Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
04-15-2011 09:43 AM

barebehtebeh Offline
*

  • Jan 2009
  • 570 posts
  • reputations
  • 4 thanks
    Given 33 thank(s) in 29 post(s)
Post: #1
Upacara Perkawinan di Minangkabau
Perkawinan adalah bagian terpenting dalam kehidupan setiap manusia karena ia merupakan masa permulaan bagi seseorang melepaskan dirinya dari lingkungan keluarganya dan mulai membentuk keluarga kecil milik mereka sendiri. Namun demikian, Secara rohaniah kelompok yang baru dibentuk itu tidak bisa lepas dari pengaruh kelompok hidup sebelumnya. Dengan demikian perkawinan dapat juga disebut sebagai titik awal dari proses pemekaran sebuah kelompok masyarakat.


Begitu pentingnya sebuah perkawinan maka pada umumnya setiap orang menginginkan dilaksanakan dalam sebuah upacara yang sakral dan meriah dengan melibatkan para kerabat dan unsur masyarakat lainnya, karena ia menandai peristiwa penting dalam perkembangan sosial sesorang dalam lingkaran kehidupannya.
Perkawinan di Minangkabau menganut sistem matrilokal, seperti ungkapan adat , ” Sigai mancari anau.” Maksudnya suami tinggal di rumah istrinya. Dalam kegiatan perhelatan, si suami (Marapulai) diarak ke rumah istrinya ( Anak daro ) secara adat. Andaikan si istri telah wafat, si suami dijemput kembali oleh kaum (keluarga komunal suku) secara adat pula seperti ungkapan adat, ”Anau habih sigai baranjak.”
Pelaksanaan upacara perkawinan di Minangkabau, sama seperti upacara adat lainnya dibagi atas 3 tingkatan :

Lambang urek / Lindang urek, yakni tingkatan helat atau upacara adat tertinggi yang ditandai dengan penyembelihan kerbau dan mengundang seluruh warga dalam nagari serta dimeriahkan dengan kesenian anak nagari. Seluruh tata cara dalam pelaksanaan upacara ini, seperti makanan, pakaian disesuaikan dengan tingkatan perhelatan. Lamanya perhelatan kurang lebih 7 hari. Di beberapa daerah disebut juga dengan mamacah pinggan atau dunia mangirok.


Kabuang batang yakni tingkatan helat menengah yang ditandai dengan memotong sapi / kambing dan mengundang semua pihak kerabat, dan beberapa orang sekaum atau se kampung. Pakaian dan makanan juga disesuaikan dengan tingkatan helat. Pada tingkatan ini juga dimeriahkan dengan kesenian anak nagari, namun tidak berlangsung selama 7 hari seperti helat lambang urek biasanya 2 atau 3 malam saja. Sesuai dengan ungkapan adat, Gadang kayu gadang bahannyo, Ketek kayu ketek bahannyo.”


Gonteh pucuak/pangkeh pucuak yakni tingkatan helat terkecil yang ditandai dengan pemotongan ayam atau membeli daging kiloan dan undangan yang hadir hanya pihak kerabat saja, tetangga terdekat atau orang tertentu saja. Perhelatan ini dipakai pada waktu kadaan paceklik atau saat perekonomian sulit. Dalam istilah adat disebutkan, ” Kutiko musim gantuang tungku. Samaso hiduik basakik.”


Prosesi upacara perkawinan di Minangkabau secara garis besarnya terdiri atas beberapa tahapan yang sesungguhnya memiliki nilai-nilai filosofis tersendiri. Tahapan-tahapan dalam prosesi upacara perkawinan tersebut memiliki istilah atau nama yang berbeda-beda di setiap daerah di Minangkabau, namun maksud dan tujuannya sama, mulai dari tahap pencarian jodoh hingga tahapan setelah perhelatannya perkawinannya
Ba arak/bararak merupakan bagian dari rangkaian atau prosesi dalam upacara perkawinan yang masih dapat kita temukan di beberapa daerah di Sumatra Barat, seperti : di Koto Nan Godang, Salayo, Sungayang, Tilatang Kamang, Padang Pariaman, dan Padang. Bentuk dan pelaksanaan ba arak di setiap daerah tersebut berbeda-beda sesuai dengan adat istiadat yang berlaku di masing-masing daerah.

sumber : meseum adityawarman

dek indak mangko coiko
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Tahun Depan, Taksi di Singapura Berstiker Minangkabau
  Minangkabau Absrak (Minangkabau jadi-jadian)
  Selamatkan Bahasa Minangkabau
  Surau Sebagai Skriptorium Naskah Minangkabau
  Ensiklopedia Minangkabau : Pengertian Koto Piliang
  Materialistik, Religius Culturalisme Minangkabau Dulu & Sekarang
  Punahnya Identitas Minangkabau Diperantauan : Pelurusan sebuah Identitas
  Merokok Budaya di Minangkabau?
  Mengintegrasikan Minangkabau di Perantauan
  Azwar Anas Teladan dari Tanah Minangkabau