Padang, Padek—Universitas Andalas (Unand) diharapkan menjadi proyek percontohan dalam pengelolaan administrasi dan keuangan perguruan tinggi di Indonesia. Mantan Rektor Unand, Musliar Kasim menyebutkan, Mendiknas memberi amanah kepada dirinya untuk mengkaji ulang semua kegiatan pengadaan barang di Kemdiknas sejak 2005.
Demikian disampaikan Musliar Kasim dalam acara pelepasannya sebagai Irjen di Kementerian Pendidikan Nasional, Sabtu (23/7) di Aula Fakultas Kedokteran Unand. “Irjen punya tugas mengkaji ulang pengadaan barang lima tahun terakhir sejak anggaran pendidikan mulai besar dan menjadi sorotan publik,” katanya.
Dalam melakukan tugas pengawasan di daerah, Itjen Kemendiknas akan bersinergi dengan inspektorat daerah dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Harapannya, Unand Bisa menjadi proyek percontohan dalam pengkajian ulang pengadaan barang lima tahun terakhir.
“Mendiknas meminta kami menjadi mentor bagi unit utama lainnya untuk tindakan preventif agar tidak terjadi kesalahan pada penggunaan anggaran di Kemendiknas,” ujarnya.
Mendiknas, katanya, juga meminta dirinya mengembangkan pola interaktif dan dialogis, baik di internal kementerian maupun saat berhubungan ke pihak luar. Terakhir, Mendiknas meminta agar Itjen mengembangkan risk assertion. Selain risiko hukum, juga risiko terhadap pencapaian kinerja. Karena menurutnya, biasanya orang akan sadar melakukan pencegahan jika tahu risikonya. “Kami ingin sistem di Kementerian ini sebagai knowledge base,” ujarnya.
Khusus Unand dia berharap ke depan menjadi lebih baik dan pemilihan rektornya bisa dilakukan lebih cepat dengan persaingan yang sehat. “Program yang saya buat dulu jika baik bisa dilanjutkan,” ujarnya.