<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Minang Forum - Kampus]]></title>
		<link>http://www.minangforum.com/</link>
		<description><![CDATA[Minang Forum - http://www.minangforum.com]]></description>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 18:16:02 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[Lahirnya Era Humanoid-Minangkabautic]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Lahirnya-Era-Humanoid-Minangkabautic</link>
			<pubDate>Tue, 09 Oct 2012 06:15:22 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Lahirnya-Era-Humanoid-Minangkabautic</guid>
			<description><![CDATA[Pelestarian tradisi dalam bidang teknologi merupakan salah satu cara memperkenalkan kebudayaan sendiri ke masyarakat luas. Terlebih-lebih bila hal itu bersentuhan dengan dunia robot. Maka, kita akan tahu bahwa telah lahir era <span style="font-style: italic;">humanoid minangkabautic.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;">Si Midun</span> tampak gagah tegak dengan sebuah bola oranye di sisi kirinya. Ia berada di atas sebuah meja panjang bersama beberapa temannya dalam rangkaian kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Dies Natalis ke-25 Politeknik Negeri Padang (PNP).<br />
<br />
Kepalanya bertahtakan <span style="font-style: italic;">saluak</span> (penutup kepala khas Minangkabau). Setelah tiga kali ber-evolusi, jadilah ia sesosok KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) <span style="font-style: italic;">Humanoid Soccer</span>—robot yang mampu melakukan gerakan layaknya Lionel Messi meskipun dalam gerak yang terbatas. Ia mampu mencari bola, menggiring bola dan menendang bola ke gawang.<br />
<br />
Caranya mudah, Ari Mulya (21) hanya perlu meletakkannya di atas sebuah lapangan bola mini dan menyalakannya. Maka alat sensor berbentuk kamera di kepala <span style="font-style: italic;">Si Midun</span> akan merekam/mendeteksi benda dan warna yang ada di hadapannya, selanjutnya ia akan bergerak sesuai dengan program yang telah ditanam ke dalam tubuhnya.<br />
<br />
“Kami butuh tiga bulan untuk membuat robot ini,” tukas Ari Mulya, salah satu anggota tim robot cerdas dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotic PNP, Rabu (3/10) pagi.<br />
<br />
Selain <span style="font-style: italic;">Si Midun</span>, UKM Robotic PNP juga memiliki dua KRCI <span style="font-style: italic;">Humanoid Soccer</span> lainnya, dua robot seni (salah satunya <span style="font-style: italic;">Si Buyuang</span>), tiga robot pemadam api (di antaranya <span style="font-style: italic;">Datuak Maringgih 1.0</span> dan <span style="font-style: italic;">Datuak Maringgih 2.0</span>), robot yang mampu menulis atau <span style="font-style: italic;">Written Robot</span> dan robot tangan yang mampu memanipulasi gerakan tangan manusia bernama <span style="font-style: italic;">Arm Robot Manipulator</span>.<br />
<br />
Jangan remehkan <span style="font-style: italic;">Si Buyuang</span>, salah satu robot seni ini mampu menari seperti yang dilakukan Psy—yakni <span style="font-style: italic;">gangnam style</span>. Saat tubuhnya dinyalakan, kakinya yang tertekuk akan terbuka, kedua belah tangannya terentang dan segeralah ia akan mengikuti hentak tarian <span style="font-style: italic;">gangnam style</span>. Sebelum dirombak, <span style="font-style: italic;">Si Buyuang</span> juga dapat melakukan tarian India yang pernah dilakukan Briptu Norman. Manusia boleh mengikuti tren, tetapi robot juga tak mau ketinggalan <br />
ambil bagian.<br />
<br />
Robot-robot dari mahasiswa Universitas Negeri Padang juga turut serta meramaikan kegiatan PKM dan Dies Natalis ke-25 PNP yang digelar 1-5  Oktober mendatang. Mereka yang tergabung dalam tim Gaza memboyong <span style="font-style: italic;">Si Gagah</span> dan <span style="font-style: italic;">Si Papi</span>. Tidak seperti namanya, <span style="font-style: italic;">Si Gagah</span> ialah robot penari yang mampu melakukan gerak tari piring. Dengan pakaian adat lengkap ia diletakkan di antara teman-temannya yang lain, tepat di samping <span style="font-style: italic;">Si Papi</span>—robot anjing yang berperilaku layaknya seekor anjing.<br />
<br />
“Di sini kita bisa saling tukar pikiran dengan UKM Robotic tentang robot-robot mutakhir,” ungkap Ari (21) dari tim Gaza UNP. <br />
<br />
<br />
<a href="http://inioke.com/Berita/2375-Lahirnya-Era-Humanoid-Minangkabautic.html" rel="nofollow" target="_blank">http://inioke.com/Berita/2375-Lahirnya-E...autic.html</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Pelestarian tradisi dalam bidang teknologi merupakan salah satu cara memperkenalkan kebudayaan sendiri ke masyarakat luas. Terlebih-lebih bila hal itu bersentuhan dengan dunia robot. Maka, kita akan tahu bahwa telah lahir era <span style="font-style: italic;">humanoid minangkabautic.</span><br />
<br />
<span style="font-style: italic;">Si Midun</span> tampak gagah tegak dengan sebuah bola oranye di sisi kirinya. Ia berada di atas sebuah meja panjang bersama beberapa temannya dalam rangkaian kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Dies Natalis ke-25 Politeknik Negeri Padang (PNP).<br />
<br />
Kepalanya bertahtakan <span style="font-style: italic;">saluak</span> (penutup kepala khas Minangkabau). Setelah tiga kali ber-evolusi, jadilah ia sesosok KRCI (Kontes Robot Cerdas Indonesia) <span style="font-style: italic;">Humanoid Soccer</span>—robot yang mampu melakukan gerakan layaknya Lionel Messi meskipun dalam gerak yang terbatas. Ia mampu mencari bola, menggiring bola dan menendang bola ke gawang.<br />
<br />
Caranya mudah, Ari Mulya (21) hanya perlu meletakkannya di atas sebuah lapangan bola mini dan menyalakannya. Maka alat sensor berbentuk kamera di kepala <span style="font-style: italic;">Si Midun</span> akan merekam/mendeteksi benda dan warna yang ada di hadapannya, selanjutnya ia akan bergerak sesuai dengan program yang telah ditanam ke dalam tubuhnya.<br />
<br />
“Kami butuh tiga bulan untuk membuat robot ini,” tukas Ari Mulya, salah satu anggota tim robot cerdas dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotic PNP, Rabu (3/10) pagi.<br />
<br />
Selain <span style="font-style: italic;">Si Midun</span>, UKM Robotic PNP juga memiliki dua KRCI <span style="font-style: italic;">Humanoid Soccer</span> lainnya, dua robot seni (salah satunya <span style="font-style: italic;">Si Buyuang</span>), tiga robot pemadam api (di antaranya <span style="font-style: italic;">Datuak Maringgih 1.0</span> dan <span style="font-style: italic;">Datuak Maringgih 2.0</span>), robot yang mampu menulis atau <span style="font-style: italic;">Written Robot</span> dan robot tangan yang mampu memanipulasi gerakan tangan manusia bernama <span style="font-style: italic;">Arm Robot Manipulator</span>.<br />
<br />
Jangan remehkan <span style="font-style: italic;">Si Buyuang</span>, salah satu robot seni ini mampu menari seperti yang dilakukan Psy—yakni <span style="font-style: italic;">gangnam style</span>. Saat tubuhnya dinyalakan, kakinya yang tertekuk akan terbuka, kedua belah tangannya terentang dan segeralah ia akan mengikuti hentak tarian <span style="font-style: italic;">gangnam style</span>. Sebelum dirombak, <span style="font-style: italic;">Si Buyuang</span> juga dapat melakukan tarian India yang pernah dilakukan Briptu Norman. Manusia boleh mengikuti tren, tetapi robot juga tak mau ketinggalan <br />
ambil bagian.<br />
<br />
Robot-robot dari mahasiswa Universitas Negeri Padang juga turut serta meramaikan kegiatan PKM dan Dies Natalis ke-25 PNP yang digelar 1-5  Oktober mendatang. Mereka yang tergabung dalam tim Gaza memboyong <span style="font-style: italic;">Si Gagah</span> dan <span style="font-style: italic;">Si Papi</span>. Tidak seperti namanya, <span style="font-style: italic;">Si Gagah</span> ialah robot penari yang mampu melakukan gerak tari piring. Dengan pakaian adat lengkap ia diletakkan di antara teman-temannya yang lain, tepat di samping <span style="font-style: italic;">Si Papi</span>—robot anjing yang berperilaku layaknya seekor anjing.<br />
<br />
“Di sini kita bisa saling tukar pikiran dengan UKM Robotic tentang robot-robot mutakhir,” ungkap Ari (21) dari tim Gaza UNP. <br />
<br />
<br />
<a href="http://inioke.com/Berita/2375-Lahirnya-Era-Humanoid-Minangkabautic.html" rel="nofollow" target="_blank">http://inioke.com/Berita/2375-Lahirnya-E...autic.html</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kampus Harus Gantikan Peran Lembaga Survei]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Kampus-Harus-Gantikan-Peran-Lembaga-Survei</link>
			<pubDate>Wed, 18 Jul 2012 05:08:15 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Kampus-Harus-Gantikan-Peran-Lembaga-Survei</guid>
			<description><![CDATA[JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Almuzzammil Yusuf menyarankan kampus harus menggantikan peran lembaga survei kare­na hasil survei yang dilakukan  sejumlah lembaga survei terhadap Pilkada DKI Jakarta membuktikan bahwa lembaga survei itu partisan dan lebih kuat orientasi bisnisnya daripada menjaga kuat idea­lisme keilmuan survei.<br />
<br />
“Pilkada DKI ini telah mem­buk­tikan kepada kita bahwa beberapa lembaga survei ternama diduga melakukan manipulasi hasil survei untuk menggiring opini publik agar mendukung kandidat tertentu,” jelas Muz­zammil  saat wawancara dengan  Haluan, Selasa (17/7).<br />
<br />
Menurut Muzzammil seha­rusnya lembaga survei memotret realitas sosial yang sebenarnya bukan memanipulasi hasil survei untuk kepentingan kandidat tertentu. Hal ini terjadi, katanya, karena orientasi bisnis lembaga survei lebih kuat diban­dingkan orientasi keilmuan yang mensya­ratkan kejujuran dan menjaga kredibilitas keilmuan. “Dalam kaidah keilmuan jika ada kesala­han bisa ditolerir. Tapi jika tidak jujur, memanipulasi hasil survei untuk menggiring opini publik, ini merupakan kebohongan publik yang harus dihentikan.” jelasnya<br />
<br />
Jika ini terus terjadi, kata Muzzammil, lembaga survei sedang menggali kuburnya sendiri. Publik menjadi tidak peduli dan tidak percaya kepada mereka. Lembaga survei ini telah bergeser perannya dari produk ilmiah menjadi produk politik partisan. “Jika sudah tidak dipercaya publik, lembaga survei tersebut tidak akan dapat order lagi,” ujarnya.<br />
<br />
Lebih berbahaya lagi, menu­rutnya jika ketidakpercayaan publik terhadap perilaku lembaga survei yang demikian berdampak kepada ketidakpercayaan publik terhadap metode atau keilmuan survei. “Padahal metode survei ini jika dilakukan dengan benar akan memberikan hasil yang obyektif, memotret realitas pilihan publik yang sebenarnya. Survei yang kredibel hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil perole­han suara pilkada, “ paparnya.<br />
<br />
Untuk itu, Muzzammil berha­rap perguruan tinggi yang memiliki idealisme keilmuan untuk me­ngambil alih peran lembaga survei agar kepercayaan publik kembali pu­lih kepada keilmuan survei.   “Ki­ta ingin muncul lembaga survei da­ri kampus yang menjunjung tinggi ide­alisme keilmuan lebih kuat daripada kepentingan bisnis. Sehingga keil­muan survei tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang berpandangan pragma­tis,”jelasnya<br />
<br />
Muzzammil berharap lembaga survei turut menjaga dan mendu­kung atmosfir demokrasi yang mendidik dan sehat dengan menyampaikan hasil survei yang sebenarnya. (h/sam)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[JAKARTA, HALUAN — Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Almuzzammil Yusuf menyarankan kampus harus menggantikan peran lembaga survei kare­na hasil survei yang dilakukan  sejumlah lembaga survei terhadap Pilkada DKI Jakarta membuktikan bahwa lembaga survei itu partisan dan lebih kuat orientasi bisnisnya daripada menjaga kuat idea­lisme keilmuan survei.<br />
<br />
“Pilkada DKI ini telah mem­buk­tikan kepada kita bahwa beberapa lembaga survei ternama diduga melakukan manipulasi hasil survei untuk menggiring opini publik agar mendukung kandidat tertentu,” jelas Muz­zammil  saat wawancara dengan  Haluan, Selasa (17/7).<br />
<br />
Menurut Muzzammil seha­rusnya lembaga survei memotret realitas sosial yang sebenarnya bukan memanipulasi hasil survei untuk kepentingan kandidat tertentu. Hal ini terjadi, katanya, karena orientasi bisnis lembaga survei lebih kuat diban­dingkan orientasi keilmuan yang mensya­ratkan kejujuran dan menjaga kredibilitas keilmuan. “Dalam kaidah keilmuan jika ada kesala­han bisa ditolerir. Tapi jika tidak jujur, memanipulasi hasil survei untuk menggiring opini publik, ini merupakan kebohongan publik yang harus dihentikan.” jelasnya<br />
<br />
Jika ini terus terjadi, kata Muzzammil, lembaga survei sedang menggali kuburnya sendiri. Publik menjadi tidak peduli dan tidak percaya kepada mereka. Lembaga survei ini telah bergeser perannya dari produk ilmiah menjadi produk politik partisan. “Jika sudah tidak dipercaya publik, lembaga survei tersebut tidak akan dapat order lagi,” ujarnya.<br />
<br />
Lebih berbahaya lagi, menu­rutnya jika ketidakpercayaan publik terhadap perilaku lembaga survei yang demikian berdampak kepada ketidakpercayaan publik terhadap metode atau keilmuan survei. “Padahal metode survei ini jika dilakukan dengan benar akan memberikan hasil yang obyektif, memotret realitas pilihan publik yang sebenarnya. Survei yang kredibel hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan hasil perole­han suara pilkada, “ paparnya.<br />
<br />
Untuk itu, Muzzammil berha­rap perguruan tinggi yang memiliki idealisme keilmuan untuk me­ngambil alih peran lembaga survei agar kepercayaan publik kembali pu­lih kepada keilmuan survei.   “Ki­ta ingin muncul lembaga survei da­ri kampus yang menjunjung tinggi ide­alisme keilmuan lebih kuat daripada kepentingan bisnis. Sehingga keil­muan survei tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang berpandangan pragma­tis,”jelasnya<br />
<br />
Muzzammil berharap lembaga survei turut menjaga dan mendu­kung atmosfir demokrasi yang mendidik dan sehat dengan menyampaikan hasil survei yang sebenarnya. (h/sam)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[‘Beban Berat Singgulung Batu’ Civitas Academica Kita]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-%E2%80%98Beban-Berat-Singgulung-Batu%E2%80%99-Civitas-Academica-Kita</link>
			<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 01:29:37 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-%E2%80%98Beban-Berat-Singgulung-Batu%E2%80%99-Civitas-Academica-Kita</guid>
			<description><![CDATA[Jika seorang kandidat  S1 berhasil menerbitkan sebuah artikel ilmiah (bukan artikel yang diilmiah-ilmiahkan), itu tentu sebuah prestasi yang luar biasa. Untuk kesuk­sesannya itu, mungkin tanpa skripsi pun si mahasiswa sudah boleh diluluskan. Na­mun, jika sampai me­wajibkan seorang maha­siswa menulis artikel ilmiah (sekali lagi, bukan yang diilmiah-ilmi­ahkan) sebagai syarat ke­lulusannya, selain harus menulis skripsi, itu adalah suatu kebijakan yang harus dikaji ulang, kalau kita tidak ingin memperpanjang daftar mahasiswa drop out dan me­nam­bah stres mahasiswa Indonesia pada umumnya. Di negara-negara maju, dengan tingkat kualitas pendidikan yang sudah jauh lebih maju daripada di Indonesia, tak ada kewajiban bagi seorang ma­hasiswa yang berada di jen­jang BA dan MA untuk me­nerbitkan artikel ilmiah seba­gai syarat kelulusan.<br />
<br />
 <br />
<br />
Surat Edaran Dirjen Dikti No. 152/E/T/27 Januari 2012 yang mewajibkan kan­didat S1, S2, dan S3 mem­pub­likasikan (paling tidak) satu artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan, selain harus menu­lis skripsi, thesis, dan diser­tasi, rupanya telah me­nim­bulkan beragam reaksi di kalangan civitas academica perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta terdengar telah menolak kebijakan ini.  Di Sumatra Barat, reaksi terha­dap kebijakan Dikti itu antara lain juga terefleksi dalam beberapa artikel (‘refleksi’ dan ‘opini’) yang terbit di harian ini. Untuk level S1 lebih banyak terdengar suara kebe­ratan dan penolakan. Sedang­kan untuk mahasiswa S2 dan S3 banyak yang berpendapat bahwa hal itu memang sudah sewajaranya diberlakukan.<br />
<br />
Beberapa waktu lalu Haluan memberitakan bahwa Rektor Universitas Negeri Padang mengatakan bahwa universitasnya siap mengim­plementasikan isi Surat Eda­ran Dirjen Dikti mengenai publikasi artikel ilmiah itu. Khusus untuk S1, dikatakan bahwa caranya yaitu dengan membuat sebanyak mungkin jurnal ilmiah di universitas bersangkutan, kapan perlu setiap program studi punya jurnal ilmiah. Apakah dengan demikian lantas kualitas lulusan universitas kita akan jadi lebih baik, sebagaimana yang dimaksudkan oleh kebi­jakan Dirjen Dikti itu? Tentu ini perlu dipikirkan oleh para dosen dan pengelola pergu­ruan tinggi di seluruh Indo­nesia. Kalau hanya menge­jar kuantitas tanpa memikirkan kualitas, dikha­watirkan kebi­jakan Dikti itu hanya akan menambah jumlah buku-buku cetakan yang akan menumpuk di gudang-gudang.<br />
<br />
Pada hakikatnya niat Dirjen Dikti itu baik, walau terasa agak dipaksakan (khu­susnya mengenai syarat kelu­lusan mahasiswa S1). Kita harus menjauhkan prasangka apapun di balik kebijakan itu. Saya tidak setuju jika ada sebagian dosen yang menga­takan bahwa kebijakan itu diduga sebagai siasat Dikti untuk menuntut ‘reward’ kepada para dosen yang mem­peroleh tunjangan finan­sial sertifikasi (lihat: Zulprianto, ‘Publikasi karya Ilmiah dan Tunjangan Sertifikasi’, Haluan, 18-02-2012). Menulis di jurnal ilmiah, menjadi editor jurnal ilmiah (termasuk international editorial board), dan menjadi mitra bestari (peer) jurnal ilmiah adalah tugas utama para dosen selain mengajar. Aneh jika hal itu dianggap sebagai beban (tambahan) para dosen. Dosen-dosen In­donesia mungkin lebih be­run­tung: sering mereka mendapat imbalan finansial jika artikel mereka terbit di jurnal ilmiah dalam negeri, atau menjadi editor jurnal tertentu di kampusnya atau di tempat lain di dalam negeri. Biasanya seksi keuangan universitas sering mengalokasikan dana untuk tugas-tugas wajar seper­ti itu. Tapi di luar negeri pekerjaan itu tidak mendapat imbalan finansial sepicis pun, karena itu dianggap sebagai kewajiban dosen. Universitas memberi catatan positif kepa­da dosen-dosen yang menjadi editor jurnal-jurnal ilmiah (nasional maupun inter­na­sional) di bidang ilmu masing-masing dan yang banyak menulis artikel atau resensi buku di berbagai jurnal ilmiah. Sebaliknya, dosen-dosen yang hanya mengajar lalu pulang, siap-siap menerima surat pemecatan atau menerima kondite buruk. Hal itu akan diketahui melalui mekanisme evaluasi tahunan (Resultaat- en Ontwikkelingsgesprek) yang dilakukan oleh otoritas uni­versitas kepada setiap dosen.<br />
<br />
Kelemahan mendasar du­nia akademik kita adalah akses para dosen ke forum akademik internasional yang sangat rendah: banyak dosen yang tidak tahu wacana teo­retis dan metodologis terbaru di bidang ilmu masing-ma­sing. Mereka seperti katak di bawah tempurung. Ini dise­babkan oleh akses mereka yang terbatas kepada jurnal-jurnal internasional dan jenis-jenis publikasi ilmiah lainnya. Tapi menurut saya hal itu lebih disebabkan oleh ham­batan bahasa: kurangnya penguasaan bahasa Inggris. Walau bagaimanapun, seka­rang banyak publikasi inter­nasional (jurnal dan buku) dari berbagai disiplin ilmu yang dapat diakses secara online. Dikti mestinya juga menam­bah pengalokasian dana kepa­da universitas-universitas untuk meningkatkan kuantitas jurnal-jurnal nasional dan internasional yang dapat dilanggan oleh universitas-universitas di Indonesia.<br />
<br />
Jadi, problem umum uta­ma yang dihadapi oleh dunia akademik kita adalah ren­dahnya kepercayaan diri para dosen kita di forum akademik internasional. Tentu saja ini, langsung atau tidak, ber­dampak kepada para ma­ha­siswa: dosen yang pintar tidak mungkin akan menghasilkan mahasiswa yang bodoh. De­ngan demikian Dikti harus tetap fokus pada peningkatan kualitas para dosen. Oleh karena itu kewajiban untuk mempublikasikan artikel di jurnal internasional yang digariskan Dikti kepada para kandidat doktor dan yang mengajukan lamaran menjadi professor perlu didukung sepenuhnya.<br />
<br />
Di zaman ini tak ada jalan lain bagi para doktor kita untuk mengintegrasikan diri ke dalam pergaulan, konvensi, dan wacana aka­demik inter­nasional. Banyak tulisan dosen-dosen kita yang cukup ilmiah, tapi jika dibawa ke dalam diskursus akademik internasional jadi terkesan polos dan ‘keting­galan zaman’. Banyak dosen kita yang ku­rang mengetahui konvensi jurnal-jurnal inter­nasional, seperti teref­leksi dalam bebe­rapa surat yang saya terima dari mereka yang memohon bantuan untuk menerbitkan artikel mereka dalam jurnal luar negeri. “[M]ohon bantuan [Bapak] untuk mengirimkan tulisan saya ke jurnal yang di luar negeri yang [Bapak] kenal. Walaupun mungkin tidak jurnal bereputasi tinggi, yang penting tulisan saya bisa dimuat pada jurnal tersebut, karena sangat saya pentingkan untuk usulan kenaikan pang­kat ke guru besar”, demi­kian antara lain petikan sepucuk surat yang saya terima dari seorang dosen sebuah uni­versitas di Indonesia. Su­narwoto Dema, seorang  kan­tidat PhD di Tilburg Uni­versity menulis di dinding fb-nya bahwa banyak per­ta­nyaan-pertanyaan polos dari rekan-rekannya yang dia terima, seperti “Saya pingin menerbitkan tulisan di jurnal ilmiah [internasional]. Bisa nggak disambungkan ke re­­dak­­sinya? Kenal nggak sama redaksinya? Tahu ala­matnya nggak? Tahu jurnal inter­nasionalnya nggak? Bisa nggak diterjemahkan artkel saya? Tolong ditambahi tu­lisan saya ini. Ah, yang penting kan berbahasa Ing­gris, dan se­terusnya. Polos sekali...” (diakses 10-02-2012). Dalam konteks jurnal internasional, segala kong kalingkong dan pertemanan tidak akan ba­nyak mem­bantu selain ori­sinalitas artikel itu sendiri. Per­ta­nyaan-pertanyaan polos di atas juga mengindikasikan banyak dosen kita tidak mengetahui bahwa setiap jurnal internasional adalah  peer-reviewed anonimously journal.<br />
<br />
Di Indonesia hampir tak ada jurnal ilmiah yang mampu bertahan lama dan terbit secara ajek (jangan tanya dulu yang punya reputasi internasional). Jurnal-jurnal yang sudah eksis saja sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan artikel yang berkualitas. Dapat diba­yangkan kesulitan yang akan dihadapi untuk mewujudkan isi Surat Edaran Dirjen Dikti yang terkesan sangat am­bisius itu. Tantangan untuk mening­katkan kualitas jurnal sering pula datang dari dalam insti­tusi sendiri. Demikianlah umpamanya, executive editor sebuah jurnal ilmu sosial dan humaniora terkemuka di Indonesia yang terbit sebuah universitas ternama di negara ini menceritakan kepada saya bahwa beberapa professor dan doktor di universitas itu membuat jurnal tandingan karena tulisan-tulisan mereka ditolak untuk diterbitkan di jurnal itu.<br />
<br />
Walau bagai­mana­pun Su­rat Edaran Dirjen Dikti me­ngenai publikasi karya ilmiah yang sudah beredar perlu disikapi dengan kepala dingin. Alternatif untuk mem­per­banyak jurnal ilmiah untuk menjawab tan­tangan itu mung­kin sebuah solusi yang bagus. Akan tetapi jika hal itu tidak dibarengi dengan perbaikan mutu artikel-artikel yang akan di­pub­lika­sikan, sangat mung­kin ke­bijakan Dikti itu tidak akan banyak memberikan dampak positif terhadap upaya pening­katan kualitas lulusan per­guruan tinggi. Alih-alih dapat mem­perbaiki kultur akademik universitas-uni­versitas kita, ledakan produksi ‘artikel ilmiah’ yang mungkin akan terjadi di Indonesia jika kebi­jakan Dikti ini tidak dilakukan dengan hati-hati, potensial menimbulkan hiper inflasi scholarship di negara ini.<br />
<br />
 <br />
<br />
SURYADI<br />
<br />
(Dosen dan Peneliti Leiden University Institute for Area Studies (LIAS), Leiden, Belanda)<br />
<br />
sumber : haluan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Jika seorang kandidat  S1 berhasil menerbitkan sebuah artikel ilmiah (bukan artikel yang diilmiah-ilmiahkan), itu tentu sebuah prestasi yang luar biasa. Untuk kesuk­sesannya itu, mungkin tanpa skripsi pun si mahasiswa sudah boleh diluluskan. Na­mun, jika sampai me­wajibkan seorang maha­siswa menulis artikel ilmiah (sekali lagi, bukan yang diilmiah-ilmi­ahkan) sebagai syarat ke­lulusannya, selain harus menulis skripsi, itu adalah suatu kebijakan yang harus dikaji ulang, kalau kita tidak ingin memperpanjang daftar mahasiswa drop out dan me­nam­bah stres mahasiswa Indonesia pada umumnya. Di negara-negara maju, dengan tingkat kualitas pendidikan yang sudah jauh lebih maju daripada di Indonesia, tak ada kewajiban bagi seorang ma­hasiswa yang berada di jen­jang BA dan MA untuk me­nerbitkan artikel ilmiah seba­gai syarat kelulusan.<br />
<br />
 <br />
<br />
Surat Edaran Dirjen Dikti No. 152/E/T/27 Januari 2012 yang mewajibkan kan­didat S1, S2, dan S3 mem­pub­likasikan (paling tidak) satu artikel ilmiah sebagai syarat kelulusan, selain harus menu­lis skripsi, thesis, dan diser­tasi, rupanya telah me­nim­bulkan beragam reaksi di kalangan civitas academica perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta terdengar telah menolak kebijakan ini.  Di Sumatra Barat, reaksi terha­dap kebijakan Dikti itu antara lain juga terefleksi dalam beberapa artikel (‘refleksi’ dan ‘opini’) yang terbit di harian ini. Untuk level S1 lebih banyak terdengar suara kebe­ratan dan penolakan. Sedang­kan untuk mahasiswa S2 dan S3 banyak yang berpendapat bahwa hal itu memang sudah sewajaranya diberlakukan.<br />
<br />
Beberapa waktu lalu Haluan memberitakan bahwa Rektor Universitas Negeri Padang mengatakan bahwa universitasnya siap mengim­plementasikan isi Surat Eda­ran Dirjen Dikti mengenai publikasi artikel ilmiah itu. Khusus untuk S1, dikatakan bahwa caranya yaitu dengan membuat sebanyak mungkin jurnal ilmiah di universitas bersangkutan, kapan perlu setiap program studi punya jurnal ilmiah. Apakah dengan demikian lantas kualitas lulusan universitas kita akan jadi lebih baik, sebagaimana yang dimaksudkan oleh kebi­jakan Dirjen Dikti itu? Tentu ini perlu dipikirkan oleh para dosen dan pengelola pergu­ruan tinggi di seluruh Indo­nesia. Kalau hanya menge­jar kuantitas tanpa memikirkan kualitas, dikha­watirkan kebi­jakan Dikti itu hanya akan menambah jumlah buku-buku cetakan yang akan menumpuk di gudang-gudang.<br />
<br />
Pada hakikatnya niat Dirjen Dikti itu baik, walau terasa agak dipaksakan (khu­susnya mengenai syarat kelu­lusan mahasiswa S1). Kita harus menjauhkan prasangka apapun di balik kebijakan itu. Saya tidak setuju jika ada sebagian dosen yang menga­takan bahwa kebijakan itu diduga sebagai siasat Dikti untuk menuntut ‘reward’ kepada para dosen yang mem­peroleh tunjangan finan­sial sertifikasi (lihat: Zulprianto, ‘Publikasi karya Ilmiah dan Tunjangan Sertifikasi’, Haluan, 18-02-2012). Menulis di jurnal ilmiah, menjadi editor jurnal ilmiah (termasuk international editorial board), dan menjadi mitra bestari (peer) jurnal ilmiah adalah tugas utama para dosen selain mengajar. Aneh jika hal itu dianggap sebagai beban (tambahan) para dosen. Dosen-dosen In­donesia mungkin lebih be­run­tung: sering mereka mendapat imbalan finansial jika artikel mereka terbit di jurnal ilmiah dalam negeri, atau menjadi editor jurnal tertentu di kampusnya atau di tempat lain di dalam negeri. Biasanya seksi keuangan universitas sering mengalokasikan dana untuk tugas-tugas wajar seper­ti itu. Tapi di luar negeri pekerjaan itu tidak mendapat imbalan finansial sepicis pun, karena itu dianggap sebagai kewajiban dosen. Universitas memberi catatan positif kepa­da dosen-dosen yang menjadi editor jurnal-jurnal ilmiah (nasional maupun inter­na­sional) di bidang ilmu masing-masing dan yang banyak menulis artikel atau resensi buku di berbagai jurnal ilmiah. Sebaliknya, dosen-dosen yang hanya mengajar lalu pulang, siap-siap menerima surat pemecatan atau menerima kondite buruk. Hal itu akan diketahui melalui mekanisme evaluasi tahunan (Resultaat- en Ontwikkelingsgesprek) yang dilakukan oleh otoritas uni­versitas kepada setiap dosen.<br />
<br />
Kelemahan mendasar du­nia akademik kita adalah akses para dosen ke forum akademik internasional yang sangat rendah: banyak dosen yang tidak tahu wacana teo­retis dan metodologis terbaru di bidang ilmu masing-ma­sing. Mereka seperti katak di bawah tempurung. Ini dise­babkan oleh akses mereka yang terbatas kepada jurnal-jurnal internasional dan jenis-jenis publikasi ilmiah lainnya. Tapi menurut saya hal itu lebih disebabkan oleh ham­batan bahasa: kurangnya penguasaan bahasa Inggris. Walau bagaimanapun, seka­rang banyak publikasi inter­nasional (jurnal dan buku) dari berbagai disiplin ilmu yang dapat diakses secara online. Dikti mestinya juga menam­bah pengalokasian dana kepa­da universitas-universitas untuk meningkatkan kuantitas jurnal-jurnal nasional dan internasional yang dapat dilanggan oleh universitas-universitas di Indonesia.<br />
<br />
Jadi, problem umum uta­ma yang dihadapi oleh dunia akademik kita adalah ren­dahnya kepercayaan diri para dosen kita di forum akademik internasional. Tentu saja ini, langsung atau tidak, ber­dampak kepada para ma­ha­siswa: dosen yang pintar tidak mungkin akan menghasilkan mahasiswa yang bodoh. De­ngan demikian Dikti harus tetap fokus pada peningkatan kualitas para dosen. Oleh karena itu kewajiban untuk mempublikasikan artikel di jurnal internasional yang digariskan Dikti kepada para kandidat doktor dan yang mengajukan lamaran menjadi professor perlu didukung sepenuhnya.<br />
<br />
Di zaman ini tak ada jalan lain bagi para doktor kita untuk mengintegrasikan diri ke dalam pergaulan, konvensi, dan wacana aka­demik inter­nasional. Banyak tulisan dosen-dosen kita yang cukup ilmiah, tapi jika dibawa ke dalam diskursus akademik internasional jadi terkesan polos dan ‘keting­galan zaman’. Banyak dosen kita yang ku­rang mengetahui konvensi jurnal-jurnal inter­nasional, seperti teref­leksi dalam bebe­rapa surat yang saya terima dari mereka yang memohon bantuan untuk menerbitkan artikel mereka dalam jurnal luar negeri. “[M]ohon bantuan [Bapak] untuk mengirimkan tulisan saya ke jurnal yang di luar negeri yang [Bapak] kenal. Walaupun mungkin tidak jurnal bereputasi tinggi, yang penting tulisan saya bisa dimuat pada jurnal tersebut, karena sangat saya pentingkan untuk usulan kenaikan pang­kat ke guru besar”, demi­kian antara lain petikan sepucuk surat yang saya terima dari seorang dosen sebuah uni­versitas di Indonesia. Su­narwoto Dema, seorang  kan­tidat PhD di Tilburg Uni­versity menulis di dinding fb-nya bahwa banyak per­ta­nyaan-pertanyaan polos dari rekan-rekannya yang dia terima, seperti “Saya pingin menerbitkan tulisan di jurnal ilmiah [internasional]. Bisa nggak disambungkan ke re­­dak­­sinya? Kenal nggak sama redaksinya? Tahu ala­matnya nggak? Tahu jurnal inter­nasionalnya nggak? Bisa nggak diterjemahkan artkel saya? Tolong ditambahi tu­lisan saya ini. Ah, yang penting kan berbahasa Ing­gris, dan se­terusnya. Polos sekali...” (diakses 10-02-2012). Dalam konteks jurnal internasional, segala kong kalingkong dan pertemanan tidak akan ba­nyak mem­bantu selain ori­sinalitas artikel itu sendiri. Per­ta­nyaan-pertanyaan polos di atas juga mengindikasikan banyak dosen kita tidak mengetahui bahwa setiap jurnal internasional adalah  peer-reviewed anonimously journal.<br />
<br />
Di Indonesia hampir tak ada jurnal ilmiah yang mampu bertahan lama dan terbit secara ajek (jangan tanya dulu yang punya reputasi internasional). Jurnal-jurnal yang sudah eksis saja sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan artikel yang berkualitas. Dapat diba­yangkan kesulitan yang akan dihadapi untuk mewujudkan isi Surat Edaran Dirjen Dikti yang terkesan sangat am­bisius itu. Tantangan untuk mening­katkan kualitas jurnal sering pula datang dari dalam insti­tusi sendiri. Demikianlah umpamanya, executive editor sebuah jurnal ilmu sosial dan humaniora terkemuka di Indonesia yang terbit sebuah universitas ternama di negara ini menceritakan kepada saya bahwa beberapa professor dan doktor di universitas itu membuat jurnal tandingan karena tulisan-tulisan mereka ditolak untuk diterbitkan di jurnal itu.<br />
<br />
Walau bagai­mana­pun Su­rat Edaran Dirjen Dikti me­ngenai publikasi karya ilmiah yang sudah beredar perlu disikapi dengan kepala dingin. Alternatif untuk mem­per­banyak jurnal ilmiah untuk menjawab tan­tangan itu mung­kin sebuah solusi yang bagus. Akan tetapi jika hal itu tidak dibarengi dengan perbaikan mutu artikel-artikel yang akan di­pub­lika­sikan, sangat mung­kin ke­bijakan Dikti itu tidak akan banyak memberikan dampak positif terhadap upaya pening­katan kualitas lulusan per­guruan tinggi. Alih-alih dapat mem­perbaiki kultur akademik universitas-uni­versitas kita, ledakan produksi ‘artikel ilmiah’ yang mungkin akan terjadi di Indonesia jika kebi­jakan Dikti ini tidak dilakukan dengan hati-hati, potensial menimbulkan hiper inflasi scholarship di negara ini.<br />
<br />
 <br />
<br />
SURYADI<br />
<br />
(Dosen dan Peneliti Leiden University Institute for Area Studies (LIAS), Leiden, Belanda)<br />
<br />
sumber : haluan]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[SMK Muhammadyah Padang Akan Buat Kapal]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-SMK-Muhammadyah-Padang-Akan-Buat-Kapal</link>
			<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 09:06:59 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-SMK-Muhammadyah-Padang-Akan-Buat-Kapal</guid>
			<description><![CDATA[Berita Sumbar Post | PADANG - <br />
Perkembangan organisasi Muhammadyah Sumatera Barat mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih serta pembangunan yang dilaksanakan organisasi Islam tersebut.<br />
<br />
Sekretaris Wilayah Pimpinan Muhammadya Sumatera Barat Nurman Agus Sabtu(28/1) mengatakan perkembangan Muhammadyah Sumatera Barat tidak terlepas dari sokongan banyak pihak.<br />
<br />
Sokongan tersebut menurut Nurman Agus dibuktikan dengan pembangunan Gedung Muhammadyah yang memakan dana 10 miliar. Dari 4,6 miliar yang telah dihabiskan untuk pembangunan gedung, semuanya disumbangkan oleh orang-orang ternama di Indonesia.<br />
<br />
"Sumbangan dan 4,6 miliar berasal dari Presiden SBY, Menkumham Patrialis Akbar, Amin Rais, Irman Gusman, serta Hatta Rajasa yang baru menymbangkan dana untuk pembangunan lantai II sebesar 802 juta," tukasnya.<br />
<br />
Nurman Agus menyampaikan, kondisi pembangunan gedung dakwah muhammadyah sampai saat ini sudah 60 persen. Gedung berlantai III tersebut membutuhkan biaya lagi sampai 6 miliar untuk menyiapkan pembangunan yang terbengkalai.<br />
<br />
Nurman Agus mengungkapkan perkembangan lain dari Muhammadyah yaitu membuat MoU dengan 7 perbankan syariah seperti Bank BRI Syariah, Bank Muamalat, BNI Syariah untuk mengatur keuangan Muhammadyah.<br />
<br />
Smk 1 Muhammdayah Padang juga telah membuat MoU dengan Lantamal II Padang Januari Kemarin yang rencananya akan membuat kapal nelayan dengan satelit. Lantamal II Padang tersebut telah melaksanakan MoU dengan jurusan Otomotif, elektro dan komputer.<br />
<br />
"Jadi, keberadaan Muhammdyah di Sumatera Barat betul-betul dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,"pungkasnya.(ridho)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Berita Sumbar Post | PADANG - <br />
Perkembangan organisasi Muhammadyah Sumatera Barat mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih serta pembangunan yang dilaksanakan organisasi Islam tersebut.<br />
<br />
Sekretaris Wilayah Pimpinan Muhammadya Sumatera Barat Nurman Agus Sabtu(28/1) mengatakan perkembangan Muhammadyah Sumatera Barat tidak terlepas dari sokongan banyak pihak.<br />
<br />
Sokongan tersebut menurut Nurman Agus dibuktikan dengan pembangunan Gedung Muhammadyah yang memakan dana 10 miliar. Dari 4,6 miliar yang telah dihabiskan untuk pembangunan gedung, semuanya disumbangkan oleh orang-orang ternama di Indonesia.<br />
<br />
"Sumbangan dan 4,6 miliar berasal dari Presiden SBY, Menkumham Patrialis Akbar, Amin Rais, Irman Gusman, serta Hatta Rajasa yang baru menymbangkan dana untuk pembangunan lantai II sebesar 802 juta," tukasnya.<br />
<br />
Nurman Agus menyampaikan, kondisi pembangunan gedung dakwah muhammadyah sampai saat ini sudah 60 persen. Gedung berlantai III tersebut membutuhkan biaya lagi sampai 6 miliar untuk menyiapkan pembangunan yang terbengkalai.<br />
<br />
Nurman Agus mengungkapkan perkembangan lain dari Muhammadyah yaitu membuat MoU dengan 7 perbankan syariah seperti Bank BRI Syariah, Bank Muamalat, BNI Syariah untuk mengatur keuangan Muhammadyah.<br />
<br />
Smk 1 Muhammdayah Padang juga telah membuat MoU dengan Lantamal II Padang Januari Kemarin yang rencananya akan membuat kapal nelayan dengan satelit. Lantamal II Padang tersebut telah melaksanakan MoU dengan jurusan Otomotif, elektro dan komputer.<br />
<br />
"Jadi, keberadaan Muhammdyah di Sumatera Barat betul-betul dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,"pungkasnya.(ridho)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Masuk PT Tergantung Nilai UN dan Rapor]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Masuk-PT-Tergantung-Nilai-UN-dan-Rapor</link>
			<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 00:58:21 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Masuk-PT-Tergantung-Nilai-UN-dan-Rapor</guid>
			<description><![CDATA[Berita Sumbar Post | PADANG - Masih sama dengan tahun sebelum-sebelumnya, Universitas Andalas Padang menyediakan 5000 kursi untuk mahasiswa baru, baik itu reguler, non reguler, ataupun mahasiswa undangan.<br />
<br />
"dari 5000 kursi terseubt, perkiraan Prodi yang paling diminati mahasiswa yakni Ilmu Kedokteran, Akuntansi, Farmasi, Ilmu KOmunikasi, dan Hubungan Internasional,"ujar Rektor Unand Werry Darta Taifur kepada Sumbarpost.com Rabu (25/1) di ruang kerjanya.<br />
<br />
Werry Darta Taifur mengatakan sesuai dengan rapat yang diadakan oleh Kemendiknas 20 Januari yang lalu, terdapat beberapa komponen penilaian bagi mahasiswa baru.<br />
<br />
Werry menerangkan bahwa komponen yang dimaksud yakni penilaian kelulusan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri harus memenuhi komponen nilai yang ditetapkan Kemendiknas yang dihitung berdasarkan nilai rapor dan nilai Ujian Nasional.<br />
<br />
"Intinya persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi sudah semakin ketatk, karena penilaian untuk masuk perguruan tinggi diambil dari nilai tertinggi calon mahasiswa yang mendaftar yang diambil dari nilai rapor dan UN,"terang Werry<br />
<br />
Dilakukannya peraturan seperti ini menurut Werry agar nilai rapor dan nilai Ujian Nasional(UN) bisa seimbang dalam penilaian tersebut. Disamping itu juga untuk menghindari kecurangan-kecurangan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Berita Sumbar Post | PADANG - Masih sama dengan tahun sebelum-sebelumnya, Universitas Andalas Padang menyediakan 5000 kursi untuk mahasiswa baru, baik itu reguler, non reguler, ataupun mahasiswa undangan.<br />
<br />
"dari 5000 kursi terseubt, perkiraan Prodi yang paling diminati mahasiswa yakni Ilmu Kedokteran, Akuntansi, Farmasi, Ilmu KOmunikasi, dan Hubungan Internasional,"ujar Rektor Unand Werry Darta Taifur kepada Sumbarpost.com Rabu (25/1) di ruang kerjanya.<br />
<br />
Werry Darta Taifur mengatakan sesuai dengan rapat yang diadakan oleh Kemendiknas 20 Januari yang lalu, terdapat beberapa komponen penilaian bagi mahasiswa baru.<br />
<br />
Werry menerangkan bahwa komponen yang dimaksud yakni penilaian kelulusan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri harus memenuhi komponen nilai yang ditetapkan Kemendiknas yang dihitung berdasarkan nilai rapor dan nilai Ujian Nasional.<br />
<br />
"Intinya persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi sudah semakin ketatk, karena penilaian untuk masuk perguruan tinggi diambil dari nilai tertinggi calon mahasiswa yang mendaftar yang diambil dari nilai rapor dan UN,"terang Werry<br />
<br />
Dilakukannya peraturan seperti ini menurut Werry agar nilai rapor dan nilai Ujian Nasional(UN) bisa seimbang dalam penilaian tersebut. Disamping itu juga untuk menghindari kecurangan-kecurangan.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Kampus Goes To Kampuang ke 9 IMAMI UI ]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Kampus-Goes-To-Kampuang-ke-9-IMAMI-UI</link>
			<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 17:16:42 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Kampus-Goes-To-Kampuang-ke-9-IMAMI-UI</guid>
			<description><![CDATA[LATAR BELAKANG<br />
<br />
<br />
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat mempunyai peran-peran yang strategis. Mahasiswa dengan moral dan intelektual yang dimilikinya memiliki tanggung jawab untuk lebih peduli terhadap diri sendiri maupun orang lain, sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki untuk diterapkan dalam kehidupan bemasyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dapat berperan aktif secara nyata dan berkontribusi untuk masyarakat.<br />
<br />
Kampus Goes To Kampuang (KGTK) merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sebagai sebuah tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang diemban dalam status sebagai “mahasiswa” oleh mahasiswa Universitas Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. KGTK menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membangun kampung halamannya dan –dalam lingkup yang lebih luas – untuk membangun Indonesia yang lebih baik.<br />
<br />
KGTK terdiri atas sejumlah kegiatan yaitu Lomba Kegiatan Ilmiah, Roadshow IMAMI UI, Simulasi SNMPTN, serta Bedah Kampus dan Seminar Motivasi. Pada awalnya, kegiatan sosial yang diselenggarakan dalam KGTK hanyalah bertemakan pendidikan. Namun dalam perjalanannya, melihat kebutuhan masyarakat saat itu, tema KGTK diperluas hingga mencakup seni, budaya, dan pengembangan karakter. Tema tersebut diwujudkan dalam kegiatan Ekspedisi Sosial Kemasyarakatan, Studi Islam dan Adat, dan Minangkabau Culture Festival.<br />
<br />
Selama delapan kali penyelenggaraan KGTK dalam kurun waktu delapan tahun, dimulai sejak 2002, KGTK terus berkembang menjadi sebuah kegiatan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih memberikan hasil yang nyata. Terutama dalam kegiatan bertema pendidikan, peningkatan peserta Simulasi SNMPTN dan Bedah Kampus berkorelasi positif dengan meningkatnya jumlah siswa SMA di Sumatera Barat yang diterima di Universitas Indonesia.<br />
<br />
Melihat perkembangan yang cukup menggembirakan tersebut dan materi kegiatan KGTK yang masih relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini, Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan KGTK untuk kesembilan kalinya. <br />
<br />
<br />
TEMA<br />
<br />
Tema dari KGTK 9 adalah “Sumangaik Mambangun Nagari!”.<br />
<br />
Selengkapnya : <a href="http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/154231" rel="nofollow" target="_blank">http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/154231</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[LATAR BELAKANG<br />
<br />
<br />
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat mempunyai peran-peran yang strategis. Mahasiswa dengan moral dan intelektual yang dimilikinya memiliki tanggung jawab untuk lebih peduli terhadap diri sendiri maupun orang lain, sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki untuk diterapkan dalam kehidupan bemasyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dapat berperan aktif secara nyata dan berkontribusi untuk masyarakat.<br />
<br />
Kampus Goes To Kampuang (KGTK) merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sebagai sebuah tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang diemban dalam status sebagai “mahasiswa” oleh mahasiswa Universitas Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. KGTK menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membangun kampung halamannya dan –dalam lingkup yang lebih luas – untuk membangun Indonesia yang lebih baik.<br />
<br />
KGTK terdiri atas sejumlah kegiatan yaitu Lomba Kegiatan Ilmiah, Roadshow IMAMI UI, Simulasi SNMPTN, serta Bedah Kampus dan Seminar Motivasi. Pada awalnya, kegiatan sosial yang diselenggarakan dalam KGTK hanyalah bertemakan pendidikan. Namun dalam perjalanannya, melihat kebutuhan masyarakat saat itu, tema KGTK diperluas hingga mencakup seni, budaya, dan pengembangan karakter. Tema tersebut diwujudkan dalam kegiatan Ekspedisi Sosial Kemasyarakatan, Studi Islam dan Adat, dan Minangkabau Culture Festival.<br />
<br />
Selama delapan kali penyelenggaraan KGTK dalam kurun waktu delapan tahun, dimulai sejak 2002, KGTK terus berkembang menjadi sebuah kegiatan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih memberikan hasil yang nyata. Terutama dalam kegiatan bertema pendidikan, peningkatan peserta Simulasi SNMPTN dan Bedah Kampus berkorelasi positif dengan meningkatnya jumlah siswa SMA di Sumatera Barat yang diterima di Universitas Indonesia.<br />
<br />
Melihat perkembangan yang cukup menggembirakan tersebut dan materi kegiatan KGTK yang masih relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini, Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan KGTK untuk kesembilan kalinya. <br />
<br />
<br />
TEMA<br />
<br />
Tema dari KGTK 9 adalah “Sumangaik Mambangun Nagari!”.<br />
<br />
Selengkapnya : <a href="http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/154231" rel="nofollow" target="_blank">http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/154231</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Minang Kabau Robot Contest 2011 di PNP Padang]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Minang-Kabau-Robot-Contest-2011-di-PNP-Padang</link>
			<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 04:43:25 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Minang-Kabau-Robot-Contest-2011-di-PNP-Padang</guid>
			<description><![CDATA[Seiring dengan berkembangnya teknologi yang kian pesat di dunia masa kini, membuat setiap manusia semakin bertambah banyak kebutuhan hidupnya terutama dalam bidang teknologi. Hal ini akan memicu setiap orang untuk mengembangkan teknologi yang sudah ada menjadi teknologi yang lebih modern dan lebih  inovatif.<br />
<br />
Sepertihalnya pada bidang teknologi robotika.Teknologi ini telah banyak mencakup ilmu pengetahuan seperti elektonik, design, program, dan mekaniknya serta masih banyak pengetahuan yang terdapat di dalamnya.Hal ini mampu memberikan wawasan lebih kepada para generasi muda dalam bidang teknologi.<br />
<br />
Dengan tema “Teknologi Untuk Minangkabau” semoga dapat menjadi motivasi bagi para generasi muda penerus bangsa terutama para mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia untuk menciptakan penemuan-penemuan baru khususnya di bidang teknologi robotika.<br />
<br />
Dalam hal ini kami bermaksud akan mengadakan Kontes Robot dengan nama kegiatan “Minangkabau Robot Contest 2011 (MINANG RC 2011)” yang ditujukan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan menerapkan ilmu robotika yang bisa diterapkan di dunia industri.<br />
<br />
 <br />
<br />
TUJUAN DAN MANFAAT<br />
<br />
1.    Menerapkan dasar-dasar pengetahuan teknologi ke dalam dunia kerja.<br />
<br />
2.    Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam bidang robotika.<br />
<br />
3.    Menambah wawasan dan pengetahuan agar mampu menciptakan karya baru.<br />
<br />
4.    Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika.<br />
<br />
5.    Menjalin  rasa persaudaraan sesama mahasiswa Perguruan Tinggi se-Indonesia.<br />
<br />
 <br />
<br />
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN<br />
<br />
Hari                : Kamis – Sabtu<br />
<br />
Tanggal         : 8-10 Desember 2011<br />
<br />
Tempat        : Gedung PKM Politeknik Negeri Padang<br />
<br />
Akomodasi peserta lomba akan ditentukan kemudian oleh panitia.<br />
<br />
 <br />
<br />
PENDAFTARAN PESERTA<br />
<br />
   1. Pendaftaran dilaksanakan tanggal  14-30 November 2011<br />
   2. Membuat Formulir Pendaftaran sesuai dengan format pada lampiran 2.<br />
   3. Penyetoran Berkas- Berkas lomba, dimana dapat dilaksanakan dengan :<br />
<br />
    * Melalui e-mail: ukmrobotikpnp@gmail.com<br />
    * Atau langsung pada saat registrasi ulang pada tanggal 08 Desember 2011.<br />
<br />
085767955228 (Nanda),<br />
<br />
081947744321 (Intan),<br />
<br />
085766468465 (Arif).<br />
<br />
 <br />
<br />
PERSYARATAN LOMBA<br />
<br />
1.    Peserta masih dalam status mahasiswa di Perguruan Tinggi ketika lomba berlangsung (dapat memperlihatkan kartu mahasiswa).<br />
<br />
2.    Setiap tim hanya terdiri dari 3 orang yaitu 2 orang mahasiswa dan 1 dosen pembimbing/pendamping/teknisi.<br />
<br />
3.    Pengiriman tim peserta tidak dibatasi.<br />
<br />
4.    Peserta diperbolehkan mengikuti perlombaan setelah menyerahkan berkas lomba kepada panitia.<br />
<br />
HADIAH<br />
<br />
Juara I                                           =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 8.000.000,00<br />
<br />
Juara II                                          =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 7.000.000,00<br />
<br />
Juara III                                        =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 5.000.000,00<br />
<br />
Juara Harapan I                         =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 2.000.000,00<br />
<br />
Juara Design Terbaik               =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 1.500.000,00<br />
<br />
Algoritma Terbaik                    =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 1.500.000,00<br />
<br />
 <br />
<br />
Untuk Info Selengkapnya tentang Aturan Lomba, Persyaratan Ukuran Robot, Gambar Layout Lintasan, Keterangan Rule , dan Akomodasi Peserta dapat Kunjungi website kami <a href="http://robotikpnp.co.cc" rel="nofollow" target="_blank">http://robotikpnp.co.cc</a> atau dapat mendownload modul Manual Book DISINI<br />
<br />
 <br />
<br />
ALAMAT PENYELENGGARA<br />
<br />
Politeknik Negeri Padang.<br />
<br />
Kampus UNAND Limau Manis – Padang<br />
<br />
Telp. (0751) 71490, Fax. (0751) 71476<br />
<br />
 <br />
<br />
E-mail          :  ukmrobotikpnp@gmail.com<br />
<br />
Blog              :  <a href="http://robotikpnp.co.cc" rel="nofollow" target="_blank">http://robotikpnp.co.cc</a><br />
<br />
Fax                :  (0751) 71476]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Seiring dengan berkembangnya teknologi yang kian pesat di dunia masa kini, membuat setiap manusia semakin bertambah banyak kebutuhan hidupnya terutama dalam bidang teknologi. Hal ini akan memicu setiap orang untuk mengembangkan teknologi yang sudah ada menjadi teknologi yang lebih modern dan lebih  inovatif.<br />
<br />
Sepertihalnya pada bidang teknologi robotika.Teknologi ini telah banyak mencakup ilmu pengetahuan seperti elektonik, design, program, dan mekaniknya serta masih banyak pengetahuan yang terdapat di dalamnya.Hal ini mampu memberikan wawasan lebih kepada para generasi muda dalam bidang teknologi.<br />
<br />
Dengan tema “Teknologi Untuk Minangkabau” semoga dapat menjadi motivasi bagi para generasi muda penerus bangsa terutama para mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia untuk menciptakan penemuan-penemuan baru khususnya di bidang teknologi robotika.<br />
<br />
Dalam hal ini kami bermaksud akan mengadakan Kontes Robot dengan nama kegiatan “Minangkabau Robot Contest 2011 (MINANG RC 2011)” yang ditujukan kepada mahasiswa Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan menerapkan ilmu robotika yang bisa diterapkan di dunia industri.<br />
<br />
 <br />
<br />
TUJUAN DAN MANFAAT<br />
<br />
1.    Menerapkan dasar-dasar pengetahuan teknologi ke dalam dunia kerja.<br />
<br />
2.    Meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam bidang robotika.<br />
<br />
3.    Menambah wawasan dan pengetahuan agar mampu menciptakan karya baru.<br />
<br />
4.    Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika.<br />
<br />
5.    Menjalin  rasa persaudaraan sesama mahasiswa Perguruan Tinggi se-Indonesia.<br />
<br />
 <br />
<br />
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN<br />
<br />
Hari                : Kamis – Sabtu<br />
<br />
Tanggal         : 8-10 Desember 2011<br />
<br />
Tempat        : Gedung PKM Politeknik Negeri Padang<br />
<br />
Akomodasi peserta lomba akan ditentukan kemudian oleh panitia.<br />
<br />
 <br />
<br />
PENDAFTARAN PESERTA<br />
<br />
   1. Pendaftaran dilaksanakan tanggal  14-30 November 2011<br />
   2. Membuat Formulir Pendaftaran sesuai dengan format pada lampiran 2.<br />
   3. Penyetoran Berkas- Berkas lomba, dimana dapat dilaksanakan dengan :<br />
<br />
    * Melalui e-mail: ukmrobotikpnp@gmail.com<br />
    * Atau langsung pada saat registrasi ulang pada tanggal 08 Desember 2011.<br />
<br />
085767955228 (Nanda),<br />
<br />
081947744321 (Intan),<br />
<br />
085766468465 (Arif).<br />
<br />
 <br />
<br />
PERSYARATAN LOMBA<br />
<br />
1.    Peserta masih dalam status mahasiswa di Perguruan Tinggi ketika lomba berlangsung (dapat memperlihatkan kartu mahasiswa).<br />
<br />
2.    Setiap tim hanya terdiri dari 3 orang yaitu 2 orang mahasiswa dan 1 dosen pembimbing/pendamping/teknisi.<br />
<br />
3.    Pengiriman tim peserta tidak dibatasi.<br />
<br />
4.    Peserta diperbolehkan mengikuti perlombaan setelah menyerahkan berkas lomba kepada panitia.<br />
<br />
HADIAH<br />
<br />
Juara I                                           =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 8.000.000,00<br />
<br />
Juara II                                          =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 7.000.000,00<br />
<br />
Juara III                                        =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 5.000.000,00<br />
<br />
Juara Harapan I                         =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 2.000.000,00<br />
<br />
Juara Design Terbaik               =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 1.500.000,00<br />
<br />
Algoritma Terbaik                    =  Sertifikat + Plakat + Uang Pembinaan Rp. 1.500.000,00<br />
<br />
 <br />
<br />
Untuk Info Selengkapnya tentang Aturan Lomba, Persyaratan Ukuran Robot, Gambar Layout Lintasan, Keterangan Rule , dan Akomodasi Peserta dapat Kunjungi website kami <a href="http://robotikpnp.co.cc" rel="nofollow" target="_blank">http://robotikpnp.co.cc</a> atau dapat mendownload modul Manual Book DISINI<br />
<br />
 <br />
<br />
ALAMAT PENYELENGGARA<br />
<br />
Politeknik Negeri Padang.<br />
<br />
Kampus UNAND Limau Manis – Padang<br />
<br />
Telp. (0751) 71490, Fax. (0751) 71476<br />
<br />
 <br />
<br />
E-mail          :  ukmrobotikpnp@gmail.com<br />
<br />
Blog              :  <a href="http://robotikpnp.co.cc" rel="nofollow" target="_blank">http://robotikpnp.co.cc</a><br />
<br />
Fax                :  (0751) 71476]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[anak kampus luar sumbar]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-anak-kampus-luar-sumbar</link>
			<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 07:17:46 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-anak-kampus-luar-sumbar</guid>
			<description><![CDATA[mau lah di buat t4 buat anak minag yang kuliah di luar daerah sumatera barat biar lebih erat silaturahmi dan saling berbagi informasi<img src="http://www.minangforum.com/images/yahoo/67.gif" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[mau lah di buat t4 buat anak minag yang kuliah di luar daerah sumatera barat biar lebih erat silaturahmi dan saling berbagi informasi<img src="http://www.minangforum.com/images/yahoo/67.gif" />]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[POLITANI Payakumbuh dan UNP Menyiapkan Guru Pertanian untuk Daerah 3T]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-POLITANI-Payakumbuh-dan-UNP-Menyiapkan-Guru-Pertanian-untuk-Daerah-3T</link>
			<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 05:03:56 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-POLITANI-Payakumbuh-dan-UNP-Menyiapkan-Guru-Pertanian-untuk-Daerah-3T</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">Limapuluh Kota, Padek</span><br />
<br />
Kementerian Pendidikan Nasional merekrut 120 lulusan D3 Pertanian, untuk ditempatkan sebagai guru SMK Pertanian di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Tapi sebelumnya, 120 lulusan D3 itu, harus mengikuti program D4 pada 4 Politeknik Pertanian Negeri di Indonesia.<br />
<br />
<br />
Keempat Politeknik Pertanian Negeri yang ditunjuk pemerintah melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional itu adalah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di  Tanjungpati, Harau, Limapuluh Kota, Sumbar.<br />
<br />
<br />
Kemudian, Politeknik Pertanian Universitas Negeri Lampung di Bandar Lampung. Selanjutnya, Politeknik Pertanian Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur dan Politeknik Pertanian Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Khusus untuk Politeknik Pertanian Unand, telah merekrut 30 lulusan D3 Pertanian.<br />
<br />
<br />
”Sebanyak 30 lulusan D3 pertanian yang kita rekrut, akan ditempa selama setahun pada program D4, untuk mengembangkan kompetensi keahlian produktif maupun kompetensi keahlian pendidikan,” ujar Direktur Politeknik Pertanian Unand Deni Sorel kepada Padang Ekspres, Senin (28/11).<br />
<br />
<br />
Deni menambahkan, setelah ditempa di Politeknik Pertanian Unand atau dikenal dengan Politani selama satu tahun, 30 lulusan D3 Pertanian tadi, akan melanjutkan melanjutkan pendidikan profesi guru di Universitas Negeri Padang, sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia.<br />
<br />
<br />
”Begitu pendidikan dengan pola PPL di UNP selesai, maka 30 orang lulusan D3 tadi, otomatis sudah menjadi lulusan D4 Pertanian. Mereka, selanjutnya akan ditempatkan sebagai guru SMK di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ulas Deni.<br />
<br />
<br />
Pengamat perkebunan kakao dan gambir ini optimistis, program mempersiapkan guru SMK yang dibuat Kemendiknas melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dengan mengandeng UNP sebagai LPTK dan Politeknik Pertanian Unand, akan menjadi semacam roll model.<br />
<br />
<br />
”Kita yakin, program yang dinamai dengan Rintisan Program PPGT SMK Kolaboratif ini, dapat  memenuhi kekurangan guru SMK di daerah yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal tadi. Untuk itu, Politeknik Pertanian akan serius, menjalankan program ini,” demikian Deni. (frv)<br />
<br />
Sumber : <a href="http://padangekspres.co.id/?news=berita&amp;id=17907" rel="nofollow" target="_blank">http://padangekspres.co.id/?news=berita&#x26;id=17907</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">Limapuluh Kota, Padek</span><br />
<br />
Kementerian Pendidikan Nasional merekrut 120 lulusan D3 Pertanian, untuk ditempatkan sebagai guru SMK Pertanian di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan. Tapi sebelumnya, 120 lulusan D3 itu, harus mengikuti program D4 pada 4 Politeknik Pertanian Negeri di Indonesia.<br />
<br />
<br />
Keempat Politeknik Pertanian Negeri yang ditunjuk pemerintah melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional itu adalah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di  Tanjungpati, Harau, Limapuluh Kota, Sumbar.<br />
<br />
<br />
Kemudian, Politeknik Pertanian Universitas Negeri Lampung di Bandar Lampung. Selanjutnya, Politeknik Pertanian Negeri Jember, Provinsi Jawa Timur dan Politeknik Pertanian Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Khusus untuk Politeknik Pertanian Unand, telah merekrut 30 lulusan D3 Pertanian.<br />
<br />
<br />
”Sebanyak 30 lulusan D3 pertanian yang kita rekrut, akan ditempa selama setahun pada program D4, untuk mengembangkan kompetensi keahlian produktif maupun kompetensi keahlian pendidikan,” ujar Direktur Politeknik Pertanian Unand Deni Sorel kepada Padang Ekspres, Senin (28/11).<br />
<br />
<br />
Deni menambahkan, setelah ditempa di Politeknik Pertanian Unand atau dikenal dengan Politani selama satu tahun, 30 lulusan D3 Pertanian tadi, akan melanjutkan melanjutkan pendidikan profesi guru di Universitas Negeri Padang, sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia.<br />
<br />
<br />
”Begitu pendidikan dengan pola PPL di UNP selesai, maka 30 orang lulusan D3 tadi, otomatis sudah menjadi lulusan D4 Pertanian. Mereka, selanjutnya akan ditempatkan sebagai guru SMK di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal,” ulas Deni.<br />
<br />
<br />
Pengamat perkebunan kakao dan gambir ini optimistis, program mempersiapkan guru SMK yang dibuat Kemendiknas melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dengan mengandeng UNP sebagai LPTK dan Politeknik Pertanian Unand, akan menjadi semacam roll model.<br />
<br />
<br />
”Kita yakin, program yang dinamai dengan Rintisan Program PPGT SMK Kolaboratif ini, dapat  memenuhi kekurangan guru SMK di daerah yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal tadi. Untuk itu, Politeknik Pertanian akan serius, menjalankan program ini,” demikian Deni. (frv)<br />
<br />
Sumber : <a href="http://padangekspres.co.id/?news=berita&amp;id=17907" rel="nofollow" target="_blank">http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=17907</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[DEBAT BAHASA ARAB STIT Diniyyah Puteri Peringkat III Asean]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-DEBAT-BAHASA-ARAB-STIT-Diniyyah-Puteri-Peringkat-III-Asean</link>
			<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 03:30:43 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-DEBAT-BAHASA-ARAB-STIT-Diniyyah-Puteri-Peringkat-III-Asean</guid>
			<description><![CDATA[Padang Panjang, Singgalang<br />
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri Padang Panjang, berhasil mencapai peringkat tiga pada Kejuaraan Debat Bahasa Arab tingkat Asean ke-5 (The 5th Asean Aniversary Arabic Debate Championship 2011) yang diselenggarakan di Malaysia.<br />
Prestasi itu, bukan hanya mengharumkan nama Padang Panjang, tapi juga membangkit kembali kejayaan Minangkabau di khazanah intelektual kawasan tersebut.<br />
“Prestasi ini sungguh di luar dugaan, mengingat dalam lima tahun debat diselenggarakan, STIT Diniyyah Puteri sama sekali belum pernah ikut. Sebagai pendatang baru di ajang ini, peringkat tiga ini jelas sesuatu yang amat mengejutkan dan pantas disyukuri,” ujar Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan, melalui Kepala Divisi Humas Ahmad Rifai, kepada Singgalang, kemarin, di Padang Panjang.<br />
Dijelaskan, pada babak penyisihan terdapat 20 tim yang berkompetisi. Tim STIT Diniyyah Puteri berhasil masuk 14 besar yang kemudian merangsek maju ke posisi sembilan besar. Seterusnya melaju ke lima besar dan empat besar. Di babak penyisihan, jelasnya, STIT Diniyyah Puteri mendapat peringkat kedua dari 20 tim yang berlomba.<br />
“Di perempat final lantaran kalah satu poin dari UIN Syarif Hidayullah Jakarta, STIT Diniyyah Puteri harus puas di posisi ketiga. Tinggal UIN Syarif Hidayullah berlaga menentukan juara I dan II. Di final, UIN Syarif Hidayatullah melawan tim Universitas Islam Antar Bangsa. Posisi pemuncak pun diumumkan Senin (14/11). UIN Syarif Hidayatullah menyabet juara I, Universitas Islam Antar Bang sa Juara II, STIT Diniyyah Puteri Juara III dan Universitas Sains Islam Malaysia Peringkat IV,” kata Ahmad.<br />
Sri Rahayu, koordinator tim debat STIT, berhasil pula meraih posisi keenam The Best Debater dan masuk sepuluh besar dari 60 peserta debat. Tim Diniyyah Puteri terdiri dari Erna Hidayati, Annisa Difa Septika, Zatria Nasriza, dan Sri Rahayu.(211)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Padang Panjang, Singgalang<br />
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri Padang Panjang, berhasil mencapai peringkat tiga pada Kejuaraan Debat Bahasa Arab tingkat Asean ke-5 (The 5th Asean Aniversary Arabic Debate Championship 2011) yang diselenggarakan di Malaysia.<br />
Prestasi itu, bukan hanya mengharumkan nama Padang Panjang, tapi juga membangkit kembali kejayaan Minangkabau di khazanah intelektual kawasan tersebut.<br />
“Prestasi ini sungguh di luar dugaan, mengingat dalam lima tahun debat diselenggarakan, STIT Diniyyah Puteri sama sekali belum pernah ikut. Sebagai pendatang baru di ajang ini, peringkat tiga ini jelas sesuatu yang amat mengejutkan dan pantas disyukuri,” ujar Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan, melalui Kepala Divisi Humas Ahmad Rifai, kepada Singgalang, kemarin, di Padang Panjang.<br />
Dijelaskan, pada babak penyisihan terdapat 20 tim yang berkompetisi. Tim STIT Diniyyah Puteri berhasil masuk 14 besar yang kemudian merangsek maju ke posisi sembilan besar. Seterusnya melaju ke lima besar dan empat besar. Di babak penyisihan, jelasnya, STIT Diniyyah Puteri mendapat peringkat kedua dari 20 tim yang berlomba.<br />
“Di perempat final lantaran kalah satu poin dari UIN Syarif Hidayullah Jakarta, STIT Diniyyah Puteri harus puas di posisi ketiga. Tinggal UIN Syarif Hidayullah berlaga menentukan juara I dan II. Di final, UIN Syarif Hidayatullah melawan tim Universitas Islam Antar Bangsa. Posisi pemuncak pun diumumkan Senin (14/11). UIN Syarif Hidayatullah menyabet juara I, Universitas Islam Antar Bang sa Juara II, STIT Diniyyah Puteri Juara III dan Universitas Sains Islam Malaysia Peringkat IV,” kata Ahmad.<br />
Sri Rahayu, koordinator tim debat STIT, berhasil pula meraih posisi keenam The Best Debater dan masuk sepuluh besar dari 60 peserta debat. Tim Diniyyah Puteri terdiri dari Erna Hidayati, Annisa Difa Septika, Zatria Nasriza, dan Sri Rahayu.(211)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Rektor Unand Didemo]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Rektor-Unand-Didemo</link>
			<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 06:20:29 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Rektor-Unand-Didemo</guid>
			<description><![CDATA[Padang Ekspres  Berita Peristiwa  Rabu, 23/11/2011 <br />
<br />
Kebijakan pimpinan Universitas Andalas mengekang kebebasan berpendapat civitas akademika, mendapat perlawanan oleh mahasiswa. Protes itu ditunjukkan para calon intelektual muda ini dengan mendemo para pimpinan kampus tertua di luar Pulau Jawa itu.<br />
<br />
Kemarin, mahasiswa Unand yang tergabung dalam Forum Peduli Pendidikan (FPP), menggelar mimbar bebas di depan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand. Mahasiswa mengecam Peraturan Rektor Unand No 53a/XIII/A/Unand/2011 soal berdemonstrasi di lingkungan kampus harus melapor ke Rektor.<br />
<br />
Mereka menilai aturan kampus melangkahi UU No 9/1998  tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Dan, meminta meninjau kembali aturan yang telah dibuat oleh pihak universitas.<br />
<br />
“Dengan peraturan itu, berarti pihak kampus telah mengekang mahasiswa menyampaikan pendapat dan telah membunuh karakter mahasiswa, yang memiliki pemikiran kritis dalam menjalankan tatanan berdemokrasi,” kata salah seorang orator, Muhnizar Siagian, saat aksi Mimbar Mahasiswa kemarin (22/11).<br />
<br />
Menurut Ketua UKM PHP ini, aturan itu bisa merusak nilai-nilai dan makna demokrasi yang diajarkan di bangku perkuliahan. Dia menduga peraturan tersebut dibuat terkait beberapa aksi demonstrasi mahasiswa beberapa bulan lalu dan untuk menutup-nutupi kebobrokan kinerja universitas.<br />
<br />
“Peraturan yang dibuat tidak masuk akal. Ini salah satu penghancuran demokrasi dan apakah pantas ini yang dilakukan di dalam sebuah negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi.<br />
<br />
Kami meminta rektor yang baru di lantik, untuk merundingkan kembali tentang aturan ini,” tukasnya.<br />
Muhnizar mengatakan, jika aturan itu tidak diganti dan diubah, semua mahasiswa Unand rentan mendapatkan tekanan dari pihak kampus. Paling tidak, mahasiswa akan dipersulit di dalam birokrasi.<br />
<br />
“Jika mimbar bebas kami ini tidak digubris, atau tidak didengarkan hari ini, kami akan ada aksi lanjutan demi mempertahankan UU itu,” tutur Muhnizar.<br />
<br />
Untuk Pembinaan<br />
Secara terpisah, Rektor Universitas Andalas, Werry Darta Taifur mengatakan, aturan itu hasil keputusan matang dan telah dikaji dengan baik. Peraturan tersebut, tak pantas disebut sebagai penghalangan kebebasan berpendapat.<br />
<br />
“Tujuannya untuk pembinaan, bukan mematikan kreativitas mahasiswa dan setiap institusi memiliki aturan tersendiri,” ujarnya.<br />
Soal demo, katanya, logika tak hanya mementingkan kebebasan, tapi juga memikirkan orang-orang yang tak berdemo.<br />
<br />
“Atribut yang peraturan itu sifatnya ke dalam, tidak ke luar. Artinya, kami hanya mengatur aktivitas mahasiswa di dalam kampus saja, tentu ada aturan dan prosedurnya,” ujar Werry ketika dihubungi Padang Ekspres, kemarin. <img src="http://www.minangforum.com/images/yahoo/79.gif" /><br />
<br />
[ Red/Revdi Iwan Syahputra ]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Padang Ekspres  Berita Peristiwa  Rabu, 23/11/2011 <br />
<br />
Kebijakan pimpinan Universitas Andalas mengekang kebebasan berpendapat civitas akademika, mendapat perlawanan oleh mahasiswa. Protes itu ditunjukkan para calon intelektual muda ini dengan mendemo para pimpinan kampus tertua di luar Pulau Jawa itu.<br />
<br />
Kemarin, mahasiswa Unand yang tergabung dalam Forum Peduli Pendidikan (FPP), menggelar mimbar bebas di depan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unand. Mahasiswa mengecam Peraturan Rektor Unand No 53a/XIII/A/Unand/2011 soal berdemonstrasi di lingkungan kampus harus melapor ke Rektor.<br />
<br />
Mereka menilai aturan kampus melangkahi UU No 9/1998  tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Dan, meminta meninjau kembali aturan yang telah dibuat oleh pihak universitas.<br />
<br />
“Dengan peraturan itu, berarti pihak kampus telah mengekang mahasiswa menyampaikan pendapat dan telah membunuh karakter mahasiswa, yang memiliki pemikiran kritis dalam menjalankan tatanan berdemokrasi,” kata salah seorang orator, Muhnizar Siagian, saat aksi Mimbar Mahasiswa kemarin (22/11).<br />
<br />
Menurut Ketua UKM PHP ini, aturan itu bisa merusak nilai-nilai dan makna demokrasi yang diajarkan di bangku perkuliahan. Dia menduga peraturan tersebut dibuat terkait beberapa aksi demonstrasi mahasiswa beberapa bulan lalu dan untuk menutup-nutupi kebobrokan kinerja universitas.<br />
<br />
“Peraturan yang dibuat tidak masuk akal. Ini salah satu penghancuran demokrasi dan apakah pantas ini yang dilakukan di dalam sebuah negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi.<br />
<br />
Kami meminta rektor yang baru di lantik, untuk merundingkan kembali tentang aturan ini,” tukasnya.<br />
Muhnizar mengatakan, jika aturan itu tidak diganti dan diubah, semua mahasiswa Unand rentan mendapatkan tekanan dari pihak kampus. Paling tidak, mahasiswa akan dipersulit di dalam birokrasi.<br />
<br />
“Jika mimbar bebas kami ini tidak digubris, atau tidak didengarkan hari ini, kami akan ada aksi lanjutan demi mempertahankan UU itu,” tutur Muhnizar.<br />
<br />
Untuk Pembinaan<br />
Secara terpisah, Rektor Universitas Andalas, Werry Darta Taifur mengatakan, aturan itu hasil keputusan matang dan telah dikaji dengan baik. Peraturan tersebut, tak pantas disebut sebagai penghalangan kebebasan berpendapat.<br />
<br />
“Tujuannya untuk pembinaan, bukan mematikan kreativitas mahasiswa dan setiap institusi memiliki aturan tersendiri,” ujarnya.<br />
Soal demo, katanya, logika tak hanya mementingkan kebebasan, tapi juga memikirkan orang-orang yang tak berdemo.<br />
<br />
“Atribut yang peraturan itu sifatnya ke dalam, tidak ke luar. Artinya, kami hanya mengatur aktivitas mahasiswa di dalam kampus saja, tentu ada aturan dan prosedurnya,” ujar Werry ketika dihubungi Padang Ekspres, kemarin. <img src="http://www.minangforum.com/images/yahoo/79.gif" /><br />
<br />
[ Red/Revdi Iwan Syahputra ]]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[UNP Kebakaran]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-UNP-Kebakaran</link>
			<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 18:50:11 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-UNP-Kebakaran</guid>
			<description><![CDATA[Padang Today  Berita Peristiwa  Jumat, 18/11/2011 - 00:09 WIB  Revdi  110 klik<br />
<br />
Kebakaran hebat kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini beberapa ruang dan gedung di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang (UNP) terbakar sekitar pukul 22.30 WIB. Saat ini petugas pemadam kebakaran sedang berupaya menjinakan api.<br />
<br />
Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, korban jiwa dan berapa kerugian yang disebabkan peristiwa itu. Kendati hujan cukup deras mengguyur beberapa saat lalu, tak urung membuat api tetap mengganas, bahkan dengan cepat menyambar benda yang mudah terbakar.<br />
<br />
“Kita sedang menyelidiki penyebab api yang membakar gedung UNP. Namun dari dugaan sementara api berasal dari Arus pendek atau dari aktifitas tukang yang sedang memasak disekitar lokasi kebakaran,” ungkapKepala Dinas Pemadam Kebakaran Budhi Erwanto. <br />
<br />
Ruangan yang terbakar merupakan ruangan pustaka FIP yang dipenuhi buku-buku, dokumen penting, ruang kantor dosen, lokal untuk mahasiswa yang belajar, dan ruangan media lainnya. Dalam kebakaran itu Damkar Kota Padang menurunkan 8 unit mobil dan 40 personil  untuk menjinakkan api.[]<br />
<br />
<a href="http://www.imagedum.com/view-112_FIP_kebakaran....jpg" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.imagedum.com/images/112_FIP_kebakaran....jpg" border="0" alt="[Image: 112_FIP_kebakaran....jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/></a><br />
<a href="http://www.minangforum.com/newthread.php?fid=16" target="_blank">http://www.minangforum.com/newthread.php?fid=16</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Padang Today  Berita Peristiwa  Jumat, 18/11/2011 - 00:09 WIB  Revdi  110 klik<br />
<br />
Kebakaran hebat kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini beberapa ruang dan gedung di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang (UNP) terbakar sekitar pukul 22.30 WIB. Saat ini petugas pemadam kebakaran sedang berupaya menjinakan api.<br />
<br />
Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran, korban jiwa dan berapa kerugian yang disebabkan peristiwa itu. Kendati hujan cukup deras mengguyur beberapa saat lalu, tak urung membuat api tetap mengganas, bahkan dengan cepat menyambar benda yang mudah terbakar.<br />
<br />
“Kita sedang menyelidiki penyebab api yang membakar gedung UNP. Namun dari dugaan sementara api berasal dari Arus pendek atau dari aktifitas tukang yang sedang memasak disekitar lokasi kebakaran,” ungkapKepala Dinas Pemadam Kebakaran Budhi Erwanto. <br />
<br />
Ruangan yang terbakar merupakan ruangan pustaka FIP yang dipenuhi buku-buku, dokumen penting, ruang kantor dosen, lokal untuk mahasiswa yang belajar, dan ruangan media lainnya. Dalam kebakaran itu Damkar Kota Padang menurunkan 8 unit mobil dan 40 personil  untuk menjinakkan api.[]<br />
<br />
<a href="http://www.imagedum.com/view-112_FIP_kebakaran....jpg" rel="nofollow" target="_blank"><img src="http://www.imagedum.com/images/112_FIP_kebakaran....jpg" border="0" alt="[Image: 112_FIP_kebakaran....jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/></a><br />
<a href="http://www.minangforum.com/newthread.php?fid=16" target="_blank">http://www.minangforum.com/newthread.php?fid=16</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dosen Teknik Kimia UBH Ikuti Festival Gifu University di Jepang]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Dosen-Teknik-Kimia-UBH-Ikuti-Festival-Gifu-University-di-Jepang</link>
			<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 02:06:02 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Dosen-Teknik-Kimia-UBH-Ikuti-Festival-Gifu-University-di-Jepang</guid>
			<description><![CDATA[Reni Desmiarti Dosen Teknik Kimia Universitas Bung Hatta, ikuti Festival Gifu University (Gidai Sai) rangkaian dari kegiatan PAR-C DIKTI tahun 2011. PAR-C itu sendiri merupakan program DIKTI yang diperuntukkan bagi dosen yunior yang bergelar doktor dan akan melakukan kegiatan kerjasama penelitian dengan mitra luar negerinya selama 4 bulan dalam upaya meningkatkan wawasan maupun keterampilan akademik bagi para dosen tetap (guru besar dan/atau Doktor) di berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia, dengan harapan para dosen senior maupun guru besar yang sudah lama melakukan tugas-tugas rutinnya memiliki kesempatan untuk menggairahkan kembali (recharging) keterampilan akademik dan motivasinya.<br />
<br />
Reni Desmiarti, dalam e-mailnya yang diterima Humas UBH mengatakan, Festival Gifu University diadakan satu tahun sekali setiap bulan November untuk memperingati hari kebudayaan di Jepang, yang diselenggarakan tanggal 5-6 November 2011.<br />
<br />
Festival itu diselenggarakan oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar yang menampilkan kesenian seperti tarian dan nyanyian serta bazaar makanan dan minuman. Acara tersebut juga diramaikan dengan masyarakat yang berjualan pakaian bekas/baru atau disini dikenal dengan free market.<br />
<br />
Menurutnya lagi, acar tersebut sangat menariknya, karena stand-stand makanan berasal dari berbagai daerah dan ditampilkan oleh mahasiswa dari daerah mahasiswa berasal. Termasuk juga, dari mahasiswa asing yang sedang sekolah di Universitas Gifu. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cabang Gifu, juga berpartisipasi dalam acara ini. Stand PPI menampilkan gambar2 tentang Indonesia, kesenian angklung, pakaian daerah dan makanan Indonesia seperti bakso, sate padang dan soto makasar. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, dan merupakan ajang promosi kampus yang sangat menarik.<br />
<br />
Ia menambahkan, saaat ini terdapat 2 orang alumni Teknik Kimia Universitas Bung Hatta yang sedang mengikuti program master Di Universitas Gifu Jepang, yakni Joni Aldilla Fajri dan Edwina Zainal melalui program Basin Water Environmental Leader (BWEL) dan merupakan bagian dari hasil kerjasama River Basin Research Center Gifu University dengan Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta sejak tahun 2010.  (padek)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Reni Desmiarti Dosen Teknik Kimia Universitas Bung Hatta, ikuti Festival Gifu University (Gidai Sai) rangkaian dari kegiatan PAR-C DIKTI tahun 2011. PAR-C itu sendiri merupakan program DIKTI yang diperuntukkan bagi dosen yunior yang bergelar doktor dan akan melakukan kegiatan kerjasama penelitian dengan mitra luar negerinya selama 4 bulan dalam upaya meningkatkan wawasan maupun keterampilan akademik bagi para dosen tetap (guru besar dan/atau Doktor) di berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia, dengan harapan para dosen senior maupun guru besar yang sudah lama melakukan tugas-tugas rutinnya memiliki kesempatan untuk menggairahkan kembali (recharging) keterampilan akademik dan motivasinya.<br />
<br />
Reni Desmiarti, dalam e-mailnya yang diterima Humas UBH mengatakan, Festival Gifu University diadakan satu tahun sekali setiap bulan November untuk memperingati hari kebudayaan di Jepang, yang diselenggarakan tanggal 5-6 November 2011.<br />
<br />
Festival itu diselenggarakan oleh mahasiswa dan masyarakat sekitar yang menampilkan kesenian seperti tarian dan nyanyian serta bazaar makanan dan minuman. Acara tersebut juga diramaikan dengan masyarakat yang berjualan pakaian bekas/baru atau disini dikenal dengan free market.<br />
<br />
Menurutnya lagi, acar tersebut sangat menariknya, karena stand-stand makanan berasal dari berbagai daerah dan ditampilkan oleh mahasiswa dari daerah mahasiswa berasal. Termasuk juga, dari mahasiswa asing yang sedang sekolah di Universitas Gifu. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) cabang Gifu, juga berpartisipasi dalam acara ini. Stand PPI menampilkan gambar2 tentang Indonesia, kesenian angklung, pakaian daerah dan makanan Indonesia seperti bakso, sate padang dan soto makasar. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, dan merupakan ajang promosi kampus yang sangat menarik.<br />
<br />
Ia menambahkan, saaat ini terdapat 2 orang alumni Teknik Kimia Universitas Bung Hatta yang sedang mengikuti program master Di Universitas Gifu Jepang, yakni Joni Aldilla Fajri dan Edwina Zainal melalui program Basin Water Environmental Leader (BWEL) dan merupakan bagian dari hasil kerjasama River Basin Research Center Gifu University dengan Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta sejak tahun 2010.  (padek)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Sejarah Panjang Perguruan Adabiah]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Sejarah-Panjang-Perguruan-Adabiah</link>
			<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 06:12:24 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Sejarah-Panjang-Perguruan-Adabiah</guid>
			<description><![CDATA[Saat anda berkunjung ke kompleks Adabiah di Jalan Perintis Kemerdekaan, kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, anda akan merasakan suasana pendidikan yang sesungguhnya. Bangunan sekolah mulai dari taman kanak-kanak, hingga sekolah tinggi berdiri rapi memenuhi lahan 1,6 hektare itu. Rasanya, sulit dipercaya bahwa sekolah ini berawal dari belajar di surau.<br />
<br />
<br />
Menurut Muchlis Muchtar, Ketua Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) yang menaungi TK, SD, SMP, SMA, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Adabiah, sekolah tersebut bermula dari kegiatan mengaji di surau.<br />
<br />
<br />
Dr Abdullah Ahmad, seorang tokoh agama di masa kolonial Belanda mendirikan pengajian atau madrasah Adabiah pada 1909. Tujuannya selain untuk memberikan pendalaman ilmu agama, juga ingin mencerdaskan anak-anak pribumi yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah yang didirikan Belanda.<br />
<br />
<br />
”Maka mulailah Syekh Abdullah Ahmad mengumpulkan anak-anak pribumi yang ingin belajar ilmu agama dan umum. Sekolah dilakukan seadanya di surau, dengan duduk di lantai dan peralatan belajar yang juga seadanya,” jelas Muchlis.<br />
<br />
<br />
Pada tahun 1915 sekolah ini diresmikan pemerintah kolonial dengan nama Hollandsch Inlandsche School (HIS) Adabiah. Inilah HIS pertama di Sumatera Barat. Sejak saat itu pengelolaan sekolah sepenuhnya dikerjakan Sjarikat Oesaha, sebuah yayasan yang diperuntukkan mengelola pendidikan Adabiah.<br />
<br />
<br />
Yayasan ini didirikan oleh Abdullah Ahmad bersama, Engku Apin, Engku Bute, Sampono Batuah, Engku Ibnu Majid Sidi, Thaher Marah Sutan, Sulaiman Efendi, dan Majid Sidi Sutan.<br />
<br />
<br />
Saat itu HIS Adabiah memiliki tiga unit sekolah. HIS Adabiah I dan III berlokasi di Jalan Pasarbaru, persis di pertokoan di depan Raya Theatre sekarang. Dan HIS II bertempat di jalan Belatung Kecil yang kini menjadi rumah dinas Wali Kota Padang Jalan Ahmad Yani.<br />
<br />
<br />
Bahasa Belanda menjadi mata pelajaran wajib yang harus diikuti siswa di sekolah tersebut. Namun penggunaan bahasa Belanda diubah menjadi bahasa Jepang setelah Negara Asia Timur itu masuk ke Sumatera di penghujung 1942. HIS pun diubah menjadi Sekolah Nippon Indonesia (SNI). Kemudian setelah Indonesia merdeka, tahun 1949 sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Rakyat (SR).<br />
<br />
<br />
Baru kemudian pada 1987 sekolah Adabiah disatukan di kawasan Jati. Yayasan Syarikat Oesaha yang mengelola sekolah tersebut membangun sekolah-sekolah baru yang berjenjang mulai dari TK hingga Sekolah Tinggi. “Fasilitas pendidikan, berupa saran dan prasarana penunjang proses belajar mengajar, terus kami lengkapi. Termasuk merekrut guru-guru yang bermutu,” kata Muchlis kepada Padang Ekspres kemarin (24/8).<br />
<br />
<br />
Salah satu sekolah tersohor di Sumatera Barat ini menggunakan kurikulum yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nasional. Meski begitu, pendidikan agama tetap diajarkan di sekolah tersebut melalui pendidikan MDA untuk tingkat SD. Sedangkan untuk SMP dan SMA diperkuat dalam mata pelajaran agama yang dilengkapi dengan praktik ibadah.<br />
<br />
<br />
Sejarah panjang perguruan Adabiah pada akhirnya telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah untuk Sumatera Barat maupun nasional. Salah seorang yang paling dikenal masyarakat luas adalah Mr. Assaat. Beliau murid perguruan Adabiah angkatan pertama. Namanya dikenal sebagai Presiden RI pada era Republik Indonesia Serikat (RIS).<br />
<br />
<br />
”Harapan kami, sekolah ini akan terus melahirkan tokoh-tokoh besar yang bisa berkiprah baik di daerah maupun nasional. Sekarang alumninya sudah banyak yang berkiprah membangun Sumbar, termasuk Azwar Anas, Fauzi Bahar, Ali Asmar, dan banyak lagi,” paparnya. (padek)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Saat anda berkunjung ke kompleks Adabiah di Jalan Perintis Kemerdekaan, kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, anda akan merasakan suasana pendidikan yang sesungguhnya. Bangunan sekolah mulai dari taman kanak-kanak, hingga sekolah tinggi berdiri rapi memenuhi lahan 1,6 hektare itu. Rasanya, sulit dipercaya bahwa sekolah ini berawal dari belajar di surau.<br />
<br />
<br />
Menurut Muchlis Muchtar, Ketua Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) yang menaungi TK, SD, SMP, SMA, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Adabiah, sekolah tersebut bermula dari kegiatan mengaji di surau.<br />
<br />
<br />
Dr Abdullah Ahmad, seorang tokoh agama di masa kolonial Belanda mendirikan pengajian atau madrasah Adabiah pada 1909. Tujuannya selain untuk memberikan pendalaman ilmu agama, juga ingin mencerdaskan anak-anak pribumi yang tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah yang didirikan Belanda.<br />
<br />
<br />
”Maka mulailah Syekh Abdullah Ahmad mengumpulkan anak-anak pribumi yang ingin belajar ilmu agama dan umum. Sekolah dilakukan seadanya di surau, dengan duduk di lantai dan peralatan belajar yang juga seadanya,” jelas Muchlis.<br />
<br />
<br />
Pada tahun 1915 sekolah ini diresmikan pemerintah kolonial dengan nama Hollandsch Inlandsche School (HIS) Adabiah. Inilah HIS pertama di Sumatera Barat. Sejak saat itu pengelolaan sekolah sepenuhnya dikerjakan Sjarikat Oesaha, sebuah yayasan yang diperuntukkan mengelola pendidikan Adabiah.<br />
<br />
<br />
Yayasan ini didirikan oleh Abdullah Ahmad bersama, Engku Apin, Engku Bute, Sampono Batuah, Engku Ibnu Majid Sidi, Thaher Marah Sutan, Sulaiman Efendi, dan Majid Sidi Sutan.<br />
<br />
<br />
Saat itu HIS Adabiah memiliki tiga unit sekolah. HIS Adabiah I dan III berlokasi di Jalan Pasarbaru, persis di pertokoan di depan Raya Theatre sekarang. Dan HIS II bertempat di jalan Belatung Kecil yang kini menjadi rumah dinas Wali Kota Padang Jalan Ahmad Yani.<br />
<br />
<br />
Bahasa Belanda menjadi mata pelajaran wajib yang harus diikuti siswa di sekolah tersebut. Namun penggunaan bahasa Belanda diubah menjadi bahasa Jepang setelah Negara Asia Timur itu masuk ke Sumatera di penghujung 1942. HIS pun diubah menjadi Sekolah Nippon Indonesia (SNI). Kemudian setelah Indonesia merdeka, tahun 1949 sekolah ini berganti nama menjadi Sekolah Rakyat (SR).<br />
<br />
<br />
Baru kemudian pada 1987 sekolah Adabiah disatukan di kawasan Jati. Yayasan Syarikat Oesaha yang mengelola sekolah tersebut membangun sekolah-sekolah baru yang berjenjang mulai dari TK hingga Sekolah Tinggi. “Fasilitas pendidikan, berupa saran dan prasarana penunjang proses belajar mengajar, terus kami lengkapi. Termasuk merekrut guru-guru yang bermutu,” kata Muchlis kepada Padang Ekspres kemarin (24/8).<br />
<br />
<br />
Salah satu sekolah tersohor di Sumatera Barat ini menggunakan kurikulum yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nasional. Meski begitu, pendidikan agama tetap diajarkan di sekolah tersebut melalui pendidikan MDA untuk tingkat SD. Sedangkan untuk SMP dan SMA diperkuat dalam mata pelajaran agama yang dilengkapi dengan praktik ibadah.<br />
<br />
<br />
Sejarah panjang perguruan Adabiah pada akhirnya telah melahirkan banyak tokoh yang berkiprah untuk Sumatera Barat maupun nasional. Salah seorang yang paling dikenal masyarakat luas adalah Mr. Assaat. Beliau murid perguruan Adabiah angkatan pertama. Namanya dikenal sebagai Presiden RI pada era Republik Indonesia Serikat (RIS).<br />
<br />
<br />
”Harapan kami, sekolah ini akan terus melahirkan tokoh-tokoh besar yang bisa berkiprah baik di daerah maupun nasional. Sekarang alumninya sudah banyak yang berkiprah membangun Sumbar, termasuk Azwar Anas, Fauzi Bahar, Ali Asmar, dan banyak lagi,” paparnya. (padek)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Lanjut S-2 di Belanda via Beasiswa, Yuk!]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Lanjut-S-2-di-Belanda-via-Beasiswa-Yuk</link>
			<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 01:49:01 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Lanjut-S-2-di-Belanda-via-Beasiswa-Yuk</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i.okezone.com/content/2011/08/15/368/492187/oqbhqUXL19.jpg" border="0" alt="[Image: oqbhqUXL19.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Ilustrasi : ist.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">okezone.com - JAKARTA </span>: Mau lanjutkan kuliah ke Belanda? siapa coba yang enggak mau. Bagi kamu yang berminat melanjutkan studi S-2 di Belanda, Leiden University memberikan beasiswa untuk mahasiswa internasional.  <br />
 Beasiswa parsial ini menawarkan lima program hibah untuk kamu lulusan S-1 dari semua jurusan, untuk melanjutkan S-2 di kampus Leiden asal Negeri Tulip tersebut.<br />
  <br />
 Ada pun kelima program beasiswa yang ditawarkan, yakni:<br />
 1. Platinum Covers, yang meliputi biaya kuliah, dan uang saku sebesar EURO10 ribu atau senilai Rp122 juta sebagai biaya hidup sehari-hari, tidak termasuk penyewaan rumah tinggal.<br />
 2. Gold Covers, yaitu hanya meliputi biaya kuliah dan uang penyewaan rumah tinggal saja, tidak termasuk uang saku.<br />
 3. Silver Covers, Leiden hanya membiayai 75 persen biaya kuliah.<br />
 4. Bronze Covers, Biaya kuliah kamu 50 persen dibiayai oleh Lieden.<br />
 5. Ivory Covers, kamu hanya mendapat keringanan sebanyak 25 persen dari biaya kuliahmu.<br />
  <br />
 Syarat dan Ketentuan untuk menikmati beasiswa ini lumayan mudah, berikut seperti yang disitat dari <a href="http://www.leidenuniv.nl" rel="nofollow" target="_blank">http://www.leidenuniv.nl</a>, Senin (15/8/2011):<br />
  <br />
 1. Kamu harus sudah mendaftar di Leiden sebelum mendaftar beasiswa ini.<br />
 2. Kamu akan mendapatkan passport khusus sebagai penanda kamu seorang Non-Uni Eropa.<br />
 3. Beasiswa tidak berlaku jika kamu sudah mendapat beasiswa sebelummnya dari Leiden.<br />
 4. Mahasiswa yang mendapat Beasiswa Leiden harus mengisi dan mengkonfirmasi. perjanjian tertulis melalui file digital yang akan dikirimkan oleh Leiden dalam bentuk PDF.<br />
 5. Pelamar beasiswa merupakan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik di atas rata-rata.<br />
 6. Selain mengirimkan CV, kamu diminta menulis esai mengenai dalam bentuk Ms. Word dengan jumlah 500 kata yang menerangkan mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa tersebut.<br />
 7. Aplikasi dikirim paling lambat 15 Oktober 2011, melalui email.<br />
  <br />
 Keterangan lebih lanjut, kamu bisa akses laman Lieden University di alamat yang sama. Semoga keberuntungan menyertai niat baikmu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i.okezone.com/content/2011/08/15/368/492187/oqbhqUXL19.jpg" border="0" alt="[Image: oqbhqUXL19.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Ilustrasi : ist.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">okezone.com - JAKARTA </span>: Mau lanjutkan kuliah ke Belanda? siapa coba yang enggak mau. Bagi kamu yang berminat melanjutkan studi S-2 di Belanda, Leiden University memberikan beasiswa untuk mahasiswa internasional.  <br />
 Beasiswa parsial ini menawarkan lima program hibah untuk kamu lulusan S-1 dari semua jurusan, untuk melanjutkan S-2 di kampus Leiden asal Negeri Tulip tersebut.<br />
  <br />
 Ada pun kelima program beasiswa yang ditawarkan, yakni:<br />
 1. Platinum Covers, yang meliputi biaya kuliah, dan uang saku sebesar EURO10 ribu atau senilai Rp122 juta sebagai biaya hidup sehari-hari, tidak termasuk penyewaan rumah tinggal.<br />
 2. Gold Covers, yaitu hanya meliputi biaya kuliah dan uang penyewaan rumah tinggal saja, tidak termasuk uang saku.<br />
 3. Silver Covers, Leiden hanya membiayai 75 persen biaya kuliah.<br />
 4. Bronze Covers, Biaya kuliah kamu 50 persen dibiayai oleh Lieden.<br />
 5. Ivory Covers, kamu hanya mendapat keringanan sebanyak 25 persen dari biaya kuliahmu.<br />
  <br />
 Syarat dan Ketentuan untuk menikmati beasiswa ini lumayan mudah, berikut seperti yang disitat dari <a href="http://www.leidenuniv.nl" rel="nofollow" target="_blank">http://www.leidenuniv.nl</a>, Senin (15/8/2011):<br />
  <br />
 1. Kamu harus sudah mendaftar di Leiden sebelum mendaftar beasiswa ini.<br />
 2. Kamu akan mendapatkan passport khusus sebagai penanda kamu seorang Non-Uni Eropa.<br />
 3. Beasiswa tidak berlaku jika kamu sudah mendapat beasiswa sebelummnya dari Leiden.<br />
 4. Mahasiswa yang mendapat Beasiswa Leiden harus mengisi dan mengkonfirmasi. perjanjian tertulis melalui file digital yang akan dikirimkan oleh Leiden dalam bentuk PDF.<br />
 5. Pelamar beasiswa merupakan mahasiswa yang memiliki prestasi akademik di atas rata-rata.<br />
 6. Selain mengirimkan CV, kamu diminta menulis esai mengenai dalam bentuk Ms. Word dengan jumlah 500 kata yang menerangkan mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa tersebut.<br />
 7. Aplikasi dikirim paling lambat 15 Oktober 2011, melalui email.<br />
  <br />
 Keterangan lebih lanjut, kamu bisa akses laman Lieden University di alamat yang sama. Semoga keberuntungan menyertai niat baikmu.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Ayo Daftar Beasiswa S-2 di Universitas Westminister Inggris]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Ayo-Daftar-Beasiswa-S-2-di-Universitas-Westminister-Inggris</link>
			<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 01:42:56 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Ayo-Daftar-Beasiswa-S-2-di-Universitas-Westminister-Inggris</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i.okezone.com/content/2011/08/15/368/492174/EfK9YmyJO1.jpg" border="0" alt="[Image: EfK9YmyJO1.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Ilustrasi : ist.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">okezone.com - Jakarta :</span> Bagi kamu mahasiswa yang sudah lulus S-1 dan ingin melanjutkan studi S-2  ke luar negeri, beasiswa ini pasti sangat berguna, sebab, Universitas Westminister memberikan beasiswa S-2 bagi mahasiswa dari negara berkembang untuk kuliah di kampusnya.  <br />
 Beasiswa penuh bertaraf internasional ini tidak dikhususkan untuk satu jurusan saja, jadi jika program kuliah yang ingin kamu ambil ada di Westminister, kamu bisa punya kesempatan loh.<br />
  <br />
 Fasilitas beasiswa yang diberikan meliputi uang kuliah akomodasi, biaya hidup dan tiket pulang-pergi dari Indonesia ke London dan sebaliknya.<br />
  <br />
 Syaratnya gampang kok, kamu musti bisa mendemonstrasikan bagaimana ilmu pengetahuan yang akan kamu dapat, bisa diaplikasikan ke tanah air. Selain itu, kamu harus berstatus sebagai International Student dari negara berkembang dan mempunyai rekomendasi untuk kuliah S-2 di Westminister.<br />
  <br />
 Caranya juga cukup mudah, kamu hanya tinggal mengajukan aplikasi yang menerangkan jurusan apa yang akan kamu pilih, dan membuat esai tentang jurusan tersebut. Kamu enggak boleh lamar beasiswa ini jika kamu udah terdaftar di Westminister sebelumnya.<br />
  <br />
 Pengumpulan aplikasi paling lambat pada 1 November 2011, kirimkan aplikasimu ke website <a href="http://www.westminister.ac.uk" rel="nofollow" target="_blank">http://www.westminister.ac.uk</a>. Detail lebih lanjut bisa kamu akses pada laman yang sama kok, selamat mencoba.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i.okezone.com/content/2011/08/15/368/492174/EfK9YmyJO1.jpg" border="0" alt="[Image: EfK9YmyJO1.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Ilustrasi : ist.<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">okezone.com - Jakarta :</span> Bagi kamu mahasiswa yang sudah lulus S-1 dan ingin melanjutkan studi S-2  ke luar negeri, beasiswa ini pasti sangat berguna, sebab, Universitas Westminister memberikan beasiswa S-2 bagi mahasiswa dari negara berkembang untuk kuliah di kampusnya.  <br />
 Beasiswa penuh bertaraf internasional ini tidak dikhususkan untuk satu jurusan saja, jadi jika program kuliah yang ingin kamu ambil ada di Westminister, kamu bisa punya kesempatan loh.<br />
  <br />
 Fasilitas beasiswa yang diberikan meliputi uang kuliah akomodasi, biaya hidup dan tiket pulang-pergi dari Indonesia ke London dan sebaliknya.<br />
  <br />
 Syaratnya gampang kok, kamu musti bisa mendemonstrasikan bagaimana ilmu pengetahuan yang akan kamu dapat, bisa diaplikasikan ke tanah air. Selain itu, kamu harus berstatus sebagai International Student dari negara berkembang dan mempunyai rekomendasi untuk kuliah S-2 di Westminister.<br />
  <br />
 Caranya juga cukup mudah, kamu hanya tinggal mengajukan aplikasi yang menerangkan jurusan apa yang akan kamu pilih, dan membuat esai tentang jurusan tersebut. Kamu enggak boleh lamar beasiswa ini jika kamu udah terdaftar di Westminister sebelumnya.<br />
  <br />
 Pengumpulan aplikasi paling lambat pada 1 November 2011, kirimkan aplikasimu ke website <a href="http://www.westminister.ac.uk" rel="nofollow" target="_blank">http://www.westminister.ac.uk</a>. Detail lebih lanjut bisa kamu akses pada laman yang sama kok, selamat mencoba.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[MERAUP REZEKI PASAR RAMADAN]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-MERAUP-REZEKI-PASAR-RAMADAN</link>
			<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 05:57:46 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-MERAUP-REZEKI-PASAR-RAMADAN</guid>
			<description><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">KREATIVITAS TAK PERNAH MATI</span><br />
<br />
Kreativitas dan kepiawaian membaca situasi, dan merebut peluang, memang keniscayaan saat sekarang. Banyak mahasiswa membuktikan hal itu. Ramadan merupakan momen.<br />
<br />
Berpuasa itu tidak identik dengan bermalas-malasan. Demikian prinsip sobat-sobat kita berikut. Rasa letih, lapar dan haus tak menyurutkan semangat mereka untuk menimba rezeki di bulan Ramadan. Ya, bila diibaratkan sumur, Ramadan adalah sumur yang penuh airnya. Rezeki melimpah di sana. Cukup ditimba saja. Mau tau dengan apa sobat kita berikut menim­ba rezekinya? Yuk, simak Haluan Kampus  kali ini.<br />
<br />
Bukan Kolak Biasa<br />
<br />
"Ini bukan kolak biasa, campurannya macam-macam. Rasanya gurih," seru Sonya semangat saat memasarkan dagangannya. Mahasiswa Unand itu berjualan tak jauh dari gedung Fakultas Kedok­teran Unand, Jati. Kolak yang dia maksud adalah kolak pisang yang dicampur ubi jalar, labu, cincau dan jeli. Rasanya agak ajaib. Mungkin karena ajaib itu banyak yang penasaran.<br />
<br />
"Resepnya saya ketemu sendiri," tutur Sonya. "Saya lihat para chef di TV kalau masak suka mencampurkan apa saja. Daging dicampur dengan buah, misalnya. Saya jadi terins­pirasi."<br />
<br />
Meski terhitung agak ajaib, pembeli lumayan ramai. Mulai berdagang sejak pukul empat sore, Sonya sukses menjual 40-50 bungkus kolaknya. Satu bungkus dihargai lima ribu rupiah. Keuntungannya buat bekal lebaran.<br />
<br />
Setali tiga uang dengan Sonya, tiga bersaudara sepupu, Dini, Fani dan Zaki, juga berjualan makanan berbuka. Mereka menjual kelapa muda dan es rumput laut di kawasan Air Tawar Padang. Kelapa muda mereka beli dari pemasok kelapa di Pariaman.<br />
<br />
"Lebih untung berjualan kelapa muda," tutur Zaki. "Kalau tak habis bisa dijual esok harinya. Beda dengan makanan lain seperti bubur cendol yang cuma tahan beberapa jam," kata mahasiswa UNP ini. Soal modal usaha mereka urunan.<br />
<br />
"Orangtua senang-senang saja. Mereka bersyukur anak-anaknya sudah mulai berpikir untuk mencari uang sendiri. Bahkan orangtua kita ikutan promosi ke teman-temannya," tambah Fani yang juga kuliah di UNP.<br />
<br />
Dalam sehari mereka bisa menjual tiga puluh kelapa muda dan tiga puluh bungkus es rumput laut. Keuntungan hari pertama mereka putarkan lagi sebagai modal untuk berjualan di hari berikutnya. Mereka bertiga optimis bisa menangguk keuntungan luma­yan menjelang lebaran.<br />
<br />
"InsyaAllah bisa di atas satu juta rupiah," harap Fani.<br />
<br />
Marketing Jilbab<br />
<br />
Hanifa punya cara berbeda. Mahasiswi IAIN Imam Bonjol ini memilih untuk jualan jilbab, baju muslim dan mukena. Ia mengambil bahan jualan di sebuah toko pakaian muslim. Kebetulan, anak pemilik toko adalah teman baiknya.  Ia diperbolehkan mengambil beberapa item barang untuk dipasarkan. Modalnya Cuma tenaga serta berani malu.<br />
<br />
"Saya memilih cara ini karena tidak punya modal uang. Modal saya hubungan baik saja," kata Hanifa. "Saya mendapat keuntungan 20-40 persen dari setiap barang yang berhasil saya jual," sambungnya.<br />
<br />
Hanifa sudah memulai usaha ini beberapa hari sebelum bulan Ramadan dimulai. Sejauh ini sudah terjual sekitar 20-an barang. Yang paling laris adalah jilbab.<br />
<br />
"Saya ini marketing jilbab," kata Hanifa sambil tertawa. "Keuntungannya lumayan. Bisa untuk bantu-bantu orangtua membeli daging rendang lebaran."<br />
<br />
Sobat-sobat kita ini memang kreatif dan gigih dalam berusaha. Puasa justru menjadi bahan bakar bagi mereka untuk menangguk lebih banyak lagi rezeki dari Allah SWT. Berkaca dari mereka, puasa memang bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru menjadi alasan untuk lebih produktif dalam kehidupan.(haluan)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">KREATIVITAS TAK PERNAH MATI</span><br />
<br />
Kreativitas dan kepiawaian membaca situasi, dan merebut peluang, memang keniscayaan saat sekarang. Banyak mahasiswa membuktikan hal itu. Ramadan merupakan momen.<br />
<br />
Berpuasa itu tidak identik dengan bermalas-malasan. Demikian prinsip sobat-sobat kita berikut. Rasa letih, lapar dan haus tak menyurutkan semangat mereka untuk menimba rezeki di bulan Ramadan. Ya, bila diibaratkan sumur, Ramadan adalah sumur yang penuh airnya. Rezeki melimpah di sana. Cukup ditimba saja. Mau tau dengan apa sobat kita berikut menim­ba rezekinya? Yuk, simak Haluan Kampus  kali ini.<br />
<br />
Bukan Kolak Biasa<br />
<br />
"Ini bukan kolak biasa, campurannya macam-macam. Rasanya gurih," seru Sonya semangat saat memasarkan dagangannya. Mahasiswa Unand itu berjualan tak jauh dari gedung Fakultas Kedok­teran Unand, Jati. Kolak yang dia maksud adalah kolak pisang yang dicampur ubi jalar, labu, cincau dan jeli. Rasanya agak ajaib. Mungkin karena ajaib itu banyak yang penasaran.<br />
<br />
"Resepnya saya ketemu sendiri," tutur Sonya. "Saya lihat para chef di TV kalau masak suka mencampurkan apa saja. Daging dicampur dengan buah, misalnya. Saya jadi terins­pirasi."<br />
<br />
Meski terhitung agak ajaib, pembeli lumayan ramai. Mulai berdagang sejak pukul empat sore, Sonya sukses menjual 40-50 bungkus kolaknya. Satu bungkus dihargai lima ribu rupiah. Keuntungannya buat bekal lebaran.<br />
<br />
Setali tiga uang dengan Sonya, tiga bersaudara sepupu, Dini, Fani dan Zaki, juga berjualan makanan berbuka. Mereka menjual kelapa muda dan es rumput laut di kawasan Air Tawar Padang. Kelapa muda mereka beli dari pemasok kelapa di Pariaman.<br />
<br />
"Lebih untung berjualan kelapa muda," tutur Zaki. "Kalau tak habis bisa dijual esok harinya. Beda dengan makanan lain seperti bubur cendol yang cuma tahan beberapa jam," kata mahasiswa UNP ini. Soal modal usaha mereka urunan.<br />
<br />
"Orangtua senang-senang saja. Mereka bersyukur anak-anaknya sudah mulai berpikir untuk mencari uang sendiri. Bahkan orangtua kita ikutan promosi ke teman-temannya," tambah Fani yang juga kuliah di UNP.<br />
<br />
Dalam sehari mereka bisa menjual tiga puluh kelapa muda dan tiga puluh bungkus es rumput laut. Keuntungan hari pertama mereka putarkan lagi sebagai modal untuk berjualan di hari berikutnya. Mereka bertiga optimis bisa menangguk keuntungan luma­yan menjelang lebaran.<br />
<br />
"InsyaAllah bisa di atas satu juta rupiah," harap Fani.<br />
<br />
Marketing Jilbab<br />
<br />
Hanifa punya cara berbeda. Mahasiswi IAIN Imam Bonjol ini memilih untuk jualan jilbab, baju muslim dan mukena. Ia mengambil bahan jualan di sebuah toko pakaian muslim. Kebetulan, anak pemilik toko adalah teman baiknya.  Ia diperbolehkan mengambil beberapa item barang untuk dipasarkan. Modalnya Cuma tenaga serta berani malu.<br />
<br />
"Saya memilih cara ini karena tidak punya modal uang. Modal saya hubungan baik saja," kata Hanifa. "Saya mendapat keuntungan 20-40 persen dari setiap barang yang berhasil saya jual," sambungnya.<br />
<br />
Hanifa sudah memulai usaha ini beberapa hari sebelum bulan Ramadan dimulai. Sejauh ini sudah terjual sekitar 20-an barang. Yang paling laris adalah jilbab.<br />
<br />
"Saya ini marketing jilbab," kata Hanifa sambil tertawa. "Keuntungannya lumayan. Bisa untuk bantu-bantu orangtua membeli daging rendang lebaran."<br />
<br />
Sobat-sobat kita ini memang kreatif dan gigih dalam berusaha. Puasa justru menjadi bahan bakar bagi mereka untuk menangguk lebih banyak lagi rezeki dari Allah SWT. Berkaca dari mereka, puasa memang bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru menjadi alasan untuk lebih produktif dalam kehidupan.(haluan)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[STMIK- AMIK JAYANUSA PADANG]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-STMIK-AMIK-JAYANUSA-PADANG</link>
			<pubDate>Sun, 14 Aug 2011 11:03:05 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-STMIK-AMIK-JAYANUSA-PADANG</guid>
			<description><![CDATA[Universitas Komputer<br />
<br />
Didirikan H.Irwan Kinun SE, AKT, M.KOM<br />
Lokasi DAMAR 69 E PADANG, Padang, Indonesia 25216<br />
<br />
Misi	<br />
1.Membina mahasiswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki akhlaq yang mulia, mandiri dan siap pakai.<br />
2. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan professional yang dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi<br />
Produk	<br />
1. Menghasilkan lulusan yang professional dalam bidang analis system, pemrograman serta instalasi jaringan, memiliki rasa percaya diri berlandaskan ima dan taqwa untuk memenuhi tuntutan pasar kerja nasional dan regional<br />
2. Menghasilkan lulusan dengan daya saing tinggi sebagai analis dan programmer, serta mampu menerapkan perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.<br />
3. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, bermoral, berjiwa wirausaha, kreatif dan inovatif.<br />
Telepon	<br />
0751-28984-33057<br />
Situs Web	<br />
<a href="http://www.jayanusa.ac.id" rel="nofollow" target="_blank">http://www.jayanusa.ac.id</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Universitas Komputer<br />
<br />
Didirikan H.Irwan Kinun SE, AKT, M.KOM<br />
Lokasi DAMAR 69 E PADANG, Padang, Indonesia 25216<br />
<br />
Misi	<br />
1.Membina mahasiswa menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, memiliki akhlaq yang mulia, mandiri dan siap pakai.<br />
2. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan professional yang dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi<br />
Produk	<br />
1. Menghasilkan lulusan yang professional dalam bidang analis system, pemrograman serta instalasi jaringan, memiliki rasa percaya diri berlandaskan ima dan taqwa untuk memenuhi tuntutan pasar kerja nasional dan regional<br />
2. Menghasilkan lulusan dengan daya saing tinggi sebagai analis dan programmer, serta mampu menerapkan perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.<br />
3. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, bermoral, berjiwa wirausaha, kreatif dan inovatif.<br />
Telepon	<br />
0751-28984-33057<br />
Situs Web	<br />
<a href="http://www.jayanusa.ac.id" rel="nofollow" target="_blank">http://www.jayanusa.ac.id</a>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang di Tengah Kemajuan Zaman]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Madrasah-Tarbiyah-Islamiyah-Canduang-di-Tengah-Kemajuan-Zaman</link>
			<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 09:38:32 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Madrasah-Tarbiyah-Islamiyah-Canduang-di-Tengah-Kemajuan-Zaman</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/m9r8fl.gif" border="0" alt="[Image: m9r8fl.gif]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">Terkemuka: Kampus MTI Canduang sarat nuansa Islami.<br />
</span></span><br />
Santriwan dan santriwati berduyun-duyun melintasi gerbang madrasah menuju kelas mereka masing-masing pagi itu. Pemandangan itu mengisyaratkan Lembaga pendidikan islam Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Caduang masih tetap eksis sebagai pencetak generasi yang agamais.<br />
<br />
Saat ini sedikitnya 789 orang santri menuntut ilmu di madrasah terkemuka di Sumatera Barat itu. Kelak menjadi tenaga penyuluh keagamaan di tengah masyarakat.<br />
<br />
<br />
Menurut Raisul Al-Madrasah MTI Canduang, Buya H Amhar Zein Arrasulli yang didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum Aliyah, Zulkifli, meski tantangan semakin berat di era teknologi yang semakin maju, namun tekad mempertahankan identitas tak pernah surut. Memberikan pengetahuan dan mendalami kitab gundul adalah pelajaran wajib. Hal itu bertujuan membentengi kitab Suci Al Quran dan syiar Islam dari kontaminasi yang makin sulit dibendung akhir-akhir ini.<br />
<br />
<br />
Pengaruh dari luar maupun dari dalam saat ini sangat terbuka lebar tanpa batasan seiring perkembangan teknologi komunikasi. Kemampuan  teknologi membisiki generasi muda hingga ke dalam kamar tidurnya, jadi hal yang menakutkan. Jika lembaga pendidikan Islam tidak semakin kuat melakukan pembentukan kepribadian dengan nilai-nilai keagamaan, tentunya keyakinan bisa tergerus kapan saja. Sehingga akan menyebabkan generasi berubah haluan, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan menjadi generasi penghancur dan lepas kendali. Sehingga akhirnya merusak agama sendiri juga integritas kebangsaan.     <br />
<br />
<br />
Lembaga pendidikan yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Arasuli sejak tahun 1908 itu, hingga kini tetap eksis sebagai sarana syiar Islam dengan mencetak mubaligh-mubaligh muda yang tangguh dan intelektual. Tentu bukan hanya isapan jempol belaka. Sebab tidak sedikit tokoh ulama yang berangkat dari lembaga pendidikan ini, hingga berkiprah disejum lah daerah hingga ke pentas nasional, bahkan ke luar negeri. Pendalaman agama Islam yang menjadi bekal alumni MTI  Canduang sangat dibutuhkan untuk terus menjadi panutan dan penerangan bagi masyarakat dalam bidang keagamaan.<br />
<br />
<br />
Sebelum sistematika pembelajaran berubah menjadi sistem kelas sejak tahun 1926, santri mengikuti pembelajaran pada sebuah surau atau masjid dengan cara bersila atau yang disebut dengan “halakah”. bersama dengan guru atau yang disebut ustadz. Perubahan cara pembelajaran tersebut ternyata tidak merubah materi pembelajaran yang tetap menjadi identitasnya. Mempelajari kitab kuning atau yang lebih dikenal dengan kitab gundul untuk menentukan harkat huruf-huruf Al Quran merupakan pelajaran wajib yang tetap eksis hingga saat ini.<br />
<br />
<br />
 Kemajuan teknologi saat ini yang selalu menjadi kambing hitam perubahan nilai-nilai dan melahirkan pengaruh yang signifikan, namun MTI Canduang tidak antipati terhadap hal tersebut. Perkembangan teknologi informasi tidak dibelakanginya untuk mengihindarkan pengaruh buruknya. Kemajuan tersebut dipelajari dengan baik dan memisahkan antara mana yang dibutuhkan dan mana yang akan merusak. Sehingga keseimbangan antara ilmu pengetahuan agama dan teknologi bisa berjalan seimbang yang dibutuhkan untuk saling mendukung guna terus mengambangkan syiar Islam.(padangekspres)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/m9r8fl.gif" border="0" alt="[Image: m9r8fl.gif]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">Terkemuka: Kampus MTI Canduang sarat nuansa Islami.<br />
</span></span><br />
Santriwan dan santriwati berduyun-duyun melintasi gerbang madrasah menuju kelas mereka masing-masing pagi itu. Pemandangan itu mengisyaratkan Lembaga pendidikan islam Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Caduang masih tetap eksis sebagai pencetak generasi yang agamais.<br />
<br />
Saat ini sedikitnya 789 orang santri menuntut ilmu di madrasah terkemuka di Sumatera Barat itu. Kelak menjadi tenaga penyuluh keagamaan di tengah masyarakat.<br />
<br />
<br />
Menurut Raisul Al-Madrasah MTI Canduang, Buya H Amhar Zein Arrasulli yang didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum Aliyah, Zulkifli, meski tantangan semakin berat di era teknologi yang semakin maju, namun tekad mempertahankan identitas tak pernah surut. Memberikan pengetahuan dan mendalami kitab gundul adalah pelajaran wajib. Hal itu bertujuan membentengi kitab Suci Al Quran dan syiar Islam dari kontaminasi yang makin sulit dibendung akhir-akhir ini.<br />
<br />
<br />
Pengaruh dari luar maupun dari dalam saat ini sangat terbuka lebar tanpa batasan seiring perkembangan teknologi komunikasi. Kemampuan  teknologi membisiki generasi muda hingga ke dalam kamar tidurnya, jadi hal yang menakutkan. Jika lembaga pendidikan Islam tidak semakin kuat melakukan pembentukan kepribadian dengan nilai-nilai keagamaan, tentunya keyakinan bisa tergerus kapan saja. Sehingga akan menyebabkan generasi berubah haluan, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan menjadi generasi penghancur dan lepas kendali. Sehingga akhirnya merusak agama sendiri juga integritas kebangsaan.     <br />
<br />
<br />
Lembaga pendidikan yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Arasuli sejak tahun 1908 itu, hingga kini tetap eksis sebagai sarana syiar Islam dengan mencetak mubaligh-mubaligh muda yang tangguh dan intelektual. Tentu bukan hanya isapan jempol belaka. Sebab tidak sedikit tokoh ulama yang berangkat dari lembaga pendidikan ini, hingga berkiprah disejum lah daerah hingga ke pentas nasional, bahkan ke luar negeri. Pendalaman agama Islam yang menjadi bekal alumni MTI  Canduang sangat dibutuhkan untuk terus menjadi panutan dan penerangan bagi masyarakat dalam bidang keagamaan.<br />
<br />
<br />
Sebelum sistematika pembelajaran berubah menjadi sistem kelas sejak tahun 1926, santri mengikuti pembelajaran pada sebuah surau atau masjid dengan cara bersila atau yang disebut dengan “halakah”. bersama dengan guru atau yang disebut ustadz. Perubahan cara pembelajaran tersebut ternyata tidak merubah materi pembelajaran yang tetap menjadi identitasnya. Mempelajari kitab kuning atau yang lebih dikenal dengan kitab gundul untuk menentukan harkat huruf-huruf Al Quran merupakan pelajaran wajib yang tetap eksis hingga saat ini.<br />
<br />
<br />
 Kemajuan teknologi saat ini yang selalu menjadi kambing hitam perubahan nilai-nilai dan melahirkan pengaruh yang signifikan, namun MTI Canduang tidak antipati terhadap hal tersebut. Perkembangan teknologi informasi tidak dibelakanginya untuk mengihindarkan pengaruh buruknya. Kemajuan tersebut dipelajari dengan baik dan memisahkan antara mana yang dibutuhkan dan mana yang akan merusak. Sehingga keseimbangan antara ilmu pengetahuan agama dan teknologi bisa berjalan seimbang yang dibutuhkan untuk saling mendukung guna terus mengambangkan syiar Islam.(padangekspres)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[TESTING 14 HARI DI DINIYYAH PUTERI : 118 Perempuan Penghafal Alquran]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-TESTING-14-HARI-DI-DINIYYAH-PUTERI-118-Perempuan-Penghafal-Alquran</link>
			<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 01:43:48 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-TESTING-14-HARI-DI-DINIYYAH-PUTERI-118-Perempuan-Penghafal-Alquran</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/2icbb53.jpg" border="0" alt="[Image: 2icbb53.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Menghafal Alquran butuh kesungguhan. Kurikulum dan anjuran saja tentu tidaklah cukup. Perlu pembelajaran berketerusan.<br />
Inilah yang dilakukan Diniyyah Tahfidzul Quran (DTQ), sebuah divisi otonom di lingkungan Perguruan Diniyyah Puteri, Padang Panjang, terhadap ratusan santri, guru dan karyawan di lingkungan pesantren khusus putri terbesar di Asia Tenggara tersebut.<br />
Guna memberi apresiasi terhadap santri yang memiliki hafalan Alquran tertinggi dan terbaik, dilakukan melalui seleksi khusus selama 14 hari, akhirnya 118 santriwati dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diwisuda sebagai penghafal Alquran tertinggi dan terbaik. Acara wisudanya digelar pada 30 Juli 2011.<br />
Direktur DTQ Idris Al-Hafidz kepada Singgalang, kemarin menegaskan, seiring dengan telah diwisudanya 118 santri penghafal Alquran itu, pihaknya bertekad, pada wisuda mendatang, jumlah wisudawati dapat ditingkatkan. Beragam program inovatif pun terus ditingkatkan.<br />
“Kami punya obsesi, jumlah penghafal Alquran tidak hanya meningkat di Perguruan Diniyyah Puteri saja, tetapi mencakup Sumatra Barat, Indonesia dan Asia Tenggara. Kami juga bertekad untuk menjadikan Padang Panjang sebagai sentral pembentukan penghafal (tahfidz) Alquran tingkat nasional,” ujar Idris.<br />
Diakui, sejak diresmikan oleh Imam Besar Masjidil Haram Syekh As-Syuraim tiga tahun silam, tepatnya tanggal 29 Juli 2008, DTQ telah mencetak para santri penghafal Alquran, di antaranya ada yang mendapat beasiswa Rp200 juta dari Kementerian Agama RI dengan hafalannya 12 juz. Ada juga yang lulus di ITB dengan tinggi hafalan hingga 15 juz.<br />
Kalau tahun sebelumnya, wisuda tahfidz hanya diperuntukkan guru dan karyawan di lingkungan Perguruan Diniyyah Puteri yang dinilai dari tingkat hafalan dari terendah hingga tertinggi, maka kini, ditingkatkan hingga ke level santri juga.<br />
Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Fauziah Fauzan, SE, Akt, M.Si mengaku bangga atas prestasi yang diraih santrinya di bidang penghafalan Alquran atas bimbingan DTQ itu. “Kami memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada DTQ. Dalam tiga tahun belakangan, mereka berhasil membina para santri menjadi hafidzah pemula,” tegasnya.<br />
Fauziah menegaskan, DTQ tidak hanya berkiprah di Diniyyah Puteri, tetapi juga melakukan pembinaan di berbagai sekolah di Indonesia dan Malaysia. Tamu-tamu dari Malaysia yang hampir setiap hari mampir di Diniyyah Puteri, katanya, selalu memberi apresiasi positif atas kinerja DTQ.<br />
“Insya Allah Desember ini, DTQ kembali akan memberi training tahfidz Alquran di salah satu sekolah menengah Malaysia dengan format Camp Alquran,” ujar muslimah enerjik dari Padang Panjang itu.<br />
Secara terpisah, Wakil Direktur DTQ, Sri Hastuti Al-Hafidzah, merinci, para santri yang meraih peringkat hafalan terbanyak dengan nilai tertinggi pada wisuda kali ini adalah Nurul Azmita dengan tinggi hafalan empat juz, disusul Ezi Fadhila (3 juz), Muthiah (2 juz) dan Desi Ramadanti (1 juz), mereka memperoleh hadiah uang tunai Rp1 juta.<br />
“Santri yang memiliki hafalan di atas lima juz sengaja tidak dilibatkan pada wisuda kali ini,” katanya.<br />
Menurut alumni Sekolah Tinggi Al Hikmah Jakarta ini, levelisasi hafalan santri yang diwisuda itu antara lain meliputi santri yang memiliki hafalan 1 juz mencapai 80 orang.<br />
Sedangkan 2 juz sebanyak 20 orang, 3 juz 17 orang dan 4 juz 1 orang. Sebenarnya ada beberapa orang santri kami yang mencapai hafalan 10 juz, tapi sengaja tidak diikutsertakan dalam wisuda ini.<br />
Selama prosesi wisuda, pemberian sertifikat kepada 118 orang santri dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan dan Kepala Sekolah MA.KMI Diniyyah Puteri, Yulizawarti. dalam waktu bersamaan di Auala Perguruan Diniyyah Puteri.<br />
Kepala Humas Perguruan Diniyyah Puteri, Ahmad Rifa’i menegaskan, program tahfidz adalah paket unggulan dalam mencetak generasi muslimah berakhlak mulia.<br />
Kepada santri tahfidz, dalam minggu ini akan dikukuhkan sebagai Duta Tahfidz dari Diniyyah Puteri untuk mengisi ceramah Ramadhan di kampungnya masing-masing yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.<br />
Tahun ini Diniyyah Puteri menurunkan dua tim berbeda, Duta Daiyah dan Duta Tahfidz yang akan mengisi ceramah Ramadhan dengan topik berbeda.<br />
“Satu tentang hidup mulia bersama Alquran. Khusus Duta Daiyah tampil dengan topik jujur membawa berkah untuk bangsa. Pekan ini mereka memasuki masa pelatihan dan pembekalan bersama DTC,” kata Ahmad.<br />
<br />
sumber :singgalang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i51.tinypic.com/2icbb53.jpg" border="0" alt="[Image: 2icbb53.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Menghafal Alquran butuh kesungguhan. Kurikulum dan anjuran saja tentu tidaklah cukup. Perlu pembelajaran berketerusan.<br />
Inilah yang dilakukan Diniyyah Tahfidzul Quran (DTQ), sebuah divisi otonom di lingkungan Perguruan Diniyyah Puteri, Padang Panjang, terhadap ratusan santri, guru dan karyawan di lingkungan pesantren khusus putri terbesar di Asia Tenggara tersebut.<br />
Guna memberi apresiasi terhadap santri yang memiliki hafalan Alquran tertinggi dan terbaik, dilakukan melalui seleksi khusus selama 14 hari, akhirnya 118 santriwati dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diwisuda sebagai penghafal Alquran tertinggi dan terbaik. Acara wisudanya digelar pada 30 Juli 2011.<br />
Direktur DTQ Idris Al-Hafidz kepada Singgalang, kemarin menegaskan, seiring dengan telah diwisudanya 118 santri penghafal Alquran itu, pihaknya bertekad, pada wisuda mendatang, jumlah wisudawati dapat ditingkatkan. Beragam program inovatif pun terus ditingkatkan.<br />
“Kami punya obsesi, jumlah penghafal Alquran tidak hanya meningkat di Perguruan Diniyyah Puteri saja, tetapi mencakup Sumatra Barat, Indonesia dan Asia Tenggara. Kami juga bertekad untuk menjadikan Padang Panjang sebagai sentral pembentukan penghafal (tahfidz) Alquran tingkat nasional,” ujar Idris.<br />
Diakui, sejak diresmikan oleh Imam Besar Masjidil Haram Syekh As-Syuraim tiga tahun silam, tepatnya tanggal 29 Juli 2008, DTQ telah mencetak para santri penghafal Alquran, di antaranya ada yang mendapat beasiswa Rp200 juta dari Kementerian Agama RI dengan hafalannya 12 juz. Ada juga yang lulus di ITB dengan tinggi hafalan hingga 15 juz.<br />
Kalau tahun sebelumnya, wisuda tahfidz hanya diperuntukkan guru dan karyawan di lingkungan Perguruan Diniyyah Puteri yang dinilai dari tingkat hafalan dari terendah hingga tertinggi, maka kini, ditingkatkan hingga ke level santri juga.<br />
Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Fauziah Fauzan, SE, Akt, M.Si mengaku bangga atas prestasi yang diraih santrinya di bidang penghafalan Alquran atas bimbingan DTQ itu. “Kami memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada DTQ. Dalam tiga tahun belakangan, mereka berhasil membina para santri menjadi hafidzah pemula,” tegasnya.<br />
Fauziah menegaskan, DTQ tidak hanya berkiprah di Diniyyah Puteri, tetapi juga melakukan pembinaan di berbagai sekolah di Indonesia dan Malaysia. Tamu-tamu dari Malaysia yang hampir setiap hari mampir di Diniyyah Puteri, katanya, selalu memberi apresiasi positif atas kinerja DTQ.<br />
“Insya Allah Desember ini, DTQ kembali akan memberi training tahfidz Alquran di salah satu sekolah menengah Malaysia dengan format Camp Alquran,” ujar muslimah enerjik dari Padang Panjang itu.<br />
Secara terpisah, Wakil Direktur DTQ, Sri Hastuti Al-Hafidzah, merinci, para santri yang meraih peringkat hafalan terbanyak dengan nilai tertinggi pada wisuda kali ini adalah Nurul Azmita dengan tinggi hafalan empat juz, disusul Ezi Fadhila (3 juz), Muthiah (2 juz) dan Desi Ramadanti (1 juz), mereka memperoleh hadiah uang tunai Rp1 juta.<br />
“Santri yang memiliki hafalan di atas lima juz sengaja tidak dilibatkan pada wisuda kali ini,” katanya.<br />
Menurut alumni Sekolah Tinggi Al Hikmah Jakarta ini, levelisasi hafalan santri yang diwisuda itu antara lain meliputi santri yang memiliki hafalan 1 juz mencapai 80 orang.<br />
Sedangkan 2 juz sebanyak 20 orang, 3 juz 17 orang dan 4 juz 1 orang. Sebenarnya ada beberapa orang santri kami yang mencapai hafalan 10 juz, tapi sengaja tidak diikutsertakan dalam wisuda ini.<br />
Selama prosesi wisuda, pemberian sertifikat kepada 118 orang santri dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan dan Kepala Sekolah MA.KMI Diniyyah Puteri, Yulizawarti. dalam waktu bersamaan di Auala Perguruan Diniyyah Puteri.<br />
Kepala Humas Perguruan Diniyyah Puteri, Ahmad Rifa’i menegaskan, program tahfidz adalah paket unggulan dalam mencetak generasi muslimah berakhlak mulia.<br />
Kepada santri tahfidz, dalam minggu ini akan dikukuhkan sebagai Duta Tahfidz dari Diniyyah Puteri untuk mengisi ceramah Ramadhan di kampungnya masing-masing yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.<br />
Tahun ini Diniyyah Puteri menurunkan dua tim berbeda, Duta Daiyah dan Duta Tahfidz yang akan mengisi ceramah Ramadhan dengan topik berbeda.<br />
“Satu tentang hidup mulia bersama Alquran. Khusus Duta Daiyah tampil dengan topik jujur membawa berkah untuk bangsa. Pekan ini mereka memasuki masa pelatihan dan pembekalan bersama DTC,” kata Ahmad.<br />
<br />
sumber :singgalang]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>