Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
08-01-2012 09:12 AM

pinukuik Offline
*

  • Dec 2008
  • 668 posts
  • 1
Post: #1
Sumbar Makin tak Aman
Aneh dan ajaib. Ungkapan itu pantas diberikan, karena selama Ramadhan, kejahatan justru mengalami peningkatan di Sumatra Barat.
Pada beberapa hari terakhir saja, terjadi sejumlah kejahatan. Mulai dari pembunuhan, perampokan, hipnotis hingga pencurian. Nilai kerugian tak tanggung-tanggung, mencapai ratusan juta rupiah.
Kini, Sumbar makin tak aman. Harusnya, Ramadhan umat khusyuk beribadah, namun justru gelisah dengan berbagai kejadian. Logika lain, dalam bulan yang suci ini seharusnya manusia meningkatkan keimanan, malah melakukan aksi kejahatan.
Di lain pihak, hebat betul penjahat di Sumbar. Sebab, bulan lalu terjadi serangkaian kasus kejahatan, namun hingga kini tak satupun yang kunjung terungkap. Entah penjahat yang makin lihai, atau polisi yang kehilangan akal melakukan penyelidikan. Kita tak bisa memberikan jawaban pasti.
Namun, satu hal yang pasti, kejadian beberapa hari belakangan menambah panjang daftar tunggakan polisi pada masyarakat. Bila tak ada yang terungkap, jangan salahkan masyarakat mengalami krisis kepercayaan pada polisi.
Secara teoritis, Ramadhan dan Lebaran tiap orang memerlukan biaya besar. Secara teori, orang akan makin nekat gara-gara kebutuhan yang luar biasa banyak tersebut.
Akibatnya, ada orang yang mau saja melakukan jalan pintas demi mendapatkan uang. Ini terjadi karena rasa frustrasi akibat beratnya beban ekonomi.
Dalam kondisi itu, terkadang masyarakat juga lalai. Warga membawa uang dalam jumlah banyak, tanpa pengawalan. Warga juga menyimpan uang di rumah tanpa rasa was-was. Lupa kalau kejahatan bisa menimpa sewaktu-waktu.
Masyarakat jangan mudah merasa diri aman-aman saja. Jangan pula gampang percaya kepada orang yang tak dikenal. Dalam kasus penipuan di Bukittinggi, pedagang jadi korban hipnotis alias pukau.
Pedagang rempah, Masni Yuniarsih, warga Perumnas Lambah Permai Nagari Lambah, Kecamatan IV Angkek, Agam menjadi korban kawanan penjahat, akibat hipnotis, kerugian Rp302 juta. Kasus itu tak akan terjadi jika masyarakat waspada. Di Pasaman Barat, bendahara kehilangan karena lupa membawa uang ke kantor dan tinggal di jok sepeda motor.
Masyarakat jangan lengah dalam kondisi apapun. Kini, polisi dituntut kerja keras guna menuntaskan kasus kejahatan demi kejahatan yang sepertinya tak segan-segan lagi dalam beraksi. (singgalang)
(This post was last modified: 08-01-2012 09:13 AM by pinukuik.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Sumbar Pemenang II Lomba Menanam Satu Miliar Pohon
  1 Juta UMKM di Sumbar Butuh Bantuan
  Sumbar Hebat Tangani Bencana
  Mandala Padang-Singapura Bikin Sumbar Makin Top di Dunia
  Sumbar-Riau Lumpuh Lagi
  Gubernur Sumbar Terima Penghargaan Energi 2012
  Tim Kesenian Sumbar Borong Lima Gelar
  Pemprov Sumbar Tambah Alat Deteksi Dini Tsunami
  Kunjungan Wisman ke Sumbar Meningkat 4,39 Persen
  Sulaman Sumbar Menuju Rekor Muri