<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Minang Forum - Sepakbola]]></title>
		<link>http://www.minangforum.com/</link>
		<description><![CDATA[Minang Forum - http://www.minangforum.com]]></description>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 01:23:46 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[FIFA Mengenang Kehebatan Ramang]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-FIFA-Mengenang-Kehebatan-Ramang</link>
			<pubDate>Thu, 27 Sep 2012 18:15:24 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-FIFA-Mengenang-Kehebatan-Ramang</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/27/2320446620X310.jpg" border="0" alt="[Image: 2320446620X310.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/> <br />
JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA), melalui sebuah artikel diunggah dalam situs resminya (<a href="http://www.fifa.com" rel="nofollow" target="_blank">http://www.fifa.com</a>), mengenang kehebatan Ramang, mantan bintang tim nasional Indonesia, tepat pada tahun peringatan ke-25 kematiannya, Rabu (26/09/2012).<br />
<br />
Ramang, yang meninggal pada 26 September 1987, disebut, seperti tertulis dalam judul artikel tersebut, sebagai "Orang Indonesia yang Menginspirasi Puncak Sukses Tahun 1950-an (Indonesian who inspired '50s meridian)".<br />
<br />
Kehebatan Ramang yang dikenang dan dikupas panjang lebar di situs FIFA itu, terpusat saat pemain asal Makassar tersebut memperkuat Indonesia di Olimpiade Melbourne 1956. Ajang itu dianggap puncak sukses timnas Indonesia di level internasional, setelah menjadi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia pada 1938 di Perancis.<br />
<br />
Jika penampilan di Piala Dunia 1938 Indonesia masih bernama "Dutch East Indies" dan belum berbendera Merah Putih, karena masih dalam status jajahan Belanda, penampilan di Olimpiade Melbourne 1956 Indonesia sudah tampil sebagai negara merdeka.<br />
<br />
Selain itu, di Piala Dunia 1938 Indonesia hanya sekali berlaga, menjadi satu-satunya tim yang tampil di Piala Dunia hanya sekali laga, dan langsung tersingkir setelah dipukul Hongaria 0-6.<br />
<br />
Adapun saat tampil di Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia tampil sebagai negara merdeka, dan sempat menahan Uni Soviet yang belakangan tampil juara dengan skor 0-0, sebelum akhirnya menyerah 0-4 pada partai ulangan.<br />
<br />
Indonesia lolos ke Piala Dunia 1938, setelah Jepang dan kemudian Amerika Serikat enggan bertanding lawan mereka dalam laga play-off.<br />
<br />
Tim Merah Putih tampil di Olimpiade 1956 setelah Taiwan, calon lawan di babak kualifikasi, dianggap mengundurkan diri, karena terlambat menyerahkan daftar pemainnya.<br />
<br />
Bersama India, Bulgaria, Yugoslavia, dan Amerika Serikat, tim Merah Putih mendapat bye dan langsung lolos ke perempat final dengan lawan Uni Soviet. Dalam laga melawan Uni Soviet itulah, konteks cerita kehebatan Ramang dikenang lewat artiket situs resmi FIFA tersebut.<br />
<br />
"Bek-bek uni Soviet yang bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang, penyerang lubang bertubuh kecil, melewati dua dari mereka dan memaksa (kiper Lev) Yashin melakukan penyelamatan dengan tepisan," demikian tulis FIFA dalam artikelnya.<br />
<br />
"Dan meski tim Gavril Kachalin memegang kendali penguasaan bola setelahnya, mereka dibuat frustrasi oleh kegagalan mereka menjebol gawang tim underdog dan oleh skill Ramang dalam serangan balik."<br />
<br />
"Pemain berusia 32 tahun (Ramang) hampir saja membuat Indonesia unggul, yang bakal menjadi puncak kejutan, pada menit ke-84 andai saja tendangannya tidak ditahan pria yang dikenal luas sebagai kiper terhebat dalam sejarah sepak bola," lanjut FIFA.<br />
<br />
"Jika Uni Soviet belum tahu siapa Ramang sebelum laga tersebut, mereka tentu saja memberi perhatian padanya menjelang laga ulangan."<br />
<br />
"Begitu besar perhatian mereka (kepada Ramang) (pada laga ulangan itu) Kachalin memerintahkan (Igor) Netto, playmaker tim (Uni Soviet), agar tampil dengan peran lebih defensif untuk menetralisir dampak pemain Indonesia bernomor 11 (Ramang). (Taktik) itu ada hasilnya. Uni Soviet menang 4-0."<br />
<br />
Penampilan epik Indonesia dalam laga pertama tersebut, yang dinyatakan dalam artikel FIFA itu sebagai "salah satu hasil-hasil paling mengejutkan dalam sejarah Olimpiade", tercipta berkat Ramang.<br />
<br />
Seperti ditulis FIFA, Ramang rutin mencetak gol sejak menjalani debut timnas pada 1952. Ia mengemas 19 gol hanya dari enam laga, termasuk dua gol terkenalnya dengan gerakan salto, dalam lawatan ke Timur Jauh, setahun kemudian, ketika Indonesia hanya kalah dari Korea Selatan.<br />
<br />
Ramang juga menceploskan gol, saat Indonesia menyingkirkan China pada kualifikasi Piala Dunia 1958 Swedia. Indonesia mundur dari laga berikutnya, setelah menolak bertanding melawan Israel dengan alasan politik.<br />
<br />
Sebelum ajang tersebut, Indonesia menghajar India 4-1 dan tampil sebagai peringkat ketiga Asian Games 1958.<br />
<br />
Di Turnamen Merdeka Games 1960, setelah kalah dari Korea Selatan pada laga pembuka, dengan inspirasi Ramang, Indonesia mengoleksi 20 gol dalam empat kemenangan beruntun, dan tampil sebagai pemenang ketiga.<br />
<br />
Tahun 1959, Jerman Timur datang ke Jakarta untuk laga persahabatan. Banyak orang menyangka, mereka bakal menang mudah atas Indonesia. Namun, pada laga itu Ramang memecah kebuntuan, lewat gocekan mautnya dan berbuah gol kedua Endang Witarsa, hingga laga melawan Jerman Timur berakhir dengan skor 2-2.<br />
<br />
"Itu salah satu peristiwa tak terhitung yang membuat suporter Indonesia dan PSM Makassar, klub tempat Ramang menghabiskan sebagian besar kariernya, tergetar oleh seorang laki-laki yang terpaksa bekerja dengan upah rendah dan hidup sangat miskin, hanya untuk memperturutkan kecintaannya pada olahraga yang digemarinya," tulis FIFA.<br />
<br />
"Dan ketika pesepak bola Indonesia yang secara diperdebatkan paling hebat itu meninggal 25 tahun lalu, Rabu ini, legenda Ramang akan terus diceritakan," demikian kalimat penutup artikel FIFA tersebut.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Sumber:</span> <a href="http://www.fifa.com" rel="nofollow" target="_blank">http://www.fifa.com</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/27/2320446620X310.jpg" border="0" alt="[Image: 2320446620X310.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/> <br />
JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA), melalui sebuah artikel diunggah dalam situs resminya (<a href="http://www.fifa.com" rel="nofollow" target="_blank">http://www.fifa.com</a>), mengenang kehebatan Ramang, mantan bintang tim nasional Indonesia, tepat pada tahun peringatan ke-25 kematiannya, Rabu (26/09/2012).<br />
<br />
Ramang, yang meninggal pada 26 September 1987, disebut, seperti tertulis dalam judul artikel tersebut, sebagai "Orang Indonesia yang Menginspirasi Puncak Sukses Tahun 1950-an (Indonesian who inspired '50s meridian)".<br />
<br />
Kehebatan Ramang yang dikenang dan dikupas panjang lebar di situs FIFA itu, terpusat saat pemain asal Makassar tersebut memperkuat Indonesia di Olimpiade Melbourne 1956. Ajang itu dianggap puncak sukses timnas Indonesia di level internasional, setelah menjadi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia pada 1938 di Perancis.<br />
<br />
Jika penampilan di Piala Dunia 1938 Indonesia masih bernama "Dutch East Indies" dan belum berbendera Merah Putih, karena masih dalam status jajahan Belanda, penampilan di Olimpiade Melbourne 1956 Indonesia sudah tampil sebagai negara merdeka.<br />
<br />
Selain itu, di Piala Dunia 1938 Indonesia hanya sekali berlaga, menjadi satu-satunya tim yang tampil di Piala Dunia hanya sekali laga, dan langsung tersingkir setelah dipukul Hongaria 0-6.<br />
<br />
Adapun saat tampil di Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia tampil sebagai negara merdeka, dan sempat menahan Uni Soviet yang belakangan tampil juara dengan skor 0-0, sebelum akhirnya menyerah 0-4 pada partai ulangan.<br />
<br />
Indonesia lolos ke Piala Dunia 1938, setelah Jepang dan kemudian Amerika Serikat enggan bertanding lawan mereka dalam laga play-off.<br />
<br />
Tim Merah Putih tampil di Olimpiade 1956 setelah Taiwan, calon lawan di babak kualifikasi, dianggap mengundurkan diri, karena terlambat menyerahkan daftar pemainnya.<br />
<br />
Bersama India, Bulgaria, Yugoslavia, dan Amerika Serikat, tim Merah Putih mendapat bye dan langsung lolos ke perempat final dengan lawan Uni Soviet. Dalam laga melawan Uni Soviet itulah, konteks cerita kehebatan Ramang dikenang lewat artiket situs resmi FIFA tersebut.<br />
<br />
"Bek-bek uni Soviet yang bertubuh raksasa langsung terbangun saat Ramang, penyerang lubang bertubuh kecil, melewati dua dari mereka dan memaksa (kiper Lev) Yashin melakukan penyelamatan dengan tepisan," demikian tulis FIFA dalam artikelnya.<br />
<br />
"Dan meski tim Gavril Kachalin memegang kendali penguasaan bola setelahnya, mereka dibuat frustrasi oleh kegagalan mereka menjebol gawang tim underdog dan oleh skill Ramang dalam serangan balik."<br />
<br />
"Pemain berusia 32 tahun (Ramang) hampir saja membuat Indonesia unggul, yang bakal menjadi puncak kejutan, pada menit ke-84 andai saja tendangannya tidak ditahan pria yang dikenal luas sebagai kiper terhebat dalam sejarah sepak bola," lanjut FIFA.<br />
<br />
"Jika Uni Soviet belum tahu siapa Ramang sebelum laga tersebut, mereka tentu saja memberi perhatian padanya menjelang laga ulangan."<br />
<br />
"Begitu besar perhatian mereka (kepada Ramang) (pada laga ulangan itu) Kachalin memerintahkan (Igor) Netto, playmaker tim (Uni Soviet), agar tampil dengan peran lebih defensif untuk menetralisir dampak pemain Indonesia bernomor 11 (Ramang). (Taktik) itu ada hasilnya. Uni Soviet menang 4-0."<br />
<br />
Penampilan epik Indonesia dalam laga pertama tersebut, yang dinyatakan dalam artikel FIFA itu sebagai "salah satu hasil-hasil paling mengejutkan dalam sejarah Olimpiade", tercipta berkat Ramang.<br />
<br />
Seperti ditulis FIFA, Ramang rutin mencetak gol sejak menjalani debut timnas pada 1952. Ia mengemas 19 gol hanya dari enam laga, termasuk dua gol terkenalnya dengan gerakan salto, dalam lawatan ke Timur Jauh, setahun kemudian, ketika Indonesia hanya kalah dari Korea Selatan.<br />
<br />
Ramang juga menceploskan gol, saat Indonesia menyingkirkan China pada kualifikasi Piala Dunia 1958 Swedia. Indonesia mundur dari laga berikutnya, setelah menolak bertanding melawan Israel dengan alasan politik.<br />
<br />
Sebelum ajang tersebut, Indonesia menghajar India 4-1 dan tampil sebagai peringkat ketiga Asian Games 1958.<br />
<br />
Di Turnamen Merdeka Games 1960, setelah kalah dari Korea Selatan pada laga pembuka, dengan inspirasi Ramang, Indonesia mengoleksi 20 gol dalam empat kemenangan beruntun, dan tampil sebagai pemenang ketiga.<br />
<br />
Tahun 1959, Jerman Timur datang ke Jakarta untuk laga persahabatan. Banyak orang menyangka, mereka bakal menang mudah atas Indonesia. Namun, pada laga itu Ramang memecah kebuntuan, lewat gocekan mautnya dan berbuah gol kedua Endang Witarsa, hingga laga melawan Jerman Timur berakhir dengan skor 2-2.<br />
<br />
"Itu salah satu peristiwa tak terhitung yang membuat suporter Indonesia dan PSM Makassar, klub tempat Ramang menghabiskan sebagian besar kariernya, tergetar oleh seorang laki-laki yang terpaksa bekerja dengan upah rendah dan hidup sangat miskin, hanya untuk memperturutkan kecintaannya pada olahraga yang digemarinya," tulis FIFA.<br />
<br />
"Dan ketika pesepak bola Indonesia yang secara diperdebatkan paling hebat itu meninggal 25 tahun lalu, Rabu ini, legenda Ramang akan terus diceritakan," demikian kalimat penutup artikel FIFA tersebut.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Sumber:</span> <a href="http://www.fifa.com" rel="nofollow" target="_blank">http://www.fifa.com</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Barcelona Membantu Mimpi Indonesia ke Piala Dunia]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Barcelona-Membantu-Mimpi-Indonesia-ke-Piala-Dunia</link>
			<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 05:37:16 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Barcelona-Membantu-Mimpi-Indonesia-ke-Piala-Dunia</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/1tKZ4.L5nmSgFLlmmkSABg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7cT04NTt3PTMxMA--/http://l.yimg.com/cv/ip/ap/default/120124/barcelona_getty_jasper_juinen_600_418.jpg" border="0" alt="[Image: barcelona_getty_jasper_juinen_600_418.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Getty Images/Jasper Juinen<br />
<br />
Sepak bola Indonesia selalu gagal di berbagai ajang di tingkat Asia Tenggara dan Asia. Harapan setinggi langit dari jutaan masyarakat Indonesia agar timnasnya menjadi juara selalu kandas di lapangan hijau. Tim nasional Indonesia selalu sulit melewati hadangan Malaysia, Thailand atau Vietnam.<br />
<br />
Tapi mimpi supaya Indonesia juara di Asia sampai main di Piala Dunia tak pernah dikubur. Untuk membantu Indonesia mewujudkan mimpi tersebut, klub La Liga FC Barcelona mencoba membagi ilmu dan pengalamannya melalui akademi sepak bola FC Barcelona Escola Indonesia.<br />
<br />
Excellion Analytics sebuah konsorsium lokal dan High Dynamics Investments sebuah investor asal Jepang bekerja sama untuk meyakinkan FC Barcelona kalau Indonesia memiliki potensi luar biasa di bidang sepak bola.<br />
<br />
FC Barcelona pun setuju untuk membuka akademi FCB Escola Indonesia seluas 15 hektar yang menurut rencana akan dibangun di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.<br />
<br />
Setiap tahun FCB Escola Indonesia akan menerima maksimal 250 siswa dari kelompok usia 5 sampai 11 tahun mulai September 2012. <br />
<br />
“FCB Escola Indonesia bukan cuma tempat les main bola, di sana anak-anak juga akan belajarlayaknya seperti di sekolah,”  jelas Dario Gambit Fauri dari 360 Sport Marketing Entertainment saat jumpa pers perkenalan akademi tersebut di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (25/1).<br />
<br />
Siswa yang bergabung di FCB Escola Indonesia akan menjalani program dan kurikulum yang sama dengan akademi La Masia Barcelona di Spanyol.<br />
<br />
Para siswa dengan kelompok umur 5-11 tahun akan mengikuti kursus setelah pelajaran di masing-masing akademi selesai. Siswa bisa memilih jadwal sesuai dengan waktu yang dimilikinya, apakah dua kali, tiga kali, empat kali atau lima kali dalam seminggu.<br />
Jadi selain belajar bermain sepak bola di lapangan, para siswa juga tetap menuntut ilmu di kelas.<br />
<br />
Lalu untuk siswa-siswa berumur 12-18 tahun akan tinggal di asrama akademi di Sentul dari senin hingga jumat. Mereka akan menerima berbagai materi pendidikan dari FC Barcelona mulai dari teknik bermain sepak bola, peningkatan stamina sampai pengetahuan soal nutrisi.<br />
Para siswa tersebut akan langsung dilatih dan dididik oleh instruktur dari FC Barcelona!<br />
<br />
Untuk bisa mengikuti pendidikan tersebut tentu dibutuhkan biaya yang banyak, karena para siswa akan tinggal di asrama dan dilatih oleh instruktur asing. Berapa biaya yang harus dikeluarkan?<br />
<br />
“Untuk sementara kami belum bisa merilisnya, tapi sesuai dengan pendapatan orang Indonesia,” Dario menambahkan.<br />
<br />
Tapi jangan cemas, untuk anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan bermain bola di atas rata-rata tapi berasal dari keluarga ekonomi miskin, FCB Escola Indonesia menyediakan beasiswa alias bergabung dan mengikuti pendidikan secara gratis.<br />
<br />
“Kami menyediakan beasiswa 10 persen dari 250 siswa yang diterima setiap tahunnya untuk anak-anak yang tidak mampu,” ia melanjutkan.<br />
<br />
Sehingga dalam 10 tahun ke depan, Indonesia diharapkan bisa masuk empat besar Asia dan di 2016 tim merah putih bisa tampil di panggung Piala Dunia. Semoga.<br />
<br />
Courtesy of Yahoo Indonesia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/1tKZ4.L5nmSgFLlmmkSABg--/YXBwaWQ9eW5ld3M7cT04NTt3PTMxMA--/http://l.yimg.com/cv/ip/ap/default/120124/barcelona_getty_jasper_juinen_600_418.jpg" border="0" alt="[Image: barcelona_getty_jasper_juinen_600_418.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Getty Images/Jasper Juinen<br />
<br />
Sepak bola Indonesia selalu gagal di berbagai ajang di tingkat Asia Tenggara dan Asia. Harapan setinggi langit dari jutaan masyarakat Indonesia agar timnasnya menjadi juara selalu kandas di lapangan hijau. Tim nasional Indonesia selalu sulit melewati hadangan Malaysia, Thailand atau Vietnam.<br />
<br />
Tapi mimpi supaya Indonesia juara di Asia sampai main di Piala Dunia tak pernah dikubur. Untuk membantu Indonesia mewujudkan mimpi tersebut, klub La Liga FC Barcelona mencoba membagi ilmu dan pengalamannya melalui akademi sepak bola FC Barcelona Escola Indonesia.<br />
<br />
Excellion Analytics sebuah konsorsium lokal dan High Dynamics Investments sebuah investor asal Jepang bekerja sama untuk meyakinkan FC Barcelona kalau Indonesia memiliki potensi luar biasa di bidang sepak bola.<br />
<br />
FC Barcelona pun setuju untuk membuka akademi FCB Escola Indonesia seluas 15 hektar yang menurut rencana akan dibangun di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.<br />
<br />
Setiap tahun FCB Escola Indonesia akan menerima maksimal 250 siswa dari kelompok usia 5 sampai 11 tahun mulai September 2012. <br />
<br />
“FCB Escola Indonesia bukan cuma tempat les main bola, di sana anak-anak juga akan belajarlayaknya seperti di sekolah,”  jelas Dario Gambit Fauri dari 360 Sport Marketing Entertainment saat jumpa pers perkenalan akademi tersebut di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (25/1).<br />
<br />
Siswa yang bergabung di FCB Escola Indonesia akan menjalani program dan kurikulum yang sama dengan akademi La Masia Barcelona di Spanyol.<br />
<br />
Para siswa dengan kelompok umur 5-11 tahun akan mengikuti kursus setelah pelajaran di masing-masing akademi selesai. Siswa bisa memilih jadwal sesuai dengan waktu yang dimilikinya, apakah dua kali, tiga kali, empat kali atau lima kali dalam seminggu.<br />
Jadi selain belajar bermain sepak bola di lapangan, para siswa juga tetap menuntut ilmu di kelas.<br />
<br />
Lalu untuk siswa-siswa berumur 12-18 tahun akan tinggal di asrama akademi di Sentul dari senin hingga jumat. Mereka akan menerima berbagai materi pendidikan dari FC Barcelona mulai dari teknik bermain sepak bola, peningkatan stamina sampai pengetahuan soal nutrisi.<br />
Para siswa tersebut akan langsung dilatih dan dididik oleh instruktur dari FC Barcelona!<br />
<br />
Untuk bisa mengikuti pendidikan tersebut tentu dibutuhkan biaya yang banyak, karena para siswa akan tinggal di asrama dan dilatih oleh instruktur asing. Berapa biaya yang harus dikeluarkan?<br />
<br />
“Untuk sementara kami belum bisa merilisnya, tapi sesuai dengan pendapatan orang Indonesia,” Dario menambahkan.<br />
<br />
Tapi jangan cemas, untuk anak-anak Indonesia yang memiliki kemampuan bermain bola di atas rata-rata tapi berasal dari keluarga ekonomi miskin, FCB Escola Indonesia menyediakan beasiswa alias bergabung dan mengikuti pendidikan secara gratis.<br />
<br />
“Kami menyediakan beasiswa 10 persen dari 250 siswa yang diterima setiap tahunnya untuk anak-anak yang tidak mampu,” ia melanjutkan.<br />
<br />
Sehingga dalam 10 tahun ke depan, Indonesia diharapkan bisa masuk empat besar Asia dan di 2016 tim merah putih bisa tampil di panggung Piala Dunia. Semoga.<br />
<br />
Courtesy of Yahoo Indonesia]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Indonesia vs Malaysia, Berair Tapak Penonton]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Indonesia-vs-Malaysia-Berair-Tapak-Penonton</link>
			<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 01:32:22 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Indonesia-vs-Malaysia-Berair-Tapak-Penonton</guid>
			<description><![CDATA[Padang - Sejak kesebelasan Indonesia “Garuda Muda” memastikan diri ke final berhadapan dengan Malaysia, aura kemenangan sudah terasa.<br />
Aura itu terbawa sampai pertandingan dimulai. Tapi kemudian berakhir anti klimaks. Kita kalah, sehingga membuat kita lesu, bahkan menangis.<br />
Ketika Indonesia merobek jala Malaysia pada menit-menit awal, tak dapat yang akan disebut. Menang juga Indonesia rupanya. Tumbang juara bertahan, Harimau Malaya itu, lihatlah kalau tidak.<br />
Tapi kemudian perlahan-lahan, pemain-pemain Indonesia terperangkap ketegangan. Sepak tak lurus, mangocok berkepanjangan saja. Main surang, operan salah. Barisan belakang longgar, di depan tak tajam. Banyak benar redenya.<br />
Memanas pertandingan, telapak kaki penonton berair di luar arena. Penonton tegang dan larut dengan mengikuti irama pertandingan yang menyesakkan dada.<br />
Dua gol Indonesia dianulir pula, karena opset (offside) Sudah habis suara karena bersorak, gol dibatalkan wasit.<br />
Dari tayangan ulang memang jelas, pemain Indonesia “berta-nak” di depan gawang Khairul Fahmi.<br />
Ketika Malaysia menyamakan kedudukan 1-1, sorak mulai kendor. Apalagi gol balasan itu dibayar Malaysia dengan manis, sambil menampik, menanduk bola. Bola mencerocos masuk gawang Indonesia. Terpurangahlah kita dibuatnya. Gol yang tak perlu terjadi, jika pemain belakang lebih sigap. Namun gol malah terjadi.<br />
Sejak itu mulai amba pusek penonton dibuatnya. Kalah juga Indonesia kalau begini. Tragedi 1997 terulang lagi. Malaysia sejak awal memang bermain tenang, rapi dan tidak grasa-grusu.<br />
Lantas habislah babak kedua. Kedudukan masih imbang dan masuk perpanjangan waktu 2x15 menit. Selesai, stamina pemain sudah melorot, seperti celana lapang. Meloroh saja.<br />
Saat itu, ingin kita yang final bola Thailand dengan Vietnam saja, atau negara mana sajalah asal jangan Indonesia-Malaysia. Kemudian terbukti, penalti Malaysia lebih unggul. Anak-anak Harimau Malaya itu menang dan mempertahankan gelarnya dalam SEA Games.<br />
Tendangan-tendangan bola saat adu penalti, seperti merobek dada anak bangsa. Oleh orang masuk, oleh kita tidak. Apa boleh buat, kita kalah, walau seharusnya menang.<br />
Pemain belakang kita kadang seperti tukang sapu. Main lambut saja, pokoknya bola lewat garis tengah. Begitu bola datang hantam lagi. Sesekali meleset, kakinya menyepak angin. Komentator televisi hebat pula dari pemain. Hati kita semakin sakit, iklan mencogok pula dari bawah layar.<br />
Lantas tayangan RCTI menyorot sejumlah penonton di Gelora Bung Karno, mereka tertunduk layu. Bahkan ada yang menangis. Mereka sedih, kesebelasan mereka telah berjuang, namun kalah juga.<br />
Sementara secuil penonton Malaysia terlihat girang. Besar hati mereka menyaksikan orang kampungnya menang.<br />
Memang bola itu bundar. Semua bisa terjadi di lapangan hijau. Indonesia yang digadang-gadang sejak awal karena penampilan menawan, berakhir duka di akhir laga.<br />
Entah kapan sakit hati pada Malaysia bisa kita balaskan. Kalau pun harus menunggu SEA Games dua tahun lagi, belum tentu ada pemain sebagus sekarang. Sebab, SEA Games membatasi usia pemain. Hanya usia 23 tahun yang bisa ikut.<br />
Jadi, xaba lu. (kj/ed/singgalang)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Padang - Sejak kesebelasan Indonesia “Garuda Muda” memastikan diri ke final berhadapan dengan Malaysia, aura kemenangan sudah terasa.<br />
Aura itu terbawa sampai pertandingan dimulai. Tapi kemudian berakhir anti klimaks. Kita kalah, sehingga membuat kita lesu, bahkan menangis.<br />
Ketika Indonesia merobek jala Malaysia pada menit-menit awal, tak dapat yang akan disebut. Menang juga Indonesia rupanya. Tumbang juara bertahan, Harimau Malaya itu, lihatlah kalau tidak.<br />
Tapi kemudian perlahan-lahan, pemain-pemain Indonesia terperangkap ketegangan. Sepak tak lurus, mangocok berkepanjangan saja. Main surang, operan salah. Barisan belakang longgar, di depan tak tajam. Banyak benar redenya.<br />
Memanas pertandingan, telapak kaki penonton berair di luar arena. Penonton tegang dan larut dengan mengikuti irama pertandingan yang menyesakkan dada.<br />
Dua gol Indonesia dianulir pula, karena opset (offside) Sudah habis suara karena bersorak, gol dibatalkan wasit.<br />
Dari tayangan ulang memang jelas, pemain Indonesia “berta-nak” di depan gawang Khairul Fahmi.<br />
Ketika Malaysia menyamakan kedudukan 1-1, sorak mulai kendor. Apalagi gol balasan itu dibayar Malaysia dengan manis, sambil menampik, menanduk bola. Bola mencerocos masuk gawang Indonesia. Terpurangahlah kita dibuatnya. Gol yang tak perlu terjadi, jika pemain belakang lebih sigap. Namun gol malah terjadi.<br />
Sejak itu mulai amba pusek penonton dibuatnya. Kalah juga Indonesia kalau begini. Tragedi 1997 terulang lagi. Malaysia sejak awal memang bermain tenang, rapi dan tidak grasa-grusu.<br />
Lantas habislah babak kedua. Kedudukan masih imbang dan masuk perpanjangan waktu 2x15 menit. Selesai, stamina pemain sudah melorot, seperti celana lapang. Meloroh saja.<br />
Saat itu, ingin kita yang final bola Thailand dengan Vietnam saja, atau negara mana sajalah asal jangan Indonesia-Malaysia. Kemudian terbukti, penalti Malaysia lebih unggul. Anak-anak Harimau Malaya itu menang dan mempertahankan gelarnya dalam SEA Games.<br />
Tendangan-tendangan bola saat adu penalti, seperti merobek dada anak bangsa. Oleh orang masuk, oleh kita tidak. Apa boleh buat, kita kalah, walau seharusnya menang.<br />
Pemain belakang kita kadang seperti tukang sapu. Main lambut saja, pokoknya bola lewat garis tengah. Begitu bola datang hantam lagi. Sesekali meleset, kakinya menyepak angin. Komentator televisi hebat pula dari pemain. Hati kita semakin sakit, iklan mencogok pula dari bawah layar.<br />
Lantas tayangan RCTI menyorot sejumlah penonton di Gelora Bung Karno, mereka tertunduk layu. Bahkan ada yang menangis. Mereka sedih, kesebelasan mereka telah berjuang, namun kalah juga.<br />
Sementara secuil penonton Malaysia terlihat girang. Besar hati mereka menyaksikan orang kampungnya menang.<br />
Memang bola itu bundar. Semua bisa terjadi di lapangan hijau. Indonesia yang digadang-gadang sejak awal karena penampilan menawan, berakhir duka di akhir laga.<br />
Entah kapan sakit hati pada Malaysia bisa kita balaskan. Kalau pun harus menunggu SEA Games dua tahun lagi, belum tentu ada pemain sebagus sekarang. Sebab, SEA Games membatasi usia pemain. Hanya usia 23 tahun yang bisa ikut.<br />
Jadi, xaba lu. (kj/ed/singgalang)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lima Orang SP Isi Kabinet Djohar]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Lima-Orang-SP-Isi-Kabinet-Djohar</link>
			<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 06:47:02 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Lima-Orang-SP-Isi-Kabinet-Djohar</guid>
			<description><![CDATA[Padang, Padek—Terpilihnya mantan Ketua Umum Semen Padang (SP) FC, Widodo Santoso menjadi Komite Eksekutif (Exco) PSSI ternyata membawa angin segar bagi sepakbola Sumbar. Setidaknya hal itu dilihat dengan ikut terpilihnya sejumlah orang sepakbola Ranah Minang mengisi pengurus Komite Tetap PSSI Periode 2011-2014 yang dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, di hotel Mulia Senayan, Selasa (8/11).<br />
<br />
<br />
Selain Widodo, orang sepakbola Sumbar di kabinet Djohar Arifin Husin yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan bernomor SKEP/26/JAH/IX/2011 tertanggal 21 September 2011, antara lain Direksi PT Semen Padang, Iman Hidayat yang menduduki posisi Komite Keuangan, Direktur KSSP Erizal Anwar sebagai Komite Pertandingan, Direktur Promosi PT SP, Totok Sudibyo (Komite Marketing dan Penasihat Televisi), Kabiro Humas PTSP, Daconi (Komite Fair Play dan Tanggung Jawab Sosial). Selain itu, juga terdapat nama mantan pelatih Semen Padang Oyong Liza sebagai Komisi Banding.<br />
<br />
<br />
”Dengan terpilihnya mereka, setidaknya saya tidak sendirian lagi memperjuangkan sepakbola Sumbar di kancah nasional. Dan yang pasti, harapan kita ke depan bisa lebih berkembang lagi,” ujar Widodo Santoso yang dihubungi Padang Eskpres via ponselnya, tadi malam.<br />
<br />
<br />
Mereka yang dilantik kemarin, berjumlah 103 orang, dan menempati 20 jabatan Komisi. Dengan demikian, jika ditambah dengan 11 orang yang duduk di jabatan Komite Eksekutif PSSI dan satu posisi Sekjen PSSI, maka total pengurus Komite Tetap PSSI mencapai 115 personel.<br />
<br />
<br />
”Saya berharap kedepan PSSI bisa lebih fokus dalam membangun sepakbola nasional. Kepada pengurus lama saya ucapkan terimakasih atas kerja mereka selama ini. Saya berharap persoalan internal tidak perlu lagi terjadi. Mari bersama-sama fokus bagaimana membuat sepakbola nasional berprestasi. Saya harap pengurus baru ini kedepan bisa kembali mengangkat harkat dan martabat sepakbola nasional,” ujar Rita Subowo.<br />
<br />
<br />
Dukungan kepada pengurus baru, disampaikan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng. Menurut Menpora, sudah saatnya masyarakat Indonesia memberikan kesempatan bagi PSSI untuk memulai kerja mereka hingga empat tahun kedepan.<br />
<br />
<br />
”Saatnya kita kasih mereka kesempatan. Jika melihat prestasi timnas di SEA Games kali ini, kami menaruh harapan besar, dan juga dukungan kepada PSSI untuk bekerja maksimal mengembalikan kejayaan sepakbola Indonesia,” ujar Andi. (jig/zl)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Padang, Padek—Terpilihnya mantan Ketua Umum Semen Padang (SP) FC, Widodo Santoso menjadi Komite Eksekutif (Exco) PSSI ternyata membawa angin segar bagi sepakbola Sumbar. Setidaknya hal itu dilihat dengan ikut terpilihnya sejumlah orang sepakbola Ranah Minang mengisi pengurus Komite Tetap PSSI Periode 2011-2014 yang dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Rita Subowo, di hotel Mulia Senayan, Selasa (8/11).<br />
<br />
<br />
Selain Widodo, orang sepakbola Sumbar di kabinet Djohar Arifin Husin yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan bernomor SKEP/26/JAH/IX/2011 tertanggal 21 September 2011, antara lain Direksi PT Semen Padang, Iman Hidayat yang menduduki posisi Komite Keuangan, Direktur KSSP Erizal Anwar sebagai Komite Pertandingan, Direktur Promosi PT SP, Totok Sudibyo (Komite Marketing dan Penasihat Televisi), Kabiro Humas PTSP, Daconi (Komite Fair Play dan Tanggung Jawab Sosial). Selain itu, juga terdapat nama mantan pelatih Semen Padang Oyong Liza sebagai Komisi Banding.<br />
<br />
<br />
”Dengan terpilihnya mereka, setidaknya saya tidak sendirian lagi memperjuangkan sepakbola Sumbar di kancah nasional. Dan yang pasti, harapan kita ke depan bisa lebih berkembang lagi,” ujar Widodo Santoso yang dihubungi Padang Eskpres via ponselnya, tadi malam.<br />
<br />
<br />
Mereka yang dilantik kemarin, berjumlah 103 orang, dan menempati 20 jabatan Komisi. Dengan demikian, jika ditambah dengan 11 orang yang duduk di jabatan Komite Eksekutif PSSI dan satu posisi Sekjen PSSI, maka total pengurus Komite Tetap PSSI mencapai 115 personel.<br />
<br />
<br />
”Saya berharap kedepan PSSI bisa lebih fokus dalam membangun sepakbola nasional. Kepada pengurus lama saya ucapkan terimakasih atas kerja mereka selama ini. Saya berharap persoalan internal tidak perlu lagi terjadi. Mari bersama-sama fokus bagaimana membuat sepakbola nasional berprestasi. Saya harap pengurus baru ini kedepan bisa kembali mengangkat harkat dan martabat sepakbola nasional,” ujar Rita Subowo.<br />
<br />
<br />
Dukungan kepada pengurus baru, disampaikan Menpora, Andi Alfian Mallarangeng. Menurut Menpora, sudah saatnya masyarakat Indonesia memberikan kesempatan bagi PSSI untuk memulai kerja mereka hingga empat tahun kedepan.<br />
<br />
<br />
”Saatnya kita kasih mereka kesempatan. Jika melihat prestasi timnas di SEA Games kali ini, kami menaruh harapan besar, dan juga dukungan kepada PSSI untuk bekerja maksimal mengembalikan kejayaan sepakbola Indonesia,” ujar Andi. (jig/zl)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[PT.Semen Padang Sponsor Timnas : Spanduk Bernilai Rp1 M]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-PT-Semen-Padang-Sponsor-Timnas-Spanduk-Bernilai-Rp1-M</link>
			<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 03:12:45 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-PT-Semen-Padang-Sponsor-Timnas-Spanduk-Bernilai-Rp1-M</guid>
			<description><![CDATA[jakarta - Singgalang Ada yang menarik dari laga leg kedua Pra Kualifikasi Piala Dunia Indonesia versus Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Kamis (28/7) malam.<br />
Banyak spanduk yang terpampang di seputaran stadion terbesar di Asia Tenggara itu salah satunya dari PT Semen Padang. Setelah ditelusuri Singgalang ke mantan Dirut PT SP H Widodo Santoso di kantor PSSI Pusat enam jam jelang kick off memang pabrik semen tertua itu menjadi salah satu sponsor timnas.<br />
PT SP membantu Rp1 miliar untuk timnas. Maka baliho berukuran besar didinding dan depan kantor PSSI di GBK terpampang juga logo PT. Semen Padang. “Ya saya yang menyetujui bantuan untuk timnas tersebut,” tutur anggota Exco PSSI itu.<br />
Memorandum of Understanding (MoU) Semen Padang jadi sponsor timnas itu sudah ditandatangani oleh Direktur Utama PT Semen Padang, beberapa hari lalu bersam Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin di Hotel Sultan Jakarta.<br />
Selain Semen Padang, lima BUMN juga ikut menjadi donatur timnas, diantaranya Pertamina, Telkom, Bank Mandiri. Totalk dana yang dikucurkan BUMN itu mencapai Rp9 miliar, dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan timnas Indonesia.<br />
Sementara penonton “urang awak” yang datang ke Stadion ikut bangga dengan adanya spanduk tersebut.” Saya bangga dan senang ada logo Semen Padang di baliho ini, sebagai orang Minang saya bangga, dong,” tutur Rizal yang datang ke Senayan sejak pukul 13.00 WIB.<br />
Suasana GBK kemarin sejak pukul 12.00 WIB memang sudah dibanjiri ribuan untuk beli tiket. Bahkan wartawan Singgalang yang kini sudah bertugas di ibukota RI itu, Guswandi sudah terjebak macet sejak pukul 11.30 WIB.<br />
“Macet luar biasa Bang, tiket alun dapek lo lai hah baa ka aka ko lai,” tutur ketika mengontak saya. Agus -sapaanya- juga bangga dengan terpampangnya spanduk PT Semen Padang di GBK]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[jakarta - Singgalang Ada yang menarik dari laga leg kedua Pra Kualifikasi Piala Dunia Indonesia versus Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Kamis (28/7) malam.<br />
Banyak spanduk yang terpampang di seputaran stadion terbesar di Asia Tenggara itu salah satunya dari PT Semen Padang. Setelah ditelusuri Singgalang ke mantan Dirut PT SP H Widodo Santoso di kantor PSSI Pusat enam jam jelang kick off memang pabrik semen tertua itu menjadi salah satu sponsor timnas.<br />
PT SP membantu Rp1 miliar untuk timnas. Maka baliho berukuran besar didinding dan depan kantor PSSI di GBK terpampang juga logo PT. Semen Padang. “Ya saya yang menyetujui bantuan untuk timnas tersebut,” tutur anggota Exco PSSI itu.<br />
Memorandum of Understanding (MoU) Semen Padang jadi sponsor timnas itu sudah ditandatangani oleh Direktur Utama PT Semen Padang, beberapa hari lalu bersam Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin di Hotel Sultan Jakarta.<br />
Selain Semen Padang, lima BUMN juga ikut menjadi donatur timnas, diantaranya Pertamina, Telkom, Bank Mandiri. Totalk dana yang dikucurkan BUMN itu mencapai Rp9 miliar, dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan timnas Indonesia.<br />
Sementara penonton “urang awak” yang datang ke Stadion ikut bangga dengan adanya spanduk tersebut.” Saya bangga dan senang ada logo Semen Padang di baliho ini, sebagai orang Minang saya bangga, dong,” tutur Rizal yang datang ke Senayan sejak pukul 13.00 WIB.<br />
Suasana GBK kemarin sejak pukul 12.00 WIB memang sudah dibanjiri ribuan untuk beli tiket. Bahkan wartawan Singgalang yang kini sudah bertugas di ibukota RI itu, Guswandi sudah terjebak macet sejak pukul 11.30 WIB.<br />
“Macet luar biasa Bang, tiket alun dapek lo lai hah baa ka aka ko lai,” tutur ketika mengontak saya. Agus -sapaanya- juga bangga dengan terpampangnya spanduk PT Semen Padang di GBK]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mofu Bakal Nikahi Gadis Minang]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Mofu-Bakal-Nikahi-Gadis-Minang</link>
			<pubDate>Mon, 11 Jul 2011 04:45:58 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Mofu-Bakal-Nikahi-Gadis-Minang</guid>
			<description><![CDATA[PADANG - Untuk kesekian kalinya pesepakbola Semen Padang mendapat jodoh di Padang. Mulai dari Antonio Toyo Claudio, Claudio Luzardi, Marcio Souza da Silva, Ellie Aiboy dan Erol FX Iba. Kini tiba pula giliran Muhammad Vendry Ronald Mofu yang kepincut gadis Minangkabau.<br />
Bergabung musim 2010-2011 Mofu -begitu sapaannya- membawa tim Kabau Sirah itu tampil mengesankan di ISL musim lalu. Finish keempat akhir klasemen Liga Super membuat bukan hanya manajemen dan masyarakat menyukai pemilik nomor kostum 10 itu.<br />
Selama bergabung dengan SP, Mofu berkenalan dengan seorang gadis bernama Prima Elfina. Ima -sapaan Prima Elfina- ternyata kepincut dengan senyum manis Mofu. Begitu pula sebaliknya. Maka keduanya sepakat menjalin hubungan serius alias pacaran.<br />
Setelah menjalani selama tujuh bulan keduanya pun sepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Namun Mofu terlebih dahulu mengucapkan dua Kalimat Syahadat pada September tahun lalu. Dan menambah nama Muhammad di depan nama lengkapnya. Maka kedua keluarga juga merestui hubungan ke jenjang pernikahan.<br />
Undangan pun akhirnya dibuat dan disepakati akad nikah pada 15 Juli pukul 12.00 WIB dikediaman Ima di Blok M Nomor 52 Indarung Padang. “Kami bertemu ketika saya membela SP. Saya menyukai senyuman Ima. Dan kami pun berpacaran. Dia betul-betul manis,” ungkap Mofu yang dihubungi kemarin.<br />
Dijadwalkan keluarga Mofu akan datang ke Padang pada 13 Juli. “Ayah saya dan ibu serta beberapa keluarga akan hadir saat pernikahan saya nanti,” ungkap pasangan dari Jen Mofu dan Agustina Dat itu.<br />
Singgalang kemudian mengontak pelatih Nil Maizar tentang rencana pernikahan salah gelandang terbaiknya itu. “Kami memang telah menerima undangan pesta pernikahan Mofu. Selamat dan semoga Mofu makin dewasa dan terus terpacu main bolanya,” doa Nil Maizar. (dede amri/singgalang)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[PADANG - Untuk kesekian kalinya pesepakbola Semen Padang mendapat jodoh di Padang. Mulai dari Antonio Toyo Claudio, Claudio Luzardi, Marcio Souza da Silva, Ellie Aiboy dan Erol FX Iba. Kini tiba pula giliran Muhammad Vendry Ronald Mofu yang kepincut gadis Minangkabau.<br />
Bergabung musim 2010-2011 Mofu -begitu sapaannya- membawa tim Kabau Sirah itu tampil mengesankan di ISL musim lalu. Finish keempat akhir klasemen Liga Super membuat bukan hanya manajemen dan masyarakat menyukai pemilik nomor kostum 10 itu.<br />
Selama bergabung dengan SP, Mofu berkenalan dengan seorang gadis bernama Prima Elfina. Ima -sapaan Prima Elfina- ternyata kepincut dengan senyum manis Mofu. Begitu pula sebaliknya. Maka keduanya sepakat menjalin hubungan serius alias pacaran.<br />
Setelah menjalani selama tujuh bulan keduanya pun sepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Namun Mofu terlebih dahulu mengucapkan dua Kalimat Syahadat pada September tahun lalu. Dan menambah nama Muhammad di depan nama lengkapnya. Maka kedua keluarga juga merestui hubungan ke jenjang pernikahan.<br />
Undangan pun akhirnya dibuat dan disepakati akad nikah pada 15 Juli pukul 12.00 WIB dikediaman Ima di Blok M Nomor 52 Indarung Padang. “Kami bertemu ketika saya membela SP. Saya menyukai senyuman Ima. Dan kami pun berpacaran. Dia betul-betul manis,” ungkap Mofu yang dihubungi kemarin.<br />
Dijadwalkan keluarga Mofu akan datang ke Padang pada 13 Juli. “Ayah saya dan ibu serta beberapa keluarga akan hadir saat pernikahan saya nanti,” ungkap pasangan dari Jen Mofu dan Agustina Dat itu.<br />
Singgalang kemudian mengontak pelatih Nil Maizar tentang rencana pernikahan salah gelandang terbaiknya itu. “Kami memang telah menerima undangan pesta pernikahan Mofu. Selamat dan semoga Mofu makin dewasa dan terus terpacu main bolanya,” doa Nil Maizar. (dede amri/singgalang)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kenapa Sepakbola di Berbagai Daerah Sumbar “Mati Suri”?]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Kenapa-Sepakbola-di-Berbagai-Daerah-Sumbar-%E2%80%9CMati-Suri%E2%80%9D</link>
			<pubDate>Thu, 26 May 2011 01:12:08 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Kenapa-Sepakbola-di-Berbagai-Daerah-Sumbar-%E2%80%9CMati-Suri%E2%80%9D</guid>
			<description><![CDATA[Oleh : Ridwansyah Ut<br />
<br />
Di tengah hiruk pikuk dan kekisruhan Kongres PSSI beberapa waktu lalu, sehingga kongres yang digelar oleh KN ( Komite Normalisasi ) pimpinan Agum Gumelar  yang seharusnya mampu melahirkan kepengurusan untuk periode empat tahun kedepan, terpaksa ditutup tanpa menghasilkan keputusan. Malahan, sepakbola Indonesia dibayang-bayangi sanksi dari FIFA. Apakah Indonesia akan diberi sanksi oleh FIFA atau FIFA akan bermurah hati dengan meminta dilakukan kongres ulangan?<br />
<br />
Euforia sepakbola ada dan dirasaklan dimanapun. Ini tidak dapat dimungkiri. Dari kota sampai ke desa euforia sepakbola selalu bergema di Indonesia. Apalagi di Indonesia ada Liga Super, Liga Devisi Utama, Devisi Satu, Devisi Dua, sampai Devisi Tiga. Malahan, saat ini juga digulirkan liga tandingan dengan lebel Liga Primer Indonesia. Di tingkat desa ada namanya Liga Tarkam atau liga antar kampung, yang tidak kalah meriahnya dibanding liga-liga diatas.<br />
<br />
Bagai mana dengan kita di Sumatera Barat? Tidak dapat dipungkiri, dari Ranah Bundo pernah lahir pemain sepak bola besar membela Merah Putih, mulai dari Yus Etek, Suhatmat Imam, Asmawi Jambak, Nil Maizar, Hendri Susilo, Safrudin Kawat, Gusnedi Adang, Yeyen Tumena, sampai generasi sekarang : Alan Marta dan Syamsir Alam dan lainnya.<br />
<br />
Generasi sepakbola Sumbar dilahirkan dari sebuah kompetisi mulai dari kompetisi antar kampung, kompetisi antar sekolah, kompetisi antar klub dalam bond perserikatan yang ada di wilayah Sumbar,sebut saja bond PSP, Persepar, Persepak, Persiju, PSBS, PSA sebelum dipecah menjadi dua bond yakni PSKB Bukittinggi dan PSKA Agam, kemudian lahirlah Galatama Semen Padang yang didanai oleh pabrik Semen Padang dan yang teranyar lahirnya Minangkabau FC yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia.<br />
<br />
Di liga profesional baik ISL maupun LPI klub-klub sumbar selalu berkibar saat ini untuk sementara PS SemenPadang masih bertengger di papan atas ISL, sementara itu Minangkabau FC di papan tengah LPI, sepak bola di Indonesia tuannya adalah PSSI sementara dunia adalah FIFA, namun gegap gempita dan cemerlangnya prestasi PS. Semen Padang dan Minangkabau FC, dimana posisi pengurus PSSI Komda Sumbar dan pengurus PSSI Pengcab-pengcab se  Sumbar serta pengurus bond-bond perserikatan se Sumbar dan keterikatannya dengan pemerintah daerah.<br />
<br />
Saat ini tidak ada lagi gegap gempita pertandingan antar klub bond-bond yang ada di Sumbar malahan beberapa stadion sepak bola yang tersebar di Sumbar yang dibangun dengan dana milyaran rupiah hanya ada orang bermain sepak bola sekedar hobi tanpa ada sasaran kompetisi yang berujung prestasi diluar stadion H. Agus Salim Padang sebagai home base nya dua Klub yakni Semen Padang dan Minangkabau FC.<br />
<br />
Stadion Ateh Ngarai misalnya, pasca gempa bumi tahun 2007 lalu tepi stadion sudah berdiri di bibir jurang ngarai Sianok, belum terlihat adanya keinginan dari Pemko Bukittinggi cq Dinas Pendidikan sebagai pemilik aset untuk berupaya memindahkan atau membangun stadion baru ditempat yang lebih resperentatif.<br />
<br />
Stadion ateh ngarai yang dahulunya dikenal dengan stadion PSA pada masa lalu melahirkan pemain-pemain besar berskala nasional sebut saja Asmawi Jambak (ex. Arseto Solo), Hendri Susilo saat ini pelatih Putra Samanrinda di ISL, Syafrudin Kawat ex. PS Bengkulu, malahan dari prestasi  bermain bola di stadion ateh ngarai tidak sedikit  diantara mereka sekarang sudah menjadi pegawai baik PNS maupun BUMN.<br />
<br />
Namun kini walau kondisi lapanggan tidak merana namun sudah tidak layak lagi untuk menggelar sebuah pertandingan sepak bola, karena apabila pemain sepak bola kelepasan nendang bola, maka bolanya akan ditampung oleh ngarai sianok, karena jarak antara bibir ngarai dengan tepi stadion sangat dekat sekali.<br />
<br />
Saat ini di stadion ateh ngarai tidak ada lagi teriakan gooooool, dan eforia sepak bola, tidak ada lagi kompetisi sepak bola, bagai mana dengan pengurus PSSI Kota Bukittinggi dan pengurus Bond PSKB Bukittinggi pengurus ada tapi tanpa aktifitas, kalau tidak ada aktifitas, dan kompetisi mustahil akan lahir pemain-pemain sekaliber Asmawi Jambak, Hendri Susilo dan lain-lainnya, akhirnya hobidan bakat-bakat mereka akan terpendam dan semakin terpendam layu sebelum berkembang.<br />
<br />
Tidak hanya stadion ateh ngarai yang sepi pertandingan dan kompetisi sepak bola, hampir semua stadion di Sepak bola minus stadion Haji Agus Salim sepi dari pertandingan sepak bola, stadion Poliko Payakimbuh, Stadion PSBS Batusangkar, Stadion Imam Bonjol Lubuk Sikaping (ex. Arena MTQ) stadion M. Yamin Sijunjung walau pada masa recoveri pemulihan gempa Sumbar karena Stadion Haji Agus Salim sedang dalam masa perbaikan sempat dijadikan home base oleh PS Semen Padang dan stadion lainnya di Sumbar. Malahan Stadion Bukik Bunian di Lubuk Basung yang di bangun untuk arena Porprov  tahun lalu, usai Porprov maka sepilah stadion.<br />
<br />
Unikny,a saat ini di sebuah nagari kecil di Kabupaten Agam yang bernama Lawang Tigo Balai Kecamatan Matua, sedang berlangsung kompetisi sepak bola antar jorong yang diikuti 12 kesebelasan dengan pertandingan setengah kompetisi, luput dari perhatian pengurus PSSI atau bond perserikatan daerah setempat.<br />
<br />
Tidak ada pembinaan, tidak ada suport baik moril maupun materil, hanya ada semangat oleh pemuda masyarakat dan pemerintahan nagari setempat, mungkin saja dari tarkam itu nantinya akan terjaring bibit-bibit pemain sepak bola potensial, kenapa tidak ada tim pemantau, kalau kita tanya mereka mungkin kita akan mendapat jawaban klise “ waktu belum ada untuk memantau, dana tidak ada atau mereka tidak melapor kepada kami (Pengurus – red) kenapa tidak ada gerakan mengejar bola kenapa hanya ada menunggu bola saja entahlah..”<br />
<br />
Saat ini, di mana keberadaan mereka para petingi pengurus PSSI dan Pengurus Bond daerah ini,kalau ada agenda kompetisi devisi tiga maka pengurus kasak-kusuk cari pemain, malahan sampai-sampai mengimpor pemain ke luar propinsi untuk ambisi sebuah kompetisi, atau merengek ke Semen Padang untuk meminta pemain veterannya agar boleh main untuk bond daerahnya.<br />
<br />
Melihat kondisi sepak bola Indonesia saat ini yang sudah carut-marut di tingkat pusat dengan gagalnya KN melaksanakan Kongres untuk memilih ketua PSSI periode empat tahun kedepan, sudah sewajarnya dilakukan reformasi sepak bola nasional, mulai dari pusat sampai ke daerah, PSSI dari pusat sampai ke daerah sebagai organisasi kemasayarakatan diyakini menerima dana pembinaan dari pemerintah daerah baik berupa APBD maupun APBN.<br />
<br />
Namun yang terjadi selama ini hanya sebuah menara gading kapan wakil dua ratus lima puluh juta rakyat indonesia akan menembus pentas dunia, tergantung kepada seluruh stake holder sepakbola nasional mulai dari pengurus pusat sampai daerah selaku regulator dan pembinaan, pendanaan pemain, penonton, dan masyarakat pencinta sepak bola.<br />
<br />
Semoga kekisruhan sepakbola nasional segera selesai dan suara reformasi sepakbola nasional yang disuarakan oleh kaum reformis sepak bola akan menjadi kenyataan tanpa ada kepentingan. Yang ada hanya kepentingan prestasi sepak bola nasional dan akan berimbas kepada sepakbola di daerah sehingga gegap gempita stadion sepakbola di daerah ini kembali bergema seperti masa-masa lalu ------ (ridwansyah pernah menjadi pemain sepak bola)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Oleh : Ridwansyah Ut<br />
<br />
Di tengah hiruk pikuk dan kekisruhan Kongres PSSI beberapa waktu lalu, sehingga kongres yang digelar oleh KN ( Komite Normalisasi ) pimpinan Agum Gumelar  yang seharusnya mampu melahirkan kepengurusan untuk periode empat tahun kedepan, terpaksa ditutup tanpa menghasilkan keputusan. Malahan, sepakbola Indonesia dibayang-bayangi sanksi dari FIFA. Apakah Indonesia akan diberi sanksi oleh FIFA atau FIFA akan bermurah hati dengan meminta dilakukan kongres ulangan?<br />
<br />
Euforia sepakbola ada dan dirasaklan dimanapun. Ini tidak dapat dimungkiri. Dari kota sampai ke desa euforia sepakbola selalu bergema di Indonesia. Apalagi di Indonesia ada Liga Super, Liga Devisi Utama, Devisi Satu, Devisi Dua, sampai Devisi Tiga. Malahan, saat ini juga digulirkan liga tandingan dengan lebel Liga Primer Indonesia. Di tingkat desa ada namanya Liga Tarkam atau liga antar kampung, yang tidak kalah meriahnya dibanding liga-liga diatas.<br />
<br />
Bagai mana dengan kita di Sumatera Barat? Tidak dapat dipungkiri, dari Ranah Bundo pernah lahir pemain sepak bola besar membela Merah Putih, mulai dari Yus Etek, Suhatmat Imam, Asmawi Jambak, Nil Maizar, Hendri Susilo, Safrudin Kawat, Gusnedi Adang, Yeyen Tumena, sampai generasi sekarang : Alan Marta dan Syamsir Alam dan lainnya.<br />
<br />
Generasi sepakbola Sumbar dilahirkan dari sebuah kompetisi mulai dari kompetisi antar kampung, kompetisi antar sekolah, kompetisi antar klub dalam bond perserikatan yang ada di wilayah Sumbar,sebut saja bond PSP, Persepar, Persepak, Persiju, PSBS, PSA sebelum dipecah menjadi dua bond yakni PSKB Bukittinggi dan PSKA Agam, kemudian lahirlah Galatama Semen Padang yang didanai oleh pabrik Semen Padang dan yang teranyar lahirnya Minangkabau FC yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia.<br />
<br />
Di liga profesional baik ISL maupun LPI klub-klub sumbar selalu berkibar saat ini untuk sementara PS SemenPadang masih bertengger di papan atas ISL, sementara itu Minangkabau FC di papan tengah LPI, sepak bola di Indonesia tuannya adalah PSSI sementara dunia adalah FIFA, namun gegap gempita dan cemerlangnya prestasi PS. Semen Padang dan Minangkabau FC, dimana posisi pengurus PSSI Komda Sumbar dan pengurus PSSI Pengcab-pengcab se  Sumbar serta pengurus bond-bond perserikatan se Sumbar dan keterikatannya dengan pemerintah daerah.<br />
<br />
Saat ini tidak ada lagi gegap gempita pertandingan antar klub bond-bond yang ada di Sumbar malahan beberapa stadion sepak bola yang tersebar di Sumbar yang dibangun dengan dana milyaran rupiah hanya ada orang bermain sepak bola sekedar hobi tanpa ada sasaran kompetisi yang berujung prestasi diluar stadion H. Agus Salim Padang sebagai home base nya dua Klub yakni Semen Padang dan Minangkabau FC.<br />
<br />
Stadion Ateh Ngarai misalnya, pasca gempa bumi tahun 2007 lalu tepi stadion sudah berdiri di bibir jurang ngarai Sianok, belum terlihat adanya keinginan dari Pemko Bukittinggi cq Dinas Pendidikan sebagai pemilik aset untuk berupaya memindahkan atau membangun stadion baru ditempat yang lebih resperentatif.<br />
<br />
Stadion ateh ngarai yang dahulunya dikenal dengan stadion PSA pada masa lalu melahirkan pemain-pemain besar berskala nasional sebut saja Asmawi Jambak (ex. Arseto Solo), Hendri Susilo saat ini pelatih Putra Samanrinda di ISL, Syafrudin Kawat ex. PS Bengkulu, malahan dari prestasi  bermain bola di stadion ateh ngarai tidak sedikit  diantara mereka sekarang sudah menjadi pegawai baik PNS maupun BUMN.<br />
<br />
Namun kini walau kondisi lapanggan tidak merana namun sudah tidak layak lagi untuk menggelar sebuah pertandingan sepak bola, karena apabila pemain sepak bola kelepasan nendang bola, maka bolanya akan ditampung oleh ngarai sianok, karena jarak antara bibir ngarai dengan tepi stadion sangat dekat sekali.<br />
<br />
Saat ini di stadion ateh ngarai tidak ada lagi teriakan gooooool, dan eforia sepak bola, tidak ada lagi kompetisi sepak bola, bagai mana dengan pengurus PSSI Kota Bukittinggi dan pengurus Bond PSKB Bukittinggi pengurus ada tapi tanpa aktifitas, kalau tidak ada aktifitas, dan kompetisi mustahil akan lahir pemain-pemain sekaliber Asmawi Jambak, Hendri Susilo dan lain-lainnya, akhirnya hobidan bakat-bakat mereka akan terpendam dan semakin terpendam layu sebelum berkembang.<br />
<br />
Tidak hanya stadion ateh ngarai yang sepi pertandingan dan kompetisi sepak bola, hampir semua stadion di Sepak bola minus stadion Haji Agus Salim sepi dari pertandingan sepak bola, stadion Poliko Payakimbuh, Stadion PSBS Batusangkar, Stadion Imam Bonjol Lubuk Sikaping (ex. Arena MTQ) stadion M. Yamin Sijunjung walau pada masa recoveri pemulihan gempa Sumbar karena Stadion Haji Agus Salim sedang dalam masa perbaikan sempat dijadikan home base oleh PS Semen Padang dan stadion lainnya di Sumbar. Malahan Stadion Bukik Bunian di Lubuk Basung yang di bangun untuk arena Porprov  tahun lalu, usai Porprov maka sepilah stadion.<br />
<br />
Unikny,a saat ini di sebuah nagari kecil di Kabupaten Agam yang bernama Lawang Tigo Balai Kecamatan Matua, sedang berlangsung kompetisi sepak bola antar jorong yang diikuti 12 kesebelasan dengan pertandingan setengah kompetisi, luput dari perhatian pengurus PSSI atau bond perserikatan daerah setempat.<br />
<br />
Tidak ada pembinaan, tidak ada suport baik moril maupun materil, hanya ada semangat oleh pemuda masyarakat dan pemerintahan nagari setempat, mungkin saja dari tarkam itu nantinya akan terjaring bibit-bibit pemain sepak bola potensial, kenapa tidak ada tim pemantau, kalau kita tanya mereka mungkin kita akan mendapat jawaban klise “ waktu belum ada untuk memantau, dana tidak ada atau mereka tidak melapor kepada kami (Pengurus – red) kenapa tidak ada gerakan mengejar bola kenapa hanya ada menunggu bola saja entahlah..”<br />
<br />
Saat ini, di mana keberadaan mereka para petingi pengurus PSSI dan Pengurus Bond daerah ini,kalau ada agenda kompetisi devisi tiga maka pengurus kasak-kusuk cari pemain, malahan sampai-sampai mengimpor pemain ke luar propinsi untuk ambisi sebuah kompetisi, atau merengek ke Semen Padang untuk meminta pemain veterannya agar boleh main untuk bond daerahnya.<br />
<br />
Melihat kondisi sepak bola Indonesia saat ini yang sudah carut-marut di tingkat pusat dengan gagalnya KN melaksanakan Kongres untuk memilih ketua PSSI periode empat tahun kedepan, sudah sewajarnya dilakukan reformasi sepak bola nasional, mulai dari pusat sampai ke daerah, PSSI dari pusat sampai ke daerah sebagai organisasi kemasayarakatan diyakini menerima dana pembinaan dari pemerintah daerah baik berupa APBD maupun APBN.<br />
<br />
Namun yang terjadi selama ini hanya sebuah menara gading kapan wakil dua ratus lima puluh juta rakyat indonesia akan menembus pentas dunia, tergantung kepada seluruh stake holder sepakbola nasional mulai dari pengurus pusat sampai daerah selaku regulator dan pembinaan, pendanaan pemain, penonton, dan masyarakat pencinta sepak bola.<br />
<br />
Semoga kekisruhan sepakbola nasional segera selesai dan suara reformasi sepakbola nasional yang disuarakan oleh kaum reformis sepak bola akan menjadi kenyataan tanpa ada kepentingan. Yang ada hanya kepentingan prestasi sepak bola nasional dan akan berimbas kepada sepakbola di daerah sehingga gegap gempita stadion sepakbola di daerah ini kembali bergema seperti masa-masa lalu ------ (ridwansyah pernah menjadi pemain sepak bola)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tanggal 20 Mei 2011 : Hari Kematian Sepak Bola Indonesia.]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Tanggal-20-Mei-2011-Hari-Kematian-Sepak-Bola-Indonesia</link>
			<pubDate>Sat, 21 May 2011 05:16:23 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Tanggal-20-Mei-2011-Hari-Kematian-Sepak-Bola-Indonesia</guid>
			<description><![CDATA[Menjijikkan sekaligus memalukan, itulah fakta yang tergambar saat berjalannya Kongres PSSI di Hotel Sultan, kemaren malam. Tergambar jelas kearogansian para pelaku sepak bola Indonesia, dengan mata telanjang dan disaksikan secara lansung di stasiun televise, masyarakat Indonesia dipertontonkan opera atas aksi-aksi arogan dari K-78 kepada Komite Normalisasi.<br />
<br />
Agum Gumelar, Ketua Komite Normalisasi yang ditunjuk FIFA untuk menyelamatkan persepakbolaan Indonesia menjadi bulan-bulanan intrupsi dan berbagai caci maki yang ditujukan kepadanya. Purnawiran satu ini bukan saja tak dihormati sebagai Ketua Komite Normalisasi, melainkan juga tak dihargai sebagai manusia. Sosok Agum Gumelar sudak menunjukkan kesabaran menerima berbagai cacian dan hinaan, bahkan beliau berbesar hati dengan mengalah untuk mendengarkan penjelasan Komite Banding yang meloloskan George Toisutta dan Arifin Panigoro.<br />
<br />
Lantaran sudah termakan kepentingan, para pemilik suara yang menamakan diri K-78 tetap ngotot, bahkan mereka membenturkan situasi darurat dengan situasi normal, yang salah satunya memperdebatkan adanya pelanggaran FIFA terhadap Satuta FIFA , Statuta PSSI, dan Kode Pemilihan Standar FIFA, terkait penolakan terhadap pencalonan George Tositta dan Arifin Panigoro.<br />
<br />
Sosok Pak Agum yang terkenal sabar, akhirnya tak tahan juga dengan aksi agresif dan intimidatif dari K-78, apalagi kongres sudah berjalan hampir empat jam, namun sidang belum juga masuk ke agenda utama, yaitu Pemilihan Ketua Umum PSSI, itu semua karena ulah dan kearogansian K-78 yang terus ingin memaksakan kehendaknya. Dan akhirnya Komite Normalisasi melalui Ketuanya menutup sidang tanpa menghasilkan keputusan apapun.<br />
<br />
Perwakilan FIFA telah melihat langsung bagaimana kericuhan yang terjadi di kongres, Thierry Regenass, Mark Van Hattum dan Alex Sosoy sudah pasti akan membuat laporan sedetil mungkin kepada atasannya Sepp Blatter dan Komite Darurat FIFA selaku pembentuk Komite Normalisasi di Indonesia. Para pelaku sepak bola Indonesia sudah dua kali gagal melaksakan kongres, maka bukan tidak mungkin Indonesia dianggap tidak mematuhi FIFA, dan kalau tidak mematuhi, tentu akan berujung dengan keluarnya sanksi.<br />
<br />
Terbukti, masyarakat awam sekalipun sekarang ini bisa melihat sendiri apa dan siapa yang sebenarnya menjadi penyebab kekacauan ditubuh sepak bola Indonesia, dan siapa yang menjadi penyebab utama apabila FIFA menjatuhkan sanksi.<br />
<br />
Inilah wajah para pemimpin klub dan Pengurus Provinsi PSSI yang ada, sepatutnya mereka itu adalah bagian dari kesalahan masa lalu, tetapi entah kenapa, tiba-tiba K-78 mengklaim diri sebagai kelompok yang paling reformis.<br />
<br />
Pantaskah mereka itu disebut reformis kalau hanya membuat Indonesia terkena sanksi!! Kalau mereka itu mengaku sebagai pencinta sepak bola, mengapa mereka-mereka itu telah merugikan kepentingan sepak bola tanah air sendiri.<br />
<br />
Tanggal 20 Mei 2011 yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, tak ubahnya seperti “Hari Kematian Sepak bola Indonesia” dan tanggal 30 Mei 2011 akan tiba hari penghakiman dari FIFA akan nasib Indonesia.<br />
<br />
Bravo Sepak bola Indonesia.<br />
<br />
Sumber : <a href="http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/05/21/tanggal-20-mei-2011-hari-kematian-sepak-bola-indonesia/" rel="nofollow" target="_blank">http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011...indonesia/</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Menjijikkan sekaligus memalukan, itulah fakta yang tergambar saat berjalannya Kongres PSSI di Hotel Sultan, kemaren malam. Tergambar jelas kearogansian para pelaku sepak bola Indonesia, dengan mata telanjang dan disaksikan secara lansung di stasiun televise, masyarakat Indonesia dipertontonkan opera atas aksi-aksi arogan dari K-78 kepada Komite Normalisasi.<br />
<br />
Agum Gumelar, Ketua Komite Normalisasi yang ditunjuk FIFA untuk menyelamatkan persepakbolaan Indonesia menjadi bulan-bulanan intrupsi dan berbagai caci maki yang ditujukan kepadanya. Purnawiran satu ini bukan saja tak dihormati sebagai Ketua Komite Normalisasi, melainkan juga tak dihargai sebagai manusia. Sosok Agum Gumelar sudak menunjukkan kesabaran menerima berbagai cacian dan hinaan, bahkan beliau berbesar hati dengan mengalah untuk mendengarkan penjelasan Komite Banding yang meloloskan George Toisutta dan Arifin Panigoro.<br />
<br />
Lantaran sudah termakan kepentingan, para pemilik suara yang menamakan diri K-78 tetap ngotot, bahkan mereka membenturkan situasi darurat dengan situasi normal, yang salah satunya memperdebatkan adanya pelanggaran FIFA terhadap Satuta FIFA , Statuta PSSI, dan Kode Pemilihan Standar FIFA, terkait penolakan terhadap pencalonan George Tositta dan Arifin Panigoro.<br />
<br />
Sosok Pak Agum yang terkenal sabar, akhirnya tak tahan juga dengan aksi agresif dan intimidatif dari K-78, apalagi kongres sudah berjalan hampir empat jam, namun sidang belum juga masuk ke agenda utama, yaitu Pemilihan Ketua Umum PSSI, itu semua karena ulah dan kearogansian K-78 yang terus ingin memaksakan kehendaknya. Dan akhirnya Komite Normalisasi melalui Ketuanya menutup sidang tanpa menghasilkan keputusan apapun.<br />
<br />
Perwakilan FIFA telah melihat langsung bagaimana kericuhan yang terjadi di kongres, Thierry Regenass, Mark Van Hattum dan Alex Sosoy sudah pasti akan membuat laporan sedetil mungkin kepada atasannya Sepp Blatter dan Komite Darurat FIFA selaku pembentuk Komite Normalisasi di Indonesia. Para pelaku sepak bola Indonesia sudah dua kali gagal melaksakan kongres, maka bukan tidak mungkin Indonesia dianggap tidak mematuhi FIFA, dan kalau tidak mematuhi, tentu akan berujung dengan keluarnya sanksi.<br />
<br />
Terbukti, masyarakat awam sekalipun sekarang ini bisa melihat sendiri apa dan siapa yang sebenarnya menjadi penyebab kekacauan ditubuh sepak bola Indonesia, dan siapa yang menjadi penyebab utama apabila FIFA menjatuhkan sanksi.<br />
<br />
Inilah wajah para pemimpin klub dan Pengurus Provinsi PSSI yang ada, sepatutnya mereka itu adalah bagian dari kesalahan masa lalu, tetapi entah kenapa, tiba-tiba K-78 mengklaim diri sebagai kelompok yang paling reformis.<br />
<br />
Pantaskah mereka itu disebut reformis kalau hanya membuat Indonesia terkena sanksi!! Kalau mereka itu mengaku sebagai pencinta sepak bola, mengapa mereka-mereka itu telah merugikan kepentingan sepak bola tanah air sendiri.<br />
<br />
Tanggal 20 Mei 2011 yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, tak ubahnya seperti “Hari Kematian Sepak bola Indonesia” dan tanggal 30 Mei 2011 akan tiba hari penghakiman dari FIFA akan nasib Indonesia.<br />
<br />
Bravo Sepak bola Indonesia.<br />
<br />
Sumber : <a href="http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/05/21/tanggal-20-mei-2011-hari-kematian-sepak-bola-indonesia/" rel="nofollow" target="_blank">http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011...indonesia/</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Awan Robot Sejukkan Piala Dunia Qatar]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Awan-Robot-Sejukkan-Piala-Dunia-Qatar</link>
			<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 15:02:57 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Awan-Robot-Sejukkan-Piala-Dunia-Qatar</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/31/2320134620X310.JPG" border="0" alt="[Image: 2320134620X310.JPG]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
                                                                                              QATAR UNIVERSITY<br />
<span style="font-style: italic;">Konsep awan robot yang akan menaungi penonton di Qatar selama Piala Dunia 2022</span>.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">KOMPAS.com</span> — Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas saat Piala Dunia 2022 kelak berlangsung di negara tersebut. Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot yang menyerupai struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium.<br />
<br />
Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi.<br />
<br />
Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadion yang memanfaatkan limpahan sinar matahari sebagai sumber listrik. Salah satunya untuk menghidupkan pendingin.<br />
<br />
Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember tahun lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat celsius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita. <br />
<br />
Source: National Geographic Indonesia/Alex Pangestu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/03/31/2320134620X310.JPG" border="0" alt="[Image: 2320134620X310.JPG]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
                                                                                              QATAR UNIVERSITY<br />
<span style="font-style: italic;">Konsep awan robot yang akan menaungi penonton di Qatar selama Piala Dunia 2022</span>.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">KOMPAS.com</span> — Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas saat Piala Dunia 2022 kelak berlangsung di negara tersebut. Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot yang menyerupai struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium.<br />
<br />
Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi.<br />
<br />
Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadion yang memanfaatkan limpahan sinar matahari sebagai sumber listrik. Salah satunya untuk menghidupkan pendingin.<br />
<br />
Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember tahun lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat celsius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita. <br />
<br />
Source: National Geographic Indonesia/Alex Pangestu]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Inilah Jadwal Piala AFC Hari Ini]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Inilah-Jadwal-Piala-AFC-Hari-Ini</link>
			<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 03:05:03 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Inilah-Jadwal-Piala-AFC-Hari-Ini</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://static.inilah.com/data/berita/foto/1412762.jpg" border="0" alt="[Image: 1412762.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Foto: IST<br />
<br />
INILAH.COM, Jakarta- Untuk pertama kali dalam sejarah Persipura akan melakoni duel Internasional di Stadion Mandala, Jayapura melawan Chonburi FC.<br />
<br />
Sore (Rabu, 14/4/2011) nanti Persipura akan kembali berlaga dalam ajang Piala AFC melawan wakil Thailand Chonburi FC.<br />
<br />
Pertandingan ini akan sangat berarti bagi tim besutan Jacksen F Tiago itu karena ini merupakan kali pertama Stadion Mandala, Jayapura mendapat kepercayaan dari dunia Internasional.<br />
<br />
Tak ayal target tinggi pun disematkan oleh pasukan mutiara hitam pada pertandingan nanti. Laga ini dapat disaksikan oleh para pencinta sepakbola tanah air di stasiun televisi lokal RCTI pada pukul 15.30 WIB.<br />
<br />
Saat ini Persipura masih kokoh di puncak klasemen Grup H Piala AFC dengan torehan poin sempurna hasil dua kali bertanding.<br />
<br />
AFC Cup 2011<br />
<br />
Klasemen Grup H <br />
<br />
Klub M M S K P<br />
<br />
Persipura 2 1 1 0 4<br />
<br />
Chonburi 1 0 1 0 1<br />
<br />
South China 1 0 1 0 1<br />
<br />
East Bengal 2 0 1 1 1<br />
<br />
<br />
sumber:inilah.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://static.inilah.com/data/berita/foto/1412762.jpg" border="0" alt="[Image: 1412762.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Foto: IST<br />
<br />
INILAH.COM, Jakarta- Untuk pertama kali dalam sejarah Persipura akan melakoni duel Internasional di Stadion Mandala, Jayapura melawan Chonburi FC.<br />
<br />
Sore (Rabu, 14/4/2011) nanti Persipura akan kembali berlaga dalam ajang Piala AFC melawan wakil Thailand Chonburi FC.<br />
<br />
Pertandingan ini akan sangat berarti bagi tim besutan Jacksen F Tiago itu karena ini merupakan kali pertama Stadion Mandala, Jayapura mendapat kepercayaan dari dunia Internasional.<br />
<br />
Tak ayal target tinggi pun disematkan oleh pasukan mutiara hitam pada pertandingan nanti. Laga ini dapat disaksikan oleh para pencinta sepakbola tanah air di stasiun televisi lokal RCTI pada pukul 15.30 WIB.<br />
<br />
Saat ini Persipura masih kokoh di puncak klasemen Grup H Piala AFC dengan torehan poin sempurna hasil dua kali bertanding.<br />
<br />
AFC Cup 2011<br />
<br />
Klasemen Grup H <br />
<br />
Klub M M S K P<br />
<br />
Persipura 2 1 1 0 4<br />
<br />
Chonburi 1 0 1 0 1<br />
<br />
South China 1 0 1 0 1<br />
<br />
East Bengal 2 0 1 1 1<br />
<br />
<br />
sumber:inilah.com]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dongkrak Prestasi, Cina Kombinasikan Seni Kung Fu dengan Sepakbola]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Dongkrak-Prestasi-Cina-Kombinasikan-Seni-Kung-Fu-dengan-Sepakbola</link>
			<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 01:07:23 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Dongkrak-Prestasi-Cina-Kombinasikan-Seni-Kung-Fu-dengan-Sepakbola</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/65mkx5.jpg" border="0" alt="[Image: 65mkx5.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Biara Shaolin rupanya gemas juga dengan dunia persepakbolaan Cina yang jalan di tempat. Mereka berinisiatif membuka sekolah pelatihan yang menggabungkan sepakbola dengan seni bela diri khas Cina, kung fu. Shi Yanlu, kepala usaha di dunia Kuil Shaolin yang terkenal, mengatakan dia percaya bahwa disiplin ilmu kung fu akan menguntungkan para pemain muda.<br />
<br />
Dia telah memilih 40 biarawan muda untuk menjadi pelatih di sekolah di bawah pengawasan para ahli seni bela diri dan mantan pemain internasional. "Saat ini, kinerja sepak bola Cina benar-benar mengecewakan. Kami berharap dengan mengkombinasikan unsur-unsur kung fu dan semangat, sepakbola Cina dapat berprestasi  lebih baik," kata Yanlu.<br />
<br />
Beda dengan pelatihan sepak bola biasa, biarawan fokus pada aspek seni bela diri, seperti keseimbangan dan kekuatan kaki, yang akan membuat pemain memiliki performa yang lebih baik.<br />
"Anak-anak di sini semua memiliki semangat kerja keras. Kami akan mengundang beberapa pelatih dunia untuk mengajar mereka. Semoga kita dapat memiliki beberapa bintang sepak bola internasional di masa depan."<br />
<br />
The Monk Shaolin Football Training Base didukung oleh Asosiasi Sepakbola Cina yang mendukung segala peralatan yang dibutuhkan, termasuk 1.000 bola.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/65mkx5.jpg" border="0" alt="[Image: 65mkx5.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Biara Shaolin rupanya gemas juga dengan dunia persepakbolaan Cina yang jalan di tempat. Mereka berinisiatif membuka sekolah pelatihan yang menggabungkan sepakbola dengan seni bela diri khas Cina, kung fu. Shi Yanlu, kepala usaha di dunia Kuil Shaolin yang terkenal, mengatakan dia percaya bahwa disiplin ilmu kung fu akan menguntungkan para pemain muda.<br />
<br />
Dia telah memilih 40 biarawan muda untuk menjadi pelatih di sekolah di bawah pengawasan para ahli seni bela diri dan mantan pemain internasional. "Saat ini, kinerja sepak bola Cina benar-benar mengecewakan. Kami berharap dengan mengkombinasikan unsur-unsur kung fu dan semangat, sepakbola Cina dapat berprestasi  lebih baik," kata Yanlu.<br />
<br />
Beda dengan pelatihan sepak bola biasa, biarawan fokus pada aspek seni bela diri, seperti keseimbangan dan kekuatan kaki, yang akan membuat pemain memiliki performa yang lebih baik.<br />
"Anak-anak di sini semua memiliki semangat kerja keras. Kami akan mengundang beberapa pelatih dunia untuk mengajar mereka. Semoga kita dapat memiliki beberapa bintang sepak bola internasional di masa depan."<br />
<br />
The Monk Shaolin Football Training Base didukung oleh Asosiasi Sepakbola Cina yang mendukung segala peralatan yang dibutuhkan, termasuk 1.000 bola.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Riedl Batal Coret Okto]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Riedl-Batal-Coret-Okto</link>
			<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 07:19:49 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Riedl-Batal-Coret-Okto</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/lptn/20110201/06/2787575255-riedl-batal-coret-okto.jpg?x=213&amp;y=105&amp;sig=MzFsRq4HR9a929AIi1Xn8Q--" border="0" alt="[Image: 2787575255-riedl-batal-coret-okto.jpg?x=...AIi1Xn8Q--]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Liputan6.com, Jakarta: Pelatih timnas Alfred Riedl batal mencoret Okto Maniani meski sang pemain sempat meninggalkan pelatnas. Riedl yang membutuhkan pemain berbakat itu tidak memberikan sanksi dan tetap memasukan Okto dalam timnas.<br />
<br />
Latihan timnas pra olimpiade hari ini diikuti 25 pemain, termasuk Okto Maniani yang sempat kabur dari pelatnas untuk membela klubnya dalam pertandingan tandang di Papua. Pelatih timnas Alfred Riedl yang sebelumnya dikenal tegas terhadap pemain yang tidak disiplin kali ini bisa memaklumi alasan pemain.<br />
<br />
"Pejelasannya dapat diterima, ini berlaku kali ini saja. Tidak untuk yang kedua apapun alasannya. Kali ini saya setuju dengan alasan pemain, ini tidak seperti sebelumnya, misalnya dalam kasus Boaz, saya tidak peduli. Saya perlu pemain terbaik tetapi tidak untuk setiap kasus dapat diterima," jelas Riedl, Selasa (1/2).<br />
<br />
Timnas pra olimpiade ini akan menjalani pelatnas jangka panjang dan akan melakukan uji coba dengan klub lokal sebelum menjalani pertandingan lawan Turkmenistan pada 23 Februari nanti.(MEL)<br />
<div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code><span style="color: red;">This Contents Of This Code Block Are Hidden For Your Group</span></code></div></div>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/lptn/20110201/06/2787575255-riedl-batal-coret-okto.jpg?x=213&amp;y=105&amp;sig=MzFsRq4HR9a929AIi1Xn8Q--" border="0" alt="[Image: 2787575255-riedl-batal-coret-okto.jpg?x=...AIi1Xn8Q--]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Liputan6.com, Jakarta: Pelatih timnas Alfred Riedl batal mencoret Okto Maniani meski sang pemain sempat meninggalkan pelatnas. Riedl yang membutuhkan pemain berbakat itu tidak memberikan sanksi dan tetap memasukan Okto dalam timnas.<br />
<br />
Latihan timnas pra olimpiade hari ini diikuti 25 pemain, termasuk Okto Maniani yang sempat kabur dari pelatnas untuk membela klubnya dalam pertandingan tandang di Papua. Pelatih timnas Alfred Riedl yang sebelumnya dikenal tegas terhadap pemain yang tidak disiplin kali ini bisa memaklumi alasan pemain.<br />
<br />
"Pejelasannya dapat diterima, ini berlaku kali ini saja. Tidak untuk yang kedua apapun alasannya. Kali ini saya setuju dengan alasan pemain, ini tidak seperti sebelumnya, misalnya dalam kasus Boaz, saya tidak peduli. Saya perlu pemain terbaik tetapi tidak untuk setiap kasus dapat diterima," jelas Riedl, Selasa (1/2).<br />
<br />
Timnas pra olimpiade ini akan menjalani pelatnas jangka panjang dan akan melakukan uji coba dengan klub lokal sebelum menjalani pertandingan lawan Turkmenistan pada 23 Februari nanti.(MEL)<br />
<div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code><span style="color: red;">This Contents Of This Code Block Are Hidden For Your Group</span></code></div></div>
]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Oknum PSSI Dituding Atur Laga Final Piala AFF]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Oknum-PSSI-Dituding-Atur-Laga-Final-Piala-AFF</link>
			<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 07:15:09 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Oknum-PSSI-Dituding-Atur-Laga-Final-Piala-AFF</guid>
			<description><![CDATA[Liputan 6 - Selasa, 1 Februari<br />
<br />
Liputan6.com, Jakarta: Dugaan adanya oknum PSSI yang "mengatur" pertandingan dalam Final Piala AFF antara Indonesia melawan Malaysia kembali menyeruak ke permukaan Senin, (31/1), menyusul aduan Eli Cohen melalui surat elektronik kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.<br />
<br />
Surat yang dikirim pada Ahad (30/1) itu menyebutkan adanya kejanggalan terkait hasil akhir laga yang akhirnya mandek dengan skor 3-0 untuk Malaysia. Kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Itu, menurutnya, merupakan permainan atau skandal suap yang dilakukan Bandar Judi Malaysia dengan petinggi penting PSSI.<br />
<br />
"Dengan kekalahan tim Indonesia baik Bandar judi maupun dua oknum PSSI meraup untung puluhan miliar rupiah," ujar Eli yang mengaku pegawai Ditjen Pajak itu.<br />
<br />
Untuk melancarkan operasi, dua pengurus PSSI sempat masuk ke ruang ganti pemain dan memberikan instruksi skenario busuk kepada oknum pemain yang akhirnya berulah hingga menjatuhkan mental seluruh skuad. Selain itu, gangguan sinar laser dalam laga tersebut disinyalir bagian dari skenario guna menutupi skenario tersebut.<br />
<br />
Eli juga mengadukan kasus suap itu ke Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua KPK, Ketua DPR, dan Ketua KONI. (ADI/YUS)<br />
<div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code><span style="color: red;">This Contents Of This Code Block Are Hidden For Your Group</span></code></div></div>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Liputan 6 - Selasa, 1 Februari<br />
<br />
Liputan6.com, Jakarta: Dugaan adanya oknum PSSI yang "mengatur" pertandingan dalam Final Piala AFF antara Indonesia melawan Malaysia kembali menyeruak ke permukaan Senin, (31/1), menyusul aduan Eli Cohen melalui surat elektronik kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.<br />
<br />
Surat yang dikirim pada Ahad (30/1) itu menyebutkan adanya kejanggalan terkait hasil akhir laga yang akhirnya mandek dengan skor 3-0 untuk Malaysia. Kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Itu, menurutnya, merupakan permainan atau skandal suap yang dilakukan Bandar Judi Malaysia dengan petinggi penting PSSI.<br />
<br />
"Dengan kekalahan tim Indonesia baik Bandar judi maupun dua oknum PSSI meraup untung puluhan miliar rupiah," ujar Eli yang mengaku pegawai Ditjen Pajak itu.<br />
<br />
Untuk melancarkan operasi, dua pengurus PSSI sempat masuk ke ruang ganti pemain dan memberikan instruksi skenario busuk kepada oknum pemain yang akhirnya berulah hingga menjatuhkan mental seluruh skuad. Selain itu, gangguan sinar laser dalam laga tersebut disinyalir bagian dari skenario guna menutupi skenario tersebut.<br />
<br />
Eli juga mengadukan kasus suap itu ke Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua KPK, Ketua DPR, dan Ketua KONI. (ADI/YUS)<br />
<div class="codeblock">
<div class="title">Code:<br />
</div><div class="body" dir="ltr"><code><span style="color: red;">This Contents Of This Code Block Are Hidden For Your Group</span></code></div></div>
]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Klub Belanda Lirik Boaz Solossa]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Klub-Belanda-Lirik-Boaz-Solossa</link>
			<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 14:54:42 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Klub-Belanda-Lirik-Boaz-Solossa</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i52.tinypic.com/25uicxv.jpg" border="0" alt="[Image: 25uicxv.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-weight: bold;">Setelah Keisuke Honda dan Nordin Amrabat, kini VVV Venlo juga bisa jadi batu loncatan bagi Boaz Solossa. Demikian Ruud J.C. Voll, promotor sepakbola Indonesia-Belanda.<br />
</span><br />
Sementara banyak pemain Belanda berdatangan ke Indonesia, muncul arus balik. Dalam bincang telefon dengan Radio Nederland, Ruud Voll melaporkan sedang memfasilitasi pendekatan striker Persipura kelahiran 16 Maret 1986 itu dengan klub liga tertinggi Belanda, VVV Venlo.<br />
<br />
VVV sedang mempelajari track record dan video. Termasuk penampilan Boaz Solossa yang membuat mata dunia terbuka, ketika menerobos sisi kiri pertahanan timnas Uruguay dan mengelabuhi kiper Juan Castilo, 16 Oktober 2010.<br />
<br />
Cocok di VVV<br />
Menurut promotor yang mendatangkan Frits Korbach ke PSM Makassar 2006 itu, Boaz punya kwalitas yang bisa mengangkat VVV Venlo dari zona degradasi. "Boaz memiliki instink killer dan pemberani untuk masuk defensi lawan dan mencetak gol. Saya rasa VVV saat ini membutukan goal getter seperti Boaz," ungkapnya kepada Radio Nederlanda, RNW. <br />
<br />
Bahkan promotor yang pernah mendatangkan Irvin Museng ke akademi Ajax Amsterdam beberapa tahun silam itu yakin Boaz bisa bernasib seperti Keisuke Honda atau Nordin Amrabat.<br />
<br />
<br />
Keisuke Honda<br />
Honda datang ke VVV 2008 sebagai pemain biasa dan setahun kemudian direkrut CSKA Moskow sebagai bintang. "VVV mendapatkan Honda dengan harga tidak sampai sejuta euro, dan klub Venlo ini menerima 9 juta euro untuk melepasnya ke Moskow. Lihat saja sendiri hasilnya sampai sekarang." ungkap Ruud J.C. Voll kepada RNW. <br />
<br />
Sama halnya dengan Nordin Amrabat yang datang ke VVV di bawah asuhan André Wetzel sebagai pemain yang bengal, tapi berkembang menjadi bintang yang akhirnya dipinang PSV dengan badrol berlipat ganda. Kemudian Amrabat pindah ke Kayserispor Turki.<br />
<br />
Liga Spanyol<br />
Ruud Voll, yakin Boaz bisa menguntungkan VVV secara prestasi maupun secara kenaikan harganya. "Sekarang tinggal menunggu pihak VVV saja. Kalau tertarik maka Boaz bisa langsung datang dan melakukan test," ungkapnya kepada Radio Nederland seraya mengimbuhkan "Saya tidak heran kalau Boaz bisa loncat dari Venlo ke Ajax Amsterdam atau bahkan ke liga Spanyol."<br />
<br />
Boaz bisa menjadi pemain pertama kelahiran Indonesia yang melakoni liga tertinggi Belanda. "Boaz adalah striker terbaik Indonesia saat ini. Kalau dia bisa membobol gawang Uruguay, maka dia juga bisa menembus jala Ajax," ungkap Voll yakin.<br />
<br />
Apa boleh buat Boaz, kalau di negeri sendiri kwalitasmu dinilai tidak memadai untuk timnas, lebih baik mencari pengakuan di luar saja.<br />
<br />
Source : Ranesi NL]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i52.tinypic.com/25uicxv.jpg" border="0" alt="[Image: 25uicxv.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-weight: bold;">Setelah Keisuke Honda dan Nordin Amrabat, kini VVV Venlo juga bisa jadi batu loncatan bagi Boaz Solossa. Demikian Ruud J.C. Voll, promotor sepakbola Indonesia-Belanda.<br />
</span><br />
Sementara banyak pemain Belanda berdatangan ke Indonesia, muncul arus balik. Dalam bincang telefon dengan Radio Nederland, Ruud Voll melaporkan sedang memfasilitasi pendekatan striker Persipura kelahiran 16 Maret 1986 itu dengan klub liga tertinggi Belanda, VVV Venlo.<br />
<br />
VVV sedang mempelajari track record dan video. Termasuk penampilan Boaz Solossa yang membuat mata dunia terbuka, ketika menerobos sisi kiri pertahanan timnas Uruguay dan mengelabuhi kiper Juan Castilo, 16 Oktober 2010.<br />
<br />
Cocok di VVV<br />
Menurut promotor yang mendatangkan Frits Korbach ke PSM Makassar 2006 itu, Boaz punya kwalitas yang bisa mengangkat VVV Venlo dari zona degradasi. "Boaz memiliki instink killer dan pemberani untuk masuk defensi lawan dan mencetak gol. Saya rasa VVV saat ini membutukan goal getter seperti Boaz," ungkapnya kepada Radio Nederlanda, RNW. <br />
<br />
Bahkan promotor yang pernah mendatangkan Irvin Museng ke akademi Ajax Amsterdam beberapa tahun silam itu yakin Boaz bisa bernasib seperti Keisuke Honda atau Nordin Amrabat.<br />
<br />
<br />
Keisuke Honda<br />
Honda datang ke VVV 2008 sebagai pemain biasa dan setahun kemudian direkrut CSKA Moskow sebagai bintang. "VVV mendapatkan Honda dengan harga tidak sampai sejuta euro, dan klub Venlo ini menerima 9 juta euro untuk melepasnya ke Moskow. Lihat saja sendiri hasilnya sampai sekarang." ungkap Ruud J.C. Voll kepada RNW. <br />
<br />
Sama halnya dengan Nordin Amrabat yang datang ke VVV di bawah asuhan André Wetzel sebagai pemain yang bengal, tapi berkembang menjadi bintang yang akhirnya dipinang PSV dengan badrol berlipat ganda. Kemudian Amrabat pindah ke Kayserispor Turki.<br />
<br />
Liga Spanyol<br />
Ruud Voll, yakin Boaz bisa menguntungkan VVV secara prestasi maupun secara kenaikan harganya. "Sekarang tinggal menunggu pihak VVV saja. Kalau tertarik maka Boaz bisa langsung datang dan melakukan test," ungkapnya kepada Radio Nederland seraya mengimbuhkan "Saya tidak heran kalau Boaz bisa loncat dari Venlo ke Ajax Amsterdam atau bahkan ke liga Spanyol."<br />
<br />
Boaz bisa menjadi pemain pertama kelahiran Indonesia yang melakoni liga tertinggi Belanda. "Boaz adalah striker terbaik Indonesia saat ini. Kalau dia bisa membobol gawang Uruguay, maka dia juga bisa menembus jala Ajax," ungkap Voll yakin.<br />
<br />
Apa boleh buat Boaz, kalau di negeri sendiri kwalitasmu dinilai tidak memadai untuk timnas, lebih baik mencari pengakuan di luar saja.<br />
<br />
Source : Ranesi NL]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Siapa Minangkabau FC]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Siapa-Minangkabau-FC</link>
			<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 01:21:25 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Siapa-Minangkabau-FC</guid>
			<description><![CDATA[PadangKini.com <br />
PADANG--Warga Sumatera Barat dan ‘urang awak' penggila sepakbola boleh menambah kesebelasan kebanggaan selain Semen Padang yang berlaga di LSI (Liga Super Indonesia).<br />
<br />
Kini ada kesebelasan baru, Minangkabau FC yang mulai berlaga di LPI (Liga Primer Indonesia). Meski penampilan perdana Minangkabau FC kalah 0-2 oleh Medan Chief di Studion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Sabtu (15/1/2011), Minangkabau FC yang masih baru ini butuh dorongan semangat masyarakat Sumatera Barat dan perantau.<br />
<br />
Siapa pengelola Minangkabau FC? Dari mana dana mereka? Dari mana pemain mereka? Dan apakah ada hubungan dengan ‘kabau sirah' Semen Padang?<br />
<br />
"Ini klub baru, tidak ada hubungan dengan Semen Padang, dan sebagian besar pemain bekas pemain PSP Padang," kata Joni Effendi, Direktur Operasional Minangkabau FC, Jumat (14/1/2011).<br />
<br />
Beda dengan PSP (Peserikatan Sepakbola Padang) yang didanai dari uang rakyat APBD Kota Padang, Minangkabau FC murni klub bisnis, seperti kesebelasan lainnya yang berlaga di LPI. Suntikan dana Rp2,8 miliar dari LPI menjadi pemicu klub baru ini.<br />
<br />
Keselasan yang baru dibentuk sebulan lalu, dikelola PT Padang Minang Sportindo. Joni yang sebelumnya pelatih PSP ikut bergabung menjadi Direktur Operasional.<br />
<br />
"Saya mau karena ingin ada perubahan agar pemain bola bisa hidup dari profesinya, selama ini di PSP Padang dananya dari APBD Kota Padang, dan dananya juga sangat kecil, lebih baik tidak bergantung pada pemerintah," katanya.<br />
<br />
Untuk sementara para pemain ‘bermarkas'di sebuah hotel di Padang dan juga sedang dicari rumah kontrakan untuk pemain dari luar daerah.<br />
<br />
Tak hanya pemain baru sebagian besar bekas pemain PSP, Minangkabau FC yang dilatih pelatih asal Portugal, Divaldo Alves, juga diperkuat 3 pemain asing: Orlando Melo Junior akrab disapa Juninho (Brasil), Kuabica Sebastiao Bondo (Angola), dan pemain nasional Angola, Mourito.<br />
<br />
Menurut Joni, saat ini pengelola Minangkabau FC sedang mengurus izin laga kandang di Studion Haji Agussalim Padang pada Minggu, 23 Januari nanti. Lawan yang akan dijamu Jakarta 1928 FC.<br />
<br />
 "Saya harap semua izin lancar, karena Kapolri juga sudah memberi izin, secara prinsip Wali Kota Padang juga sudah setuju, karena ini kan tidak merugikan siapa-siapa, tidak Semen Padang ataupun PSP Padang, bahkan ini bisa untuk menggairahkan dunia sepakbola di Padang, masyarakat yang terkena gempa butuh hiburan, ini akan meramaikan Padang," katanya.<br />
<br />
Meski sudah tanding perdana Sabtu lalu, Minangkabau FC tetap akan melounching pemain. Acara agak terlambat, karena skuad Minangkabau FC perlu disiapkan buru-buru menghadapi Medan Chief, padahal baru terbentuk dan hanya sedikit waktu untuk latihan.<br />
<br />
Hal lain yang belum terbentuk adalah supporter khusus Minangkabau FC. Pembenahan sambil jalan untuk sebuah kemajuan.<br />
<br />
Kita tunggu gebrakan Minangkabau FC di arena LPI!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[PadangKini.com <br />
PADANG--Warga Sumatera Barat dan ‘urang awak' penggila sepakbola boleh menambah kesebelasan kebanggaan selain Semen Padang yang berlaga di LSI (Liga Super Indonesia).<br />
<br />
Kini ada kesebelasan baru, Minangkabau FC yang mulai berlaga di LPI (Liga Primer Indonesia). Meski penampilan perdana Minangkabau FC kalah 0-2 oleh Medan Chief di Studion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Sabtu (15/1/2011), Minangkabau FC yang masih baru ini butuh dorongan semangat masyarakat Sumatera Barat dan perantau.<br />
<br />
Siapa pengelola Minangkabau FC? Dari mana dana mereka? Dari mana pemain mereka? Dan apakah ada hubungan dengan ‘kabau sirah' Semen Padang?<br />
<br />
"Ini klub baru, tidak ada hubungan dengan Semen Padang, dan sebagian besar pemain bekas pemain PSP Padang," kata Joni Effendi, Direktur Operasional Minangkabau FC, Jumat (14/1/2011).<br />
<br />
Beda dengan PSP (Peserikatan Sepakbola Padang) yang didanai dari uang rakyat APBD Kota Padang, Minangkabau FC murni klub bisnis, seperti kesebelasan lainnya yang berlaga di LPI. Suntikan dana Rp2,8 miliar dari LPI menjadi pemicu klub baru ini.<br />
<br />
Keselasan yang baru dibentuk sebulan lalu, dikelola PT Padang Minang Sportindo. Joni yang sebelumnya pelatih PSP ikut bergabung menjadi Direktur Operasional.<br />
<br />
"Saya mau karena ingin ada perubahan agar pemain bola bisa hidup dari profesinya, selama ini di PSP Padang dananya dari APBD Kota Padang, dan dananya juga sangat kecil, lebih baik tidak bergantung pada pemerintah," katanya.<br />
<br />
Untuk sementara para pemain ‘bermarkas'di sebuah hotel di Padang dan juga sedang dicari rumah kontrakan untuk pemain dari luar daerah.<br />
<br />
Tak hanya pemain baru sebagian besar bekas pemain PSP, Minangkabau FC yang dilatih pelatih asal Portugal, Divaldo Alves, juga diperkuat 3 pemain asing: Orlando Melo Junior akrab disapa Juninho (Brasil), Kuabica Sebastiao Bondo (Angola), dan pemain nasional Angola, Mourito.<br />
<br />
Menurut Joni, saat ini pengelola Minangkabau FC sedang mengurus izin laga kandang di Studion Haji Agussalim Padang pada Minggu, 23 Januari nanti. Lawan yang akan dijamu Jakarta 1928 FC.<br />
<br />
 "Saya harap semua izin lancar, karena Kapolri juga sudah memberi izin, secara prinsip Wali Kota Padang juga sudah setuju, karena ini kan tidak merugikan siapa-siapa, tidak Semen Padang ataupun PSP Padang, bahkan ini bisa untuk menggairahkan dunia sepakbola di Padang, masyarakat yang terkena gempa butuh hiburan, ini akan meramaikan Padang," katanya.<br />
<br />
Meski sudah tanding perdana Sabtu lalu, Minangkabau FC tetap akan melounching pemain. Acara agak terlambat, karena skuad Minangkabau FC perlu disiapkan buru-buru menghadapi Medan Chief, padahal baru terbentuk dan hanya sedikit waktu untuk latihan.<br />
<br />
Hal lain yang belum terbentuk adalah supporter khusus Minangkabau FC. Pembenahan sambil jalan untuk sebuah kemajuan.<br />
<br />
Kita tunggu gebrakan Minangkabau FC di arena LPI!]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Antara PSSI dan LPI]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Antara-PSSI-dan-LPI</link>
			<pubDate>Sat, 15 Jan 2011 02:41:52 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Antara-PSSI-dan-LPI</guid>
			<description><![CDATA[Di tengah kecintaan publik terhadap timnas sepakbola Indonesia, pasca tampil memikat di Piala AFF lalu, ternyata tak menghentikan carut marut sepakbola Indonesia. Hal paling menyolok adalah perseteruan antara federasi resmi yang diakui FIFA, yaitu PSSI dengan Liga Primer Indonesia (LPI).<br />
PSSI tetap tegas tidak mengakui keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI), yang disebutnya sebagai kompetisi ilegal. Sebab, PSSI punya alasan, sesuai dengan aturan FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) melarang ada dua liga profesional dalam sebuah federasi.<br />
PSSI yang dikomando Nurdin Halid, serta tangan kanannya, Nugraha Besoes, berkali-kali menegaskan di media massa bahwa LPI adalah organisasi yang tidak diakui, tidak dikenal, dan tidak bisa diterima. Kata mereka, tidak boleh ada dua liga profesional dalam sebuah federasi.<br />
Mereka juga mempertanyakan sikap LPI yang menyebut diri mereka sebagai Liga profesional. Kata-kata profesional itulah yang membuat petinggi PSSI itu meradang. sebab, liga profesional harus mendapatkan pengakuan dari AFC.<br />
Mereka mencontohkan liga "milik" PSSI" yaitu Indonesia Super League (ISL) dikelola oleh PT Liga Indonesia yang memiliki badan hukum. ISL diakui oleh PSSI dan AFC. Konfederasi kemudian menentukan status profesional.<br />
Lebih tajam lagi, PSSI menyindir LPI bentukan pengusaha Arifin Panigoro itu yang menyebut kompetisi LPI sebagai iven profesional. Bagaimana mungkin profesional jika klubnya saja berasal dari antah-berantah. Profesional itu ada aturan mainnya yang jelas dan pasti.<br />
Namun demikian, PSSI tetap akan membiarkan LPI berjalan, karena PSSI tidak memiliki otoritas untuk melarang bergulirnya kompetisi tandingan yang mereka sebut hanya sebagai kompetisi hiburan belaka.<br />
PSSI mempersilahkan LPI menghibur masyarakat, tapi tidak mengakuinya. Karena PSSI mengaku komitmen dengan tugas mereka mengurusi pembinaan sepakbola usia muda, kompetisi, dan timnas. PSSI sendiri sudah menyatakan akan memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang selama ini berada di bawah wadah PSSI, kini terlibat pula mengurusi LPI.<br />
Sanksi tersebut akan dijatuhkan kepada pelatih, agen, wasit, pemain, dan pengurus. Lisensi kepelatihan, agen, dan wasit akan dicabut. Sedangkan, wasit bakal dicabut sertifikasi. Sementara hukuman bagi pemain dan pengurus akan ditetapkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.<br />
Terlepas dari sikap PSSI tersebut, kita tak tahu ada apa di balik kemunculan LPI ini. Semuanya masih serba misteri, karena ada yang menduga tak hanya bermuatan sepakbola belaka. Kita tak perlu menebak-nebak, atau merasa marah karena sepakbola dijadikan ajang kepentingan lain, yang merusak sepakbola itu sebagai sesuatu yang universal.<br />
Namun demikian, jika niat LPI memang ingin membantu memajukan sepakbola Indonesia, karena melihat tak ada kemajuan yang jelas selama di tangan PSSI, seharusnya itu perlu didukung. Hanya saja LPI ini memainkan cara yang tak elegan, bagaimanapun sisi hukum dan peraturan juga harus jadi perhatian, jika ingin memajukan sepakbola.<br />
Apa jadinya jika LPI susah-susah menggelar kompetisi yang sehat dan menelorkan pemain bagus, tapi setelah itu tindak lanjutnya tidak ada, karena mereka tak diakui konfederasi di atas mereka seperti AFC atau FIFA.<br />
<br />
(singgalang)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Di tengah kecintaan publik terhadap timnas sepakbola Indonesia, pasca tampil memikat di Piala AFF lalu, ternyata tak menghentikan carut marut sepakbola Indonesia. Hal paling menyolok adalah perseteruan antara federasi resmi yang diakui FIFA, yaitu PSSI dengan Liga Primer Indonesia (LPI).<br />
PSSI tetap tegas tidak mengakui keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI), yang disebutnya sebagai kompetisi ilegal. Sebab, PSSI punya alasan, sesuai dengan aturan FIFA dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) melarang ada dua liga profesional dalam sebuah federasi.<br />
PSSI yang dikomando Nurdin Halid, serta tangan kanannya, Nugraha Besoes, berkali-kali menegaskan di media massa bahwa LPI adalah organisasi yang tidak diakui, tidak dikenal, dan tidak bisa diterima. Kata mereka, tidak boleh ada dua liga profesional dalam sebuah federasi.<br />
Mereka juga mempertanyakan sikap LPI yang menyebut diri mereka sebagai Liga profesional. Kata-kata profesional itulah yang membuat petinggi PSSI itu meradang. sebab, liga profesional harus mendapatkan pengakuan dari AFC.<br />
Mereka mencontohkan liga "milik" PSSI" yaitu Indonesia Super League (ISL) dikelola oleh PT Liga Indonesia yang memiliki badan hukum. ISL diakui oleh PSSI dan AFC. Konfederasi kemudian menentukan status profesional.<br />
Lebih tajam lagi, PSSI menyindir LPI bentukan pengusaha Arifin Panigoro itu yang menyebut kompetisi LPI sebagai iven profesional. Bagaimana mungkin profesional jika klubnya saja berasal dari antah-berantah. Profesional itu ada aturan mainnya yang jelas dan pasti.<br />
Namun demikian, PSSI tetap akan membiarkan LPI berjalan, karena PSSI tidak memiliki otoritas untuk melarang bergulirnya kompetisi tandingan yang mereka sebut hanya sebagai kompetisi hiburan belaka.<br />
PSSI mempersilahkan LPI menghibur masyarakat, tapi tidak mengakuinya. Karena PSSI mengaku komitmen dengan tugas mereka mengurusi pembinaan sepakbola usia muda, kompetisi, dan timnas. PSSI sendiri sudah menyatakan akan memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang selama ini berada di bawah wadah PSSI, kini terlibat pula mengurusi LPI.<br />
Sanksi tersebut akan dijatuhkan kepada pelatih, agen, wasit, pemain, dan pengurus. Lisensi kepelatihan, agen, dan wasit akan dicabut. Sedangkan, wasit bakal dicabut sertifikasi. Sementara hukuman bagi pemain dan pengurus akan ditetapkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.<br />
Terlepas dari sikap PSSI tersebut, kita tak tahu ada apa di balik kemunculan LPI ini. Semuanya masih serba misteri, karena ada yang menduga tak hanya bermuatan sepakbola belaka. Kita tak perlu menebak-nebak, atau merasa marah karena sepakbola dijadikan ajang kepentingan lain, yang merusak sepakbola itu sebagai sesuatu yang universal.<br />
Namun demikian, jika niat LPI memang ingin membantu memajukan sepakbola Indonesia, karena melihat tak ada kemajuan yang jelas selama di tangan PSSI, seharusnya itu perlu didukung. Hanya saja LPI ini memainkan cara yang tak elegan, bagaimanapun sisi hukum dan peraturan juga harus jadi perhatian, jika ingin memajukan sepakbola.<br />
Apa jadinya jika LPI susah-susah menggelar kompetisi yang sehat dan menelorkan pemain bagus, tapi setelah itu tindak lanjutnya tidak ada, karena mereka tak diakui konfederasi di atas mereka seperti AFC atau FIFA.<br />
<br />
(singgalang)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Giovanni van Bronckhorst Ingin Pulang ke Indonesia]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Giovanni-van-Bronckhorst-Ingin-Pulang-ke-Indonesia</link>
			<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 15:24:44 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Giovanni-van-Bronckhorst-Ingin-Pulang-ke-Indonesia</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://www.galsh.com/albums/userpics/10067/Giovanni_van_Bronckhorst.jpg" border="0" alt="[Image: Giovanni_van_Bronckhorst.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Giovanni van Bronckhorst<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pegiat sepakbola keturunan Maluku di Belanda, ingin memajukan tanah leluhur. Setelah legendaris, Simon Tahamata ke Maluku akhir tahun lalu, Giovanni van Bronckhorst minat juga. </span><br />
<br />
November 2010 lalu Simon Tahamata ke Maluku dalam program pengembangan sepakbola di Maluku. Program pendidikan sepakbola usia dini ini digulir sejak 2008 atas kerjasama Indonesia dan Belanda.<br />
<br />
Sepakbola diharapkan bisa meringankan trauma akibat bentrok sektarian beberapa tahun silam. Di Ambon Tahamata memberi pelatihan pada bakat muda selama sepekan, ia menengarai beberapa Mutiara dari Timur. Wahyudi, bocah 8 tahun dinilai punya potensi jadi bintang sekaliber Lionel Messi. "Asal mau berlatih keras."ungkap Tahamata.<br />
<br />
Berbekal pengalaman segudang baik sebagai pemain maupun pelatih, Tahamata bisa mengangkat Sepakbola Maluku khususnya dan Indonesia ke jenjang lebih tinggi. Di tengah kesibukannya sebagai pelatih junior klub Arab Saudi, Al Ahli Soccer Academy dia ingat Maluku dan ingin berkontribusi untuk sepakbola Indonesia.<br />
<br />
Gio untuk Indonesia<br />
Langkah Simon Tahamata ini menulari rekan-rekan muda lainnya di Belanda. Legendaris sepakbola Belanda keturunan Maluku, Giovanni van Bronckhorst juga mengatakan ingin berkontribusi untuk sepakbola Indonesia. <br />
Dalam wawancara dengan Radio Nederland, Gio menyatakan siap berkontribusi untuk Indonesia. Radio Nederland menemui Giovanni pada laga persahabatan Tim Pensiunan Oranje lawan klub lokal Koninklijk HFC Haarlem.  Sekitar 3000  pasang mata dijamu laga menarik yang dinominasi para mantan timnas Belanda. Giovanni dkk, seperti sudah diduga memenangi pertandingan 4-0. <br />
<br />
Tetap Populer <br />
Banyak fans ingin berfoto atau mendapatkan tanda tangan Gio. Bahkan sesudah pertandingan pun puluhan fans dan awak media masih berdesakan di luar ruang ganti pakaian, menunggu Giovanni selesai mandi.<br />
<br />
Penantian Setengah jam di kedinginan luar, berbuah perbincangan Radio Nederland dengan mantan kapten kesebelasan nasional Oranje yang tampil cemerlang di Afrika Selatan itu. Dia gembira bisa merumput lagi bersama mantan rekan di timnas Belanda dulu.<br />
<br />
"Senang bisa gabung dengan kawan-kawan yang dulu satu timnas. Ini laga kedua sejak pensiun pasca final Piala Duni 2010. Beberapa pekan sebelumnya saya juga ikut main di laga amal bersama Zenedine Zidane dan Ronaldo," 13 Desember 2010 untuk korban gempa Haiti.<br />
<br />
Source : Ranesi NL  -  Wawancara dengan Giovanni van Bronckhorst]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://www.galsh.com/albums/userpics/10067/Giovanni_van_Bronckhorst.jpg" border="0" alt="[Image: Giovanni_van_Bronckhorst.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Giovanni van Bronckhorst<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">Pegiat sepakbola keturunan Maluku di Belanda, ingin memajukan tanah leluhur. Setelah legendaris, Simon Tahamata ke Maluku akhir tahun lalu, Giovanni van Bronckhorst minat juga. </span><br />
<br />
November 2010 lalu Simon Tahamata ke Maluku dalam program pengembangan sepakbola di Maluku. Program pendidikan sepakbola usia dini ini digulir sejak 2008 atas kerjasama Indonesia dan Belanda.<br />
<br />
Sepakbola diharapkan bisa meringankan trauma akibat bentrok sektarian beberapa tahun silam. Di Ambon Tahamata memberi pelatihan pada bakat muda selama sepekan, ia menengarai beberapa Mutiara dari Timur. Wahyudi, bocah 8 tahun dinilai punya potensi jadi bintang sekaliber Lionel Messi. "Asal mau berlatih keras."ungkap Tahamata.<br />
<br />
Berbekal pengalaman segudang baik sebagai pemain maupun pelatih, Tahamata bisa mengangkat Sepakbola Maluku khususnya dan Indonesia ke jenjang lebih tinggi. Di tengah kesibukannya sebagai pelatih junior klub Arab Saudi, Al Ahli Soccer Academy dia ingat Maluku dan ingin berkontribusi untuk sepakbola Indonesia.<br />
<br />
Gio untuk Indonesia<br />
Langkah Simon Tahamata ini menulari rekan-rekan muda lainnya di Belanda. Legendaris sepakbola Belanda keturunan Maluku, Giovanni van Bronckhorst juga mengatakan ingin berkontribusi untuk sepakbola Indonesia. <br />
Dalam wawancara dengan Radio Nederland, Gio menyatakan siap berkontribusi untuk Indonesia. Radio Nederland menemui Giovanni pada laga persahabatan Tim Pensiunan Oranje lawan klub lokal Koninklijk HFC Haarlem.  Sekitar 3000  pasang mata dijamu laga menarik yang dinominasi para mantan timnas Belanda. Giovanni dkk, seperti sudah diduga memenangi pertandingan 4-0. <br />
<br />
Tetap Populer <br />
Banyak fans ingin berfoto atau mendapatkan tanda tangan Gio. Bahkan sesudah pertandingan pun puluhan fans dan awak media masih berdesakan di luar ruang ganti pakaian, menunggu Giovanni selesai mandi.<br />
<br />
Penantian Setengah jam di kedinginan luar, berbuah perbincangan Radio Nederland dengan mantan kapten kesebelasan nasional Oranje yang tampil cemerlang di Afrika Selatan itu. Dia gembira bisa merumput lagi bersama mantan rekan di timnas Belanda dulu.<br />
<br />
"Senang bisa gabung dengan kawan-kawan yang dulu satu timnas. Ini laga kedua sejak pensiun pasca final Piala Duni 2010. Beberapa pekan sebelumnya saya juga ikut main di laga amal bersama Zenedine Zidane dan Ronaldo," 13 Desember 2010 untuk korban gempa Haiti.<br />
<br />
Source : Ranesi NL  -  Wawancara dengan Giovanni van Bronckhorst]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[TELEVISI : Menanti Siaran World Cup Berteknologi FTV]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-TELEVISI-Menanti-Siaran-World-Cup-Berteknologi-FTV</link>
			<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 13:37:21 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-TELEVISI-Menanti-Siaran-World-Cup-Berteknologi-FTV</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">Penggemar bola bisa melihat gerakan pemain bola dari samping, depan, belakang. 360 derajat horisontal. <br />
-- Masayuki Tanimoto </span><br />
<img src="http://i52.tinypic.com/2qs0abl.jpg" border="0" alt="[Image: 2qs0abl.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi Free-viewpoint Television (FTV) adalah kelanjutan dari teknologi citra 3 Dimensi (3D). Lewat teknologi ini penonton tak hanya bisa menikmati citra yang begitu natural, tetapi juga bisa memilih dari sisi manakah citra akan dilihat. Seberapa hebat FTV mampu merepresentasikan citra?<br />
<br />
Masayuki Tanimoto, profesor asal Nagoya University, Jepang, yang mengembangkan teknologi ini berambisi menunjukkan kemampuan FTV dalam merekam siaran olah raga bergengsi, World Cup.<br />
<br />
"Untuk merekamnya, saya akan memasang 400 kamera di sekeliling stadion. Semuanya akan merekam gerakan pemain bola dari berbagai sudut pandang," ungkap Tanimoto saat presentasi tentang teknologi FTV pada International Workshop on Digital Imaging (IWAIT) 2011, Sabtu (8/1/2011).<br />
<br />
Dengan semuanya itu, lanjut dia, menyaksikan laga piala dunia di layar kaca akan menjadi berbeda.<br />
<br />
"Penggemar bola bisa melihat gerakan pemain bola dari samping, depan, belakang. 360 derajat horisontal," ujarnya.<br />
<br />
Menurutnya, siaran ini akan mampu memberikan gambaran pada masyarakat tentang kehebatan FTV. Ia menambahkan, penggunaan FTV akan menjadi terobosan dalam program olah raga di televisi karena siaran olah raga akan menjadi lebih interaktif.<br />
<br />
"Tidak perlu replay untuk mengulang momen tertentu sebab penonton diberi kebebasan memilih sudut pandang dalam melihat," kata Tanimoto.<br />
<br />
Soal dana untuk mengaplikasikan teknologi ini, Tanimoto mengakui sangat besar. FTV merupakan proyek besar.<br />
<br />
"Kita harus mengadakan sekian banyak kamera. Selain itu juga mengharuskan proses pengolahan data yang bagus," kata Tanimoto.<br />
<br />
Karenanya, pihak pemerintah dan industri perlu diajak bekerjasama.<br />
<br />
Lalu, kapan siaran World Cup seperti ini bisa dinikmati?<br />
<br />
"Semula kami ingin mewujudkannya di World Cup 2022 di Jepang. Sayangnya, pada tahun tersebut World Cup telah diputuskan akan digelar di Qatar sehingga kami belum bisa melakukannya," jawabnya.<br />
<br />
Tapi, Tanimoto mengaku tak putus asa. Sementara ini, ia akan melakukannya di beberapa cabanga olah raga lain.<br />
<br />
"Kami mulai dulu dengan sumo atau cabang olah raga lain. Sumo berlangsung di area yang sempit sehingga melakukannya juga akan lebih mudah dan murah," katanya.<br />
<br />
Untuk ajang World Cup, kita masih harus bersabar menanti saja. Mungkin, perwujudan teknologi ini akan jadi kejutan jika World Cup kelak diadakan di Jepang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">Penggemar bola bisa melihat gerakan pemain bola dari samping, depan, belakang. 360 derajat horisontal. <br />
-- Masayuki Tanimoto </span><br />
<img src="http://i52.tinypic.com/2qs0abl.jpg" border="0" alt="[Image: 2qs0abl.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi Free-viewpoint Television (FTV) adalah kelanjutan dari teknologi citra 3 Dimensi (3D). Lewat teknologi ini penonton tak hanya bisa menikmati citra yang begitu natural, tetapi juga bisa memilih dari sisi manakah citra akan dilihat. Seberapa hebat FTV mampu merepresentasikan citra?<br />
<br />
Masayuki Tanimoto, profesor asal Nagoya University, Jepang, yang mengembangkan teknologi ini berambisi menunjukkan kemampuan FTV dalam merekam siaran olah raga bergengsi, World Cup.<br />
<br />
"Untuk merekamnya, saya akan memasang 400 kamera di sekeliling stadion. Semuanya akan merekam gerakan pemain bola dari berbagai sudut pandang," ungkap Tanimoto saat presentasi tentang teknologi FTV pada International Workshop on Digital Imaging (IWAIT) 2011, Sabtu (8/1/2011).<br />
<br />
Dengan semuanya itu, lanjut dia, menyaksikan laga piala dunia di layar kaca akan menjadi berbeda.<br />
<br />
"Penggemar bola bisa melihat gerakan pemain bola dari samping, depan, belakang. 360 derajat horisontal," ujarnya.<br />
<br />
Menurutnya, siaran ini akan mampu memberikan gambaran pada masyarakat tentang kehebatan FTV. Ia menambahkan, penggunaan FTV akan menjadi terobosan dalam program olah raga di televisi karena siaran olah raga akan menjadi lebih interaktif.<br />
<br />
"Tidak perlu replay untuk mengulang momen tertentu sebab penonton diberi kebebasan memilih sudut pandang dalam melihat," kata Tanimoto.<br />
<br />
Soal dana untuk mengaplikasikan teknologi ini, Tanimoto mengakui sangat besar. FTV merupakan proyek besar.<br />
<br />
"Kita harus mengadakan sekian banyak kamera. Selain itu juga mengharuskan proses pengolahan data yang bagus," kata Tanimoto.<br />
<br />
Karenanya, pihak pemerintah dan industri perlu diajak bekerjasama.<br />
<br />
Lalu, kapan siaran World Cup seperti ini bisa dinikmati?<br />
<br />
"Semula kami ingin mewujudkannya di World Cup 2022 di Jepang. Sayangnya, pada tahun tersebut World Cup telah diputuskan akan digelar di Qatar sehingga kami belum bisa melakukannya," jawabnya.<br />
<br />
Tapi, Tanimoto mengaku tak putus asa. Sementara ini, ia akan melakukannya di beberapa cabanga olah raga lain.<br />
<br />
"Kami mulai dulu dengan sumo atau cabang olah raga lain. Sumo berlangsung di area yang sempit sehingga melakukannya juga akan lebih mudah dan murah," katanya.<br />
<br />
Untuk ajang World Cup, kita masih harus bersabar menanti saja. Mungkin, perwujudan teknologi ini akan jadi kejutan jika World Cup kelak diadakan di Jepang.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Alfred Riedl Layak Dipertahankan]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Alfred-Riedl-Layak-Dipertahankan</link>
			<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 16:20:51 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Alfred-Riedl-Layak-Dipertahankan</guid>
			<description><![CDATA[Makassar (ANTARA)- Pelatih timnas Alfred Riedl dinilai masih layak dipertahankan meski gagal membawa Indonesia menjuarai Piala AFF 2010.<br />
<br />
Pengamat Sepak bola Sulsel Yopie Lumoindong di Makassar, Kamis, mengatakan Alfred memiliki kemampuan dalam meracik strategi yang sangat baik. Mantan pelatih Vietnam itu juga merupakan sosok pelatih yang punya karakter dalam membentuk tim yang lebih padu.<br />
<br />
"Selain kemampuannya dalam memotivasi pemain, Alfred juga memiliki karakter dalam membentuk sebuah tim yang lebih terorganisir. Saya kira tidak salah jika memberikan kepercayaan lebih kepadanya," katanya.<br />
<br />
Alasan lain sehingga Alfred layak dipertahankan menurut Yopie, tak lepas dari kejeniusannya dalam menentukan pemain. Maklum, dari seluruh pemain timnas yang berlaga di turnamen yang sebelumnya bernama Piala Tiger itu, pada umumnya merupakan pemain baru.<br />
<br />
Namun dengan kecerdasannya membuat penampilan pemain timnas yang sebagian besar pemain baru tetap menyakinkan. Kenyataan itu bisa menjadi kredit poin untuk kembali memberikan kepercayaan menangani Firman Utina dkk.<br />
<br />
"Zulkifli misalnya, ia sebelumnya hanya pemain yang membela tim Arema, namun karena penampilannya yang baik membuatnya lebih dikenal. Itu tentu tak lepas dari sosok Alfred sebagai pelatih," jelasnya.<br />
<br />
Mantan Direktur Teknik PSM itu bahkan mengaku jika Alfred bukan hanya layak mengarsiteki timnas senior, melainkan beberapa timnas junior seperti U-21 dan U-23.<br />
<br />
"Ferguson (Alex) juga pernah menangani tim lebih dari satu hingga bukan hal aneh jika kemudian dipercaya juga menangani timnas junior. Saya kira upaya seperti itu akan mendatangkan prestasi bagi Indonesia ke depan," ujarnya.<br />
<br />
Mengenai kegagalan timnas menjuarai Piala AFF juga dinilai bukan karena kualitas permainan yang buruk. Hasil itu tak lepas dari konsentrasi yang sempat hilang hingga kebobolan tiga gol ketika berlaga di leg pertama.<br />
<br />
"Kegagalan timnas karena konsentrasi pemain di leg pertama yang sempat hilang. Artinya tidak ada yang salah dengan strategi pelatih," jelasnya.<br />
<br />
sumber : ANTARA]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Makassar (ANTARA)- Pelatih timnas Alfred Riedl dinilai masih layak dipertahankan meski gagal membawa Indonesia menjuarai Piala AFF 2010.<br />
<br />
Pengamat Sepak bola Sulsel Yopie Lumoindong di Makassar, Kamis, mengatakan Alfred memiliki kemampuan dalam meracik strategi yang sangat baik. Mantan pelatih Vietnam itu juga merupakan sosok pelatih yang punya karakter dalam membentuk tim yang lebih padu.<br />
<br />
"Selain kemampuannya dalam memotivasi pemain, Alfred juga memiliki karakter dalam membentuk sebuah tim yang lebih terorganisir. Saya kira tidak salah jika memberikan kepercayaan lebih kepadanya," katanya.<br />
<br />
Alasan lain sehingga Alfred layak dipertahankan menurut Yopie, tak lepas dari kejeniusannya dalam menentukan pemain. Maklum, dari seluruh pemain timnas yang berlaga di turnamen yang sebelumnya bernama Piala Tiger itu, pada umumnya merupakan pemain baru.<br />
<br />
Namun dengan kecerdasannya membuat penampilan pemain timnas yang sebagian besar pemain baru tetap menyakinkan. Kenyataan itu bisa menjadi kredit poin untuk kembali memberikan kepercayaan menangani Firman Utina dkk.<br />
<br />
"Zulkifli misalnya, ia sebelumnya hanya pemain yang membela tim Arema, namun karena penampilannya yang baik membuatnya lebih dikenal. Itu tentu tak lepas dari sosok Alfred sebagai pelatih," jelasnya.<br />
<br />
Mantan Direktur Teknik PSM itu bahkan mengaku jika Alfred bukan hanya layak mengarsiteki timnas senior, melainkan beberapa timnas junior seperti U-21 dan U-23.<br />
<br />
"Ferguson (Alex) juga pernah menangani tim lebih dari satu hingga bukan hal aneh jika kemudian dipercaya juga menangani timnas junior. Saya kira upaya seperti itu akan mendatangkan prestasi bagi Indonesia ke depan," ujarnya.<br />
<br />
Mengenai kegagalan timnas menjuarai Piala AFF juga dinilai bukan karena kualitas permainan yang buruk. Hasil itu tak lepas dari konsentrasi yang sempat hilang hingga kebobolan tiga gol ketika berlaga di leg pertama.<br />
<br />
"Kegagalan timnas karena konsentrasi pemain di leg pertama yang sempat hilang. Artinya tidak ada yang salah dengan strategi pelatih," jelasnya.<br />
<br />
sumber : ANTARA]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Manajer Persema Nilai Nurdin Tidak Profesional]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Manajer-Persema-Nilai-Nurdin-Tidak-Profesional</link>
			<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 16:19:47 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Manajer-Persema-Nilai-Nurdin-Tidak-Profesional</guid>
			<description><![CDATA[Malang (ANTARA) - Manajer Persema Malang, Asmuri, menilai kepengurusan PSSI yang dipimpin Ketua Umum Nurdin Halid, tidak bekerja secara profesional, dan gagal melakukan pembinaan sepak bola di Tanah Air.<br />
<br />
Asmuri menilai, selama dua periode PSSI yang dipimpin Nurdin, tidak memiliki prestasi cemerlang yang bisa dibanggakan.<br />
<br />
Ia mencontohkan kompetisi (U-16), (U-19), (U-21) dan (U-23) yang tidak memiliki arah yang jelas, sehingga pola pembinaan terlihat tidak tertata dan tidak pernah menghasilkan pemain nasional yang handal.<br />
<br />
"Dalam kompetisi tersebut, arahnya sudah tidak jelas dan mau dibawa kemana," kata Asmuri ketika ditanya mengenai prestasi PSSI dalam dua tahun terakhir, Kamis.<br />
<br />
Ia menjelaskan, di negara yang sepak bolanya maju justru mengutamakan pembinaan pemain usia dini, namun dalam PSSI kepemimpinan Nurdin tidak bisa menjalankan program secara maksimal.<br />
<br />
Asmuri memberi contoh lain, yakni pelaksanaan Liga Super Indonesia (LSI) yang dinilai tidak profesional. Hal ini dibuktikan dengan saat Persema bertanding, dan terbukti, perangkat pertandingan tidak menjalankan kerja secara maksimal. "Selain itu, isu suap untuk memenangkan pertandingan juga banyak dibicarakan orang, " katanya.<br />
<br />
Dikatakannya, dalam pertandingan LSI, setiap penyelenggara atau tuan rumah selalu memberikan fasilitas dan uang saku kepada wasit dan hakim garis, sehingga tidak bisa bertindak adil saat mempimpin pertandingan.<br />
<br />
"Kecenderungan dalam laga LSI selama ini, wasit selalu berpihak kepada tuan rumah, dan tuan rumah bisa berpesan agar diberi tendangan penalti dan lain-lain," katanya.<br />
<br />
Sementara terkait desakan mundur dari sejumlah kalangan terhadap Nurdin, Asmuri menganggap, hal itu wajar demi kemajuan sepak bola di tanah air.<br />
<br />
"Jika Nurdin bersikap tak bersedia mundur, juga harus dihormati. Nurdin bisa dipaksa mundur sesuai mekanisme organisasi melalui Kongres PSSI yang tak lama lagi," katanya.<br />
<br />
sumber : ANTARA]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Malang (ANTARA) - Manajer Persema Malang, Asmuri, menilai kepengurusan PSSI yang dipimpin Ketua Umum Nurdin Halid, tidak bekerja secara profesional, dan gagal melakukan pembinaan sepak bola di Tanah Air.<br />
<br />
Asmuri menilai, selama dua periode PSSI yang dipimpin Nurdin, tidak memiliki prestasi cemerlang yang bisa dibanggakan.<br />
<br />
Ia mencontohkan kompetisi (U-16), (U-19), (U-21) dan (U-23) yang tidak memiliki arah yang jelas, sehingga pola pembinaan terlihat tidak tertata dan tidak pernah menghasilkan pemain nasional yang handal.<br />
<br />
"Dalam kompetisi tersebut, arahnya sudah tidak jelas dan mau dibawa kemana," kata Asmuri ketika ditanya mengenai prestasi PSSI dalam dua tahun terakhir, Kamis.<br />
<br />
Ia menjelaskan, di negara yang sepak bolanya maju justru mengutamakan pembinaan pemain usia dini, namun dalam PSSI kepemimpinan Nurdin tidak bisa menjalankan program secara maksimal.<br />
<br />
Asmuri memberi contoh lain, yakni pelaksanaan Liga Super Indonesia (LSI) yang dinilai tidak profesional. Hal ini dibuktikan dengan saat Persema bertanding, dan terbukti, perangkat pertandingan tidak menjalankan kerja secara maksimal. "Selain itu, isu suap untuk memenangkan pertandingan juga banyak dibicarakan orang, " katanya.<br />
<br />
Dikatakannya, dalam pertandingan LSI, setiap penyelenggara atau tuan rumah selalu memberikan fasilitas dan uang saku kepada wasit dan hakim garis, sehingga tidak bisa bertindak adil saat mempimpin pertandingan.<br />
<br />
"Kecenderungan dalam laga LSI selama ini, wasit selalu berpihak kepada tuan rumah, dan tuan rumah bisa berpesan agar diberi tendangan penalti dan lain-lain," katanya.<br />
<br />
Sementara terkait desakan mundur dari sejumlah kalangan terhadap Nurdin, Asmuri menganggap, hal itu wajar demi kemajuan sepak bola di tanah air.<br />
<br />
"Jika Nurdin bersikap tak bersedia mundur, juga harus dihormati. Nurdin bisa dipaksa mundur sesuai mekanisme organisasi melalui Kongres PSSI yang tak lama lagi," katanya.<br />
<br />
sumber : ANTARA]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>