PADANG – Persoalan lahan 412 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan Pabrik Indarung VI berujung pada persamaan persepsi antara Pemprov Sumbar, Pemko Padang dengan PT Semen Padang. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pun sudah menandatangani surat rekomendasi no 5221.1/033/perek-2012 kepada Menhut untuk pinjam pakai kawasan hutan atas nama PT Semen Padang.Investasi Rp3,5 triliun itu akan segera dimulai dengan dukungan penuh dari masyarakat Sumbar dan juga pemerintah. Dengan demikian dimulailah era baru di Semen Padang, pabrik semen tertua di Indonesia itu.
SELESAI
Demikian benang merah dalam talkshow di TVRI Padang, Kamis (12/1) sore. Hadir sebagai narasumber Komisaris Utama PT Semen Padang Muzani Syukur, Direktur Utama PT SP Munadi Arifin, tokoh masyarakat Sumbar Basril Djabar, dan pakar ekonomi Unand Prof Syukri Lukman, MS. Muzani mengaku gembira, atas persetujuan pembangunan pabrik Indarung VI yang diberikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wali Kota Padang Fauzi Bahar. Dikatakannya, surat rekomendasi dari Pemprov Sumbar akan segera dikirim ke pemerintah pusat untuk segera ditindaklanjuti untuk dimulainya pembangunan pabrik baru. Untuk pembangunan itu sendiri, terangnya, akan ada uji kelayakan oleh para pakar dari Unand dan UI.
“Kondisi alam dan keadaan tanah juga harus diperhatikan. Setiap enam bulan, akan ada evaluasi terhadap pembangunan pabrik tersebut,” jelas Muzani dalam talkshow di TVRI Padang, Kamis (12/1) sore.
Dikatakan Muzani, jajaran staf dan seluruh karyawan PT Semen Padang berharap, semua lapisan masyarakat ikut mendukung usaha pengembangan dan pembuatan pabrik Indarung VI.
“Marilah kita sama- sama membantu. Pabrik baru dibangun tentunya efek besar bagi masyarakat Sumbar dan juga kemajuan pembangunan di daerah,” ungkap Muzani.
Sementara, Direktur Utama PT Semen Padang, Munadi Arifin menyebut, dengan tambahan satu pabrik lagi dengan bahan baku berasal dari lahan 412 Ha, berarti bisa dikatakan ada ketersediaan bahan baku yang bisa digunakan sampai 40-50 tahun mendatang, untuk seluruh pabrik. Selain itu, produksi bisa mencapai angka 9 juta ton per tahun. Pabrik baru ini sendiri nantinya, membutuhkan sekitar 2.000 orang karyawan.
Karyawan yang akan direkrut nantinya adalah orang yang mempunyai skill di bidangnya masing-masing.
“Untuk listrik sendiri, juga dibutuhkan tambahan sekitar 35 megawatt dengan adanya pabrik baru itu. Penambahan pabrik, juga berarti perubahan disarana pendukung seperti bertambahnya sarana transportasi, pembenahan di pelabuhan.
Selain itu, angkutan kereta api juga harus ditingkatkan. Semua itu harus diusahakan bersinergi dan sejalan. Insya Allah, pada 2015 nanti, pabrik Indarung VI itu sudah mulai beroperasi,” jelas Munadi.
Pakar Ekonomi Unand, Syukri Lukman menyebut, biaya pembangunan pabrik yang mencapai angka Rp3,5 triliun, merupakan mega investasi untuk Sumbar.
“Efek kegiatan ekonomi yang akan terjadi dengan adanya pembangunan pabrik baru itu sangat besar,” terangnya.
“Kepada Pemda, sebenarnya ada potensi lain yang bisa dikembangkan dengan lahan ini. Jangan hanya melihat Semen Padang saja. Kan bisa melihat industri lain. Apabila berada dekat pabrik persaingan yang terjadi rendah, tapi jauh dari pabrik persaingan semakin ketat. Sementara, untuk permasalahan keuangan itu harus jelas dan transparan,” tambah Syukri.
Sementara Basril Djabar, tokoh masyarakat Sumbar menegaskan, harus ada rasa saling memahami antara manajemen perusahaan dan masyarakat.
PT Semen Padang yang berdiri di areal seluas 3.000 hektare, harus mampu dikelola dengan baik. “Harus ada koordinasi Pemda dan DPRD, mengenai rencana pembangunan pabrik baru itu.
Ini merupakan peluang pada saat pembangunan infrastruktur di Padang sedang dikebut, sehingga pola berpikir kepala daerah juga harus konsisten dan makin cerdas. Kalau tidak ada investasi yang bagus, maka kacaulah,” tutur Basril. (singgalang)