The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Tradisi-Pakiah-Tetap-Lestari): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Tradisi-Pakiah-Tetap-Lestari): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
03-11-2012 03:19 PM

pinukuik Offline
*

  • Dec 2008
  • 674 posts
  • reputations
  • 6 thanks
    Given 34 thank(s) in 27 post(s)
Post: #1
Tradisi Pakiah Tetap Lestari


Mengasah Sikap Mental Santri



Selain menyambangi rumah penduduk, sejumlah pakiah juga ada yang menyambangi kantor pemerintahan atau perusahan swasta lainnya. Biasanya masyarakat yang bersimpati dengan mereka, ada yang menyerahkan uang dalam jumlah tertentu, ataupun bantuan berupa beras lainnya.

Konon kabarnya, keberadaan pakiah di daerah ini tidak terlepas dari sejarah perkembangan Islam di daerah ini. Seperti diketahui, umumnya para pakiah berasal dari murid-murid pesantren di Padangpariaman dan sekitarnya. Pengalaman sebagai pakiah, sarat suka dan duka. Seperti diakui dua orang pakiah ini, Rahmad dan Hendri. Keduanya sering ditolak secara halus maupun kasar oleh warga. Perlakukan itu sudah menjadi santapan sehari-hari. ”Iyo kadang kadang memang sarupo itulah adonyo, tapi hal itu sudah biaso di kami untuak mangasah mental,” ungkap Rahmad.

Menjadi pakiah hanyalah untuk mengisi waktu luang bagi Rahmad dan Hendri. Dilakoni sekali atau dua kali seminggu, setiap Kamis atau Jumat. ”Selain itu, setiap harinya kami biasanya mendalami ilmu ilmu agama di pondok pesantren, terutama malam hari. Setelah Shalat Maghrib dan Shalat Subuh,” terangnya. Selama di pondok pesantren, keduanya lebih banyak mendalami tafsir Al Quran, di samping ilmu agama lainnya, termasuk kitab kuning atau kitab tidak berbaris lainnya. Sebagai santri pondok pesantren di Padangpariaman, Rahmad punya cita-cita mulia. Yaitu, ingin menjadi ulama yang istiqamah, untuk mengajak umat ke jalan kebenaran.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yakin, Tuanku Ali Basyar di Ambuang Kapuar, Kanagarian Sungaisariak, menyebutkan, mamakiah merupakan tradisi turun temurun di lingkungan Pondok Pesantren di Padangpariaman. Banyak pengalaman positif bisa didapati seorang pakiah saat bersosialisasi dengan masyarakat. Di antaranya, bisa mengenal sosial budaya dan karakter masyarakat. ”Pengalaman itu sangat berharga bagi mereka, terutama setelah menjadi ulama. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menyesuaikan diri dengan masyarakat,” terangnya.

Tuanku Ali menambahkan, mamakiah pada prinsipnya bukanlah tujuan akhir dari proses yang dijalani seorang santri. Lebih dari itu, bagaimana mereka bisa mengambil hikmah dan pengalaman selama bersosialisasi dengan masyarakat. ”Uang yang terkumpul selama mamakiah tersebut, digunakan untuk mendukung biaya hidup selama belajar di pondok pesantren. Dengan begitu, mereka bisa tetap eksis menekuni pendidikannya,” terangnya. Hal senada dikatakan Tuanku Sidi Jalalain, tokoh ulama di Sungai Sariak. Menurutnya, kegiatan mamakiah pada dasarnya dimaksudkan untuk mengasah mental para santri sebelum mereka terjun ke tengah masyarakat. (padangekspres)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Bakaua Adat, Tradisi Syukur Masyarakat Sijunjung
  Tradisi “Mambukak Kapalo Banda” Masyarakat Sungai Pisang
  Tradisi “Gadaikan Anak” di Minangkabau
  Tabuik Tetap Bertahan di Tengah Kemajuan
  Kue Bolu Adat Tetap Bisa Bersaing
  Seni Tradisi Kalah dengan Organ Tunggal
  Dabus Garuda, Tradisi yang Masih Terpelihara dengan Baik
  Tradisi Menahlilkan Orang Maling
  Ketua IPSI Padang Resmikan Sasaran Silat Seni Tradisi
  Tradisi "Maarak Atok" Dihidupkan Lagi Masyarakat Garagahan