Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
11-11-2012 04:09 PM

karimarajo Offline
*

  • Aug 2010
  • 386 posts
  • reputations
  • 0 thanks
    Given 24 thank(s) in 20 post(s)
Post: #1
Tradisi “Gadaikan Anak” di Minangkabau
[Image: 13517698821102227048_300x225.jpg]
Keluarga muda Minang sedang akad "gadai anak". Foto: SP



Tradisi “gadai anak” acap ditemui dalam beberapa suku atau etnis di
Indonesia, tidak terkecuali etnis Minang. Anak yang “digadaikan” tetap
dalam pengasuhan orang tua kandung si anak.


Tradisi ini lebih kurang bermakna, orang tua “menggadaikan” anaknya
(biasanya balita), yang diikuti menyerahkan anak secara simbolis ke
pihak penerima gadai, biasanya keluarga dekat atau orang yang dikenal
lainnya, yang diikuti pemberian sejumlah benda gadai—uang, kelapa dan
beras—oleh si penerima gadai pada pemberi gadai.


“Gadai anak” ini akan ditebus pada saat si anak kelak tumbuh dewasa dan
akan kawin. Benda gadai—uang, kelapa dan beras tadi—akan ditebus kembali
sesuai permintaan atau sekerelaan penerima gadai. Penebusan gadai bisa
dilakukan ke ahli waris andai penerima gadai semula meninggal
dunia. Pada saat penebusan itulah “gadai anak” berakhir.


Bagaimana jika gadainya tidak ditebus? Konsekuensinya ternyata menarik.
Si anak yang “digadaikan” akan menjadi “anak” dari si penerima gadai.


Tentu saja tidak setiap anak memenuhi kriteria layak digadaikan. Yang
digadaikan hanya anak lelaki yang wajahnya mirip bapaknya atau anak
perempuan yang wajahnya mirip ibunya.


Adapun tujuan digadaikan adalah, supaya salah satu dari yang memiliki
kemiripan wajah tersebut tidak “diambil” (baca: meninggal dunia) dan
supaya tidak selalu berlawanan/bertengkar.


Sebagian orang masih mempercayai sepenuhnya tradisi “gadai anak” ini.
Sebagian lagi tidak mempercayai tapi tetap menjalankan sekedar
penghormatan tradisi saja. Selebihnya sama sekali tidak lagi menjalankan
tradisi ini.(kompasiana)
(This post was last modified: 11-11-2012 04:09 PM by karimarajo.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  PERMAINAN- PERMAINAN ANAK / REMAJA MINANG JADOEL MELATIH SPORTIVITAS
  ABS-SBK dan Jati Diri Minangkabau
  Bakaua Adat, Tradisi Syukur Masyarakat Sijunjung
  Belajar Sejarah Minangkabau Lewat Randai
  Perguruan Harimau Kuranji, Tempat Pelajari Minangkabau
  Tradisi “Mambukak Kapalo Banda” Masyarakat Sungai Pisang
  Anak Pisang Vs Anak Batu Lado
  HAK ULAYAT DI MINANGKABAU
  Pambagian Wanita Manuruik Adat Minangkabau
  LKAAM Ajak Lestarikan Budaya Minangkabau