Ditengah terus tergerusnya budaya bangsa karena gencarnya serbuan budaya asing, pesta budaya tabuik dinilai mampu menanamkan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Selain itu pesta budaya ini juga bagian pendidikan berkarakter untuk generasi muda dengan senantiasa mengulas sejarah tabuik yang merupakan bagian dari sejarah islam.
“Mengenalkan sejarah budaya tabuik bagi generasi muda, mulai dari usia dini merupakan bagian dari pendidikan berkarakter. Karena sejarah adanya tabuik tak terpisahkan dari sejarah masuknya Islam ke Minangkabau, sehingga generasi muda paham dengan sejarah daerahnya dan mengambil hikmah dari sejarah itu,”ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Burhasman Bur saat membuka Prosesi Puncak Pesta Budaya Tabuik di Pentas Utama Pasar Pariaman, kemarin.
Turut hadir dalam pesta prosesi puncak yang dimulai sejak pukul 06.00 wib kemarin Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman Ibnu Hajar, Aggota DPR RI dari PKS asal Sumbar Refrizal, Investor asal Malaysia serta seluruh Ketua DPD PKDP se Indonesia dan tokoh masyarakat lainnya.
Pada saat prosesi puncak, juga ditampilkan kesenian gandang tasa yang dimainkan oleh generasi muda Pariaman yang berdomisili di Pekanbaru. Wako juga menerima bingkisan foto tabuik tahun 1912 hingga tahun 1935 oleh panitia tabuik.
Foto ini didapatkan justru dari perantau minang yang tinggal di Belanda. Menandakan pesta budaya tabuik memang sudah mengakar sejak zaman dahulunya. Pesta akbar tahunan ini mendapat sambutan antusias dari wisatawan local dan mancanegara. Meski demikian keamanan masih bisa dikendalikan.
Lebih lanjut Burhasman Bur mengharapkan agar Pemko bersama warga Kota Pariaman bisa terus melanjutkan dan memelihara tradisi ini. Ia juga mengharapkan pesta budaya tabuik ini tidak hanya dimainkan di Pariaman, tetapi juga dibuat dan diperkenalkan oleh perantau pariaman yang berada di rantau, karena organisasi perantau Pariaman, PKDP tersebar di seluruh Indonesia dan terkenal solid dalam setiap hal.
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyatakan kebanggannya kepada seluruh anak nagari di Pariaman. Karena ditengah serbuan budaya asing, anak nagari serta warga Pariaman masih menjunjung tinggi nilai budaya bangsa melalui pesta budaya tabuik.
“Semoga kita bersama mampu mempertahankan warisan budaya bangsa ini hingga anak cucu nanti. Meskipun tabuik juga digelar di Bengkulu, namun tinggi dan meriahnya tidaklah seperti yang ada di Pariaman. Kalaulah MURI bisa melihat bentuk dan tingginya tabuik ini, kami yakin tabuik pariaman bisa memecahkan rekor untuk tabuik tertinggi dan termeriah di Indonesia,”ujarnya.
Selain itu pesta budaya tabuik juga mampu menghidupkan ekonomi kerakyatan di Kota Pariaman. Apalagi saat ini Pemko Pariaman juga sudah membangun rumah tabuik yang representative, sehingga wisatawan bisa melihat langsung sejarah dan dokumentasi tentang tabuik tidak hanya pada saat tabuik, namun juga pada hari-hari biasa.
Ketua Panitia Tabuik Sofyan Mursid menyebutkan pesta budaya ini terselenggar karena maksimalnya dukungan dari Pemko Pariaman dan sejumlah donator baik dari rantau ataupun local. Pesta budaya tabuik yang sudah dimulai prosesinya dengan pawai satu muharram dan mengambil tanah sejak 27 november lalu, juga dimeriahkan dengan aksi kesenian tradisional tiap malamnya di arena pameran pembangunan Kota Pariaman. Sofyan berharap di tahun mendatang ivent ini bisa lebih besar dan lebih meriah.
Omzet Pedagang Naik Drastis
Tujuan untuk lebih meningkatkan ekonomi kerakyatan pada saat iven ini dirasakan manfaatnya oleh pedagang, termasuk pedagang musiman. War,45, pedagang minuman ringan, di komplek pasar pariaman mengaku omzetnya naik hingga 50 persen. Jika rata-rata transaksi di hari biasa, sekitar Rp 500 lebih, saat ini sudah mencapai Rp 800 ribu.
“Lumayanlah banyak yang beli, mudah-mudahan pemko rutin menggelar iven-iven seperti ini, tidak hanya sekali setahun dan tabuik saja, tetapi iven lain, sehingga perekonomian rakyat bisa terus menggeliat,”ujarnya.(padangtoday)