Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
07-12-2012 01:08 PM

limpapeh Offline
*

  • Jan 2009
  • 777 posts
  • 0
Post: #1
Sumbar Kekeringan Dialog Budaya
padangmedia.com - PADANG -
Sumatera Barat kekeringan dialog budaya. Meskipun banyak kegiatan budaya yang dilaksanakan, namun kehilangan gaung daerah sendiri.

Hal itu dikatakan pengamat budaya sekaligus mantan Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, Mustafa Ibrahim kepada padangmedia.com di sela berlangsungnya kegiatan Workshop Teknik Menulis Resensi Seni Pertunjukan di Galeri Taman Budaya Sumatera Barat, Rabu (11/7). Acara tersebut merupakan agenda Padang Pers Club (PPC) dengan Presiden-nya Khairul Jasmi dan Wakil Presiden PPC Gusfen Khairul.

Menurut Mustafa, perlu adanya generasi yang melanjutkan dialog budaya dengan penajaman-penajaman terhadap kondisi yang berlangsung saat ini.

"Hal ini sebuah keniscayaan karena berapa banyak kegiatan kebudayaan atau pertunjukan yang berlalu begitu saja serta berakhir di atas pentas. Paling bagus hanya menjadi pengisi pojok surat kabar. Setelah itu tidak dibicarakan lagi," ujarnya.

Mustafa menarik perbandingan dengan kondisi beberapa tahun ke belakang tentang gairah dan gaung kebudayaan yang selalu menjadi topik hangat di kalangan seniman atau pelaku seni hingga media masa.

"Hari ini bisa dibilang sedikit sekali penulis atau wartawan yang meliput kegiatan budaya atau menjadikannya sebuah topik hangat pada media massa," tambahnya.

Sementara itu, Gusfen Khairul selaku Wakil Presiden PPC mengatakan, hal itu menjadi salah satu asumsi PPC sehingga tergerak mengambil tema workshop tentang teknik menulis resensi pertunjukan.

"Penulis itu memiliki bakat dengan bekal yang dimilikinya seperti air yang mengalir dari hutan lindung. Bila hutan lindung itu ditebangi terus menerus tanpa dilakukan pemupukan dan penyuburan kembali maka air juga berhenti mengalir. Untuk menyuburkan hutan lindung tersebut, maka seorang penulis perlu memupuk ide-ide dengan melakukan pelatihan dan workshop seperti sekarang ini," katanya.

Diharapkan dari workshop ini, akan muncul gairah baru dalam menulis. Konteksnya saat ini lebih kepada menulis resensi tentang sebuah seni pertunjukan.

Hadir sebagai pemateri dalam workshop ini Nasrul Azwar (Redaktur Budaya Harian Haluan), Khairul Jasmi (Presiden PPC dan Pemimpin Redaksi Harian Singgalang), serta M Ibrahim Ilyas (pekerja Teater). Ikut pula menghadiri Mantan Kepala Taman Budaya Sumatera Barat Mustafa Ibrahim. Dengan para peserta terdiri dari wartawan dari berbagai media cetak dan media online serta penulis-penulis pemula dari perguruan tinggi sekitar 40 orang. (der)
(This post was last modified: 07-12-2012 01:09 PM by limpapeh.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Atap Ambruk Pasca Gempa 2009, Cagar Budaya Diabaikan
  Bangunan tak Terawat, Anjungan Sumbar di TMII Peringkat III
  Ribuan Masyarakat Ramaikan Puncak Festival Budaya Tabuik 2012
  LKAAM Ajak Lestarikan Budaya Minangkabau
  Benda Purbakala Melayu Dipamerkan di Rumah Budaya Fadli Zon
  LKAAM Payakumbuh Lakukan Kunwis Sejarah dan Budaya
  Koreografi Piriang Kreasi Sumbar
  Bundo Kanduang Helat Pemilihan Duta Budaya Kota Pariaman
  Iptek Maju, Budaya Minang Terancam
  Kota Pariaman Juara Umum Pekan Budaya Sumbar 2012 di Solok