Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
11-22-2012 04:46 PM

uwan Offline
*

  • Jan 2009
  • 1.496 posts
  • reputations
  • 12 thanks
    Given 75 thank(s) in 62 post(s)
Post: #1
Versailles dan Minangkabau
DARLIS SYOFYAN
ROMBONGAN pelanggan Isuzu Indonesia,
berakhir pekan Jumat lalu di Istana Versailles Paris, Perancis. Istana
itu, dari pusat kota Paris hanya 18 kilometer. Arah barat daya, kota
mode itu. Kami ke sana dengan bus mewah. Pelancong lainnya juga bisa
dengan kereta antar kota, dengan lama tempuh 45 menit.
[Image: sidar-300x224.jpg]ISTANA VERSAILLES

Karena akhir pekan kami masuk ke istana antri. Namun tak seperti
pengunjung lainnya, yang sebelumnya antri membeli tiket 13,50 Euro atau
sekitar Rp200 ribu.

Tiket masuk kami sudah diatur sebelumnya oleh Luckytours Jakarta. Ribuan
orang masuk istana itu setiap hari. Pengunjung dari berbagai negara.
Waktu bersama rombongan kami, yang banyak turis dari Jepang dan Cina.

Istana ini sangat terkenal. Di Indonesia, sudah kita kenal semenjak
pelajaran sejarah di SMA dulu. Mulai dibangun tahun 1624 oleh Louis
XVIII sebagai istana peristirahatan untuk berburu. Kemudian tahun 1661,
oleh Louis XIV dijadikan tempat kediaman resmi raja Perancis.
Pembangunan istana ini memakan waktu 40 tahun, di bawah pimpinan arsitek
Le Van (1612-1670).

Waktu kami berkunjung hanya beberapa ruang yang dibuka. Kami
menyaksikan antara lain Drawing Room of Plenty, Venus Drawing Room,
Diana Drawing Room, Mars Drawing Room, Mercury Drawing Room, Apollo
Drawing Room, War Drawing Room. Setelah itu masuk pada Hall Of Mirrors
yang besar sekali dengan lampu-lampu kristal bergantungan di
langit-langit.

Keluar dari Istana Versailles, kami juga menikmati taman seluas 800
hektar di belakang istana. Dari bagian belakang Versailles, Dr.Rayendra
Sp.Pd bersama rombongan nampak terkatup kagum, melihat hamparan hutan
tempat raja berburu, kolam-kolam istana dan Grand Canal, sebuah kanal
buatan sepanjang 1,5 kilometer.

Begitu menyebut Versailles dari pelajaran sejarah kita ingat dua
peristiwa penting dan berdampak ke sejarah dunia. Pertama Revolusi
Perancis (1789-1799) dan Traktat Versailles (1919).

Revolusi Perancis pecah akibat kemarahan rakyat terhadap kebijakan
monarki Perancis yang tidak menyejahterakan rakyat. Dipicu oleh rencana
kenaikan pajak, kekecewaan rakyat yang sudah menumpuk sekian lama
akhirnya membuncah dalam bentuk kekerasan bersenjata.

Berawal dari keinginan Louis XVI untuk mendapat dukungan kebijakan pajak
baru, ia mengundang pertemuan parlemen negara. Anggota parlemen
merupakan perwakilan kelompok keagamaan (pendeta), kelompok bangsawan,
dan kelompok rakyat jelata. Pertemuan itu berlangsung pada 5 Mei 1789 di
Istana Versailles.

Kini semua itu menjadi kenangan dan tertancap di otak orang orang
berduit di dunia. Sungguh ini sudah menjadi daya tarik para turis di
seantero ini.

Sejarah dan peninggalan budaya lama yang menjadi komoditi, juga ada di
Indonesia. Lihatlah Candi Borobudur, Prambanan dan sebagainya. Sumatera
Barat tidak terkecuali. Sejarah itu ada di perpustakaan negara negara
Eropa, terutama Belanda dan Inggeris maupun Jepang yang pernah menjajah
Indonesia.

Bukti-bukti sejarah itu memang tidak sedahsyat yang dikunjungi di
negara-negara Eropa. Contohnya di Sumatera Barat. Ada Pagaruyung.
Buktinya ada Istano dan banyak prasasti di Batusangkar. Usianya cukup
tua, sekitar tiga abad lebih dulu dari Istana Versailles. Manuskrip
yang dipahat pada bagian belakang Arca Amoghapasa disebutkan dibuat pada
1347.

Dari prasasti Suruaso yang beraksara Melayu menyebutkan rajanya waktu
itu Adityawarman menyelesaikan pembangunan selokan untuk mengairi taman
Nandana Sri Surawasa yang senantiasa kaya akan padi, yang sebelumnya
dibuat oleh pamannya, Akarendrawarman yang menjadi raja sebelumnya,
sehingga dapat dipastikan sesuai dengan adat Minangkabau, pewarisan dari
mamak (paman) kepada kamanakan (kemenakan) telah terjadi pada masa
tersebut.

Suatu sejarah yang unik yang bisa dijual ke para turis. Banyak lagi
peninggalan sejarah di Sumatera Barat yang akan bisa jadi komoditi.

Ada kerajaan Dharmasyara, Indrapura serta objek wisata yang hijau, ada
laut, danau dan gunung, yang tidak dipunyai oleh negara-negara di Eropa.
Tetapi timbul pertanyaan, kenapa kita tidak bisa menjualnya? Ini
tentunya terpulang kepada kita semua, terutama pemerintah kita. (singgalang)

jariah manantang buliah
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Bercerita Minangkabau Tempo Doeloe Lewat Lukisan
  Sosok Perempuan Minangkabau
  Imam Masjidil Haram dari Minangkabau
  Bundo Kanduang Ibu Sejati Menurut Adat Minangkabau
  Walisongo Ada yang Keturunan Minangkabau?
  Batik Ciri Khas Minangkabau-Tanah Liek
  Basuluak, Tarekat ala Minangkabau
  tata Cara Mendirikan Rumah di Minangkabau
  Adaptasi Seni Budaya China di Minangkabau
  Sesobek Kecil Sejarah Sahaya di Minangkabau