The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-filosofi-hidup-masyarakat-minang-ADAT-BASANDI-SARAK-SARAK-BASANDI-KITABULLAH--16820): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-filosofi-hidup-masyarakat-minang-ADAT-BASANDI-SARAK-SARAK-BASANDI-KITABULLAH--16820): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
07-10-2012 11:11 AM

karimarajo Offline
*

  • Aug 2010
  • 386 posts
  • reputations
  • 0 thanks
    Given 24 thank(s) in 20 post(s)
Post: #1
filosofi hidup masyarakat minang "ADAT BASANDI SARAK,SARAK BASANDI KITABULLAH"
[Image: rumah-adat.jpg]

filosofi hidup masyarakat minang(adat basandi sarak,sarak basandi kitabullah)


Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” merupakan
landasan dari sistem nilai yang menjadikan Islam sebagai sumber utama
dalam tata dan pola perilaku serta melembaga dalam masyarakat
Minangkabau.

Artinya, Adat Bersendi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah adalah kerangka
filosofis orang Minangkabau dalam memahami dan memaknai eksistensnya
sebagai mahluk Allah.
Sesungguhnyalah Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah yang
kini menjadi indentitas kultural orang Minangkabau lahir dari kesadaran
sejarah masyarakatnya melalui proses dan pergulatan yang panjang.

Semenjak masuknya Islam ke dalam kehidupan masyarakat
Minangkabau,terjadi titik temu dan perpaduan antara ajaran adat dengan
Islam sebagai sebuah sistem nilai dan norma dalam kebudayaan Minangkabau
yang melahirkan kesepakatan Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi
Kitabullah.

Undang- undang alam yang dijadikan oleh Tuhan atau yang disebut sunatullah atau hukum Allah.

Dalam ajaran Islam, alam yang luas ini dengan segala isinya adalah
ciptaan Allah swt dan menjadi ayat-ayat Allah (ayat kauniyah) sebagai
tanda- tanda kebesaran-Nya.

Bahwa sesungguhnya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah
merupakan proses pergulatan antara Adat,Islam dan Ilmu Pengetahuan
adalah kerangka filosofis dalam memaknai ekstensi manusia sebagai
Khalifatullah di dunia.
Adat disebut juga ‘uruf, berarti sesuatu yang dikenal, diketahui dan diulang-ulangi serta menjadi kebiasaan dalam masyarakat.

Adat itu sudah tua usianya, dipakai turun temurun sampai saat ini, yang
menjadi jati diri (identitas) dan dianggap bernilai tinggi oleh
masyarakat adat itu sendiri.
‘Uruf bagi orang Islam, ada yang baik dan ada yang buruk.Pengukuhan
adat yang baik dan penghapusan adat yang buruk, menjadi tugas dan tujuan
kedatangan agama dan syariat Islam.

Dalil yang menjadi dasar untuk menganggap adat sebagai sumber hukum
ialah ayat al Qur an, Surat al A’raf ayat 199 dan hadits Ibnu Abbas yang
artinya “apa yang dipandang baik oleh orang-orang Islam, maka pada sisi
Allah juga baik di kalangan ahli fikih (hukum) Islam berlaku
kaidah,adat itu adalah hukum.
Proses dialektika, pertentangan dan perimbangan oleh orang Minang
tidak hanya sebatas pergulatan,tapi proses ini telah membentuk insan
Minangkabau sebagai individu yang memiliki karakter, watak dan sikap
yang jelas dalam menjalani siklus kehidupan.

Di antara karakter itu adalah;
  • Pertama,orang Minangkabau selalu menekankan nilai-nilai keadaban,di
    mana individu dituntut untuk mendasarkan kekuatan budi dalam menjalankan
    kehidupan.
  • Kedua,etos kerja.

    Didorong oleh kekuatan budi,maka setiap individu dituntut untuk selalu
    melakukan sesuatu yang berarti bagi diri dan komunitasnya.Dan melalui
    semangat inilah kemudian mereka memiliki etos kerja yang tinggi.
  • Ketiga, kemandirian.

    Semangat kerja atau etos kerja dalam rangka melaksanakan amanah sebagai
    khalifah menjadi kekuatan bagi orang Minangkabau untuk selalu hidup
    mandiri,tanpa harus bergantung pada orang lain. “Baa di urang,baitu di awak” dan“malawan dunia urang” adalah sebuah filosofi agar individu dituntut untuk mandiri dalam memperjuangkan kehidupan yang layak.
  • Keempat,serasa,tenggang menenggang dan toleran.

    Walaupun kompetisi sesuatu yang sah dan dibenarkan untuk mempertinggi
    harkat dan martabat,namun ada kekuatan rasa yang mengalir dari lubuk
    budi.

    Karena invdidu hidup bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan
    pribadi,melainkan juga berjuang dan memelihara komunitasnya,maka
    kekuatan rasa menjadi hal yang sangat penting artinya.

    Hidup dalam pergaulan sosial mesti didasarkan pada kekuatan rasa. Rasa
    akan melahirkan sikap tenggang menenggang dan toleran terhadap orang
    lain dengan segala perbedaan yang ada. Bila etos kerja dan semangat
    kemandirian muncul dari lubuk “pareso”,maka sikap tenggang menenggang dan toleran muncul dari kekuatan “raso”.
  • Kelima,kebersamaan.

    Penempatan insan dalam posisi personal/ individu dan komunal memberi
    ruang kepada orang untuk menjalin hidup secara bersama untuk
    kebersamaan.

    Selain penempatan seseorang dalam ranah individu dan masyarakat,kekuatan
    rasa, tenggang rasa dan toleran memperkuat munculnya kebersamaan dalam
    masyarakat Minangkabau. Kebersamaan itu sesungguhnya lahir dari pola
    penempatan seseorang dalam ranah individu dan masyarakat.

    Meskipun sebagai individu diberi ruang gerak untuk dirinya sendiri,namun
    ia harus bersikap toleran, saling tenggang menenggang dan menghargai
    setiap perbedaan yang ada.
  • Keenam, visioner.

    Dari kekuatan budi,etos kerja yang tinggi,watak kemandirian,nilai
    saraso, tenggang menenggang,dan kebersamaan,orang Minang selalu dituntut
    untuk bergerak maju, dinamis, dan melihat ke depan.

    Semangat inilah yang kemudian membuat orang Minang memiliki visi yang jelas dalam menjalani kehidupannya.
Akidah tauhid sebagai ajaran Islam dipupuk melalui basobasi atau budi
dalam tata pergaulan di rumah tangga dan di tengah masyarakat.

Demikianlah masyarakat Minangkabau menyikapi cara mereka melihat sistem
nilai etika, norma,hukum dan sumber harapan sosial yang mempengaruhi
perilaku ideal dari individu dan masyarakat serta melihat alam perubahan
yang lahir dari lubuk yang berbeda, antara adat dan Islam.
Kemampuan dan kearifan orang Minangkabau dalam membaca dan memaknai
setiap gerak perubahan, antara adat dan Islam, dua hal yang berbeda,
akhirnya dapat menyatu dan saling topang menopang membentuk sebuah
bangunan kebudayaan Minangkabau melaluiAdat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah.

Ajaran adat Minangkabau berlandaskan asas filosofi Alam Takambang Jadi
Guru, suatu konsep alam semesta, merupakan sumber “kebenaran” dan
kearifan orang Minangkabau.Alam semesta dipahami orang Minangkabau dari
segi fisik dan sebagai sebuah tatanan kosmologis.
Dalam ayat-ayat kauniyah,ALLAH Tuhan Yang Mahakuasa,mengungkapkan beberapa rahasia-Nya melalui alam semesta.

Inilah yang kemudian menjadi titik temu perpaduan antara sistem nilai Adat dengan Islam.
Oleh karena itu, tepat kiranyaAdat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah,dikatakan
sebagai sebuah kerangka berpikir (paradigma) filosofis budaya
Minangkabau yang terpola dalam struktur pengetahuan, sikap dan perilaku
sosial masyarakat Minangkabau

sumber : http://anakdilam.mywapblog.com/filosofi-...t-ba.xhtml
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  PERMAINAN- PERMAINAN ANAK / REMAJA MINANG JADOEL MELATIH SPORTIVITAS
  Menghitung Secara Cepat Dalam Bahasa Minang
  7 Kebudayaan Minang dan Sumbar Diusulkan Ke Unesco
  Penghulu di Minang
  Bakaua Adat, Tradisi Syukur Masyarakat Sijunjung
  Tradisi “Mambukak Kapalo Banda” Masyarakat Sungai Pisang
  Rumah Gadang Minang Perlu di lestarikan
  PengINDONESIAan nama-nama daerah/tempat di Ranah Minang
  Pambagian Wanita Manuruik Adat Minangkabau
  Ribuan Masyarakat Ramaikan Puncak Festival Budaya Tabuik 2012