hingga ijab kabul secara Islam selesai. <br />
<br />
Selain mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, dalam sambutannya, Duta Besar RI di Praha, Emeria W.A. Siregar, menyampaikan bahwa pernikahan ini memiliki makna khusus karena merupakan penyatuan dua budaya dan dua bangsa. Kedua mempelai dihimbau untuk saling mempelajari bahasa dan budaya pasangannya. Acara promosi budaya tersebut juga diperkaya oleh promosi kuliner khas Minangkabau, Sate Padang dan Soto Padang. <br />
<br />
Dilansir dari KBRI Praha, Petra Smidova, wartawan stasiun televisi Public yang hadir pada acara tersebut sangat mengagumi prosesi upacara pernikahan adat Minangkabau. Pernikahan ini  menurutnya memiliki nilai-nilai budaya tradisional dan berbeda dengan upacara pernikahan di Ceko (inioke)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dua Wanita Oman Ditahan di Arab Saudi Karena Setir Mobil]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Dua-Wanita-Oman-Ditahan-di-Arab-Saudi-Karena-Setir-Mobil</link>
			<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 09:55:51 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Dua-Wanita-Oman-Ditahan-di-Arab-Saudi-Karena-Setir-Mobil</guid>
			<description><![CDATA[Riyadh (ANTARA/AFP) - Dua wanita Oman telah ditahan karena mengemudikan mobil di Arab Saudi, tempat wanita tidak diperbolehkan menyetir mobil, media Saudi melaporkan, Ahad. <br />
<br />
Polisi menahan kedua wanita pengemudi mobil itu ketika mereka melakukan perjalanan dengan keluarga mereka di jalan yang menghubungkan ibu kota Riyadh dengan kota Taef di Saudi barat. <br />
<br />
"Seorang warga telah memberi informasi pada patroli polisi bahwa kedua wanita itu mengendarai mobil dengan SIM Oman, " surat kabar Al-Hayat melaporkan. <br />
<br />
Kedua wanita itu ditahan dan diberi tahu bahwa wanita tidak memiliki hak untuk mengemudikan mobil. Mereka telah menandatangani komitmen untuk tidak melakukan kesalahan lagi," koran itu menambahkan. <br />
<br />
Arab Saudi akhir Juni lalu menangkap lima wanita Saudi yang menyetir mobil, menantang larangan pada wanita pengemudi di kerajaan Muslim yang sangat konservatif itu/<br />
<br />
<br />
<br />
Tindakan mereka itu terjadi sebagai tanggapan pada seruan di Internet pada wanita di Saudi untuk menyetir mobil, setelah unjuk tantangan pada 17 Juni dimana 42 wanita turun ke jalan. <br />
<br />
Sejak itu "wanita menantang setiap hari di kota-kota yang berbeda di kerajaan tersebut", seorang aktivis menuturkan pada AFP, dengan tanpa menyebut nama. Ia mengatakan ibunya sendiri telah melakukan hal seperti itu di Riyadh. <br />
<br />
Tidak ada undang-undang yang secara resmi melarang wanita mengemudikan mobil di Arab Saudi, tapi dekrit keagamaan menetapkan wanita harus diantar oleh seorang supir atau anggota keluarga laki-laki.<br />
<br />
sumber :antara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Riyadh (ANTARA/AFP) - Dua wanita Oman telah ditahan karena mengemudikan mobil di Arab Saudi, tempat wanita tidak diperbolehkan menyetir mobil, media Saudi melaporkan, Ahad. <br />
<br />
Polisi menahan kedua wanita pengemudi mobil itu ketika mereka melakukan perjalanan dengan keluarga mereka di jalan yang menghubungkan ibu kota Riyadh dengan kota Taef di Saudi barat. <br />
<br />
"Seorang warga telah memberi informasi pada patroli polisi bahwa kedua wanita itu mengendarai mobil dengan SIM Oman, " surat kabar Al-Hayat melaporkan. <br />
<br />
Kedua wanita itu ditahan dan diberi tahu bahwa wanita tidak memiliki hak untuk mengemudikan mobil. Mereka telah menandatangani komitmen untuk tidak melakukan kesalahan lagi," koran itu menambahkan. <br />
<br />
Arab Saudi akhir Juni lalu menangkap lima wanita Saudi yang menyetir mobil, menantang larangan pada wanita pengemudi di kerajaan Muslim yang sangat konservatif itu/<br />
<br />
<br />
<br />
Tindakan mereka itu terjadi sebagai tanggapan pada seruan di Internet pada wanita di Saudi untuk menyetir mobil, setelah unjuk tantangan pada 17 Juni dimana 42 wanita turun ke jalan. <br />
<br />
Sejak itu "wanita menantang setiap hari di kota-kota yang berbeda di kerajaan tersebut", seorang aktivis menuturkan pada AFP, dengan tanpa menyebut nama. Ia mengatakan ibunya sendiri telah melakukan hal seperti itu di Riyadh. <br />
<br />
Tidak ada undang-undang yang secara resmi melarang wanita mengemudikan mobil di Arab Saudi, tapi dekrit keagamaan menetapkan wanita harus diantar oleh seorang supir atau anggota keluarga laki-laki.<br />
<br />
sumber :antara]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Pengusaha Asal Minang Pekerjakan Tamatan SMK dari Padang]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Pengusaha-Asal-Minang-Pekerjakan-Tamatan-SMK-dari-Padang</link>
			<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 08:06:00 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Pengusaha-Asal-Minang-Pekerjakan-Tamatan-SMK-dari-Padang</guid>
			<description><![CDATA[padangmedia.com - PADANG – Banyak cara dilakukan perantau untuk memberikan kontribusi untuk kampung halamannya. Bila banyak perantau memberikan bantuan berupa dana untuk pembangunan dan perkembangan Sumatera Barat, Junaidi bin Jaba memilih membawa sejumlah tenaga kerja ke Malaysia untuk dipekerjakan di beberapa restoran miliknya.<br />
<br />
“Mereka bukan TKI atau TKW yang melalui jalur perusahaan pencari kerja. Mereka saya jemput ke sini resmi melalui sekolahnya.,” ungkap Junaidi kepada padangmedia.com, Senin (27/6).<br />
<br />
Pengusaha asal Sawahlunto yang sukses di Malaysia ini sudah menandatangani kesepakatan dengan SMK 6 dan SMK Negeri 9 Padang. Sebelumnya, tenaga yang akan dipekerjakan di Malaysia itu pernah magang di tempatnya saat masih sekolah.<br />
<br />
“Mereka pernah melakukan magang atau PKL di tempat saya. Kami sudah membuat kesepakatan dengan pihak sekolah untuk menampung siswa mereka magang di tempat saya. Setelah habis masa magang, mereka pulang dan meneruskan sekolah. Ketika mereka tamat sekolah, kalau ada yang berkenan dan kita nilai kerja mereka bagus, saya akan terima mereka bekerja di restoran saya,” jelas Junaidi yang akrab disapa Midi.<br />
<br />
Dikatakan Midi, pada tahap sebelumnya, periode pertama tahun lalu, ia sudah mempekerjakan 12 orang tamatan SMK 6 dan SMK 9 Padang. Menurutnya, ia membutuhkan sekitar 60 orang yang akan diambilnya secara bertahap dari dua sekolahb itu. Sebelumnya, di enam restoran miliknya ia membawa tenaga kerja dari Jawa Barat. Namun untuk masa datang, ia akan menempatkan tenaga kerja dari Sumatera Barat.<br />
<br />
Rencananya, ia akan membuka beberapa cabang lagi setelah memiliki 6 restoran dan coffee shop. Bulan September mendatang, ia bakal lounching restoran barunya di kawasan wisata Kualalumpur. Ia mengaku juga sudah bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat terkait peresmian resto barunya itu.<br />
<br />
“Saya sudah bicarakan dengan pak Gubernur, beliau saya minta untuk meresmikan pembukaannya. Pak Gubernur sangat respon dan bahkan berterima kasih karena saya sudah membantu mengurangi pengangguran. Meski tak seberapa, tetapi saya akan berusaha untuk meningkatkan jumlah mereka yang akan dipekerjakan,” tuturnya.<br />
<br />
Selain memiliki restoran Sari Ratu di Malaysia, sebelumnya ia juga memiliki garmen. Usahanya juga ada di Jakarta dan Singapore. Restoran Sari Ratu pertama kalinya dibuka di Desa Pandan yang menjadi pusat kegiatannya. Kemudian Junaidi membuka cabang di Bukit Bintang, Taman Kosas Ampang, dataran Glomac, dataran Sunway Petaling Jaya Selangor, dan Puchung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[padangmedia.com - PADANG – Banyak cara dilakukan perantau untuk memberikan kontribusi untuk kampung halamannya. Bila banyak perantau memberikan bantuan berupa dana untuk pembangunan dan perkembangan Sumatera Barat, Junaidi bin Jaba memilih membawa sejumlah tenaga kerja ke Malaysia untuk dipekerjakan di beberapa restoran miliknya.<br />
<br />
“Mereka bukan TKI atau TKW yang melalui jalur perusahaan pencari kerja. Mereka saya jemput ke sini resmi melalui sekolahnya.,” ungkap Junaidi kepada padangmedia.com, Senin (27/6).<br />
<br />
Pengusaha asal Sawahlunto yang sukses di Malaysia ini sudah menandatangani kesepakatan dengan SMK 6 dan SMK Negeri 9 Padang. Sebelumnya, tenaga yang akan dipekerjakan di Malaysia itu pernah magang di tempatnya saat masih sekolah.<br />
<br />
“Mereka pernah melakukan magang atau PKL di tempat saya. Kami sudah membuat kesepakatan dengan pihak sekolah untuk menampung siswa mereka magang di tempat saya. Setelah habis masa magang, mereka pulang dan meneruskan sekolah. Ketika mereka tamat sekolah, kalau ada yang berkenan dan kita nilai kerja mereka bagus, saya akan terima mereka bekerja di restoran saya,” jelas Junaidi yang akrab disapa Midi.<br />
<br />
Dikatakan Midi, pada tahap sebelumnya, periode pertama tahun lalu, ia sudah mempekerjakan 12 orang tamatan SMK 6 dan SMK 9 Padang. Menurutnya, ia membutuhkan sekitar 60 orang yang akan diambilnya secara bertahap dari dua sekolahb itu. Sebelumnya, di enam restoran miliknya ia membawa tenaga kerja dari Jawa Barat. Namun untuk masa datang, ia akan menempatkan tenaga kerja dari Sumatera Barat.<br />
<br />
Rencananya, ia akan membuka beberapa cabang lagi setelah memiliki 6 restoran dan coffee shop. Bulan September mendatang, ia bakal lounching restoran barunya di kawasan wisata Kualalumpur. Ia mengaku juga sudah bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat terkait peresmian resto barunya itu.<br />
<br />
“Saya sudah bicarakan dengan pak Gubernur, beliau saya minta untuk meresmikan pembukaannya. Pak Gubernur sangat respon dan bahkan berterima kasih karena saya sudah membantu mengurangi pengangguran. Meski tak seberapa, tetapi saya akan berusaha untuk meningkatkan jumlah mereka yang akan dipekerjakan,” tuturnya.<br />
<br />
Selain memiliki restoran Sari Ratu di Malaysia, sebelumnya ia juga memiliki garmen. Usahanya juga ada di Jakarta dan Singapore. Restoran Sari Ratu pertama kalinya dibuka di Desa Pandan yang menjadi pusat kegiatannya. Kemudian Junaidi membuka cabang di Bukit Bintang, Taman Kosas Ampang, dataran Glomac, dataran Sunway Petaling Jaya Selangor, dan Puchung.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ini Dia Pekerjaan Paling Berbahaya di Dunia! ]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Ini-Dia-Pekerjaan-Paling-Berbahaya-di-Dunia</link>
			<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 06:32:44 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Ini-Dia-Pekerjaan-Paling-Berbahaya-di-Dunia</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i56.tinypic.com/2uoq6tt.jpg" border="0" alt="[Image: 2uoq6tt.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">Foto : Seorang pembangun jalan di sisi gunung (Orange)</span></span><br />
<br />
BEIJING - Seorang pekerja tengah membangun jalanan kayu di sisi gunung yang terjal di China. Pekerjaan mereka digolongkan sebagai salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia.<br />
<br />
Jalan kayu di Gunung Shifou yang terletak di Provinsi Yunan akan dibangun sepanjang dua mil, dan menjadi yang terpanjang di China.<br />
<br />
Jalan itu sempit dan bermaterial kayu yang berlubang. Para pekerja harus melakukan pengeboran di tebing terlebih dahulu.<br />
<br />
Para pekerja tersebut umumnya tinggal di gunung yang terletak di Provinsi Jiangxi dan mengatakan, bahwa mereka sudah terbiasa dengan pekerjaannya.<br />
<br />
Yu Ji yang berusia 48 tahun sudah bekerja sebagai pembangun jalanan di tebing selama lebih dari 10 tahun.<br />
<br />
"Para pemuda tidak menginginkan pekerjaan ini, kami harus tinggal di pegunungan selama berbulan bulan atau bahkan beberapa tahun," ujar Yu Ji seperti dikutip Orange, Kamis (23/6/2011).<br />
<br />
"Menurut saya pekerjaan ini tidak berbahaya seperti apa yang orang lain pikirkan. Kita hanya membutuhkan tali dan semuanya akan berjalan dengan lancar," tambahnya.<br />
<br />
sumber : okezone]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i56.tinypic.com/2uoq6tt.jpg" border="0" alt="[Image: 2uoq6tt.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">Foto : Seorang pembangun jalan di sisi gunung (Orange)</span></span><br />
<br />
BEIJING - Seorang pekerja tengah membangun jalanan kayu di sisi gunung yang terjal di China. Pekerjaan mereka digolongkan sebagai salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia.<br />
<br />
Jalan kayu di Gunung Shifou yang terletak di Provinsi Yunan akan dibangun sepanjang dua mil, dan menjadi yang terpanjang di China.<br />
<br />
Jalan itu sempit dan bermaterial kayu yang berlubang. Para pekerja harus melakukan pengeboran di tebing terlebih dahulu.<br />
<br />
Para pekerja tersebut umumnya tinggal di gunung yang terletak di Provinsi Jiangxi dan mengatakan, bahwa mereka sudah terbiasa dengan pekerjaannya.<br />
<br />
Yu Ji yang berusia 48 tahun sudah bekerja sebagai pembangun jalanan di tebing selama lebih dari 10 tahun.<br />
<br />
"Para pemuda tidak menginginkan pekerjaan ini, kami harus tinggal di pegunungan selama berbulan bulan atau bahkan beberapa tahun," ujar Yu Ji seperti dikutip Orange, Kamis (23/6/2011).<br />
<br />
"Menurut saya pekerjaan ini tidak berbahaya seperti apa yang orang lain pikirkan. Kita hanya membutuhkan tali dan semuanya akan berjalan dengan lancar," tambahnya.<br />
<br />
sumber : okezone]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Inikah Pria Terbau di Dunia? Kailash Singh tak Pernah Mandi Selama 37 Tahun]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Inikah-Pria-Terbau-di-Dunia-Kailash-Singh-tak-Pernah-Mandi-Selama-37-Tahun</link>
			<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 03:38:36 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Inikah-Pria-Terbau-di-Dunia-Kailash-Singh-tak-Pernah-Mandi-Selama-37-Tahun</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i54.tinypic.com/2qbbp5c.jpg" border="0" alt="[Image: 2qbbp5c.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<br />
REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI - Kailash Singh percaya tidak mencuci akan membantu dia memiliki anak laki-laki. Karenanya, ancaman istrinya untuk berhenti tidur dengannya dianggap sebagai angin lalu. Tak terasa, sudah 37 tahun badan dan rambutnya tak pernah lagi bersentuhan dengan air!<br />
<br />
Singh, 65 tahun, tidak mandi atau memotong rambutnya sejak tahun 1974.<br />
<br />
Menjelaskan keputusan yang tidak lazim itu, Singh menyatakan seorang imam harus memiliki anak laki-laki untuk meneruskan estafet kepemimpinan. Sementara, ia hanya memiliki anak perempuan, tujuh orang jumlahnya. "Mungkin saya baru akan mandi di kehidupan kedua saya kelak."<br />
<br />
Sebagai pemimpin agama, Singh menghabiskan hari-harinya merawat sapi, merokok ganja, berdoa kepada Dewa Siwa, dan menari di sekitar api unggun.<br />
<br />
Keluarganya menceritakan, bukan sekali dua kali mereka meminta Singh mandi. "Dia selalu melawan kami dan kabur (jika disuruh mandi, red)," kata istrinya, Kalavati Devi, 60 tahun. "Kami sudah mencoba beberapa kali sejak  dia mogok mandi, dan selalu berakhir dengan keributan."<br />
<br />
Menurut Devi, bagi suaminya, lebih baik mati daripada disuruh mandi dan hanya anak laki-laki yang bisa mengubah pikirannya. "Sudah bertahun-tahun, sekarang saya sudah terbiasa dengan baunya," katanya.<br />
<br />
Asal tahu saja, keluarga Singh tinggal di dekat kota suci India Varanasi, di tepi Sungai Gangga, di mana suhu harian rata-rata  47 derajat Celcius. Alamak!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i54.tinypic.com/2qbbp5c.jpg" border="0" alt="[Image: 2qbbp5c.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<br />
REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI - Kailash Singh percaya tidak mencuci akan membantu dia memiliki anak laki-laki. Karenanya, ancaman istrinya untuk berhenti tidur dengannya dianggap sebagai angin lalu. Tak terasa, sudah 37 tahun badan dan rambutnya tak pernah lagi bersentuhan dengan air!<br />
<br />
Singh, 65 tahun, tidak mandi atau memotong rambutnya sejak tahun 1974.<br />
<br />
Menjelaskan keputusan yang tidak lazim itu, Singh menyatakan seorang imam harus memiliki anak laki-laki untuk meneruskan estafet kepemimpinan. Sementara, ia hanya memiliki anak perempuan, tujuh orang jumlahnya. "Mungkin saya baru akan mandi di kehidupan kedua saya kelak."<br />
<br />
Sebagai pemimpin agama, Singh menghabiskan hari-harinya merawat sapi, merokok ganja, berdoa kepada Dewa Siwa, dan menari di sekitar api unggun.<br />
<br />
Keluarganya menceritakan, bukan sekali dua kali mereka meminta Singh mandi. "Dia selalu melawan kami dan kabur (jika disuruh mandi, red)," kata istrinya, Kalavati Devi, 60 tahun. "Kami sudah mencoba beberapa kali sejak  dia mogok mandi, dan selalu berakhir dengan keributan."<br />
<br />
Menurut Devi, bagi suaminya, lebih baik mati daripada disuruh mandi dan hanya anak laki-laki yang bisa mengubah pikirannya. "Sudah bertahun-tahun, sekarang saya sudah terbiasa dengan baunya," katanya.<br />
<br />
Asal tahu saja, keluarga Singh tinggal di dekat kota suci India Varanasi, di tepi Sungai Gangga, di mana suhu harian rata-rata  47 derajat Celcius. Alamak!]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Peramal Kiamat Kena Azab  ]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Peramal-Kiamat-Kena-Azab</link>
			<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 02:41:12 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Peramal-Kiamat-Kena-Azab</guid>
			<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, California - Tiga pekan setelah prediksi kiamatnya tidak terbukti, peramal kiamat asal Amerika Serikat, Harold Camping, pekan lalu terserang stroke tingkat menengah. Lelaki 89 tahun ini dilarikan ke rumah sakit dekat rumahnya di Alameda, California.<br />
<br />
Camping yang mengkampanyekan datangnya Hari Akhir lewat Family Radio, memperkirakan kiamat datang pada 21 Mei. Setelah tidak terbukti, ia mengkoreksi ramalannya bahwa jadwal kiamat sebenarnya baru tiba lima bulan lagi. Itu merupakan kesalahan Camping kedua setelah sebelumnya memprediksi Hari Pembalasan datang pada 1994.<br />
<br />
Seorang tetangga Camping yang menolak disebut identitasnya membenarkan pendeta dari kelompok Kristen Evangelis itu dibawa dengan ambulans dari rumahnya ke rumah sakit terdekat. “Ia terkena stroke di bagian tubuh sebelah kanan,” katanya kepada Oakland Tribune.<br />
<br />
Manajer Regional Family Radio Inc., Charlie Menut, meminta semua pihak berdoa bagi kesembuhan Camping. Ia memperkirakan bosnya itu bisa berkhotbah lagi Senin pekan ini. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai kondisi kesehatan peramal kiamat itu.<br />
<br />
Sehari setelah dibawa ke rumah sakit, istri Camping, Shirley, mengungkapkan suaminya mulai pulih. Hanya saja, suaranya masih terganggu.<br />
<br />
Sejumlah pihak menilai serangan stroke yang dialami oleh Camping itu merupakan azab dari Tuhan. “Tuhan dalam Injil menilai dan menghukum. Hukuman itu berlaku bagi para penentang,” kata Erick Thoennes, professor ilmu Injil dan teologi dari Biola University kepada Christian Post. Ia menambahkan azab dari Tuhan juga bisa berlaku bagi sekelompok orang, bangsa, atau gereja.<br />
<br />
CHRISTIAN POST/MSNBC/FAISAL ASSEGAF]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[TEMPO Interaktif, California - Tiga pekan setelah prediksi kiamatnya tidak terbukti, peramal kiamat asal Amerika Serikat, Harold Camping, pekan lalu terserang stroke tingkat menengah. Lelaki 89 tahun ini dilarikan ke rumah sakit dekat rumahnya di Alameda, California.<br />
<br />
Camping yang mengkampanyekan datangnya Hari Akhir lewat Family Radio, memperkirakan kiamat datang pada 21 Mei. Setelah tidak terbukti, ia mengkoreksi ramalannya bahwa jadwal kiamat sebenarnya baru tiba lima bulan lagi. Itu merupakan kesalahan Camping kedua setelah sebelumnya memprediksi Hari Pembalasan datang pada 1994.<br />
<br />
Seorang tetangga Camping yang menolak disebut identitasnya membenarkan pendeta dari kelompok Kristen Evangelis itu dibawa dengan ambulans dari rumahnya ke rumah sakit terdekat. “Ia terkena stroke di bagian tubuh sebelah kanan,” katanya kepada Oakland Tribune.<br />
<br />
Manajer Regional Family Radio Inc., Charlie Menut, meminta semua pihak berdoa bagi kesembuhan Camping. Ia memperkirakan bosnya itu bisa berkhotbah lagi Senin pekan ini. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai kondisi kesehatan peramal kiamat itu.<br />
<br />
Sehari setelah dibawa ke rumah sakit, istri Camping, Shirley, mengungkapkan suaminya mulai pulih. Hanya saja, suaranya masih terganggu.<br />
<br />
Sejumlah pihak menilai serangan stroke yang dialami oleh Camping itu merupakan azab dari Tuhan. “Tuhan dalam Injil menilai dan menghukum. Hukuman itu berlaku bagi para penentang,” kata Erick Thoennes, professor ilmu Injil dan teologi dari Biola University kepada Christian Post. Ia menambahkan azab dari Tuhan juga bisa berlaku bagi sekelompok orang, bangsa, atau gereja.<br />
<br />
CHRISTIAN POST/MSNBC/FAISAL ASSEGAF]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kakek 99 Tahun Raih Gelar Sarjana]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Kakek-99-Tahun-Raih-Gelar-Sarjana</link>
			<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 05:10:30 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Kakek-99-Tahun-Raih-Gelar-Sarjana</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/xds1ax.jpg" border="0" alt="[Image: xds1ax.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Leo Plass (Dok. World Records Academy)Portland, 16 Juni 2011 10:34<br />
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali! Itu lah yang dialami seorang pria Oregon Amerika Serikat yang berusia 99 tahun dan keluar dari perguruan tinggi selama Great Depression tapi kini meraih gelar sarjana.<br />
<br />
"Saya cuma perlu waktu 80 tahun untuk menyelesaikan kuliah," Leo Plass berkelakar dalam satu wawancara dengan Reuters, yang dipantau ANTARA di Jakarta, kamis.<br />
<br />
Atas desakan kemenakan pria itu, Eastern Oregon University, yang dulu bernama Eastern Oregon Normal School, memeriksa karya tulis Plass dan menyadari berdasarkan ketentuan yang diperbarui Plass memenuhi syarat untuk meraih gelar setingkat sarjana dalam studi umum.<br />
<br />
Plass, yang meninggalkan perguruan tinggi untuk bekerja, telah banyak makan asam garam kehidupan. "Waduh, itu beda!" kata Plass, mengenai wisuda 11 Juni 2011 itu.<br />
<br />
Kampus La Grand, Oregon, telah berkembang sejak Plass kuliah pada 1930-an. "Mereka membawa saya keliling kampus dengan naik. Ya ampun, semuanya sudah berubah," katanya.<br />
<br />
Warga Redmond, Oregon, itu yang berusia 100 tahun pada 3 Agustus 2011, dan mengatakan tak memiliki rencana untuk terjun ke karier lain dengan gelar barunya.<br />
<br />
Plass mengatakan tak menyesal karena meninggalkan perguruan tinggi untuk bekerja. "Saya mendapat uang dua kali lebih banyak. Saya benar-benar senang karena melakukannya. Itu benar-benar bagus buat saya (gatra/ant)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/xds1ax.jpg" border="0" alt="[Image: xds1ax.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Leo Plass (Dok. World Records Academy)Portland, 16 Juni 2011 10:34<br />
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali! Itu lah yang dialami seorang pria Oregon Amerika Serikat yang berusia 99 tahun dan keluar dari perguruan tinggi selama Great Depression tapi kini meraih gelar sarjana.<br />
<br />
"Saya cuma perlu waktu 80 tahun untuk menyelesaikan kuliah," Leo Plass berkelakar dalam satu wawancara dengan Reuters, yang dipantau ANTARA di Jakarta, kamis.<br />
<br />
Atas desakan kemenakan pria itu, Eastern Oregon University, yang dulu bernama Eastern Oregon Normal School, memeriksa karya tulis Plass dan menyadari berdasarkan ketentuan yang diperbarui Plass memenuhi syarat untuk meraih gelar setingkat sarjana dalam studi umum.<br />
<br />
Plass, yang meninggalkan perguruan tinggi untuk bekerja, telah banyak makan asam garam kehidupan. "Waduh, itu beda!" kata Plass, mengenai wisuda 11 Juni 2011 itu.<br />
<br />
Kampus La Grand, Oregon, telah berkembang sejak Plass kuliah pada 1930-an. "Mereka membawa saya keliling kampus dengan naik. Ya ampun, semuanya sudah berubah," katanya.<br />
<br />
Warga Redmond, Oregon, itu yang berusia 100 tahun pada 3 Agustus 2011, dan mengatakan tak memiliki rencana untuk terjun ke karier lain dengan gelar barunya.<br />
<br />
Plass mengatakan tak menyesal karena meninggalkan perguruan tinggi untuk bekerja. "Saya mendapat uang dua kali lebih banyak. Saya benar-benar senang karena melakukannya. Itu benar-benar bagus buat saya (gatra/ant)]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>