Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
02-02-2012 08:12 AM
Rang Birugo Offline
*

  • Jan 2009
  • 480 posts
  • reputations
  • 2 thanks
    Given 18 thank(s) in 18 post(s)
Post: #1
Taksi Blue Bird Akan Hadir di Sumbar
Salah satu perusahaan taksi terbesar di Jakarta, Blue Bird rencananya akan melakukan ekspansi ke Sumatera Barat (Sumbar). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumbar, Rabu (1/2) telah sepakat mendukung kehadiran taksi Blue Bird di Ranah Minang ini.

Menurut Ketua DPD Organda Sumbar, Budi Syukur, secara prinsip pihaknya mendukung kehadiran taksi Blue Bird. Sebab perusahaan taksi ini juga anggota Organda. Tetapi izin operasional yang diberikan hendaknya tidak sebanyak kuota yang diminta perusahaan itu, 300 unit. Organda minta agar Dinas Perhubungan dan Kominfo Pemerintah Provinsi Sumbar, hanya memberi kuota 150 unit.

Organda Sumbar berharap manajemen Blue Bird dapat menga­komodir anggota Organda Sumbar, sehingga hubungan baik antara pengusaha taksi yang telah ada di daerah ini dengan pihak Blue Bird tetap terjaga. Kehadiran Blue Bird juga diharapkan tidak memberangus perusahaan taksi yang telah ada. Pihak Organda menyadari, masyarakat memerlukan pelayanan taksi yang representatif. Kehadiran taksi dengan kualitas armada lebih baik dan standar sistem layanan terjaga memang sangat dibutuhkan untuk mendukung program pariwisata Sumbar.

Ketua YLKI Sumbar, Dahnil Aswad juga mendukung kehadiran taksi Blue Bird di Sumbar.

Menurut Dahnil masyarakat memang membutuhkan jasa taksi yang memenuhi standar. Ia meminta kehadiran taksi Blue Bird juga melibatkan pengusaha taksi lokal, seperti halnya perusahaan perkebunan sawit, dengan sistem plasma. Manajemennya tetap satu, yakni Blue Bird tetapi pengusaha lokal diberikan saham, sehingga perusahaan lokal tidak tergilas. Kalaupun terjadi persaingan usaha, tapi tetap dalam koridor kompetisi sehat. Kepala Biro Perekonomian Sumbar, Wardarurusmen menyambut baik sikap Organda. Wardarurusmen meyakinkan bahwa kehadiran Blue Bird tidak akan mematikan usaha taksi lokal, justru dapat berkompetisi secara terbuka untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Menurutnya hingga saat ini persyaratan pada permohonan yang diajukan Blue Bird belum lengkap. Kasi Angkutan Bidang LLAD dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumbar, Herry Wanda mengimbau agar manajemen perusahaan taksi Blue Bird melengkapi persyaratan perizinan, sehingga pihaknya bisa memproses perizinan tersebut.

Rencana kehadiran taksi Blue Bird ini, tentunya kabar baik bagi masyarakat Sumbar dan juga bagi dunia kepariwisataan di Ranah Minang. Masyarakat dan wisatawan memang membutuhkan taksi dengan kualitas armada yang baik, kenyamanan dan keamanan terjamin. Begitu juga dengan pelayanan supirnya, juga harus bisa mendukung dunia kepariwisataan. Supirnya mesti mendapat pelatihan khusus dan memiliki standar kompetensi. Berkaca kepada layanan Taksi Blue Bird di Jakarta, semua persyaratan itu jelas telah terpenuhi. Agar semua harapan masyarakat dan tuntutan kebutuhan dunia kepariwisataan di Sumbar benar-benar terpenuhi oleh kehadiran taksi Blue Bird tersebut, maka Pemprov Sumbar, Organda, YLKI dan pihak-pihak terkait lainnya mesti benar-benar serius menilik rencana strategis tersebut. Jangan karena terlalu harap, lalu kurang jelimet di dalam mengkaji dan mem­pertimbangkan kehadirannya.

Sejauh ini belum ada informasi terbuka yang disampaikan oleh Dinas Perhubungan dan Infokom Pemprov Sumbar, Biro Perekonomian Pemprov Sumbar, DPD Organda Sumbar, YLKI Sumbar dan oleh pihak taksi Blue Bird sendiri, apakah armada taksi yang akan dihadirkan armada baru (brand new) atau armada bekas. Di kota-kota lain di tanah air, hal seperti ini memang menjadi perdebatan hangat dan tajam. Bahkan ada yang berbuah penolakan dan ujung-ujungnya rencana itu dibatalkan.

Jika armada taksi Blue Bird yang akan didatangkan adalah armada bekas, armada yang telah afkir dan tidak memenuhi persyaratan lagi beroperasi di Jakarta, tentu akan menimbulkan persoalan baru di Sumbar. Armada bekas, jelas tingkat polusinya tinggi, boros bahan bakar, kualitas mesin, bodi dan interiornya tidak akan memenuhi impian masyarakat dan kebutuhan pariwisata Sumbar. Harapan kepada lembaga-lembaga tadi, agar lebih selektif dan transparan. Jan sampai tabali kuciang dalam karuang. Jan sampai nan ka tibo tu cubadak baangekan. Tapi jika armadanya baru dan kehadirannya tidak menimbulkan persoalan baru dan rumit di tengah-tengah keberadaan perusahaan taksi yang telah ada, maka rencana kehadiran taksi Blue Bird tersebut perlu didukung semua pihak. (haluan)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Jalan Tol Sumbar Menuju Trans Sumatra Highway?
  Jalan Tol Perlu untuk Tingkatkan Perekonomian Sumbar
  EVALUASI KINERJA PEMERINTAH DAERAH :Sumbar Peringkat Sembilan
  Ninik Mamak Akan Diasuransikan
  Siaran TVRI Sumbar Segera Tembus Pelosok Nagari
  Gubernur: Anggaran Jalan Tol Sumbar Rp10 Triliun
  Irwan : Jalan Tol Sumbar Perluas Pembangunan Ekonomi Sumatera
  Wagub Sumbar Dukung Kawasan Kota Tua Jadi Pusat Kuliner
  BERKEMBANG PESAT DI LUAR NEGERI : Silek Lintau akan Dipatenkan
  Bandara Khusus Perlu Dibangun di Sumbar