<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel>
		<title><![CDATA[Minang Forum - Dalam Negeri]]></title>
		<link>http://www.minangforum.com/</link>
		<description><![CDATA[Minang Forum - http://www.minangforum.com]]></description>
		<pubDate>Wed, 19 Jun 2013 09:26:29 +0000</pubDate>
		<generator>MyBB</generator>
		<item>
			<title><![CDATA[Leumang, Makanan Berbuka Paling Dicari Masyarakat Serambi Mekkah ]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Leumang-Makanan-Berbuka-Paling-Dicari-Masyarakat-Serambi-Mekkah</link>
			<pubDate>Tue, 14 Aug 2012 04:14:52 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Leumang-Makanan-Berbuka-Paling-Dicari-Masyarakat-Serambi-Mekkah</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i.okezone.com/content/2012/08/11/299/676443/8vqSrmSbXs.jpg" border="0" alt="[Image: 8vqSrmSbXs.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Lemang (Foto:kuliner-minang) <br />
<br />
<br />
SEBAGIAN besar masyarakat Aceh menjadikan leumang sebagai menu favorit berbuka puasa. Penganan yang biasa disantap dengan selai srikaya ini, cukup digemari karena memiliki rasa khas dan gurih.<br />
 <br />
Leumang atau dalam bahasa Melayu disebut lemang terbuat dari beras ketan atau ubi, proses memasaknya, yakni setelah direndam beberapa saat, selanjutnya dimasukkan ke dalam buluh bambu yang telah disusupi daun pisang, kemudian diberi santan ke dalam buluh bambu setelah itu panggang dibara api hingga masak.<br />
 <br />
Selain memakai selai srikaya, leumang juga biasa dimakan dengan tapai dan air tebu sehingga dijadikan kudapan sambil menyeruput kopi di Aceh.<br />
 <br />
Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Barat Selatan, membuat leumang selalu dilakukan pada saat menyambut Ramadan dan Idul Fitri karena ini merupakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Bahkan, penganan khas rumpun Melayu ini termasuk kue paling diminati warga di Serambi Mekkah.<br />
 <br />
Marwan, seorang warga Banda Aceh ini mengaku, sering menyantap leumang saat berbuka puasa. Alasannya leumang lebih mengenyangkan dan menyehatkan ketimbang menyantap makanan yang mengandung bahan kimia dan pewarna makanan.<br />
 <br />
"Saya suka sekali leumang, citarasanya sangat gurih dan untuk aromanya itu muncul dari daun pisang dan buluh bambu yang diproses dengan cara dibakar sehingga membuat nafsu selera makan saya jadi bertambah," sebutnya.<br />
 <br />
Seiring banyaknya permintaan, penjaja leumang pun semakin bertaburan apalagi ketika menjelang waktu berbuka puasa. Pemandangan seperti ini sudah pasti sangat sulit dijumpai selain bulan suci.<br />
 <br />
Selain itu, di Banda Aceh, ada satu jenis leumang paling terkenal, yaitu buatan Hafsanabah (62), dimana dirinya selalu berjualan demi mengais rejeki di pinggir jalan Syiah Kuala Lamdingin, di bulan suci ini bisa meraup hingga Rp2,5 juta untuk per-harinya selama Ramadan. Pendapatannya ini meningkat hingga empat kali lipat dibanding omset ketika berjualan di hari-hari biasa.<br />
 <br />
"Selama puasa omsetnya bisa sampai Rp2,5 juta, rata-rata menghabiskan 35 bambu beras ketan sehari. Kalau hari-hari biasa hanya menghabiskan delapan bambu ketan," kata Muhammad Yakob (32) anak Hafsanabah yang sudah sebelas tahun ikut membantu ibunya membuat leumang.<br />
 <br />
Jika dilihat, kurang lebih ada tiga jenis leumang yang dijual Hafsanabah, masing-masing terbuat dari ketan putih, ketan hitam dan ubi. Harga jualnya berkisar Rp20 ribu hingga 60 ribu per batang, kesemuanya ini tergantung pada jenis ukuran atau Rp5.000 per tujuh centimeter.<br />
 <br />
Leumang buatan Hafsanabah disukai oleh berbagai kalangan dan usia. Ada pula yang menjadikan sebagai oleh-oleh. "Orang mau ke Jakarta misalnya, sering pesan leumang ke sini. Leumang bisa disimpan sampai dua hari," ujar Yakob.<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">(ftr/okezone)</span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i.okezone.com/content/2012/08/11/299/676443/8vqSrmSbXs.jpg" border="0" alt="[Image: 8vqSrmSbXs.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
Lemang (Foto:kuliner-minang) <br />
<br />
<br />
SEBAGIAN besar masyarakat Aceh menjadikan leumang sebagai menu favorit berbuka puasa. Penganan yang biasa disantap dengan selai srikaya ini, cukup digemari karena memiliki rasa khas dan gurih.<br />
 <br />
Leumang atau dalam bahasa Melayu disebut lemang terbuat dari beras ketan atau ubi, proses memasaknya, yakni setelah direndam beberapa saat, selanjutnya dimasukkan ke dalam buluh bambu yang telah disusupi daun pisang, kemudian diberi santan ke dalam buluh bambu setelah itu panggang dibara api hingga masak.<br />
 <br />
Selain memakai selai srikaya, leumang juga biasa dimakan dengan tapai dan air tebu sehingga dijadikan kudapan sambil menyeruput kopi di Aceh.<br />
 <br />
Bagi masyarakat yang tinggal di pesisir Barat Selatan, membuat leumang selalu dilakukan pada saat menyambut Ramadan dan Idul Fitri karena ini merupakan tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Bahkan, penganan khas rumpun Melayu ini termasuk kue paling diminati warga di Serambi Mekkah.<br />
 <br />
Marwan, seorang warga Banda Aceh ini mengaku, sering menyantap leumang saat berbuka puasa. Alasannya leumang lebih mengenyangkan dan menyehatkan ketimbang menyantap makanan yang mengandung bahan kimia dan pewarna makanan.<br />
 <br />
"Saya suka sekali leumang, citarasanya sangat gurih dan untuk aromanya itu muncul dari daun pisang dan buluh bambu yang diproses dengan cara dibakar sehingga membuat nafsu selera makan saya jadi bertambah," sebutnya.<br />
 <br />
Seiring banyaknya permintaan, penjaja leumang pun semakin bertaburan apalagi ketika menjelang waktu berbuka puasa. Pemandangan seperti ini sudah pasti sangat sulit dijumpai selain bulan suci.<br />
 <br />
Selain itu, di Banda Aceh, ada satu jenis leumang paling terkenal, yaitu buatan Hafsanabah (62), dimana dirinya selalu berjualan demi mengais rejeki di pinggir jalan Syiah Kuala Lamdingin, di bulan suci ini bisa meraup hingga Rp2,5 juta untuk per-harinya selama Ramadan. Pendapatannya ini meningkat hingga empat kali lipat dibanding omset ketika berjualan di hari-hari biasa.<br />
 <br />
"Selama puasa omsetnya bisa sampai Rp2,5 juta, rata-rata menghabiskan 35 bambu beras ketan sehari. Kalau hari-hari biasa hanya menghabiskan delapan bambu ketan," kata Muhammad Yakob (32) anak Hafsanabah yang sudah sebelas tahun ikut membantu ibunya membuat leumang.<br />
 <br />
Jika dilihat, kurang lebih ada tiga jenis leumang yang dijual Hafsanabah, masing-masing terbuat dari ketan putih, ketan hitam dan ubi. Harga jualnya berkisar Rp20 ribu hingga 60 ribu per batang, kesemuanya ini tergantung pada jenis ukuran atau Rp5.000 per tujuh centimeter.<br />
 <br />
Leumang buatan Hafsanabah disukai oleh berbagai kalangan dan usia. Ada pula yang menjadikan sebagai oleh-oleh. "Orang mau ke Jakarta misalnya, sering pesan leumang ke sini. Leumang bisa disimpan sampai dua hari," ujar Yakob.<br />
<br />
<br />
<span style="font-weight: bold;">(ftr/okezone)</span>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA["Urang Awak" di Ambon Banyak Pegang Jabatan Penting ]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Urang-Awak-di-Ambon-Banyak-Pegang-Jabatan-Penting</link>
			<pubDate>Fri, 15 Jun 2012 02:14:16 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Urang-Awak-di-Ambon-Banyak-Pegang-Jabatan-Penting</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://www.sumbaronline.com/foto_berita/medium_54urang-awak.jpg" border="0" alt="[Image: medium_54urang-awak.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;"><span style="font-weight: bold;">AMBON, MALUKU, SO</span>--Keberadaan<br />
orang Minang tidak hanya mampu memegang jabatan penting di pemerintah <br />
pusat. Ternyata jabatan penting di beberapa pemerintah daerah di luar <br />
Sumbar juga banyak diamanahkan pada "<span style="font-style: italic;">urang awak</span>".</span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;"> </span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Di<br />
pemerintah pusat saat ini, ada nama Gamawan Fauzi yang menjabat Menteri<br />
Dalam Negeri, Musliar Kasim menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan <br />
Kebudayaan. Begitu pula sejumlah nama lainnya, seperti Irman Gusman dan <br />
Tifatul Sembiring.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Menariknya, jauh di daerah timur, Ambon, Maluku. <span style="font-style: italic;">Urang awak</span> juga ada yang <span style="font-style: italic;">mamacik</span> (dipercaya)<br />
rupanya. Jenjang karirnya tidak hanya didapat melalui penempatan tangan<br />
pusat. Melainkan di tempuh dengan persaingan yang ketat diantara putra <br />
daerah yang rentan konflik.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Saat<br />
ini ada dua orang Minang yang memegang jabatan penting di Pemprov <br />
Maluku. Yakni, Suryadi Sabirin, sekarang menjabat Kepala Dinas Pertanian<br />
Pemprov Maluku. Bahkan keberadaannya menjadi sangat penting bagi <br />
masyarakat Maluku. Karena, Suryadi Sabirin mampu mengangkat makanan khas<br />
Maluku berbahan dasar sagu.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Suryadi<br />
Sabirin adalah putra Pariaman yang merantau ke Ambon. Jenjang karirnya <br />
di mulai di Dinas Pertanian, kemudian sempat menjabat Kepala Badan <br />
Ketahanan Pangan.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Saya disini hanya bekerja profesional. Untuk itu saya dapat dipercaya disini," sebut Suryadi.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Bahkan,<br />
untuk menunjang karirnya, Suryadi telah melaksanakan dua iven nasional <br />
yang kemudian menjadi terobosan baru di Maluku. Pertama menggelar <br />
seminar nasional perempuan Indonesia ketika masih menjabat Kepala Biro <br />
Peningkatan Sumber Daya Manusia Setprov Maluku.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Kemudian, pelaksanaan acara <span style="font-style: italic;">makan patita</span><br />
(semacam makan bajamba) panjang 500 meter lebih dengan menggunakan <br />
sebanyak 2010 macam resep berbahan dasar ikan. Bahkan juga meningkatkan <br />
produksi bahan makan pokok berupa sagu.</span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;"> </span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Kalau<br />
sekarang disini itu sagu sudah dijual ke luar Maluku," ungkap alumni <br />
Fakultas Pertanian Universitas Andalas tahun 1988 ini.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Ketika<br />
kerusuhan tahun 1999, Suryadi sempat minta pindah ke Kota Pariaman yang<br />
baru dimekarkan. Namun waktu itu, tidak diterima. Bahkan, terakhir juga<br />
sudah sempat akan pindah ke Pemprov Sumbar tapi juga tidak kesampaian.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Kemudian,<br />
Zulkifli Anwar saat ini menjabat Kepala Biro Keuangan Setprov Maluku. <br />
Zulkifli adalah putra Bukittinggi yang sudah lama meniti karir di <br />
Pemprov Maluku.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Zulkifli<br />
sendiri adalah putra dari orang Minang yang sudah tinggal di Ambon. <br />
Orang tuanya dari Bancah, Maninjau merantau sejak tahun 1927 lalu. <br />
Kemudian sempat menjadi pegawai honor dan terus naik menjadi Kepala Biro<br />
Keuangan dan kini menjabat Kepala Biro Ekonomi dan Investasi.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Selain<br />
itu saat ini ada juga, Rafles Edison, Kepala Cabang Jasa Raharja Putra.<br />
Putra Banu Hampu Kubang Putih ini sudah lama menjabat ansuransi anak <br />
perusahaan dari PT Jasa Raharja di Ambon.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Kalau<br />
saya di Ambon memang sudah lama. Bahkan saya mulai dari sekolah sampai <br />
bekerja di Ambon ini. Hanya saja karir saya tidak di pemerintah daerah,"<br />
sebut Edison.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Pasca<br />
konflik suku agama dan ras (Sara) tahun 1999 lalu, tak banyak lagi yang<br />
sanggup bertahan di Ambon. Sebelumnya banyak orang Minang <span style="font-style: italic;">mamacik</span> di Ambon. Namun pada umumnya dari penempatan oleh instansi vertikal.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Dulu<br />
banyak, ada yang kepala PLN Wilayah Maluku, Kemenag Maluku, di TNI dan <br />
Polri, tapi sekarang jika masih ada yang menjabat diposisi penting cukup<br />
sedikit," ujarnya.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Ternyata, keberadaan<span style="font-style: italic;"> urang awak mamacik</span> di Maluku tidak hanya belakangan ini saja. Bahkan Gubernur ketiga Maluku dijabat oleh orang Minang, yakni Muhammad Padang. </span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Muhamad<br />
Padang adalah putra Koto Anau, Kabupaten Solok yang dibuang Belanda ke <br />
Separua. Bahkan selama 15 tahun Ketua DPRD Maluku selama masa orde baru <br />
dijabat oleh adik Muhammad Padang, Usman Padang.</span></span>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://www.sumbaronline.com/foto_berita/medium_54urang-awak.jpg" border="0" alt="[Image: medium_54urang-awak.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;"><span style="font-weight: bold;">AMBON, MALUKU, SO</span>--Keberadaan<br />
orang Minang tidak hanya mampu memegang jabatan penting di pemerintah <br />
pusat. Ternyata jabatan penting di beberapa pemerintah daerah di luar <br />
Sumbar juga banyak diamanahkan pada "<span style="font-style: italic;">urang awak</span>".</span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;"> </span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Di<br />
pemerintah pusat saat ini, ada nama Gamawan Fauzi yang menjabat Menteri<br />
Dalam Negeri, Musliar Kasim menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan <br />
Kebudayaan. Begitu pula sejumlah nama lainnya, seperti Irman Gusman dan <br />
Tifatul Sembiring.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Menariknya, jauh di daerah timur, Ambon, Maluku. <span style="font-style: italic;">Urang awak</span> juga ada yang <span style="font-style: italic;">mamacik</span> (dipercaya)<br />
rupanya. Jenjang karirnya tidak hanya didapat melalui penempatan tangan<br />
pusat. Melainkan di tempuh dengan persaingan yang ketat diantara putra <br />
daerah yang rentan konflik.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Saat<br />
ini ada dua orang Minang yang memegang jabatan penting di Pemprov <br />
Maluku. Yakni, Suryadi Sabirin, sekarang menjabat Kepala Dinas Pertanian<br />
Pemprov Maluku. Bahkan keberadaannya menjadi sangat penting bagi <br />
masyarakat Maluku. Karena, Suryadi Sabirin mampu mengangkat makanan khas<br />
Maluku berbahan dasar sagu.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Suryadi<br />
Sabirin adalah putra Pariaman yang merantau ke Ambon. Jenjang karirnya <br />
di mulai di Dinas Pertanian, kemudian sempat menjabat Kepala Badan <br />
Ketahanan Pangan.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Saya disini hanya bekerja profesional. Untuk itu saya dapat dipercaya disini," sebut Suryadi.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Bahkan,<br />
untuk menunjang karirnya, Suryadi telah melaksanakan dua iven nasional <br />
yang kemudian menjadi terobosan baru di Maluku. Pertama menggelar <br />
seminar nasional perempuan Indonesia ketika masih menjabat Kepala Biro <br />
Peningkatan Sumber Daya Manusia Setprov Maluku.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Kemudian, pelaksanaan acara <span style="font-style: italic;">makan patita</span><br />
(semacam makan bajamba) panjang 500 meter lebih dengan menggunakan <br />
sebanyak 2010 macam resep berbahan dasar ikan. Bahkan juga meningkatkan <br />
produksi bahan makan pokok berupa sagu.</span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;"> </span></span><br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Kalau<br />
sekarang disini itu sagu sudah dijual ke luar Maluku," ungkap alumni <br />
Fakultas Pertanian Universitas Andalas tahun 1988 ini.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Ketika<br />
kerusuhan tahun 1999, Suryadi sempat minta pindah ke Kota Pariaman yang<br />
baru dimekarkan. Namun waktu itu, tidak diterima. Bahkan, terakhir juga<br />
sudah sempat akan pindah ke Pemprov Sumbar tapi juga tidak kesampaian.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Kemudian,<br />
Zulkifli Anwar saat ini menjabat Kepala Biro Keuangan Setprov Maluku. <br />
Zulkifli adalah putra Bukittinggi yang sudah lama meniti karir di <br />
Pemprov Maluku.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Zulkifli<br />
sendiri adalah putra dari orang Minang yang sudah tinggal di Ambon. <br />
Orang tuanya dari Bancah, Maninjau merantau sejak tahun 1927 lalu. <br />
Kemudian sempat menjadi pegawai honor dan terus naik menjadi Kepala Biro<br />
Keuangan dan kini menjabat Kepala Biro Ekonomi dan Investasi.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Selain<br />
itu saat ini ada juga, Rafles Edison, Kepala Cabang Jasa Raharja Putra.<br />
Putra Banu Hampu Kubang Putih ini sudah lama menjabat ansuransi anak <br />
perusahaan dari PT Jasa Raharja di Ambon.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Kalau<br />
saya di Ambon memang sudah lama. Bahkan saya mulai dari sekolah sampai <br />
bekerja di Ambon ini. Hanya saja karir saya tidak di pemerintah daerah,"<br />
sebut Edison.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Pasca<br />
konflik suku agama dan ras (Sara) tahun 1999 lalu, tak banyak lagi yang<br />
sanggup bertahan di Ambon. Sebelumnya banyak orang Minang <span style="font-style: italic;">mamacik</span> di Ambon. Namun pada umumnya dari penempatan oleh instansi vertikal.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">"Dulu<br />
banyak, ada yang kepala PLN Wilayah Maluku, Kemenag Maluku, di TNI dan <br />
Polri, tapi sekarang jika masih ada yang menjabat diposisi penting cukup<br />
sedikit," ujarnya.</span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Ternyata, keberadaan<span style="font-style: italic;"> urang awak mamacik</span> di Maluku tidak hanya belakangan ini saja. Bahkan Gubernur ketiga Maluku dijabat oleh orang Minang, yakni Muhammad Padang. </span></span><br />
<br />
<span style="font-family: arial;"><span style="font-size: small;">Muhamad<br />
Padang adalah putra Koto Anau, Kabupaten Solok yang dibuang Belanda ke <br />
Separua. Bahkan selama 15 tahun Ketua DPRD Maluku selama masa orde baru <br />
dijabat oleh adik Muhammad Padang, Usman Padang.</span></span>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[  Agustus Tes CPNS : Juli Pendaftaran, Buka 13.873 Kuota]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Agustus-Tes-CPNS-Juli-Pendaftaran-Buka-13-873-Kuota</link>
			<pubDate>Thu, 14 Jun 2012 03:32:39 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Agustus-Tes-CPNS-Juli-Pendaftaran-Buka-13-873-Kuota</guid>
			<description><![CDATA[&lt;img src="http://padangekspres.co.id/up/berita/13062012113605SELEKSI-PNS.jpg" alt="GRAFIS : ORTA" title="klik untuk memperbesar" align="left" width="280" /&gt;<br />
<div align="justify"><span style="font-weight: bold;">Jakarta, Padek</span>—Kabar<br />
gem­­bira bagi pelamar calon pe­­gawai negeri sipil (CPNS) 2012. <br />
Pemerintah kembali membuka seleksi CPNS untuk pe­lamar umum. Izin <br />
prinsip kuota formasi CPNS baru yang di­usulkan instansi pusat dan <br />
dae­­rah sudah disahkan. Pen­daf­­taran dilakukan Juli, se­dang­­­kan <br />
tes dihelat pada ming­­gu ketiga Agustus.</div>
<br />
<div align="justify">Wakil Menteri Pen­daya­gunaan Aparatur <br />
Negara dan Re­formasi Birokrasi (Wamen PA­N-RB) Eko Prasojo <br />
me­nga­ta­kan, pihaknya telah me­nye­tujui izin prinsip kuota for­ma­si.<br />
Izin prinsip tersebut di­te­tapkan untuk 17 instansi pem­­kab/pemko, 3 <br />
instansi pem­prov, dan 22 instansi pusat.</div>
<br />
<div align="justify">Kuota CPNS baru dari pe­la­mar umum yang<br />
sudah di­tetapkan untuk instansi dae­rah ada­lah 1.904 kursi. Sedangkan<br />
un­tuk instansi pusat adalah 11.733 kursi. Selain itu, juga ada kuota <br />
CPNS baru untuk se­leksi ulangan di Kabupaten Ku­buraya, Kalimantan <br />
Barat, sebanyak 236 kursi. Jadi, total ada 13.873 kuota.</div>
<br />
<div align="justify">Eko menegaskan, penga­lo­kasian kuota <br />
ini tidak main-main. Kuota ini didistribusikan untuk formasi tenaga <br />
pendidik atau guru, tenaga kesehatan, dan te­naga mendesak lainnya <br />
se­perti si­pir penjaga tahanan. Se­lain itu, di instansi pusat juga <br />
dialoka­sikan untuk me­ngisi pos CPNS ika­tan di­nas. Posisi atau pos <br />
pe­kerjaan ini terbebas dari kebi­ja­kan moratorium CPNS baru.</div>
<br />
<div align="justify">Kemen PAN-RB bersama kon­­­sorsium 10 <br />
perguruan ting­­gi negeri (PTN) mulai membuka pendaftaran CPNS baru <br />
for­masi pelamar umum. “Rin­cian teknis akan kami rapat­kan besok (hari <br />
ini, red),” papar Eko. Di antara yang akan direm­buk de­ngan konsorsium <br />
ini adalah tek­nis pembuatan soal ujian, pe­ngadaan soal, penga­wasan, <br />
pe­laksanaan, peman­tau­an, peme­riksaan naskah jawa­ban, hingga <br />
pengumuman.</div>
<br />
<div align="justify">Hasil pengumuman CPNS ta­hun ini diambil<br />
alih oleh pani­tia pusat. Yakni, Kemen PAN-RB dan konsorsium 10 PTN. <br />
Cara ini me­ngubah sistem lawas di mana pe­ngumuman dipasrahkan ke <br />
se­tiap instansi pusat maupun dae­­rah. Sistem lama ini cen­de­rung <br />
rawan manipulasi kare­na instansi berpeluang mengubah ke­tetapan hasil <br />
ujian.</div>
<br />
<div align="justify">Eko mengingatkan mas­ya­rakat untuk <br />
tidak tergiur iming-iming calo. Meski sudah mem­ba­yar ratusan juta <br />
rupiah kepada ca­lo atau pejabat, jika nilai ujian­nya rendah, tetap <br />
diny­a­takan gu­gur. Pemerintah juga akan me­ng­­­gandeng sejumlah LSM <br />
(lem­­baga swadaya masyarakat).</div>
<br />
<div align="justify">Keterlibatan LSM diha­rap­kan mampu <br />
menekan kerawa­nan kolusi. Selama ini banyak du­gaan CPNS yang lulus <br />
adalah ti­ti­pan dari kerabat pejabat atau pe­ja­bat itu sendiri.</div>
<br />
<div align="justify">Eko juga berharap media masa ikut <br />
mengontrol pelaksa­naan seleksi CPNS. Dia menga­ta­kan, seleksi CPNS ini<br />
harus ber­jalan transparan. Pelamar de­ngan nilai bagus itu yang akan <br />
lolos ujian. “Media harus ikut andil mengawasi kerja berat ini. Termasuk<br />
<span style="font-style: italic;">JPNN</span> yang ada di mana-mana,” katanya. </div>
<br />
<div align="justify"><span style="font-weight: bold;">K1-K2 tak Jelas</span></div>
<br />
<div align="justify">Di sisi lain, para tenaga ho­no­rer <br />
tergabung dalam Forum Ho­­no­rer Indonesia pesimis pe­ng­ang­katan <br />
honorer jadi CPNS bi­sa tuntas di 2014. Me­reka mem­­­prediksi masalah <br />
yang sa­ma akan muncul lagi ketika ter­jadi per­gantian presiden. “Pasti<br />
mun­cul lagi <span style="font-style: italic;">deh</span> honorer terting­gal, karena sekarang ini di <br />
lapa­ngan banyak sekali hono­rernya,” kata Penasihat Forum Honorer, <br />
Nu­rul Yaqin, yang dihubungi, Selasa (12/6).</div>
<br />
<div align="justify">Menurutnya, peng­klasifi­kasian tenaga <br />
honorer tertinggal menjadi dua kelompok, yakni ka­­te­gori satu (K1) dan<br />
K2, malah men­jadi sumber masalah. Pada­hal, masih banyak tenaga <br />
hono­rer yang tidak termasuk K1 dan K2. “Kenapa kita dikotak-kota­kan <br />
begitu. Harusnya kita diper­la­kukan sama. Kalau seper­ti ini, apa ada <br />
jaminan tidak akan ada lagi payung hukum baru untuk me­nangani masalah <br />
honorer. Se­bab, masih banyak honorer yang tidak terakomodir,” <br />
te­rangnya.</div>
<br />
<div align="justify">Dia mencontohkan kasus ho­norer di Jawa <br />
Tengah. Seba­nyak 1.000-an honorer teranulir yang belum terselesaikan <br />
masa­lah­nya. “Mereka itu sudah dites dan diumumkan lulus tes. Tapi <br />
ke­mudian tiba-tiba dibatalkan se­pihak oleh pemerintah. Nah ini mereka <br />
mau <span style="font-style: italic;">diapain</span>, masa cuma K1 dan K2 yang diurusin pe­merintah,” ketusnya.</div>
<br />
<div align="justify">Nurul mengakui, honorer men­jadi objek <br />
politik dan proyek ba­gi kalangan tertentu. Karena itu, bila pemerintah <br />
tidak bisa me­nye­lesaikan ini dengan tun­tas, bukan tidak mungkin <br />
ketika per­gantian tampuk peme­rinta­han, masalah honorer akan men­cuat <br />
lagi.</div>
<br />
<div align="justify">“Sudah pasti honorer ter­anulir akan <br />
minta diangkat lagi saat presiden baru. Begitu sete­rus­nya karena <br />
pemerintah kita tidak tegas dalam mene­rapkan aturan,” pungkasnya. <span style="font-weight: bold;">(wan/ca/esy/jpnn)</span></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[&lt;img src="http://padangekspres.co.id/up/berita/13062012113605SELEKSI-PNS.jpg" alt="GRAFIS : ORTA" title="klik untuk memperbesar" align="left" width="280" /&gt;<br />
<div align="justify"><span style="font-weight: bold;">Jakarta, Padek</span>—Kabar<br />
gem­­bira bagi pelamar calon pe­­gawai negeri sipil (CPNS) 2012. <br />
Pemerintah kembali membuka seleksi CPNS untuk pe­lamar umum. Izin <br />
prinsip kuota formasi CPNS baru yang di­usulkan instansi pusat dan <br />
dae­­rah sudah disahkan. Pen­daf­­taran dilakukan Juli, se­dang­­­kan <br />
tes dihelat pada ming­­gu ketiga Agustus.</div>
<br />
<div align="justify">Wakil Menteri Pen­daya­gunaan Aparatur <br />
Negara dan Re­formasi Birokrasi (Wamen PA­N-RB) Eko Prasojo <br />
me­nga­ta­kan, pihaknya telah me­nye­tujui izin prinsip kuota for­ma­si.<br />
Izin prinsip tersebut di­te­tapkan untuk 17 instansi pem­­kab/pemko, 3 <br />
instansi pem­prov, dan 22 instansi pusat.</div>
<br />
<div align="justify">Kuota CPNS baru dari pe­la­mar umum yang<br />
sudah di­tetapkan untuk instansi dae­rah ada­lah 1.904 kursi. Sedangkan<br />
un­tuk instansi pusat adalah 11.733 kursi. Selain itu, juga ada kuota <br />
CPNS baru untuk se­leksi ulangan di Kabupaten Ku­buraya, Kalimantan <br />
Barat, sebanyak 236 kursi. Jadi, total ada 13.873 kuota.</div>
<br />
<div align="justify">Eko menegaskan, penga­lo­kasian kuota <br />
ini tidak main-main. Kuota ini didistribusikan untuk formasi tenaga <br />
pendidik atau guru, tenaga kesehatan, dan te­naga mendesak lainnya <br />
se­perti si­pir penjaga tahanan. Se­lain itu, di instansi pusat juga <br />
dialoka­sikan untuk me­ngisi pos CPNS ika­tan di­nas. Posisi atau pos <br />
pe­kerjaan ini terbebas dari kebi­ja­kan moratorium CPNS baru.</div>
<br />
<div align="justify">Kemen PAN-RB bersama kon­­­sorsium 10 <br />
perguruan ting­­gi negeri (PTN) mulai membuka pendaftaran CPNS baru <br />
for­masi pelamar umum. “Rin­cian teknis akan kami rapat­kan besok (hari <br />
ini, red),” papar Eko. Di antara yang akan direm­buk de­ngan konsorsium <br />
ini adalah tek­nis pembuatan soal ujian, pe­ngadaan soal, penga­wasan, <br />
pe­laksanaan, peman­tau­an, peme­riksaan naskah jawa­ban, hingga <br />
pengumuman.</div>
<br />
<div align="justify">Hasil pengumuman CPNS ta­hun ini diambil<br />
alih oleh pani­tia pusat. Yakni, Kemen PAN-RB dan konsorsium 10 PTN. <br />
Cara ini me­ngubah sistem lawas di mana pe­ngumuman dipasrahkan ke <br />
se­tiap instansi pusat maupun dae­­rah. Sistem lama ini cen­de­rung <br />
rawan manipulasi kare­na instansi berpeluang mengubah ke­tetapan hasil <br />
ujian.</div>
<br />
<div align="justify">Eko mengingatkan mas­ya­rakat untuk <br />
tidak tergiur iming-iming calo. Meski sudah mem­ba­yar ratusan juta <br />
rupiah kepada ca­lo atau pejabat, jika nilai ujian­nya rendah, tetap <br />
diny­a­takan gu­gur. Pemerintah juga akan me­ng­­­gandeng sejumlah LSM <br />
(lem­­baga swadaya masyarakat).</div>
<br />
<div align="justify">Keterlibatan LSM diha­rap­kan mampu <br />
menekan kerawa­nan kolusi. Selama ini banyak du­gaan CPNS yang lulus <br />
adalah ti­ti­pan dari kerabat pejabat atau pe­ja­bat itu sendiri.</div>
<br />
<div align="justify">Eko juga berharap media masa ikut <br />
mengontrol pelaksa­naan seleksi CPNS. Dia menga­ta­kan, seleksi CPNS ini<br />
harus ber­jalan transparan. Pelamar de­ngan nilai bagus itu yang akan <br />
lolos ujian. “Media harus ikut andil mengawasi kerja berat ini. Termasuk<br />
<span style="font-style: italic;">JPNN</span> yang ada di mana-mana,” katanya. </div>
<br />
<div align="justify"><span style="font-weight: bold;">K1-K2 tak Jelas</span></div>
<br />
<div align="justify">Di sisi lain, para tenaga ho­no­rer <br />
tergabung dalam Forum Ho­­no­rer Indonesia pesimis pe­ng­ang­katan <br />
honorer jadi CPNS bi­sa tuntas di 2014. Me­reka mem­­­prediksi masalah <br />
yang sa­ma akan muncul lagi ketika ter­jadi per­gantian presiden. “Pasti<br />
mun­cul lagi <span style="font-style: italic;">deh</span> honorer terting­gal, karena sekarang ini di <br />
lapa­ngan banyak sekali hono­rernya,” kata Penasihat Forum Honorer, <br />
Nu­rul Yaqin, yang dihubungi, Selasa (12/6).</div>
<br />
<div align="justify">Menurutnya, peng­klasifi­kasian tenaga <br />
honorer tertinggal menjadi dua kelompok, yakni ka­­te­gori satu (K1) dan<br />
K2, malah men­jadi sumber masalah. Pada­hal, masih banyak tenaga <br />
hono­rer yang tidak termasuk K1 dan K2. “Kenapa kita dikotak-kota­kan <br />
begitu. Harusnya kita diper­la­kukan sama. Kalau seper­ti ini, apa ada <br />
jaminan tidak akan ada lagi payung hukum baru untuk me­nangani masalah <br />
honorer. Se­bab, masih banyak honorer yang tidak terakomodir,” <br />
te­rangnya.</div>
<br />
<div align="justify">Dia mencontohkan kasus ho­norer di Jawa <br />
Tengah. Seba­nyak 1.000-an honorer teranulir yang belum terselesaikan <br />
masa­lah­nya. “Mereka itu sudah dites dan diumumkan lulus tes. Tapi <br />
ke­mudian tiba-tiba dibatalkan se­pihak oleh pemerintah. Nah ini mereka <br />
mau <span style="font-style: italic;">diapain</span>, masa cuma K1 dan K2 yang diurusin pe­merintah,” ketusnya.</div>
<br />
<div align="justify">Nurul mengakui, honorer men­jadi objek <br />
politik dan proyek ba­gi kalangan tertentu. Karena itu, bila pemerintah <br />
tidak bisa me­nye­lesaikan ini dengan tun­tas, bukan tidak mungkin <br />
ketika per­gantian tampuk peme­rinta­han, masalah honorer akan men­cuat <br />
lagi.</div>
<br />
<div align="justify">“Sudah pasti honorer ter­anulir akan <br />
minta diangkat lagi saat presiden baru. Begitu sete­rus­nya karena <br />
pemerintah kita tidak tegas dalam mene­rapkan aturan,” pungkasnya. <span style="font-weight: bold;">(wan/ca/esy/jpnn)</span></div>]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Dahlan Iskan Nyatakan Sumatra Bakal Kalahkan Jawa]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Dahlan-Iskan-Nyatakan-Sumatra-Bakal-Kalahkan-Jawa</link>
			<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 01:15:43 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Dahlan-Iskan-Nyatakan-Sumatra-Bakal-Kalahkan-Jawa</guid>
			<description><![CDATA[Pekanbaru (ANTARA) - Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan optimistis, percepatan pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol di Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Aceh, bakal menjadikan kawasan ini tumbuh sangat dinamis sehingga mampu mengalahkan kemajuan di Jawa.<br />
<br />
Ia mengatakan itu di hadapan para gubernur se-Sumatera, termasuk Gubernur Riau (Gubri), HM Rusli Zainal, yang berkumpul di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, demikian siaran pers Humas Pemprov Riau yang diterima ANTARA Pekanbaru.<br />
<br />
Pertemuan yang dipimpin langsung Dahlan Iskan tersebut membahas sejumlah isu pembangunan infrastruktur, khususnya percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera.<br />
<br />
"Saya sangat menghargai semangat dari bapak-bapak gubernur ini. Saya yakin, ini bisa segera kita wujudkan. Dan kalau ini jadi, maka Jawa akan kalah," tegasnya memberikan motivasi.<br />
<br />
Dahlan menambahkan, masih begitu besar potensi kekayaan alam sekaligus sangat banyak tanah yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk jalan tol di Pulau Sumatera.<br />
<br />
Semua ini, menurutnya, pada akhirnya nanti akan memacu pembangunan ekonomi di kawasan ini.<br />
<br />
Dahlan datang ke pertemuan itu dengan membawa Deputi Kementerian BUMN Bidang Infrastruktur Sumaryanto, Dirut Jasa Marga, Adityawarman dan Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Abdul Hadi.<br />
<br />
<br />
Tidak Mencaplok PU<br />
<br />
<br />
Dahlan Iskan menegaskan, dirinya bukan berarti ingin mencaplok kerja Menteri Pekerjaan Umum.<br />
<br />
"Hanya, karena rencana pembangunan jalan tol ini akan dilakukan bersama PT Jasa Marga yang kebetulan berada di bawah kekuasaan Menteri BUMN, sehingga saya datang," katanya.<br />
<br />
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, disepakati beberapa butir (kesepakatan) penting.<br />
<br />
"Poin-poin ini penting, karena saya tidak ingin pertemuan ini hanya sekedar wacana, tapi harus menghasilkan sesuatu yang pasti," tegasnya.<br />
<br />
Butir pertama dari kesepakatan itu, ialah, jalan tol di Sumatera mutlak dipercepat pembangunannya.<br />
<br />
Kedua, secara finansial jalan tol belum layak, tapi dari dimensi ekonomis sangat layak.<br />
<br />
Ketiga, kawasan terbesar mengambil manfaat jalan tol ialah wilayah yang dilewati, bukan perusahaan jalan tolnya.<br />
<br />
Keempat, disepakati membentuk konsorsium antara PT Jasa Marga dengan masing-masing provinsi, kabupaten maupun kota yang bersangkutan (dilewati jalan tol).<br />
<br />
Kelima, konsorsium terbuka untuk perusahaan BUMN lainnya dan swasta.<br />
<br />
Keenam, peran masing-masing provinsi dalam konsorsium tersebut, yakni: perizinan termasuk Amdal, pencadangan kawasan ekonomi, pembebasan lahan dan setoran penyertaan saham.<br />
<br />
"Saham ini nanti kita sesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah," ujarnya.<br />
<br />
<br />
Riau Paling Siap<br />
<br />
<br />
Sementara itu, terkait rencana pembangunan jalan tol yang terbentang dari Lampung hingga Aceh ini, diperkirakan memakan biaya sekitar Rp150 triliun.<br />
<br />
Dari 10 provinsi di Sumatera yang sempat memaparkan kesiapannya, Provinsi Riau dianggap paling siap dalam membangun jalan tol tersebut.<br />
<br />
"Mungkin karena Riau sudah lama memulai rencana pembangunan jalan tol. Bahkan, jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 126 km sudah selesai pembebasan lahannya tahun ini, yang antara lain dibiayai oleh APBN dan APBD," kata Gubri, Rusli Zainal.<br />
<br />
Selain Pekanbaru-Dumai, Riau juga merencanakan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Pelalawan-Rengat (202 km), Pekanbaru-Siak-Buton (70 km), Pekanbaru-perbatasan Sumbar (150 km) dan Rengat-Kuala Enok (70 km).<br />
<br />
"Dengan potensi kekayaan alam Riau yang luar biasa. Mulai dari sawit yang membentang luas, minyak, batubara dan berbagai potensi lainnya, maka tidak ada alasan untuk tidak membangun jalan tol di Riau. Semua potensi sudah `idle` (tersedia) di Riau," tutur Rusli Zainal kepada pers usai pertemuan.<br />
<br />
Rencananya, paling lambat dua bulan ke depan, akan kembali digelar pertemuan serupa dengan agenda lebih konkret dan Riau akan menjadi tuan rumah.<br />
<br />
Pada pertemuan itu nantinya, disepakati akan ditandatangani MoU antara 10 provinsi di Sumatera dengan PT Jasa Marga.<br />
<br />
"Kita harus bergerak cepat, namun tentu tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku," tegas Dahlan Iskan menyudahi pertemuan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Pekanbaru (ANTARA) - Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan optimistis, percepatan pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol di Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Aceh, bakal menjadikan kawasan ini tumbuh sangat dinamis sehingga mampu mengalahkan kemajuan di Jawa.<br />
<br />
Ia mengatakan itu di hadapan para gubernur se-Sumatera, termasuk Gubernur Riau (Gubri), HM Rusli Zainal, yang berkumpul di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Senin, demikian siaran pers Humas Pemprov Riau yang diterima ANTARA Pekanbaru.<br />
<br />
Pertemuan yang dipimpin langsung Dahlan Iskan tersebut membahas sejumlah isu pembangunan infrastruktur, khususnya percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera.<br />
<br />
"Saya sangat menghargai semangat dari bapak-bapak gubernur ini. Saya yakin, ini bisa segera kita wujudkan. Dan kalau ini jadi, maka Jawa akan kalah," tegasnya memberikan motivasi.<br />
<br />
Dahlan menambahkan, masih begitu besar potensi kekayaan alam sekaligus sangat banyak tanah yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk jalan tol di Pulau Sumatera.<br />
<br />
Semua ini, menurutnya, pada akhirnya nanti akan memacu pembangunan ekonomi di kawasan ini.<br />
<br />
Dahlan datang ke pertemuan itu dengan membawa Deputi Kementerian BUMN Bidang Infrastruktur Sumaryanto, Dirut Jasa Marga, Adityawarman dan Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Abdul Hadi.<br />
<br />
<br />
Tidak Mencaplok PU<br />
<br />
<br />
Dahlan Iskan menegaskan, dirinya bukan berarti ingin mencaplok kerja Menteri Pekerjaan Umum.<br />
<br />
"Hanya, karena rencana pembangunan jalan tol ini akan dilakukan bersama PT Jasa Marga yang kebetulan berada di bawah kekuasaan Menteri BUMN, sehingga saya datang," katanya.<br />
<br />
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, disepakati beberapa butir (kesepakatan) penting.<br />
<br />
"Poin-poin ini penting, karena saya tidak ingin pertemuan ini hanya sekedar wacana, tapi harus menghasilkan sesuatu yang pasti," tegasnya.<br />
<br />
Butir pertama dari kesepakatan itu, ialah, jalan tol di Sumatera mutlak dipercepat pembangunannya.<br />
<br />
Kedua, secara finansial jalan tol belum layak, tapi dari dimensi ekonomis sangat layak.<br />
<br />
Ketiga, kawasan terbesar mengambil manfaat jalan tol ialah wilayah yang dilewati, bukan perusahaan jalan tolnya.<br />
<br />
Keempat, disepakati membentuk konsorsium antara PT Jasa Marga dengan masing-masing provinsi, kabupaten maupun kota yang bersangkutan (dilewati jalan tol).<br />
<br />
Kelima, konsorsium terbuka untuk perusahaan BUMN lainnya dan swasta.<br />
<br />
Keenam, peran masing-masing provinsi dalam konsorsium tersebut, yakni: perizinan termasuk Amdal, pencadangan kawasan ekonomi, pembebasan lahan dan setoran penyertaan saham.<br />
<br />
"Saham ini nanti kita sesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah," ujarnya.<br />
<br />
<br />
Riau Paling Siap<br />
<br />
<br />
Sementara itu, terkait rencana pembangunan jalan tol yang terbentang dari Lampung hingga Aceh ini, diperkirakan memakan biaya sekitar Rp150 triliun.<br />
<br />
Dari 10 provinsi di Sumatera yang sempat memaparkan kesiapannya, Provinsi Riau dianggap paling siap dalam membangun jalan tol tersebut.<br />
<br />
"Mungkin karena Riau sudah lama memulai rencana pembangunan jalan tol. Bahkan, jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 126 km sudah selesai pembebasan lahannya tahun ini, yang antara lain dibiayai oleh APBN dan APBD," kata Gubri, Rusli Zainal.<br />
<br />
Selain Pekanbaru-Dumai, Riau juga merencanakan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Pelalawan-Rengat (202 km), Pekanbaru-Siak-Buton (70 km), Pekanbaru-perbatasan Sumbar (150 km) dan Rengat-Kuala Enok (70 km).<br />
<br />
"Dengan potensi kekayaan alam Riau yang luar biasa. Mulai dari sawit yang membentang luas, minyak, batubara dan berbagai potensi lainnya, maka tidak ada alasan untuk tidak membangun jalan tol di Riau. Semua potensi sudah `idle` (tersedia) di Riau," tutur Rusli Zainal kepada pers usai pertemuan.<br />
<br />
Rencananya, paling lambat dua bulan ke depan, akan kembali digelar pertemuan serupa dengan agenda lebih konkret dan Riau akan menjadi tuan rumah.<br />
<br />
Pada pertemuan itu nantinya, disepakati akan ditandatangani MoU antara 10 provinsi di Sumatera dengan PT Jasa Marga.<br />
<br />
"Kita harus bergerak cepat, namun tentu tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku," tegas Dahlan Iskan menyudahi pertemuan.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[CARTER PESAWAT UNTUK “BARALEK GADANG” ]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-CARTER-PESAWAT-UNTUK-%E2%80%9CBARALEK-GADANG%E2%80%9D</link>
			<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 07:51:14 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-CARTER-PESAWAT-UNTUK-%E2%80%9CBARALEK-GADANG%E2%80%9D</guid>
			<description><![CDATA[Pesawat Boeing 737-200 Sriwijaya Air itu bertolak dari Bandara Hang Nadim, Batam, sekitar pukul 11.00 siang hari Senin (17/10/2011) itu. Hampir separuh dari sekitar 100 orang penumpangnya berbicara bahasa Minang. PERANTAU MINANG DI NATUNA<br />
<br />
Termasuk Gubernur Kepu­lauan Riau H. Muhammad Sani sekali-sekali terbawa pula bercakap Minang ketika me­nyapa penumpang yang orang Minang.<br />
<br />
Ke manakah tujuan pesa­wat itu? Ke Bandara Interna­sional Minangkabau (BIM) kah? Ternyata bukan. Sriwijaya Air itu take off dan membelah angkasa ke arah utara, me­lin­tasi Laut China Selatan, menu­ju Landasan Udara Ranai, ibukota Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Gugus Kepu­lauan Natuna merupakan ka­bu­paten terluar Indonesia, letak­nya sejajar dengan Negeri Serawak, Kalimantan Utara, terdiri dari sekitar 271 pulau besar dan kecil yang sebagian tidak berpenghuni. Selain Gubernur Kepri M. Sani dan rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kepri, di dalam pesawat itu ada Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Setda Sumbar, Dr. Suhermanto Raza, dan stafnya Priadi Syukur; Ketua Komisi IV DPRD Sumbar H. Muslim Yatim, Lc.; Ketua KNPI Sum­bar Adib Alfikri dan istri; Daulat Yang Dipertuan Paga­ruyung S.M. Taufiq Thaib beserta istri dan kerabat Istana Silinduang Bulan dari Paga­ruyung; cendekiawan dan to­koh adat Dr. Ir. Yusirwan Rasyid; Ketua DPP Ikatan Pemuda-Pemudi Minang Indo­nesia (IPPMI) Muhammad Raffik dan rombongan DPW IPPMI Kepri, DPW IPPMI Sumbar; wartawan Haluan, dan tak ketinggalan penyanyi Mi­nang Nedi Gampo dan artis ibukota Ria “SMS” Amelia. Ada pula dua tamu penting tokoh perantau Minang di Malaysia, Tengku Azam bin Tengku Ali dan Atril Suhandi Rajo Aceh. Semuanya sekitar 50 orang yang naik dari VIP Room Bandara Hang Nadim –di luar rombongan Gubernur M. Sani dan Pemda Kepri.<br />
<br />
“Pesawat ini kami carter khusus Rp156 juta khusus untuk membawa tamu-tamu acara ‘Baralek Gadang’ ini,” kata Harken, 35, Ketua DPD IPPMI Natuna yang juga ang­gota Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.<br />
<br />
Hoo… IPPMI mencarter pesawat! Dapat uang dari mana? “Kami dibantu Pemkab Natuna sebesar Rp500 juta untuk acara ini,” sambung putra Padang kelahiran Siak Sri Indrapura ini menjelaskan.<br />
<br />
Begitu penting dan besarkah hajatan ini? “Ya, ini pertama kali orang Minang di Natuna menggelar acara sebesar itu. Karena itu, kami sungguh sangat berharap Pak Gubernur Sum­bar pun bisa hadir, karena Gubernur Kepri sendiri berse­dia menghadiri acara kita,” kata Harken yang sehari sebelumnya sengaja terbang ke Padang dari Natuna via Batam khusus untuk membujuk Gubernur Irwan Prayitno bisa melepas kerinduan orang Minang di negeri paling ujung Indonesia itu.<br />
<br />
Namun sayang sekali, Gu­bernur Irwan yang jauh-jauh hari sudah menyatakan kese­diaannya untuk hadir bersama istri, batal mengunjungi Natuna. Soalnya, pada hari yang sama, Gubernur harus menyampai­kan jawaban atas Pandangan Umum Dewan terhadap Nota Perubahan APBD 2011 di DPRD, dan Wakil Gubernur Muslim Kasim sedang kunju­ngan kerja ke Spanyol. Akhir­nya Gubernur hanya mengirim Suhermanto Raza untuk me­wakilinya.<br />
<br />
Pelantikan<br />
<br />
DPD IPPMI Natuna<br />
<br />
Meskipun awalnya kentara sekali gurat kekecewaan dari anak-anak muda perantau Minang itu atas batalnya kehadiran gubernur Irwan Prayitno, namun hati mereka nampak mulai terobati ketika acara penyambutan di Lan­dasan Udara Ranai, Senin siang yang cerah itu. Setelah mela­kukan penyambutan secara adat terhadap rombongan Gubernur M. Sani, Bupati Natuna Ilyas Sabli juga menye­diakan penyambutan secara adat terhadap rombongan dari Sumatera Barat.<br />
<br />
Acara yang diberi tajuk “Baralek Gadang” tersebut dikaitkan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPPMI Natuna periode 2011-2016 yang diadakan di Gedung Serbaguna Masjid Agung Ranai pada hari itu juga. Acara pelantikan yang didahului penyambutan dengan Tari Galombang dan Siriah di Carano dilakukan setelah acara makan siang. Dalam acara pelantikan tersebut turut mem­beri sambutan Bupati Natuna diwakili Plt. Sekda, dan pe­nyam­paian pituah dari Pena­sihat IPPMI S.M. Taufiq Thaib (baca: Keberadaan IPPMI: Pemuda Minang se-Dunia Perlu Wadah Komunikasi).<br />
<br />
Kepengurusan DPD IPPMI yang dipimpin Harken, S.Pd. Ek. tersebut, sebagaimana layaknya organisasi Minang di mana-mana, juga melibatkan pejabat dan tokoh-tokoh setem­pat sebagai penasihat dan pembina. Dalam kepengurusan DPD IPPMI Natuna, Bupati Ilyas Sabli dan Wakil Bupati Imalko duduk dalam struktur Dewan Panasihat.<br />
<br />
“Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya duduk secara formal, tetapi mereka memang secara sungguh-sungguh men­jadi penasihat dan pembina organisasi kita,” kata Harken didampingi Affuandris, S.Kom, Sekretaris DPD IPPMI Natuna. Salah satu bantuk perhatian dan kepedulian Pemda setem­pat adalah dengan melibatkan diri dalam acara “Baralek Gadang” ini. Bahkan dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp500 juta dari APBD Kabupaten Natuna tahun 2011.<br />
<br />
Malam Minang Maimbau<br />
<br />
Selain pelantikan DPD IPPMI, acara “Baralek Ga­dang” perantau Minang di Natuna dimeriahkan pentas seni “Minang Maimbau” yang me­nampilkan kesenian indang, tari piring, serta dimeriahkan oleh artis multitalenta Minang, Nedi Gampo, dan artis ibukota Ria Amelia yang pernah melejit lewat lagu dangdut “SMS” lima tahun silam. Tampil pula artis-artis lokal dari Ranai  dan Tanjung Pinang.<br />
<br />
Sebelum pentas kesenian, Bupati dan Pemda Natuna mengundang makan malam rombongan dari Sumatara Barat dan tokoh-tokoh Minang di Natuna, bertempat di kedia­man resmi Bupati di dekat Pantai Kencana Ranai. Jamuan makan malam ini juga dihadiri Gubernur Kepri M. Sani yang sekaligus menyampaikan pi­dato sambutan dan selamat datang kepada rombongan dari Sumbar.<br />
<br />
Dalam pidato sambutan yang sebagian menggunakan bahasa Minang, M. Sani mengi­ngatkan para warga Natuna asal Minang khususnya tentang filosofi orang Minang merantau: “Di mana bumi dipijak di situ langik dijunjung”. “Carilah piti banyak-banyak, tapi saketek sajo nan dikirim ka kampuang, nan banyak jadikan untuak membangun Natuna ko,” kata M. Sani yang disambut tepuk tangan hadirin.<br />
<br />
Gubernur M. Sani sendiri mengaku dalam perjalanan hidupnya sangat dekat dengan orang Minang. Mantan Bupati Karimun dan mantan Wagub Kepri kelahiran Kundur, Kari­mun, 1942, ini menceritakan, dia terpaksa belajar bahasa Minang hingga fasih ketika kuliah di APDN Pekanbaru ( 1969-1972). “Maklumlah awak anak sikola, piti pas-pa­san,” ceritanya. Karena umum­nya pedagang di Pekan­baru orang Minang, kawannya mena­sihatkan, agar bisa ber­belanja dengan harga murah, harus menggunakan bahasa Minang. “Ternyata benar, kalau ambo membali barang jo baso Mi­nang, harago diskon sake­tek,” kata pamong senior yang pernah menjadi Walikota Administratif Tanjung Pinang itu.<br />
<br />
Usai acara jamuan makan malam, dilangsungkan “Malam Minang Maimbau” dengan memasang pentas raksasa dan tiga tenda besar di lapangan Pantai Kecana persis di depan rumah dinas Bupati Natuna. Rangkaian acara hiburan gabu­ngan Minang dan Melayu itu tidak hanya menyedot keha­diran ratusan perantau Minang di Natuna, tetapi juga dihadiri ribuan warga Ranai sendiri. “Jarang-jarang pentas kesenian seperti ini digelar di Ranai, jadi masyarakat sekitar antusias sekali,” kata seorang penduduk Ranai kepada Haluan.<br />
<br />
Menurut seorang panitia, semula Gubernur M. Sani akan menghadiri acara “Minang Maimbau” ini, namun karena se­kondannya Gubernur Sumbar batal datang, M. Sani pun me­ngurungkan hadir. Namun Bu­pati Ilyas Sabli, setelah me­ngantar Gubernur Kepri dan rombongan ke tempat peristi­rahatan, kemudian me­ngi­kuti acara “hoyak-hosen” itu hingga berakhir menjelang tengah malam. Bahkan, dua kali Bupati Ilyas naik pentas, bernyanyi dan bergoyang gem­bira bersama Nedi Gampo, Ria Amelia dan artis-artis Ranai yang meme­riahkan acara tersebut. Istri bupati pun ikut menyum­bangkan suaranya dalam acara itu(Haluan)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Pesawat Boeing 737-200 Sriwijaya Air itu bertolak dari Bandara Hang Nadim, Batam, sekitar pukul 11.00 siang hari Senin (17/10/2011) itu. Hampir separuh dari sekitar 100 orang penumpangnya berbicara bahasa Minang. PERANTAU MINANG DI NATUNA<br />
<br />
Termasuk Gubernur Kepu­lauan Riau H. Muhammad Sani sekali-sekali terbawa pula bercakap Minang ketika me­nyapa penumpang yang orang Minang.<br />
<br />
Ke manakah tujuan pesa­wat itu? Ke Bandara Interna­sional Minangkabau (BIM) kah? Ternyata bukan. Sriwijaya Air itu take off dan membelah angkasa ke arah utara, me­lin­tasi Laut China Selatan, menu­ju Landasan Udara Ranai, ibukota Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Gugus Kepu­lauan Natuna merupakan ka­bu­paten terluar Indonesia, letak­nya sejajar dengan Negeri Serawak, Kalimantan Utara, terdiri dari sekitar 271 pulau besar dan kecil yang sebagian tidak berpenghuni. Selain Gubernur Kepri M. Sani dan rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kepri, di dalam pesawat itu ada Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau Setda Sumbar, Dr. Suhermanto Raza, dan stafnya Priadi Syukur; Ketua Komisi IV DPRD Sumbar H. Muslim Yatim, Lc.; Ketua KNPI Sum­bar Adib Alfikri dan istri; Daulat Yang Dipertuan Paga­ruyung S.M. Taufiq Thaib beserta istri dan kerabat Istana Silinduang Bulan dari Paga­ruyung; cendekiawan dan to­koh adat Dr. Ir. Yusirwan Rasyid; Ketua DPP Ikatan Pemuda-Pemudi Minang Indo­nesia (IPPMI) Muhammad Raffik dan rombongan DPW IPPMI Kepri, DPW IPPMI Sumbar; wartawan Haluan, dan tak ketinggalan penyanyi Mi­nang Nedi Gampo dan artis ibukota Ria “SMS” Amelia. Ada pula dua tamu penting tokoh perantau Minang di Malaysia, Tengku Azam bin Tengku Ali dan Atril Suhandi Rajo Aceh. Semuanya sekitar 50 orang yang naik dari VIP Room Bandara Hang Nadim –di luar rombongan Gubernur M. Sani dan Pemda Kepri.<br />
<br />
“Pesawat ini kami carter khusus Rp156 juta khusus untuk membawa tamu-tamu acara ‘Baralek Gadang’ ini,” kata Harken, 35, Ketua DPD IPPMI Natuna yang juga ang­gota Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.<br />
<br />
Hoo… IPPMI mencarter pesawat! Dapat uang dari mana? “Kami dibantu Pemkab Natuna sebesar Rp500 juta untuk acara ini,” sambung putra Padang kelahiran Siak Sri Indrapura ini menjelaskan.<br />
<br />
Begitu penting dan besarkah hajatan ini? “Ya, ini pertama kali orang Minang di Natuna menggelar acara sebesar itu. Karena itu, kami sungguh sangat berharap Pak Gubernur Sum­bar pun bisa hadir, karena Gubernur Kepri sendiri berse­dia menghadiri acara kita,” kata Harken yang sehari sebelumnya sengaja terbang ke Padang dari Natuna via Batam khusus untuk membujuk Gubernur Irwan Prayitno bisa melepas kerinduan orang Minang di negeri paling ujung Indonesia itu.<br />
<br />
Namun sayang sekali, Gu­bernur Irwan yang jauh-jauh hari sudah menyatakan kese­diaannya untuk hadir bersama istri, batal mengunjungi Natuna. Soalnya, pada hari yang sama, Gubernur harus menyampai­kan jawaban atas Pandangan Umum Dewan terhadap Nota Perubahan APBD 2011 di DPRD, dan Wakil Gubernur Muslim Kasim sedang kunju­ngan kerja ke Spanyol. Akhir­nya Gubernur hanya mengirim Suhermanto Raza untuk me­wakilinya.<br />
<br />
Pelantikan<br />
<br />
DPD IPPMI Natuna<br />
<br />
Meskipun awalnya kentara sekali gurat kekecewaan dari anak-anak muda perantau Minang itu atas batalnya kehadiran gubernur Irwan Prayitno, namun hati mereka nampak mulai terobati ketika acara penyambutan di Lan­dasan Udara Ranai, Senin siang yang cerah itu. Setelah mela­kukan penyambutan secara adat terhadap rombongan Gubernur M. Sani, Bupati Natuna Ilyas Sabli juga menye­diakan penyambutan secara adat terhadap rombongan dari Sumatera Barat.<br />
<br />
Acara yang diberi tajuk “Baralek Gadang” tersebut dikaitkan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPPMI Natuna periode 2011-2016 yang diadakan di Gedung Serbaguna Masjid Agung Ranai pada hari itu juga. Acara pelantikan yang didahului penyambutan dengan Tari Galombang dan Siriah di Carano dilakukan setelah acara makan siang. Dalam acara pelantikan tersebut turut mem­beri sambutan Bupati Natuna diwakili Plt. Sekda, dan pe­nyam­paian pituah dari Pena­sihat IPPMI S.M. Taufiq Thaib (baca: Keberadaan IPPMI: Pemuda Minang se-Dunia Perlu Wadah Komunikasi).<br />
<br />
Kepengurusan DPD IPPMI yang dipimpin Harken, S.Pd. Ek. tersebut, sebagaimana layaknya organisasi Minang di mana-mana, juga melibatkan pejabat dan tokoh-tokoh setem­pat sebagai penasihat dan pembina. Dalam kepengurusan DPD IPPMI Natuna, Bupati Ilyas Sabli dan Wakil Bupati Imalko duduk dalam struktur Dewan Panasihat.<br />
<br />
“Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya duduk secara formal, tetapi mereka memang secara sungguh-sungguh men­jadi penasihat dan pembina organisasi kita,” kata Harken didampingi Affuandris, S.Kom, Sekretaris DPD IPPMI Natuna. Salah satu bantuk perhatian dan kepedulian Pemda setem­pat adalah dengan melibatkan diri dalam acara “Baralek Gadang” ini. Bahkan dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp500 juta dari APBD Kabupaten Natuna tahun 2011.<br />
<br />
Malam Minang Maimbau<br />
<br />
Selain pelantikan DPD IPPMI, acara “Baralek Ga­dang” perantau Minang di Natuna dimeriahkan pentas seni “Minang Maimbau” yang me­nampilkan kesenian indang, tari piring, serta dimeriahkan oleh artis multitalenta Minang, Nedi Gampo, dan artis ibukota Ria Amelia yang pernah melejit lewat lagu dangdut “SMS” lima tahun silam. Tampil pula artis-artis lokal dari Ranai  dan Tanjung Pinang.<br />
<br />
Sebelum pentas kesenian, Bupati dan Pemda Natuna mengundang makan malam rombongan dari Sumatara Barat dan tokoh-tokoh Minang di Natuna, bertempat di kedia­man resmi Bupati di dekat Pantai Kencana Ranai. Jamuan makan malam ini juga dihadiri Gubernur Kepri M. Sani yang sekaligus menyampaikan pi­dato sambutan dan selamat datang kepada rombongan dari Sumbar.<br />
<br />
Dalam pidato sambutan yang sebagian menggunakan bahasa Minang, M. Sani mengi­ngatkan para warga Natuna asal Minang khususnya tentang filosofi orang Minang merantau: “Di mana bumi dipijak di situ langik dijunjung”. “Carilah piti banyak-banyak, tapi saketek sajo nan dikirim ka kampuang, nan banyak jadikan untuak membangun Natuna ko,” kata M. Sani yang disambut tepuk tangan hadirin.<br />
<br />
Gubernur M. Sani sendiri mengaku dalam perjalanan hidupnya sangat dekat dengan orang Minang. Mantan Bupati Karimun dan mantan Wagub Kepri kelahiran Kundur, Kari­mun, 1942, ini menceritakan, dia terpaksa belajar bahasa Minang hingga fasih ketika kuliah di APDN Pekanbaru ( 1969-1972). “Maklumlah awak anak sikola, piti pas-pa­san,” ceritanya. Karena umum­nya pedagang di Pekan­baru orang Minang, kawannya mena­sihatkan, agar bisa ber­belanja dengan harga murah, harus menggunakan bahasa Minang. “Ternyata benar, kalau ambo membali barang jo baso Mi­nang, harago diskon sake­tek,” kata pamong senior yang pernah menjadi Walikota Administratif Tanjung Pinang itu.<br />
<br />
Usai acara jamuan makan malam, dilangsungkan “Malam Minang Maimbau” dengan memasang pentas raksasa dan tiga tenda besar di lapangan Pantai Kecana persis di depan rumah dinas Bupati Natuna. Rangkaian acara hiburan gabu­ngan Minang dan Melayu itu tidak hanya menyedot keha­diran ratusan perantau Minang di Natuna, tetapi juga dihadiri ribuan warga Ranai sendiri. “Jarang-jarang pentas kesenian seperti ini digelar di Ranai, jadi masyarakat sekitar antusias sekali,” kata seorang penduduk Ranai kepada Haluan.<br />
<br />
Menurut seorang panitia, semula Gubernur M. Sani akan menghadiri acara “Minang Maimbau” ini, namun karena se­kondannya Gubernur Sumbar batal datang, M. Sani pun me­ngurungkan hadir. Namun Bu­pati Ilyas Sabli, setelah me­ngantar Gubernur Kepri dan rombongan ke tempat peristi­rahatan, kemudian me­ngi­kuti acara “hoyak-hosen” itu hingga berakhir menjelang tengah malam. Bahkan, dua kali Bupati Ilyas naik pentas, bernyanyi dan bergoyang gem­bira bersama Nedi Gampo, Ria Amelia dan artis-artis Ranai yang meme­riahkan acara tersebut. Istri bupati pun ikut menyum­bangkan suaranya dalam acara itu(Haluan)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Gubernur Bali Ajak Sumbar Bangun Anjungan di Daerahnya]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Gubernur-Bali-Ajak-Sumbar-Bangun-Anjungan-di-Daerahnya</link>
			<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 01:33:45 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Gubernur-Bali-Ajak-Sumbar-Bangun-Anjungan-di-Daerahnya</guid>
			<description><![CDATA[padangmedia.com - PADANG- Pemerintah Bali ajak Pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) membangun anjungan Sumbar di Bali sebagai bentuk promosi wisata Sumbar di Bali.<br />
<br />
Pembangunan anjungan tersebut dilakukan setelah adanya jalinan kerjasama di bidang pariwisata antara Pemerintah Bali<br />
<br />
Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat bertemu dengan Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim dalam kegiatan Halal Bi Halal Ikatan Minang Saiyo (IMS) di Bali.<br />
<br />
"Gubernur Bali mengajak Sumbar untuk membangun anjungan Sumbar di Bali," jelas Muslim, Selasa (20/09) di ruangannya.<br />
<br />
Dikatakan Muslim, dengan adanya kerjsama tersebut nantinya Sumbar akan belajar banyak pada Bali tentang pengembangan wisata berbasis kebudayaan dan kearifan lokal. "Itulah kesamaan Bali dan Sumbar punya potensi wisata budaya dan kearifan lokal," ungkapnya.<br />
<br />
Untuk mempersiapkan hal tersebut, Sumbar bertekad untuk membenahi pariwisata di berbagai lini. Mulai dari tranportasi hingga akomodasi juga objek wisata unggulan.<br />
<br />
Di bidang transportasi, nantinya Sumbar bertekad untuk menjadi tempat transit para turis yang telah berwisata ke Bali. Sebelumnya dari Bali banyak turis justru terbang langsung ke Singapore.<br />
<br />
Di bidang potensi objek wisasa unggulan, Sumbar tak kalah hebatnya dengan Bali, Mentawai misalnya punya ombak terbaik untuk selancar begitu juga wisata alam lainnya.<br />
<br />
"Semuanya harus disiapkan, begitu juga semua sarana dan prasarana, sehingga Sumbar siap jadi tempat tujuan wisata dan diharapkan semua pihak meyukseskan upaya ini," ungkap mantan Bupati Padang Pariaman itu.<br />
<br />
Selain itu, kata Muslim, Pemerintah Bali menanggapi positif perihal kerjasama tersebut. "Nanti kita ajak pak Gubernur Bali ke Sumbar," paparnya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[padangmedia.com - PADANG- Pemerintah Bali ajak Pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) membangun anjungan Sumbar di Bali sebagai bentuk promosi wisata Sumbar di Bali.<br />
<br />
Pembangunan anjungan tersebut dilakukan setelah adanya jalinan kerjasama di bidang pariwisata antara Pemerintah Bali<br />
<br />
Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat bertemu dengan Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim dalam kegiatan Halal Bi Halal Ikatan Minang Saiyo (IMS) di Bali.<br />
<br />
"Gubernur Bali mengajak Sumbar untuk membangun anjungan Sumbar di Bali," jelas Muslim, Selasa (20/09) di ruangannya.<br />
<br />
Dikatakan Muslim, dengan adanya kerjsama tersebut nantinya Sumbar akan belajar banyak pada Bali tentang pengembangan wisata berbasis kebudayaan dan kearifan lokal. "Itulah kesamaan Bali dan Sumbar punya potensi wisata budaya dan kearifan lokal," ungkapnya.<br />
<br />
Untuk mempersiapkan hal tersebut, Sumbar bertekad untuk membenahi pariwisata di berbagai lini. Mulai dari tranportasi hingga akomodasi juga objek wisata unggulan.<br />
<br />
Di bidang transportasi, nantinya Sumbar bertekad untuk menjadi tempat transit para turis yang telah berwisata ke Bali. Sebelumnya dari Bali banyak turis justru terbang langsung ke Singapore.<br />
<br />
Di bidang potensi objek wisasa unggulan, Sumbar tak kalah hebatnya dengan Bali, Mentawai misalnya punya ombak terbaik untuk selancar begitu juga wisata alam lainnya.<br />
<br />
"Semuanya harus disiapkan, begitu juga semua sarana dan prasarana, sehingga Sumbar siap jadi tempat tujuan wisata dan diharapkan semua pihak meyukseskan upaya ini," ungkap mantan Bupati Padang Pariaman itu.<br />
<br />
Selain itu, kata Muslim, Pemerintah Bali menanggapi positif perihal kerjasama tersebut. "Nanti kita ajak pak Gubernur Bali ke Sumbar," paparnya]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[PNS dan DPR Diimbau Tak Gunakan Premium]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-PNS-dan-DPR-Diimbau-Tak-Gunakan-Premium</link>
			<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 10:03:07 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-PNS-dan-DPR-Diimbau-Tak-Gunakan-Premium</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/vK7wEmTfV5cizIslbPMW9g--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMTg7cT04NTt3PTUxMg--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Tribune_News/20110524_Anggota_DPRD_Kaltim_Sidak_SPBU.jpg" border="0" alt="[Image: 20110524_Anggota_DPRD_Kaltim_Sidak_SPBU.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Laporan Wartawan Tribunnews.com Andri Malau<br />
<br />
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita H. Legowo menyebutkan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui pengurangan volume BBM bersubsidi pada RAPBN-P 2011. Volume BBM bersubsidi yang semula 58,5 juta kiloliter, kini dipangkas menjadi 40,49 juta kiloliter.<br />
<br />
”Volume BBM subsidi sudah disetujui Banggar (Badan Anggaran) DPR dengan catatan agar kita (pemerintah) tetap melakukan imbauan kepada masyarakat bahwa subsidi BBM itu hanya untuk masyarakat yang tidak mampu dan melakukan pengaturan,” ujar Evita H. Legowo usai mengumumkan pemenang penawaran WK CBM, dan dikutip dari Kementerian ESDM, di Jakarta, Senin (18/7/2011).<br />
<br />
Evita menjelaskan, Banggar pun meminta pemerintah agar mengimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan anggota DPR tidak membeli BBM bersubsidi.<br />
<br />
Rencananya, pengaturan BBM bersubsidi, diperkirakan baru akan dilakukan usai Lebaran. Saat ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM tengah mempersiapkan sejumlah opsi yang nantinya akan dibahas lebih lanjut pada Sidang Kabinet.<br />
<br />
”Mereka mengimbau supaya pemerintah bisa mengatur lebih tajam lagi. Syukur-syukur (volume BBM subsidi) bisa di bawah 40,49 juta kiloliter. Teman-teman (DPR) mengharapkan ada pengaturan. Pengaturan seperti apa, itu yang belum ada. Kita tetap siapkan beberapa opsi. Nanti dibahas di kabinet,” ujarnya.<br />
<br />
sumber: tribunnews.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/vK7wEmTfV5cizIslbPMW9g--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0zMTg7cT04NTt3PTUxMg--/http://media.zenfs.com/id_ID/News/Tribune_News/20110524_Anggota_DPRD_Kaltim_Sidak_SPBU.jpg" border="0" alt="[Image: 20110524_Anggota_DPRD_Kaltim_Sidak_SPBU.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Laporan Wartawan Tribunnews.com Andri Malau<br />
<br />
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita H. Legowo menyebutkan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui pengurangan volume BBM bersubsidi pada RAPBN-P 2011. Volume BBM bersubsidi yang semula 58,5 juta kiloliter, kini dipangkas menjadi 40,49 juta kiloliter.<br />
<br />
”Volume BBM subsidi sudah disetujui Banggar (Badan Anggaran) DPR dengan catatan agar kita (pemerintah) tetap melakukan imbauan kepada masyarakat bahwa subsidi BBM itu hanya untuk masyarakat yang tidak mampu dan melakukan pengaturan,” ujar Evita H. Legowo usai mengumumkan pemenang penawaran WK CBM, dan dikutip dari Kementerian ESDM, di Jakarta, Senin (18/7/2011).<br />
<br />
Evita menjelaskan, Banggar pun meminta pemerintah agar mengimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan anggota DPR tidak membeli BBM bersubsidi.<br />
<br />
Rencananya, pengaturan BBM bersubsidi, diperkirakan baru akan dilakukan usai Lebaran. Saat ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM tengah mempersiapkan sejumlah opsi yang nantinya akan dibahas lebih lanjut pada Sidang Kabinet.<br />
<br />
”Mereka mengimbau supaya pemerintah bisa mengatur lebih tajam lagi. Syukur-syukur (volume BBM subsidi) bisa di bawah 40,49 juta kiloliter. Teman-teman (DPR) mengharapkan ada pengaturan. Pengaturan seperti apa, itu yang belum ada. Kita tetap siapkan beberapa opsi. Nanti dibahas di kabinet,” ujarnya.<br />
<br />
sumber: tribunnews.com]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[JCH Jambi Diberangkatkan Lewat Dua Embarkasi]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-JCH-Jambi-Diberangkatkan-Lewat-Dua-Embarkasi</link>
			<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 09:59:06 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-JCH-Jambi-Diberangkatkan-Lewat-Dua-Embarkasi</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/Cusdah4ar5nGA1HPue2U7A--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNTQ7cT04NTt3PTQwMA--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/antara/reg-20110718134234-hajipenerbangan.jpg" border="0" alt="[Image: reg-20110718134234-hajipenerbangan.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Jambi (ANTARA) - Jamaah calon haji Jambi diberangkatkan lewat dua embarkasi dan dibagi dua wilayah yakni barat dan timur. <br />
<br />
Kabid Urusan Haji Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Herman di Jambi, Senin mengatakan, tidak ada perubahan untuk keberangkatan menuju Arab Saudi dari dua embarkasi dengan tahun sebelumnya. <br />
<br />
"Untuk musim haji 2011 kita tetap memebrangkatkan jamaah calon haji (JCH) lewat dua embarkasi, atau tidak dipusatkan pada satu embarkasi seperti informasi yang berkembang," katanya. <br />
<br />
Ia menyebutkan, pembagian dua wilayah dan dua embarkasi itu bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah keberangkatan JCH yang didekatkan dengan kabupaten asalnya. <br />
<br />
Pembagian wilayah JCH Jambi itu yakni wilayah barat meliputi Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangung, Tebo dan Kabupaten Bungo. <br />
<br />
Selanjutnya untuk JCH wilayah timur terdiri atas Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat dan tanjung Jabung Timur. <br />
<br />
JCH wilayah barat akan diberangkatkan lewat embakasi Padang, Sumatera Barat, karena waktu dan jarak tempuh lebih dekat, dan menuju embarkasi semuanya menggunkan jalur darat. <br />
<br />
Wilayah timur yang diberangkatkan lewat embarkasi Batam, Kepulauan Riau, khusus JCH kabupaten Tanjung Jabung Barat menggunakan angkutan laut menuju Batam, selainnya menggunkan pesawat terbang. <br />
<br />
Khusus JCH dari kabupaten tanjung Jabung Barat, menuju embarkasi diberangkatkan menggunkan kapal cepat dengan waktu tempu sekitar empat jam. <br />
<br />
"JCH Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Tanjung Jabung Timur semuanya menggunakan pesawat menuju Batam," kata Herman.<br />
<br />
sumber : Antara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://l.yimg.com/bt/api/res/1.2/Cusdah4ar5nGA1HPue2U7A--/YXBwaWQ9eW5ld3M7Zmk9aW5zZXQ7aD0yNTQ7cT04NTt3PTQwMA--/http://media.zenfs.com/id-ID/News/antara/reg-20110718134234-hajipenerbangan.jpg" border="0" alt="[Image: reg-20110718134234-hajipenerbangan.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Jambi (ANTARA) - Jamaah calon haji Jambi diberangkatkan lewat dua embarkasi dan dibagi dua wilayah yakni barat dan timur. <br />
<br />
Kabid Urusan Haji Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Herman di Jambi, Senin mengatakan, tidak ada perubahan untuk keberangkatan menuju Arab Saudi dari dua embarkasi dengan tahun sebelumnya. <br />
<br />
"Untuk musim haji 2011 kita tetap memebrangkatkan jamaah calon haji (JCH) lewat dua embarkasi, atau tidak dipusatkan pada satu embarkasi seperti informasi yang berkembang," katanya. <br />
<br />
Ia menyebutkan, pembagian dua wilayah dan dua embarkasi itu bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah keberangkatan JCH yang didekatkan dengan kabupaten asalnya. <br />
<br />
Pembagian wilayah JCH Jambi itu yakni wilayah barat meliputi Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangung, Tebo dan Kabupaten Bungo. <br />
<br />
Selanjutnya untuk JCH wilayah timur terdiri atas Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat dan tanjung Jabung Timur. <br />
<br />
JCH wilayah barat akan diberangkatkan lewat embakasi Padang, Sumatera Barat, karena waktu dan jarak tempuh lebih dekat, dan menuju embarkasi semuanya menggunkan jalur darat. <br />
<br />
Wilayah timur yang diberangkatkan lewat embarkasi Batam, Kepulauan Riau, khusus JCH kabupaten Tanjung Jabung Barat menggunakan angkutan laut menuju Batam, selainnya menggunkan pesawat terbang. <br />
<br />
Khusus JCH dari kabupaten tanjung Jabung Barat, menuju embarkasi diberangkatkan menggunkan kapal cepat dengan waktu tempu sekitar empat jam. <br />
<br />
"JCH Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Tanjung Jabung Timur semuanya menggunakan pesawat menuju Batam," kata Herman.<br />
<br />
sumber : Antara]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[ Mantan Pemulung Berpenghasilan Jutaan Rupiah]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Mantan-Pemulung-Berpenghasilan-Jutaan-Rupiah</link>
			<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 02:37:22 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Mantan-Pemulung-Berpenghasilan-Jutaan-Rupiah</guid>
			<description><![CDATA[Emis Ida, seorang mantan pemulung di Karawang, Jawa Barat, yang mengelola usaha kerajinan dari barang bekas, mampu memperoleh penghasilan hingga jutaan rupiah per bulannya.<br />
<br />
Warga Dusun Sukagalih, Desa Karanganyar, Kecamatan Klari itu, Sabtu (11/6), mengatakan, ia memanfaatkan limbah industri dari tali berbahan polyester, menjadi berbagai jenis perabotan rumahtangga dan aksesorisnya dari anyaman tali.<br />
<br />
"Hanya dengan modal yang tidak terlalu besar, tetapi bisa memperoleh keuntungan besar sampai jutaan rupiah. Jadi, saya memilih untuk menggeluti kerajinan dengan memanfaatkan tali polyster ini," kata Emis.<br />
<br />
Kerajinan yang dihasilkan dengan memanfaatkan tali polyster itu, antara lain bakul, kipas nasi, tempat nasi, tas, dan berbagai jenis perabotan rumah tangga lainnya.<br />
<br />
Ia mengaku terinspirasi untuk melakukan usaha kerajinan itu saat dirinya merasa lelah menjadi pemulung.<br />
<br />
Saat itu, kata Emis, dirinya mencoba-coba untuk menganyam tali-tali yang diperoleh dan ternyata hasil kerajinannya positif. Hingga kini usahanya masih digeluti.<br />
<br />
Menurut dia, hasil kerajinannya yang sudah digeluti selama sekitar delapan bulan itu kini sudah masuk pasaran serta sudah diminati pasaran lokal Karawang.<br />
<br />
Setiap harinya, ia mengaku mampu memproduksi hingga 20 jenis barang perabotan rumah tangga dan aksesorisnya. Ia menjual karyanya seharga Rp 25.000 sampai Rp 100.000 per buahnya(gatra)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Emis Ida, seorang mantan pemulung di Karawang, Jawa Barat, yang mengelola usaha kerajinan dari barang bekas, mampu memperoleh penghasilan hingga jutaan rupiah per bulannya.<br />
<br />
Warga Dusun Sukagalih, Desa Karanganyar, Kecamatan Klari itu, Sabtu (11/6), mengatakan, ia memanfaatkan limbah industri dari tali berbahan polyester, menjadi berbagai jenis perabotan rumahtangga dan aksesorisnya dari anyaman tali.<br />
<br />
"Hanya dengan modal yang tidak terlalu besar, tetapi bisa memperoleh keuntungan besar sampai jutaan rupiah. Jadi, saya memilih untuk menggeluti kerajinan dengan memanfaatkan tali polyster ini," kata Emis.<br />
<br />
Kerajinan yang dihasilkan dengan memanfaatkan tali polyster itu, antara lain bakul, kipas nasi, tempat nasi, tas, dan berbagai jenis perabotan rumah tangga lainnya.<br />
<br />
Ia mengaku terinspirasi untuk melakukan usaha kerajinan itu saat dirinya merasa lelah menjadi pemulung.<br />
<br />
Saat itu, kata Emis, dirinya mencoba-coba untuk menganyam tali-tali yang diperoleh dan ternyata hasil kerajinannya positif. Hingga kini usahanya masih digeluti.<br />
<br />
Menurut dia, hasil kerajinannya yang sudah digeluti selama sekitar delapan bulan itu kini sudah masuk pasaran serta sudah diminati pasaran lokal Karawang.<br />
<br />
Setiap harinya, ia mengaku mampu memproduksi hingga 20 jenis barang perabotan rumah tangga dan aksesorisnya. Ia menjual karyanya seharga Rp 25.000 sampai Rp 100.000 per buahnya(gatra)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Debus, Kesenian Warisan Budaya Banten]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Debus-Kesenian-Warisan-Budaya-Banten</link>
			<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 03:51:23 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Debus-Kesenian-Warisan-Budaya-Banten</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i52.tinypic.com/zjcr52.jpg" border="0" alt="[Image: zjcr52.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">(foto: greenvanda.blogspot.com)</span></span><br />
<br />
SETELAH mengucapkan mantra “haram kau sentuh kulitku, haram kau minum darahku, haram kau makan dagingku, urat kawang, tulang wesi, kulit baja, aku keluar dari rahim ibunda. Aku mengucapkan kalimat la ilaha illahu“.<br />
<br />
Pada saat itu juga ia menusukkan golok tersebut ke paha, lengan, perut dan bagian tubuh lainnya. Pada saat atraksi tersebut ia pun menyambar leher anak kecil sambil menghunuskan goloknya ke anak tersebut. Anehnya bekas sambaran golok tersebut tidak ada meninggalkan luka yang sangat berbahaya bagi anak tersebut.<br />
<br />
Atraksi sangat berbahaya tersebut biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat.<br />
<br />
Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.<br />
<br />
Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa.<br />
<br />
Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus, dan mereka melakukan perlawanan secara gerilya.<br />
<br />
Debus dalam bahasa Arab yang berarti senjata tajam yang terbuat dari besi, mempunyai ujung yang runcing dan berbentuk sedikit bundar. Dengan alat inilah para pemain debus dilukai, dan biasanya tidak dapat ditembus walaupun debus itu dipukul berkali kali oleh orang lain.<br />
<br />
Atraksi kekebalan badan ini merupakan variasi lain yang ada dipertunjukan debus. Antara lain, menusuk perut dengan benda tajam atau tombak, mengiris tubuh dengan golok sampai terluka maupun tanpa luka, makan bara api, memasukkan jarum yang panjang ke lidah, kulit, pipi sampai tembus dan tidak terluka. Mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan darah tetapi dapat disembuhkan pada seketika itu juga, menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian yang melekat dibadan hancur, mengunyah beling/serpihan kaca, membakar tubuh. Dan masih banyak lagi atraksi yang mereka lakukan.<br />
<br />
Dalam melakukan atraksi ini setiap pemain mempunyai syarat syarat yang berat, sebelum pentas mereka melakukan ritual ritual yang diberikan oleh guru mereka. Biasanya dilakukan 1-2 minggu sebelum ritual dilakukan.<br />
<br />
Selain itu mereka juga dituntut mempunyai iman yang kuat dan harus yakin dengan ajaran islam. Pantangan bagi pemain debus adalah tidak boleh minum minuman keras, main judi, bermain wanita, atau mencuri. Dan pemain juga harus yakin dan tidak ragu ragu dalam melaksanakan tindakan tersebut, pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain bisa sangat membahayakan jiwa pemain tersebut.<br />
<br />
Debus mempunyai hubungan dengan tarekat didalam ajaran islam. Yang intinya sangat kental dengan filosofi keagamaan, mereka dalam kondisi yang sangat gembira karena bertatap muka dengan tuhannya. Mereka menghantamkan benda tajam ketubuh mereka, tiada daya upaya melainkan karena Allah semata. Kalau Allah tidak mengijinkan golok, parang maupun peluru melukai mereka. Dan mereka tidak akan terluka.<br />
<br />
Pada saat ini banyak pendekar debus bermukim di Desa Walantaka, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang. Yang sangat disayangkan keberadaan debus makin lama kian berkurang, dikarenakan para pemuda lebih suka mencari mata pencaharian yang lain. Dan karena memang atraksi ini juga cukup berbahaya untuk dilakukan, karena tidak jarang banyak pemain debus yang celaka karena kurang latihan maupun ada yang “jahil” dengan pertunjukan yang mereka lakukan.<br />
<br />
Sehingga semakin lama warisan budaya ini semakin punah. Dahulu kita bisa menyaksikan atraksi debus ini dibanyak wilayah banten, tapi sekarang atraksi debus hanya ada pada saat event – event tertentu. Jadi tidak setiap hari kita dapat melihat atraksi ini. Warisan budaya, yang makin lama makin tergerus oleh perubahan jaman.(okezone)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i52.tinypic.com/zjcr52.jpg" border="0" alt="[Image: zjcr52.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">(foto: greenvanda.blogspot.com)</span></span><br />
<br />
SETELAH mengucapkan mantra “haram kau sentuh kulitku, haram kau minum darahku, haram kau makan dagingku, urat kawang, tulang wesi, kulit baja, aku keluar dari rahim ibunda. Aku mengucapkan kalimat la ilaha illahu“.<br />
<br />
Pada saat itu juga ia menusukkan golok tersebut ke paha, lengan, perut dan bagian tubuh lainnya. Pada saat atraksi tersebut ia pun menyambar leher anak kecil sambil menghunuskan goloknya ke anak tersebut. Anehnya bekas sambaran golok tersebut tidak ada meninggalkan luka yang sangat berbahaya bagi anak tersebut.<br />
<br />
Atraksi sangat berbahaya tersebut biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat.<br />
<br />
Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.<br />
<br />
Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa.<br />
<br />
Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus, dan mereka melakukan perlawanan secara gerilya.<br />
<br />
Debus dalam bahasa Arab yang berarti senjata tajam yang terbuat dari besi, mempunyai ujung yang runcing dan berbentuk sedikit bundar. Dengan alat inilah para pemain debus dilukai, dan biasanya tidak dapat ditembus walaupun debus itu dipukul berkali kali oleh orang lain.<br />
<br />
Atraksi kekebalan badan ini merupakan variasi lain yang ada dipertunjukan debus. Antara lain, menusuk perut dengan benda tajam atau tombak, mengiris tubuh dengan golok sampai terluka maupun tanpa luka, makan bara api, memasukkan jarum yang panjang ke lidah, kulit, pipi sampai tembus dan tidak terluka. Mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan darah tetapi dapat disembuhkan pada seketika itu juga, menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian yang melekat dibadan hancur, mengunyah beling/serpihan kaca, membakar tubuh. Dan masih banyak lagi atraksi yang mereka lakukan.<br />
<br />
Dalam melakukan atraksi ini setiap pemain mempunyai syarat syarat yang berat, sebelum pentas mereka melakukan ritual ritual yang diberikan oleh guru mereka. Biasanya dilakukan 1-2 minggu sebelum ritual dilakukan.<br />
<br />
Selain itu mereka juga dituntut mempunyai iman yang kuat dan harus yakin dengan ajaran islam. Pantangan bagi pemain debus adalah tidak boleh minum minuman keras, main judi, bermain wanita, atau mencuri. Dan pemain juga harus yakin dan tidak ragu ragu dalam melaksanakan tindakan tersebut, pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain bisa sangat membahayakan jiwa pemain tersebut.<br />
<br />
Debus mempunyai hubungan dengan tarekat didalam ajaran islam. Yang intinya sangat kental dengan filosofi keagamaan, mereka dalam kondisi yang sangat gembira karena bertatap muka dengan tuhannya. Mereka menghantamkan benda tajam ketubuh mereka, tiada daya upaya melainkan karena Allah semata. Kalau Allah tidak mengijinkan golok, parang maupun peluru melukai mereka. Dan mereka tidak akan terluka.<br />
<br />
Pada saat ini banyak pendekar debus bermukim di Desa Walantaka, Kecamatan Walantaka, Kabupaten Serang. Yang sangat disayangkan keberadaan debus makin lama kian berkurang, dikarenakan para pemuda lebih suka mencari mata pencaharian yang lain. Dan karena memang atraksi ini juga cukup berbahaya untuk dilakukan, karena tidak jarang banyak pemain debus yang celaka karena kurang latihan maupun ada yang “jahil” dengan pertunjukan yang mereka lakukan.<br />
<br />
Sehingga semakin lama warisan budaya ini semakin punah. Dahulu kita bisa menyaksikan atraksi debus ini dibanyak wilayah banten, tapi sekarang atraksi debus hanya ada pada saat event – event tertentu. Jadi tidak setiap hari kita dapat melihat atraksi ini. Warisan budaya, yang makin lama makin tergerus oleh perubahan jaman.(okezone)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Aparat Harus Siap Hadapi Bencana Dieng]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Aparat-Harus-Siap-Hadapi-Bencana-Dieng</link>
			<pubDate>Mon, 30 May 2011 13:52:03 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Aparat-Harus-Siap-Hadapi-Bencana-Dieng</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://img.antaranews.com/new/2011/05/small/20110530094910066.gif" border="0" alt="[Image: 20110530094910066.gif]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng),  Bibit Waluyo, meminta seluruh aparat pemerintah di wilayah Kabupaten Banjarnegara, khususnya yang berada di sekitar kawasan Dataran Tinggi Dieng, meningkatkan kesiagaan menghadapi ancaman bencana alam di daerah itu. <br />
<br />
 "Lurah, camat hingga bupati harus meningkatkan kesiapsiagaan serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi kondisi ini," kata gubernur di Semarang, Senin.<br />
<br />
 Ia mengimbau, masyarakat sekitar kawasan Dataran Tinggi Dieng tetap tenang sekaligus waspada dalam menghadapi peningkatan aktivitas Kawah Timbang di wilayah tersebut.<br />
<br />
 "Jangan panik, karena justru akan menimbulkan hal-hal yang kurang produktif," katanya.<br />
<br />
 Selain itu, Bibit juga meminta petugas yang berkaitan dengan vulakonologi dan geologi Pengunungan Dieng untuk proaktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.<br />
<br />
 Menurut dia, informasi tentang perkembangan kawah yang mengadung karbondioksida (CO2) dengan kadar cukup tinggi ini harus jelas dan segera disampaikan ke masyarakat.<br />
<br />
 "Jika ada informasi dari petugas yang berwenang, rakyat harus menurut. jangan nekat," katanya.<br />
<br />
 Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, konsentrasi gas karbondioksida yang dikeluarkan Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, cenderung meningkat<br />
<br />
 "Konsentrasi gas karbondioksida (CO2)dataran Tinggie Dieng cenderung meningkat, meskipun aktivitas kegempaannya menurun," kata petugas Quick Respons Team Badan Geologi, Umar Rosadi.<br />
 (T.I021/F002)<br />
<br />
Editor: Aditia Maruli<br />
COPYRIGHT © 2011<br />
<br />
Source : Antara]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://img.antaranews.com/new/2011/05/small/20110530094910066.gif" border="0" alt="[Image: 20110530094910066.gif]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng),  Bibit Waluyo, meminta seluruh aparat pemerintah di wilayah Kabupaten Banjarnegara, khususnya yang berada di sekitar kawasan Dataran Tinggi Dieng, meningkatkan kesiagaan menghadapi ancaman bencana alam di daerah itu. <br />
<br />
 "Lurah, camat hingga bupati harus meningkatkan kesiapsiagaan serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menghadapi kondisi ini," kata gubernur di Semarang, Senin.<br />
<br />
 Ia mengimbau, masyarakat sekitar kawasan Dataran Tinggi Dieng tetap tenang sekaligus waspada dalam menghadapi peningkatan aktivitas Kawah Timbang di wilayah tersebut.<br />
<br />
 "Jangan panik, karena justru akan menimbulkan hal-hal yang kurang produktif," katanya.<br />
<br />
 Selain itu, Bibit juga meminta petugas yang berkaitan dengan vulakonologi dan geologi Pengunungan Dieng untuk proaktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.<br />
<br />
 Menurut dia, informasi tentang perkembangan kawah yang mengadung karbondioksida (CO2) dengan kadar cukup tinggi ini harus jelas dan segera disampaikan ke masyarakat.<br />
<br />
 "Jika ada informasi dari petugas yang berwenang, rakyat harus menurut. jangan nekat," katanya.<br />
<br />
 Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, konsentrasi gas karbondioksida yang dikeluarkan Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, cenderung meningkat<br />
<br />
 "Konsentrasi gas karbondioksida (CO2)dataran Tinggie Dieng cenderung meningkat, meskipun aktivitas kegempaannya menurun," kata petugas Quick Respons Team Badan Geologi, Umar Rosadi.<br />
 (T.I021/F002)<br />
<br />
Editor: Aditia Maruli<br />
COPYRIGHT © 2011<br />
<br />
Source : Antara]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Percepat Jalan Tol Alternatif Porong-Gempol]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Percepat-Jalan-Tol-Alternatif-Porong-Gempol</link>
			<pubDate>Mon, 30 May 2011 13:49:21 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Percepat-Jalan-Tol-Alternatif-Porong-Gempol</guid>
			<description><![CDATA[Surabaya (ANTARA News) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta pembangunan jalan tol alternatif Porong - Gempol dipercepat untuk menanggulangi kemacetan di kawasan Jalan Raya Porong yang tidak jauh dari lokasi luapan lumpur Lapindo.<br />
<br />
"Selama ini, kami (pemerintah pusat) terus mendesak agar upaya penanggulangan kemacetan di Jalan Raya Porong bisa teratasi dan masyarakat bisa menikmati jalan tol baru," katanya di sela kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surabaya, Senin.<br />
<br />
Ia menegaskan bahwa pemerintah memang tidak memberi batasan waktu, tapi pihaknya terus mendesak agar jalan tol cepat selesai. "Tentang masalah pendanaan sudah tidak ada masalah kok," ujar Hatta Radjasa.<br />
<br />
 Hanya saja, pihaknya mengakui permasalahan lambatnya pembangunan jalan tol akibat dari sulitnya pembebasan lahan yang terkena dampak, karena proses negoisasi antara pemerintah dengan sebagian pemilik lahan masih belum menemui kata sepakat.<br />
<br />
 "Tapi kami tidak bisa memaksa rakyat atau pemilik lahan. Namun tetap ada upaya negoisasi agar permasalahan segera terselesaikan," tukas Hatta yang juga Ketua Umum DPP PAN tersebut.<br />
<br />
 Terkait aksi massa yang melakukan unjuk rasa meminta 45 RT korban luapan lumpur Lapindo agar dimasukkan dalam peta terdampak, ia mengatakan, Gubernur Jatim Soekarwo sudah membawa persoalan itu ke pemerintah pusat dan saat ini sedang diusulkan.<br />
<br />
 Ke-45 RT yang minta dimasukkan ke dalam peta terdampak yakni, tujuh RT di Desa Besuki, 18 RT di Mindi, 12 RT di Ketapang, dan delapan RT di Panotan.<br />
<br />
 Bahkan, untuk memastikan perhatian pemerintah, ratusan warga korban dampak Lumpur Lapindo sudah menggelar demo dan menutup Jalan Raya Porong sebelum akhirnya bisa diredam petugas.<br />
<br />
 "Sudah diusulkan dan kami harap sabar karena masih dilakukan kajian dari lembaga independen. Kalau memang membahayakan, maka harus diselamatkan dan segera diperhatikan," tukasnya.<br />
<br />
 Disinggung tentang rencana pengeboran baru oleh PT Lapindo, Hatta mengaku belum mengetahui secara pasti.<br />
<br />
 Namun, lanjut dia, jika memang tetap dilaksanakan, maka hal itupun harus melalui pembahasan panjang antara BP Migas dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak terkait lainnya.<br />
<br />
(ANTARA/S026)<br />
<br />
Editor: Suryanto<br />
COPYRIGHT © 2011]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Surabaya (ANTARA News) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta pembangunan jalan tol alternatif Porong - Gempol dipercepat untuk menanggulangi kemacetan di kawasan Jalan Raya Porong yang tidak jauh dari lokasi luapan lumpur Lapindo.<br />
<br />
"Selama ini, kami (pemerintah pusat) terus mendesak agar upaya penanggulangan kemacetan di Jalan Raya Porong bisa teratasi dan masyarakat bisa menikmati jalan tol baru," katanya di sela kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surabaya, Senin.<br />
<br />
Ia menegaskan bahwa pemerintah memang tidak memberi batasan waktu, tapi pihaknya terus mendesak agar jalan tol cepat selesai. "Tentang masalah pendanaan sudah tidak ada masalah kok," ujar Hatta Radjasa.<br />
<br />
 Hanya saja, pihaknya mengakui permasalahan lambatnya pembangunan jalan tol akibat dari sulitnya pembebasan lahan yang terkena dampak, karena proses negoisasi antara pemerintah dengan sebagian pemilik lahan masih belum menemui kata sepakat.<br />
<br />
 "Tapi kami tidak bisa memaksa rakyat atau pemilik lahan. Namun tetap ada upaya negoisasi agar permasalahan segera terselesaikan," tukas Hatta yang juga Ketua Umum DPP PAN tersebut.<br />
<br />
 Terkait aksi massa yang melakukan unjuk rasa meminta 45 RT korban luapan lumpur Lapindo agar dimasukkan dalam peta terdampak, ia mengatakan, Gubernur Jatim Soekarwo sudah membawa persoalan itu ke pemerintah pusat dan saat ini sedang diusulkan.<br />
<br />
 Ke-45 RT yang minta dimasukkan ke dalam peta terdampak yakni, tujuh RT di Desa Besuki, 18 RT di Mindi, 12 RT di Ketapang, dan delapan RT di Panotan.<br />
<br />
 Bahkan, untuk memastikan perhatian pemerintah, ratusan warga korban dampak Lumpur Lapindo sudah menggelar demo dan menutup Jalan Raya Porong sebelum akhirnya bisa diredam petugas.<br />
<br />
 "Sudah diusulkan dan kami harap sabar karena masih dilakukan kajian dari lembaga independen. Kalau memang membahayakan, maka harus diselamatkan dan segera diperhatikan," tukasnya.<br />
<br />
 Disinggung tentang rencana pengeboran baru oleh PT Lapindo, Hatta mengaku belum mengetahui secara pasti.<br />
<br />
 Namun, lanjut dia, jika memang tetap dilaksanakan, maka hal itupun harus melalui pembahasan panjang antara BP Migas dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak terkait lainnya.<br />
<br />
(ANTARA/S026)<br />
<br />
Editor: Suryanto<br />
COPYRIGHT © 2011]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Tour De Singkarak' Dipromosi dengan Fun Bike]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Tour-De-Singkarak-Dipromosi-dengan-Fun-Bike</link>
			<pubDate>Mon, 30 May 2011 07:35:30 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Tour-De-Singkarak-Dipromosi-dengan-Fun-Bike</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://img577.imageshack.us/img577/8873/tds1.jpg" border="0" alt="[Image: tds1.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
<img src="http://img848.imageshack.us/img848/6528/tds2.jpg" border="0" alt="[Image: tds2.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
<img src="http://img20.imageshack.us/img20/2322/tds3.jpg" border="0" alt="[Image: tds3.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
ada lucky draw juga sepeda, tv lcd, handphone dll..<br />
<img src="http://img821.imageshack.us/img821/3237/tds4.jpg" border="0" alt="[Image: tds4.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
<img src="http://img855.imageshack.us/img855/2540/tds5.jpg" border="0" alt="[Image: tds5.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
Road To Tour De Singkarak 2011<br />
di CFD Sudirman Jkt..29 Mei 2011<br />
<br />
<a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150246995209047.371108.666199046" rel="nofollow" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a....666199046</a>"]nofrins - facebook<br />
<br />
<br />
[JAKARTA] Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menggelar kegiatan bersepeda gembira (fun bike) di area car free day dari kawasan Semanggi hingga jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pada Minggu pagi (29/05).<br />
<br />
Staf Ahli Menteri Kemenbudpar Surya Yoga mengatakan, kegiatan fun bike yang mengangkat tema “Road to Tour de Singkarak” ini dalam rangka mensosialisasikan dan mensukseskan event lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2011.<br />
<br />
“Kegiatan Tour de Singkarak akan berlangsung di Sumatera Barat pada 6-12 Juni mendatang. Hal ini tentunya menjadi promosi yang efektif untuk Sumatera Barat,” katanya saat membuka Fun Bike ‘Road to Tour de Singkarak’ di Jakarta, Minggu (29/5).<br />
<br />
Sebanyak 250 peserta fun bike “Road to Tour de Singkarak” dari Jakarta dan sekitarnya sejak pagi hari berkonvoi menyelusuri rute di jalur bebas hambatan dengan mengambil rute dari Plaza Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Tahmrin dan kembali ke Semanggi sebagai pusat kegiatan.<br />
<br />
Direktur Sarana Promosi, Ditjen Pemasaran Kemenbudpar Esthy Reko Astuty menuturkan Tour de Singkarak 2011 merupakan kegiatan sport tourism untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat.<br />
<br />
“Event Tour de Singkarak sudah menjadi agenda tahunan UCI (Union Cycliste Internationale) bukan hanya diramaikan oleh tim pembalap internasional, namun juga wisatawan mancanegara yang ingin ikut menyaksikan lomba dan menikmati keindahan kekayaan alam dan budaya Minangkabau,” kata Esthy.<br />
<br />
Penyelenggaraan Tour de Singkarak 2011 yang untuk ketiga kalinya ini diikuti 234 pembalap sepeda dari 15 tim (negara) yakni, Jepang, Iran, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kirgistan, Spanyol dan inggris. Sedangkan tuan rumah Indonesia menurunkan 11 tim nasional diantaranya dari pelatnas Sea Games.<br />
<br />
“Kegiatan fun bike “Road to Tour de Singkarak” dimeriahkan dengan berbagai gimmick menarik seperti happening act, pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap kegiatan Tour de Singkarak, senam pagi bersama dan pembagian doorprize berupa sepeda, televisi, LCD dan handphone bagi peserta yang beruntung,” terang Esthy.<br />
<br />
Selain itu booth Kemenbudpar di Semanggi menampilkan hiburan dan dokumentasi pelaksanaan Tour de Singkarak pada tahun sebelumnya, seperti foto dokumentasi peserta lomba dengan latar belakang keindahan alam seperti Danau Maninjau yang terkenal dengan tanjakan tajam “Kelok Ampek-ampek (44)” salah satu tanjakan paling sulit bagi pembalap sepeda tingkat dunia.<br />
<br />
“Selain itu juga acara fun bike ini sebagai sarana promosi terhadap warga Jakarta untuk berwisata ke Sumatera Barat demi tercapainya target pergerakan wisatawan nusantara tahun 2011 sebanyak 237 juta,” jelas Esthy.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://img577.imageshack.us/img577/8873/tds1.jpg" border="0" alt="[Image: tds1.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
<img src="http://img848.imageshack.us/img848/6528/tds2.jpg" border="0" alt="[Image: tds2.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
<img src="http://img20.imageshack.us/img20/2322/tds3.jpg" border="0" alt="[Image: tds3.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
ada lucky draw juga sepeda, tv lcd, handphone dll..<br />
<img src="http://img821.imageshack.us/img821/3237/tds4.jpg" border="0" alt="[Image: tds4.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
<img src="http://img855.imageshack.us/img855/2540/tds5.jpg" border="0" alt="[Image: tds5.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
Uploaded with <a href="http://imageshack.us" rel="nofollow" target="_blank">ImageShack.us</a><br />
<br />
Road To Tour De Singkarak 2011<br />
di CFD Sudirman Jkt..29 Mei 2011<br />
<br />
<a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150246995209047.371108.666199046" rel="nofollow" target="_blank">http://www.facebook.com/media/set/?set=a....666199046</a>"]nofrins - facebook<br />
<br />
<br />
[JAKARTA] Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menggelar kegiatan bersepeda gembira (fun bike) di area car free day dari kawasan Semanggi hingga jalan MH Thamrin Jakarta Pusat pada Minggu pagi (29/05).<br />
<br />
Staf Ahli Menteri Kemenbudpar Surya Yoga mengatakan, kegiatan fun bike yang mengangkat tema “Road to Tour de Singkarak” ini dalam rangka mensosialisasikan dan mensukseskan event lomba balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2011.<br />
<br />
“Kegiatan Tour de Singkarak akan berlangsung di Sumatera Barat pada 6-12 Juni mendatang. Hal ini tentunya menjadi promosi yang efektif untuk Sumatera Barat,” katanya saat membuka Fun Bike ‘Road to Tour de Singkarak’ di Jakarta, Minggu (29/5).<br />
<br />
Sebanyak 250 peserta fun bike “Road to Tour de Singkarak” dari Jakarta dan sekitarnya sejak pagi hari berkonvoi menyelusuri rute di jalur bebas hambatan dengan mengambil rute dari Plaza Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Tahmrin dan kembali ke Semanggi sebagai pusat kegiatan.<br />
<br />
Direktur Sarana Promosi, Ditjen Pemasaran Kemenbudpar Esthy Reko Astuty menuturkan Tour de Singkarak 2011 merupakan kegiatan sport tourism untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat.<br />
<br />
“Event Tour de Singkarak sudah menjadi agenda tahunan UCI (Union Cycliste Internationale) bukan hanya diramaikan oleh tim pembalap internasional, namun juga wisatawan mancanegara yang ingin ikut menyaksikan lomba dan menikmati keindahan kekayaan alam dan budaya Minangkabau,” kata Esthy.<br />
<br />
Penyelenggaraan Tour de Singkarak 2011 yang untuk ketiga kalinya ini diikuti 234 pembalap sepeda dari 15 tim (negara) yakni, Jepang, Iran, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kirgistan, Spanyol dan inggris. Sedangkan tuan rumah Indonesia menurunkan 11 tim nasional diantaranya dari pelatnas Sea Games.<br />
<br />
“Kegiatan fun bike “Road to Tour de Singkarak” dimeriahkan dengan berbagai gimmick menarik seperti happening act, pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap kegiatan Tour de Singkarak, senam pagi bersama dan pembagian doorprize berupa sepeda, televisi, LCD dan handphone bagi peserta yang beruntung,” terang Esthy.<br />
<br />
Selain itu booth Kemenbudpar di Semanggi menampilkan hiburan dan dokumentasi pelaksanaan Tour de Singkarak pada tahun sebelumnya, seperti foto dokumentasi peserta lomba dengan latar belakang keindahan alam seperti Danau Maninjau yang terkenal dengan tanjakan tajam “Kelok Ampek-ampek (44)” salah satu tanjakan paling sulit bagi pembalap sepeda tingkat dunia.<br />
<br />
“Selain itu juga acara fun bike ini sebagai sarana promosi terhadap warga Jakarta untuk berwisata ke Sumatera Barat demi tercapainya target pergerakan wisatawan nusantara tahun 2011 sebanyak 237 juta,” jelas Esthy.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Mobil Tangki Pertamina Suka Kencing di Tempat Ilegal]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Mobil-Tangki-Pertamina-Suka-Kencing-di-Tempat-Ilegal</link>
			<pubDate>Thu, 26 May 2011 07:53:12 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Mobil-Tangki-Pertamina-Suka-Kencing-di-Tempat-Ilegal</guid>
			<description><![CDATA[DUMAI--MICOM: Sejumlah mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak PT Pertamina dikabarkan setiap hari 'kencing' atau menjual BBM ke sejumlah penampungan ilegal yang ada disepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kota Dumai, Riau.<br />
<br />
Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Riau Sukardi Alihajar di Pekanbaru, Kamis (26/5), mengatakan, aksi 'kencing' mobil-mobil Pertamina tersebut tidak hanya merugikan negara, namun juga merugikan masyarakat dan menyebabkan kekurangan BBM.<br />
<br />
Mengingat kegiatan ilegal itu sangat berdampak negatif terhadap negara dan masyarakat konsumen, kata dia, sebaiknya pihak Pertamina segera menindak oknum atau sejumlah pegawai dan rekanan yang dengan sengaja melakukan pembiaran atas aksi melanggar hukum tersebut.<br />
<br />
Namun jika permasalahan itu sampai melibatkan orang-orang di luar manajemen atau eksternal, sebaiknya pihak Pertamina melaporkannya ke kepolisian setempat. "Kasus ini jangan dibiarkan karena dampaknya sangat luas. Pihak berwajib sudah sepantasnya bertindak dan jangan justru melindungi," katanya.<br />
<br />
Penata Administrasi Umum Depot Unit Pemasaran (UPMS) PT Pertamina Dumai Trimo di kesempatan terpisah menerangkan, saat ini untuk wilayah distribusi UPMS Dumai terdapat sekitar 200 mobil tangki pengangkut BBM baik jenis solar maupun premium.<br />
<br />
Dari 200 mobil tersebut, kata dia, sekitar 110 di antaranya merupakan mobil pengangkut BBM subsidi yang menyuplai ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di beberapa wilayah Riau meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai bahkan hingga perbatasan Riau-Sumatra Utara.<br />
<br />
"Mobil-mobil itu berwarna merah dan ditangani oleh pihak rekanan perusahaan BUMN yakni PT Elnusa," terangnya. (Ant/OL-5)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[DUMAI--MICOM: Sejumlah mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak PT Pertamina dikabarkan setiap hari 'kencing' atau menjual BBM ke sejumlah penampungan ilegal yang ada disepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kota Dumai, Riau.<br />
<br />
Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Riau Sukardi Alihajar di Pekanbaru, Kamis (26/5), mengatakan, aksi 'kencing' mobil-mobil Pertamina tersebut tidak hanya merugikan negara, namun juga merugikan masyarakat dan menyebabkan kekurangan BBM.<br />
<br />
Mengingat kegiatan ilegal itu sangat berdampak negatif terhadap negara dan masyarakat konsumen, kata dia, sebaiknya pihak Pertamina segera menindak oknum atau sejumlah pegawai dan rekanan yang dengan sengaja melakukan pembiaran atas aksi melanggar hukum tersebut.<br />
<br />
Namun jika permasalahan itu sampai melibatkan orang-orang di luar manajemen atau eksternal, sebaiknya pihak Pertamina melaporkannya ke kepolisian setempat. "Kasus ini jangan dibiarkan karena dampaknya sangat luas. Pihak berwajib sudah sepantasnya bertindak dan jangan justru melindungi," katanya.<br />
<br />
Penata Administrasi Umum Depot Unit Pemasaran (UPMS) PT Pertamina Dumai Trimo di kesempatan terpisah menerangkan, saat ini untuk wilayah distribusi UPMS Dumai terdapat sekitar 200 mobil tangki pengangkut BBM baik jenis solar maupun premium.<br />
<br />
Dari 200 mobil tersebut, kata dia, sekitar 110 di antaranya merupakan mobil pengangkut BBM subsidi yang menyuplai ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) di beberapa wilayah Riau meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai bahkan hingga perbatasan Riau-Sumatra Utara.<br />
<br />
"Mobil-mobil itu berwarna merah dan ditangani oleh pihak rekanan perusahaan BUMN yakni PT Elnusa," terangnya. (Ant/OL-5)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Urang Awak di Bengkulu Gelar Festival Tambu Minang se-Sumbagsel]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Urang-Awak-di-Bengkulu-Gelar-Festival-Tambu-Minang-se-Sumbagsel</link>
			<pubDate>Wed, 25 May 2011 07:26:29 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Urang-Awak-di-Bengkulu-Gelar-Festival-Tambu-Minang-se-Sumbagsel</guid>
			<description><![CDATA[Bengkulu, Marawanews----Pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Bengkulu periode 2011-2016 ditunda, menjadi 28 Mei 2011 bersamaan digelarnya festival Tambu Minang se-Sumbagsel di Curup. Karena urang awak yang berada di Curup sudah sejak lama merencanakan festival Tambu Minang maka pengukuhan pengurus IKM ini mau tak mau kita tunda.<br />
<br />
“Insya Allah pengukuhan akan dihadiri Gubernur Sumbar, Prof.Dr.H. Irwan Prayitno,PSI.M.Sc,”kata Ketua Umum IKM Provinsi Bengkulu terpilih H. Jumaris Dadang St Rajo Malano kepada MarawaNews.<br />
<br />
Tak hanya Gubernur Sumbar, pengukuhan juga bakal dihadiri para bupati/walikota se Sumbar serta Ketua LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Sumbar dan Gubernur,  Bupati serta walikota se-Bengkulu.<br />
<br />
Diungkapkan Dadang, pada malamnya akan digelar temu ramah dan pagelaran kesenian Minang. “Untuk itu kita berharap dukungan dari semua urang awak yang ada di Bengkulu ini,”pinta Dadang.<br />
<br />
Struktur kepengurusan IKM Provinsi Bengkulu yang dibentuk H. Jumaris Dadang St Rajo Malano diyakini bakal mampu membawa perubahan dan kemajuan untuk urang awak yang berada di Bengkulu. Apalagi kepengurusan sudah menurut aluh jo patuik.<br />
<br />
Tak percaya? Lihat saja susunan kepengurusan IKM ini memiliki Dewan Kerapatan Keluarga Minang (DKKM) yang terdiri dari H. Sabri Zakaria,BE (mantan Ka.Kanwil PU Sumbar/Pemilik Hotel Rio Asri), Drs. H. Mohd. Yunus Said (mantan pejabat Bengkulu/pemilik Kolam Renang Intan Permata), Drs. H. Brigjend (Purn) Pol. Agussalim Djamil (mantan Kapolda Bengkulu/pemilik Hotel Madelin),.<br />
<br />
Juga ada nama H.Ahmad Kanedi Dt Rangkayo Batuah.SH.MH (Walikota Bengkulu), Drs. H. Bando Amin C Kader Rangkayo Marajo Basa,MM (Bupati Kepahiang), DR. Ir. Imron Rosadi Sutan Pamuncak Alam,M.Si,MM (Bupati Bengkulu Utara) dan H. Suherman Rangkayo Mulia Nan Sati,SE.MM (Bupati Rejang Lebong).<br />
<br />
Hebatnya lagi, kepengurusan IKM dibawa komando H. Jumaris Dadang St Rajo Malano juga dilengkapi Dewan Penasehat. Mereka adalah Prof. Safnil,S.Pd,MA,Phd, Ir. Aminuddin, Ardi Lafiza,SH.MH, A. Muluk Alains,SE,MM dan Ir. Nursil.  Kepengurusan IKM Provinsi Bengkulu juga dilengkapi bidang-bidang, kesekretariatan dan koordinator wilayah dengan kemampuan yang luar biasa dan punya niat bersama untuk membangun serta memajukan Bengkulu.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Bengkulu, Marawanews----Pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Bengkulu periode 2011-2016 ditunda, menjadi 28 Mei 2011 bersamaan digelarnya festival Tambu Minang se-Sumbagsel di Curup. Karena urang awak yang berada di Curup sudah sejak lama merencanakan festival Tambu Minang maka pengukuhan pengurus IKM ini mau tak mau kita tunda.<br />
<br />
“Insya Allah pengukuhan akan dihadiri Gubernur Sumbar, Prof.Dr.H. Irwan Prayitno,PSI.M.Sc,”kata Ketua Umum IKM Provinsi Bengkulu terpilih H. Jumaris Dadang St Rajo Malano kepada MarawaNews.<br />
<br />
Tak hanya Gubernur Sumbar, pengukuhan juga bakal dihadiri para bupati/walikota se Sumbar serta Ketua LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Sumbar dan Gubernur,  Bupati serta walikota se-Bengkulu.<br />
<br />
Diungkapkan Dadang, pada malamnya akan digelar temu ramah dan pagelaran kesenian Minang. “Untuk itu kita berharap dukungan dari semua urang awak yang ada di Bengkulu ini,”pinta Dadang.<br />
<br />
Struktur kepengurusan IKM Provinsi Bengkulu yang dibentuk H. Jumaris Dadang St Rajo Malano diyakini bakal mampu membawa perubahan dan kemajuan untuk urang awak yang berada di Bengkulu. Apalagi kepengurusan sudah menurut aluh jo patuik.<br />
<br />
Tak percaya? Lihat saja susunan kepengurusan IKM ini memiliki Dewan Kerapatan Keluarga Minang (DKKM) yang terdiri dari H. Sabri Zakaria,BE (mantan Ka.Kanwil PU Sumbar/Pemilik Hotel Rio Asri), Drs. H. Mohd. Yunus Said (mantan pejabat Bengkulu/pemilik Kolam Renang Intan Permata), Drs. H. Brigjend (Purn) Pol. Agussalim Djamil (mantan Kapolda Bengkulu/pemilik Hotel Madelin),.<br />
<br />
Juga ada nama H.Ahmad Kanedi Dt Rangkayo Batuah.SH.MH (Walikota Bengkulu), Drs. H. Bando Amin C Kader Rangkayo Marajo Basa,MM (Bupati Kepahiang), DR. Ir. Imron Rosadi Sutan Pamuncak Alam,M.Si,MM (Bupati Bengkulu Utara) dan H. Suherman Rangkayo Mulia Nan Sati,SE.MM (Bupati Rejang Lebong).<br />
<br />
Hebatnya lagi, kepengurusan IKM dibawa komando H. Jumaris Dadang St Rajo Malano juga dilengkapi Dewan Penasehat. Mereka adalah Prof. Safnil,S.Pd,MA,Phd, Ir. Aminuddin, Ardi Lafiza,SH.MH, A. Muluk Alains,SE,MM dan Ir. Nursil.  Kepengurusan IKM Provinsi Bengkulu juga dilengkapi bidang-bidang, kesekretariatan dan koordinator wilayah dengan kemampuan yang luar biasa dan punya niat bersama untuk membangun serta memajukan Bengkulu.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Jamris: Kerja Keras, Obat Orang Minang di NTB]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Jamris-Kerja-Keras-Obat-Orang-Minang-di-NTB</link>
			<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 03:39:46 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Jamris-Kerja-Keras-Obat-Orang-Minang-di-NTB</guid>
			<description><![CDATA[MATARAM, NTB, SO--Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim dan rombongan, ternyata mendapat sambutan akrab dari Ikatan Keluarga Bundo Kandung (IKBK) di Mataram propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). <br />
<br />
Saat kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat yang dikenal dengan Negeri Seribu Masjid ini, masyarakat Minang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Bundo Kanduang (IKBK), menyambut dengan acara silaturrahmi makan malam bersama di rumah Ketua IKBK, H. Jamris Datuak Bandaro Jambak di Ampenan Mataram, Jum'at malam (22/4). <br />
<br />
Organisasi sosial Urang awak yang didirikan pada tahun 1960, oleh Amir Ali dan H. Dahlan (orang tuanya Gamawan Fauzi, kini Mendagri) ini telah berjalan baik dan harmonis. Saat ini jumlah urang Minang di NTB telah terdata sebesar 6000 jiwa, serta tersebar diseluruh daerah NTB. <br />
<br />
Ketua IKBK H. Jamris Dt Bandaro Jambak dalam sambutannya menyampaikan, masyarakat Minang yang ada di NTB memiliki hubungan yang seiya sekata dengan Pemda setempat, serta masyarakat Minang disini telah melakukan pembauran, dimana telah banyak anak kemenakan kami yang berkeluarga dengan masyarakat disini. Sehingga disini tidak ada yang nama kampung Minang karena bagi kami tanah NTB juga tanah kampung kami.<br />
<br />
Semangat juang dirantau adalah tahan sekuat hati, sakit dan senangnya diperantau kami, obat dengan kerja keras, sehingga jika ada terotoar yang kosong dimanfaatkan tempat berusaha. Namun semua itu dilakukan tanpa mengganggu ketertiban umum. Hingga kini belum ada masyarakat Minang yang terlibat kasus kejahatan besar, kami tahu diri dan mempertahankan budaya dan ajaran filosofi Minang dengan sebaik-baiknya. <br />
<br />
Jamris juga menyampaikan, telah dimulainya pembangunan Gedung Serba Guna IKBK diatas tanah seluas 1.300 M2 dan juga pada zaman kepemimpinan Gamawan-Marlis telah dibantu sebesar Rp.600 juta. Dan saat ini kita sedang berupaya menaikan kontruksi bangunan dengan kebutuhan biaya lebih kurang Rp158 juta. <br />
<br />
Kita berharap minimal dalam dua tahun ini telah terbangun 75% hingga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya untuk pertemuan masyarakat minang dan lain-lain sebagai sebuah kebanggaan kita bersama. <br />
<br />
Wagub Muslim Kasim dalam kesempatan tersebut menyampaikan orang Minang merupakan bahagian dari perekat kesatuan NKRI, ini terlihat dari pandainya masyarakat Minang bergaul dimana ia berada. Tantang dan kondisi rantau menjadi bahagian dari kemajuan masyarakat Minang dalam menata kehidupannya yang lebih baik. <br />
<br />
Yang pasti orang Minang itu memiliki tiga kekuatan yang patut kita banggakan, pertama Pandai Bergaul, Pandai memanfaatkan situasi dengan kerja keras serta yang tidak kalah penting orang minang itu memiliki karakter dan watak enterpreniurship (berjiwa wirausaha). Selain itu orang Minang tidak pernah mencari ribut, karena itu tidak salah hasil penelitian menyebutkan hampir 60 persen rumah-rumah masyarakat yang bagus-bagus itu berasal biayanya dari para perantau, ungkapnya.<br />
<br />
Muslim Kasim juga menjelaskan, kita tidak lagi melakukan penanaman investasi dari negara lain dalam usaha sawit, kecuali investasi oleh masyarakat kita sendiri yang mengolahnya sendiri, sehingga tidak lagi kita ekspor CPO, akan tetapi telah berupa minyak goreng, sabun dan lainnya.<br />
<br />
Selama ini kita melihat investasi perkebunan kelapa sawit tidak menguntungan APBD, dan tidak membawa dampak yang begitu besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan hasil penelitian dan kenyataan dilapangan, 25 tahun tanaman sawit berproduksi telah membuat tanah-tanah kita kering dan butuh waktu panjang untuk memperbaiki kondisi tanah seperti semula, ujarnya.<br />
<br />
Petemuan silaturrahmi yang penuh keakraban ini diakhiri dengan hiburan dan makan malam bersama.(sumbaronline)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[MATARAM, NTB, SO--Wakil Gubernur Sumatera Barat, Muslim Kasim dan rombongan, ternyata mendapat sambutan akrab dari Ikatan Keluarga Bundo Kandung (IKBK) di Mataram propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). <br />
<br />
Saat kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat yang dikenal dengan Negeri Seribu Masjid ini, masyarakat Minang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Bundo Kanduang (IKBK), menyambut dengan acara silaturrahmi makan malam bersama di rumah Ketua IKBK, H. Jamris Datuak Bandaro Jambak di Ampenan Mataram, Jum'at malam (22/4). <br />
<br />
Organisasi sosial Urang awak yang didirikan pada tahun 1960, oleh Amir Ali dan H. Dahlan (orang tuanya Gamawan Fauzi, kini Mendagri) ini telah berjalan baik dan harmonis. Saat ini jumlah urang Minang di NTB telah terdata sebesar 6000 jiwa, serta tersebar diseluruh daerah NTB. <br />
<br />
Ketua IKBK H. Jamris Dt Bandaro Jambak dalam sambutannya menyampaikan, masyarakat Minang yang ada di NTB memiliki hubungan yang seiya sekata dengan Pemda setempat, serta masyarakat Minang disini telah melakukan pembauran, dimana telah banyak anak kemenakan kami yang berkeluarga dengan masyarakat disini. Sehingga disini tidak ada yang nama kampung Minang karena bagi kami tanah NTB juga tanah kampung kami.<br />
<br />
Semangat juang dirantau adalah tahan sekuat hati, sakit dan senangnya diperantau kami, obat dengan kerja keras, sehingga jika ada terotoar yang kosong dimanfaatkan tempat berusaha. Namun semua itu dilakukan tanpa mengganggu ketertiban umum. Hingga kini belum ada masyarakat Minang yang terlibat kasus kejahatan besar, kami tahu diri dan mempertahankan budaya dan ajaran filosofi Minang dengan sebaik-baiknya. <br />
<br />
Jamris juga menyampaikan, telah dimulainya pembangunan Gedung Serba Guna IKBK diatas tanah seluas 1.300 M2 dan juga pada zaman kepemimpinan Gamawan-Marlis telah dibantu sebesar Rp.600 juta. Dan saat ini kita sedang berupaya menaikan kontruksi bangunan dengan kebutuhan biaya lebih kurang Rp158 juta. <br />
<br />
Kita berharap minimal dalam dua tahun ini telah terbangun 75% hingga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya untuk pertemuan masyarakat minang dan lain-lain sebagai sebuah kebanggaan kita bersama. <br />
<br />
Wagub Muslim Kasim dalam kesempatan tersebut menyampaikan orang Minang merupakan bahagian dari perekat kesatuan NKRI, ini terlihat dari pandainya masyarakat Minang bergaul dimana ia berada. Tantang dan kondisi rantau menjadi bahagian dari kemajuan masyarakat Minang dalam menata kehidupannya yang lebih baik. <br />
<br />
Yang pasti orang Minang itu memiliki tiga kekuatan yang patut kita banggakan, pertama Pandai Bergaul, Pandai memanfaatkan situasi dengan kerja keras serta yang tidak kalah penting orang minang itu memiliki karakter dan watak enterpreniurship (berjiwa wirausaha). Selain itu orang Minang tidak pernah mencari ribut, karena itu tidak salah hasil penelitian menyebutkan hampir 60 persen rumah-rumah masyarakat yang bagus-bagus itu berasal biayanya dari para perantau, ungkapnya.<br />
<br />
Muslim Kasim juga menjelaskan, kita tidak lagi melakukan penanaman investasi dari negara lain dalam usaha sawit, kecuali investasi oleh masyarakat kita sendiri yang mengolahnya sendiri, sehingga tidak lagi kita ekspor CPO, akan tetapi telah berupa minyak goreng, sabun dan lainnya.<br />
<br />
Selama ini kita melihat investasi perkebunan kelapa sawit tidak menguntungan APBD, dan tidak membawa dampak yang begitu besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dan hasil penelitian dan kenyataan dilapangan, 25 tahun tanaman sawit berproduksi telah membuat tanah-tanah kita kering dan butuh waktu panjang untuk memperbaiki kondisi tanah seperti semula, ujarnya.<br />
<br />
Petemuan silaturrahmi yang penuh keakraban ini diakhiri dengan hiburan dan makan malam bersama.(sumbaronline)]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[LIPI Berhasil Identifikasi Jenis Ulat Bulu di Yogyakarta]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-LIPI-Berhasil-Identifikasi-Jenis-Ulat-Bulu-di-Yogyakarta</link>
			<pubDate>Sun, 24 Apr 2011 14:29:23 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-LIPI-Berhasil-Identifikasi-Jenis-Ulat-Bulu-di-Yogyakarta</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110424_080404_ulat2.jpg" border="0" alt="[Image: 20110424_080404_ulat2.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;">MI/Rutasuryana/ip</span><br />
<br />
Penulis : Bagus Suryo<br />
<br />
<br />
MALANG--MICOM: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengidentifikasi ulat bulu yang menyerang tanaman mangga di Kulon Progro, Yogyakarta, adalah Lymantria beatrix. <br />
<br />
Species ulat tersebut sama dengan yang berhasil diidentifikasi oleh tim LIPI di Probolinggo, Jawa Timur, kendati hama itu bukan yang dominan di daerah itu. <br />
<br />
Peneliti Puslit Biologi LIPI, Bogor, Dr Hari Sutrisno kepada Media Indonesia, Minggu (24/4) mengatakan proses identifikasi terhadap hama dan penyakit yang menyerang tanaman mangga tersebut dilakukan oleh tim LIPI dan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Bantul, Yogyakarta, setelah mengambil sampel ulat bulu di Kulon Progro, Yogyakarta.<br />
<br />
Ia menjelaskan setelah beberapa hari memonitor ulat bulu di Probolinggo, tim LIPI terdiri atas Dr. Hari sutrisno, Darmawan, Ismail, pada Kamis (21/4) melanjutkan pemantaun serangan ulat bulu di Kulon Progo bekerjasama dengan LPHP Ir Paryoto MP dan dari UGM Dr Suputa. <br />
<br />
Hasil pantaun di lapangan dan dilanjutkan dengan identifikasi di laboratorium akhirnya diketahui jenis ulat bulu yang menyerang tanaman mangga di Kulwaru, Sogan, Wates dan Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo yakni Lymantria beatrix. <br />
<br />
"Species ini sama dengan yang berhasil di identifikasi oleh tim LIPI di Probolinggo, Jawa Timur.  Namun demikian species ini bukan merupakan species yang paling dominan di Probolinggo," ujarnya. <br />
<br />
Ulat bulu yang ditemukan di Probolinggo terdiri dari beberapa jenis, tapi yang paling dominan adalah Arctornis riguata yang sudah tercatat pernah ditemukan di Gunung Tengger Bromo, Probolinggo, sejak tahun 1948. Sedangkan jenis-jenis yang sudah berhasil di identifikasi di Probolinggo antara lain Arctornis riguata, Lymantria Beatrix, Sphrageidus virguncula <br />
<br />
dan Orgya postica. <br />
<br />
Ia menjelaskan seperti juga anggota Lymantria yang lain yakni Lymantria beatrix juga memiliki penyebaran yang juga luas mulai dari Kalimantan, Sumatra dan Jawa.<br />
<br />
Species ini memiliki kedekatan dengan species yang tersebar di Malaysia yang disebut dengan Lymantria atemeles.  Perbedaan species ini adalah terletak pada sayap belakang, yakni Arctornis atemeles berwarna kuning sedang Lymantria beatrix berwarna putih. Species ini juga dekat dengan Lymantria chroma yang ada di Sulawesi. <br />
<br />
Berdasarkan hasil identifikasi LPHP Bantul, Yogyakarta, jenis pathogennya sudah berhasil diidentifikasi yaitu Beauveria bassiana dan LB NPV.  Ia menambahkan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk mengendalikan <br />
<br />
hama ulat bulu yang menyerang Kulon Progo, menurut Kepala LPHP Ir Paryoto MP adalah dengan melakukan pengumpulan ulat maupun pupa yang terinveksi, kemudian digerus dan diencerkan selanjutnya disemprotkan kembali ketanaman <br />
<br />
Hasil pantaun menunjukan keberhasilan ulat atau pupa yang terinveksi bisa mati di atas 70%. "Masyarakat tidak perlu kawatir karena species ini bukan species baru dan bukan teror," ujarnya. <br />
<br />
Kejadian ledakan populasi di berbagai wilayah Indonesia adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan karena bulan Januari  sampai dengan April 2011 merupakan waktu yang tepat untuk reproduksi. (BN/OL-2)<br />
<br />
: mediaindonesia.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110424_080404_ulat2.jpg" border="0" alt="[Image: 20110424_080404_ulat2.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;">MI/Rutasuryana/ip</span><br />
<br />
Penulis : Bagus Suryo<br />
<br />
<br />
MALANG--MICOM: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengidentifikasi ulat bulu yang menyerang tanaman mangga di Kulon Progro, Yogyakarta, adalah Lymantria beatrix. <br />
<br />
Species ulat tersebut sama dengan yang berhasil diidentifikasi oleh tim LIPI di Probolinggo, Jawa Timur, kendati hama itu bukan yang dominan di daerah itu. <br />
<br />
Peneliti Puslit Biologi LIPI, Bogor, Dr Hari Sutrisno kepada Media Indonesia, Minggu (24/4) mengatakan proses identifikasi terhadap hama dan penyakit yang menyerang tanaman mangga tersebut dilakukan oleh tim LIPI dan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Bantul, Yogyakarta, setelah mengambil sampel ulat bulu di Kulon Progro, Yogyakarta.<br />
<br />
Ia menjelaskan setelah beberapa hari memonitor ulat bulu di Probolinggo, tim LIPI terdiri atas Dr. Hari sutrisno, Darmawan, Ismail, pada Kamis (21/4) melanjutkan pemantaun serangan ulat bulu di Kulon Progo bekerjasama dengan LPHP Ir Paryoto MP dan dari UGM Dr Suputa. <br />
<br />
Hasil pantaun di lapangan dan dilanjutkan dengan identifikasi di laboratorium akhirnya diketahui jenis ulat bulu yang menyerang tanaman mangga di Kulwaru, Sogan, Wates dan Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo yakni Lymantria beatrix. <br />
<br />
"Species ini sama dengan yang berhasil di identifikasi oleh tim LIPI di Probolinggo, Jawa Timur.  Namun demikian species ini bukan merupakan species yang paling dominan di Probolinggo," ujarnya. <br />
<br />
Ulat bulu yang ditemukan di Probolinggo terdiri dari beberapa jenis, tapi yang paling dominan adalah Arctornis riguata yang sudah tercatat pernah ditemukan di Gunung Tengger Bromo, Probolinggo, sejak tahun 1948. Sedangkan jenis-jenis yang sudah berhasil di identifikasi di Probolinggo antara lain Arctornis riguata, Lymantria Beatrix, Sphrageidus virguncula <br />
<br />
dan Orgya postica. <br />
<br />
Ia menjelaskan seperti juga anggota Lymantria yang lain yakni Lymantria beatrix juga memiliki penyebaran yang juga luas mulai dari Kalimantan, Sumatra dan Jawa.<br />
<br />
Species ini memiliki kedekatan dengan species yang tersebar di Malaysia yang disebut dengan Lymantria atemeles.  Perbedaan species ini adalah terletak pada sayap belakang, yakni Arctornis atemeles berwarna kuning sedang Lymantria beatrix berwarna putih. Species ini juga dekat dengan Lymantria chroma yang ada di Sulawesi. <br />
<br />
Berdasarkan hasil identifikasi LPHP Bantul, Yogyakarta, jenis pathogennya sudah berhasil diidentifikasi yaitu Beauveria bassiana dan LB NPV.  Ia menambahkan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk mengendalikan <br />
<br />
hama ulat bulu yang menyerang Kulon Progo, menurut Kepala LPHP Ir Paryoto MP adalah dengan melakukan pengumpulan ulat maupun pupa yang terinveksi, kemudian digerus dan diencerkan selanjutnya disemprotkan kembali ketanaman <br />
<br />
Hasil pantaun menunjukan keberhasilan ulat atau pupa yang terinveksi bisa mati di atas 70%. "Masyarakat tidak perlu kawatir karena species ini bukan species baru dan bukan teror," ujarnya. <br />
<br />
Kejadian ledakan populasi di berbagai wilayah Indonesia adalah hal yang tidak perlu dikhawatirkan karena bulan Januari  sampai dengan April 2011 merupakan waktu yang tepat untuk reproduksi. (BN/OL-2)<br />
<br />
: mediaindonesia.com]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Istigasah sampai Pagi Terlalu Berlebihan]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Istigasah-sampai-Pagi-Terlalu-Berlebihan</link>
			<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 01:48:42 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Istigasah-sampai-Pagi-Terlalu-Berlebihan</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://i550.photobucket.com/albums/ii410/pituluik/smp.jpg" border="0" alt="[Image: smp.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">INDRA SMAN RSBI 13 Jakarta Utara akan menggelar istigasah mulai 18.30 sampai pukul 05.00 WIB pada Jumat (15/4/2011) atau tiga hari menjelang UN digelar, Senin (18/4/2011).</span></span><br />
<br />
<br />
<br />
JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana istigasah sebagai rangkaian persiapan menghadapi ujian nasional di SMA Negeri 13 Jakarta, Jumat (15/4/2011), dinilai sebagian guru terlalu berlebihan. Beberapa guru dan siswa SMAN 13 yang ditemui Kompas.com, Senin (11/4/2011), menolak disebutkan namanya ketika ditanyai soal rencana istigasah ini.<br />
<br />
Salah seorang guru menilai, istigasah sampai pagi hari itu sangat berlebihan. Menurut dia, setiap hari siswa sudah melakukan kegiatan rohani, minimal berdoa.<br />
<br />
"Sehari-hari kita sudah bergumul dengan doa, kenapa harus begadang," ungkapnya.<br />
<br />
"Apakah dengan begadang menjamin Tuhan akan lebih mendengarkan. Saya berharap siswa justru beristirahat yang cukup," sambung guru tersebut.<br />
<br />
Menurut dia, ada beberapa siswa yang memang tidak akan mengikuti istigasah sampai selesai, terutama para siswi. Beberapa siswanya mengaku, setelah berdoa mau langsung pulang.<br />
<br />
"Mereka khawatir akan jatuh sakit karena tidak biasa begadang, terutama siswi," ujarnya.<br />
<br />
Seperti diberitakan sebelumnya, SMAN RSBI 13 Jakarta Utara akan menggelar istigasah semalam suntuk. Doa bersama tersebut dilaksanakan mulai pukul 18.30 sampai pukul 05.00 pada Jumat atau tiga hari menjelang UN digelar, Senin (18/4/2011).<br />
<br />
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 13 Nanang Kosasih mengatakan, doa bersama itu dilaksanakan sebagai bekal psikologis para siswa yang akan menghadapi UN.<br />
<br />
Namun, tidak semua guru SMAN 13 Jakarta menyetujui digelarnya istigasah atau doa bersama semalam suntuk bagi para siswa pada tiga hari menjelang ujian nasional di sekolah tersebut, Jumat. Para guru khawatir acara tersebut justru semakin membebani mental siswa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://i550.photobucket.com/albums/ii410/pituluik/smp.jpg" border="0" alt="[Image: smp.jpg]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<span style="font-size: xx-small;"><span style="color: #696969;">INDRA SMAN RSBI 13 Jakarta Utara akan menggelar istigasah mulai 18.30 sampai pukul 05.00 WIB pada Jumat (15/4/2011) atau tiga hari menjelang UN digelar, Senin (18/4/2011).</span></span><br />
<br />
<br />
<br />
JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana istigasah sebagai rangkaian persiapan menghadapi ujian nasional di SMA Negeri 13 Jakarta, Jumat (15/4/2011), dinilai sebagian guru terlalu berlebihan. Beberapa guru dan siswa SMAN 13 yang ditemui Kompas.com, Senin (11/4/2011), menolak disebutkan namanya ketika ditanyai soal rencana istigasah ini.<br />
<br />
Salah seorang guru menilai, istigasah sampai pagi hari itu sangat berlebihan. Menurut dia, setiap hari siswa sudah melakukan kegiatan rohani, minimal berdoa.<br />
<br />
"Sehari-hari kita sudah bergumul dengan doa, kenapa harus begadang," ungkapnya.<br />
<br />
"Apakah dengan begadang menjamin Tuhan akan lebih mendengarkan. Saya berharap siswa justru beristirahat yang cukup," sambung guru tersebut.<br />
<br />
Menurut dia, ada beberapa siswa yang memang tidak akan mengikuti istigasah sampai selesai, terutama para siswi. Beberapa siswanya mengaku, setelah berdoa mau langsung pulang.<br />
<br />
"Mereka khawatir akan jatuh sakit karena tidak biasa begadang, terutama siswi," ujarnya.<br />
<br />
Seperti diberitakan sebelumnya, SMAN RSBI 13 Jakarta Utara akan menggelar istigasah semalam suntuk. Doa bersama tersebut dilaksanakan mulai pukul 18.30 sampai pukul 05.00 pada Jumat atau tiga hari menjelang UN digelar, Senin (18/4/2011).<br />
<br />
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 13 Nanang Kosasih mengatakan, doa bersama itu dilaksanakan sebagai bekal psikologis para siswa yang akan menghadapi UN.<br />
<br />
Namun, tidak semua guru SMAN 13 Jakarta menyetujui digelarnya istigasah atau doa bersama semalam suntuk bagi para siswa pada tiga hari menjelang ujian nasional di sekolah tersebut, Jumat. Para guru khawatir acara tersebut justru semakin membebani mental siswa.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Waw.. Ada Arisan Jamban di Lebak]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Waw-Ada-Arisan-Jamban-di-Lebak</link>
			<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 04:37:05 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Waw-Ada-Arisan-Jamban-di-Lebak</guid>
			<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK - Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Lebak, Banten, menyelanggarakan jamban arisan. Langkah ini untuk menghilangkan perilaku buruk masyarakat membuang air besar di kebun maupun daerah aliran sungai.<br />
<br />
"Selama ini program jamban arisan mendapat perhatian masyarakat untuk memiliki tempat buang air besar (BAB) yang memadai serta sehat," kata Kepala Puskesmas Sobang, Kabupaten Lebak, Yosep, di Rangkasbitung, Senin (4/4).<br />
<br />
Yosep mengatakan pihaknya menargetkan 2011 sekitar 60 persen warga Kecamatan Sobang memiliki jamban yang memadai dan sehat dengan menerapkan kegiatan jamban arisan tersebut. Jamban arisan merupakan salah satu upaya untuk meninggalkan perilaku buruk BAB di kebun maupun daerah aliran sungai (DAS).<br />
<br />
Selama ini, kata dia, sebagian besar warga Kecamatan Sobang masih banyak ditemukan BAB di sembarangan tempat. Mereka diantaranya BAB kebun maupun DAS. Padahal, BAB di kebun dan DAS tentu sangat berpotensi terhadap serangan penyakit diare dan polio.<br />
<br />
"Dengan jamban arisan itu diharapkan warga memiliki tempat BAB yang sehat dan memadai," katanya.<br />
<br />
Dia juga mengatakan bahwa warga yang sudah menyelenggarakan jamban arisan itu sebanyak empat kelompok di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang. Mereka saat ini cukup tinggi untuk memiliki jamban yang memadai dan sehat hingga dana yang terkumpul mencapai ratusan ribu per bulan.<br />
<br />
"Jika warga mendapatkan arisan jamban, maka dananya itu untuk dibangunkan toilet di rumahnya," katanya.<br />
<br />
Kepala Puskesmas Cipanas, Kabupaten Lebak, Suripto, mengatakan pihaknya terus menerus melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga di antaranya harus meninggalkan kebiasaan buruk BAB.<br />
<br />
"Selama ini tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi untuk memiliki jamban yang sehat dan memadai setelah adanya tabungan jaminan kesehatan," katanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK - Sejumlah Puskesmas di Kabupaten Lebak, Banten, menyelanggarakan jamban arisan. Langkah ini untuk menghilangkan perilaku buruk masyarakat membuang air besar di kebun maupun daerah aliran sungai.<br />
<br />
"Selama ini program jamban arisan mendapat perhatian masyarakat untuk memiliki tempat buang air besar (BAB) yang memadai serta sehat," kata Kepala Puskesmas Sobang, Kabupaten Lebak, Yosep, di Rangkasbitung, Senin (4/4).<br />
<br />
Yosep mengatakan pihaknya menargetkan 2011 sekitar 60 persen warga Kecamatan Sobang memiliki jamban yang memadai dan sehat dengan menerapkan kegiatan jamban arisan tersebut. Jamban arisan merupakan salah satu upaya untuk meninggalkan perilaku buruk BAB di kebun maupun daerah aliran sungai (DAS).<br />
<br />
Selama ini, kata dia, sebagian besar warga Kecamatan Sobang masih banyak ditemukan BAB di sembarangan tempat. Mereka diantaranya BAB kebun maupun DAS. Padahal, BAB di kebun dan DAS tentu sangat berpotensi terhadap serangan penyakit diare dan polio.<br />
<br />
"Dengan jamban arisan itu diharapkan warga memiliki tempat BAB yang sehat dan memadai," katanya.<br />
<br />
Dia juga mengatakan bahwa warga yang sudah menyelenggarakan jamban arisan itu sebanyak empat kelompok di Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang. Mereka saat ini cukup tinggi untuk memiliki jamban yang memadai dan sehat hingga dana yang terkumpul mencapai ratusan ribu per bulan.<br />
<br />
"Jika warga mendapatkan arisan jamban, maka dananya itu untuk dibangunkan toilet di rumahnya," katanya.<br />
<br />
Kepala Puskesmas Cipanas, Kabupaten Lebak, Suripto, mengatakan pihaknya terus menerus melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga di antaranya harus meninggalkan kebiasaan buruk BAB.<br />
<br />
"Selama ini tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi untuk memiliki jamban yang sehat dan memadai setelah adanya tabungan jaminan kesehatan," katanya.]]></content:encoded>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Waspadai Banjir Lahar Dingin Bromo]]></title>
			<link>http://www.minangforum.com/Thread-Waspadai-Banjir-Lahar-Dingin-Bromo</link>
			<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 03:48:53 +0000</pubDate>
			<guid isPermaLink="false">http://www.minangforum.com/Thread-Waspadai-Banjir-Lahar-Dingin-Bromo</guid>
			<description><![CDATA[<img src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/kmps/20110205/09/1856916164-waspadai-banjir-lahar-dingin-bromo.jpg?x=213&amp;y=109&amp;sig=l_CDZIw8i7eNDEMWv5vspQ--" border="0" alt="[Image: 1856916164-waspadai-banjir-lahar-dingin-...MWv5vspQ--]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<br />
<br />
SURABAYA, KOMPAS.com — Warga yang tinggal di bantaran sungai di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diminta mewaspadai banjir lahar dingin Gunung Bromo, mengingat masih adanya aktivitas vulkanik dan tingginya curah hujan.<br />
<br />
"Kalau hujan turun dengan lebat, material vulkanik itu dapat hanyut sehingga terjadi banjir lahar dingin," kata Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Iman K Sinulingga, Jumat (4/2/2011).<br />
<br />
Sampai saat ini status Gunung Bromo masih Siaga (level III). "Ini mengingat potensi hujan masih akan terjadi, dan adanya endapan material vulkanik berupa abu dan pasir, maka dapat menimbulkan banjir lahar dingin, sehingga masyarakat diminta tetap waspada," katanya.<br />
<br />
Erupsi sampai sekarang masih terus terjadi, dan abu vulkanik dari kawah mengarah ke wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.<br />
<br />
Dampak abu tersebut telah mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas kehidupan, terutama perekonomian sehingga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.<br />
<br />
Masyarakat yang terganggu akibat hujan abu vulkanik, terutama kalangan anak-anak dan masyarakat yang rentan terhadap penyakit diminta segera diungsikan ke luar wilayah sampai kondisi normal.<br />
<br />
PVMBG juga akan melakukan kajian terhadap penyebaran abu vulkanik terkait keselamatan penerbangan, baik pesawat yang hendak tinggal landas maupun yang hendak mendarat di Bandara Juanda, Surabaya.<br />
<br />
Iman menambahkan, hasil pengamatan visual pada Kamis pukul 00.00-06.00 WIB, erupsi masih terus-menerus dan asap kawah berwarna kelabu tebal kecoklatan dengan tekanan sedang hingga kuat.<br />
<br />
Ketinggian asap diperkirakan berkisar antara 400 hingga 800 meter yang condong ke timur dan timur laut dengan membawa material abu vulkanik. Lontaran material pijar teramati dengan ketinggian 200 meter dari bibir kawah dan terlontar sejauh 300 meter.<br />
<br />
Suara gemuruh dan dentuman masih sering terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.<br />
<br />
Hasil pengukuran deformasi yang menggunakan tiltmeter, saat ini tubuh Gunung Bromo mengalami inflasi sebesar lima micro radian, dan sejak 25 November hingga 14 Desember relatif stabil baik pada komponen radial maupun tangensial.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://d.yimg.com/hb/ng/co/kmps/20110205/09/1856916164-waspadai-banjir-lahar-dingin-bromo.jpg?x=213&amp;y=109&amp;sig=l_CDZIw8i7eNDEMWv5vspQ--" border="0" alt="[Image: 1856916164-waspadai-banjir-lahar-dingin-...MWv5vspQ--]" onload="NcodeImageResizer.createOn(this);"/><br />
<br />
<br />
<br />
SURABAYA, KOMPAS.com — Warga yang tinggal di bantaran sungai di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diminta mewaspadai banjir lahar dingin Gunung Bromo, mengingat masih adanya aktivitas vulkanik dan tingginya curah hujan.<br />
<br />
"Kalau hujan turun dengan lebat, material vulkanik itu dapat hanyut sehingga terjadi banjir lahar dingin," kata Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Iman K Sinulingga, Jumat (4/2/2011).<br />
<br />
Sampai saat ini status Gunung Bromo masih Siaga (level III). "Ini mengingat potensi hujan masih akan terjadi, dan adanya endapan material vulkanik berupa abu dan pasir, maka dapat menimbulkan banjir lahar dingin, sehingga masyarakat diminta tetap waspada," katanya.<br />
<br />
Erupsi sampai sekarang masih terus terjadi, dan abu vulkanik dari kawah mengarah ke wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.<br />
<br />
Dampak abu tersebut telah mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas kehidupan, terutama perekonomian sehingga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan warga dan lingkungan sekitar.<br />
<br />
Masyarakat yang terganggu akibat hujan abu vulkanik, terutama kalangan anak-anak dan masyarakat yang rentan terhadap penyakit diminta segera diungsikan ke luar wilayah sampai kondisi normal.<br />
<br />
PVMBG juga akan melakukan kajian terhadap penyebaran abu vulkanik terkait keselamatan penerbangan, baik pesawat yang hendak tinggal landas maupun yang hendak mendarat di Bandara Juanda, Surabaya.<br />
<br />
Iman menambahkan, hasil pengamatan visual pada Kamis pukul 00.00-06.00 WIB, erupsi masih terus-menerus dan asap kawah berwarna kelabu tebal kecoklatan dengan tekanan sedang hingga kuat.<br />
<br />
Ketinggian asap diperkirakan berkisar antara 400 hingga 800 meter yang condong ke timur dan timur laut dengan membawa material abu vulkanik. Lontaran material pijar teramati dengan ketinggian 200 meter dari bibir kawah dan terlontar sejauh 300 meter.<br />
<br />
Suara gemuruh dan dentuman masih sering terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Bromo di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.<br />
<br />
Hasil pengukuran deformasi yang menggunakan tiltmeter, saat ini tubuh Gunung Bromo mengalami inflasi sebesar lima micro radian, dan sejak 25 November hingga 14 Desember relatif stabil baik pada komponen radial maupun tangensial.]]></content:encoded>
		</item>
	</channel>
</rss>