Padang, KlikSumbar
Kota Padang terus menuju kota besar metropolitan. Mau menonoton tari telanjang atau striptease? "Murah kok, tidak mahal, hanya Rp600 ribu untuk dua jam pertunjukan, bahkan bisa ditambah dikit plus-plusnya," ujar Randi (nama samaran) penggila kehidupan malam Kota Padang, Kamis (13/7) di Padang.
Bahkan, kata Randi, untuk memesan tari telanjang ini tidak susah banget. "Tinggal main sinyal ke mucikari atau ke kru tempat hiburan malam, 15 menit datanglah penari striptease yang bodinya aduhai," ujarnya tersenyum.
Bahkan Amir, juga nama samaran, mengaku Kota Padang ini sudah sepi pukul 22.00 WIB. Tetapi di banyak tempat hiburan malam, baik karaoke atau pun music-room penuh dengan manusia penggila kehidupan malam dengan aroma minuman keras dan seks.
"Kaum party goes (penggila kehidupan malam) di Padang cukup banyak. Bentuknya saja tengah malam kota ini lengang, cari di lokasi tempat hiburan pasti rame dibumbui aroma minuman keras dan seks," ujarnya.
Kalangan party goes mengakui, kalau striptease di Padang seperti kentut, dia tercium tapi tak berwujud.
"Ibarat kentut bang, ada terbau tapi tidak bisa dilihat," ujar Randi lagi sambil menghirup milk-shake coklatnya.
Tapi diakui kalangan party goes kalau pelaku striptease kebanyakan perempuan pendatang, bukan asli Padang. "Kalau saya pernah menemuinya, kebanyak penari telanjang ini berasal dari luar Sumbar," ujarnya.
Randi dan banyak party goes enggan menunjukkan lokasi tempat hiburan yang menyediakan layanan striptease di KOta Padang. "Cari aja sendiri," ujarnya sambil menghembuskan asap rokoknya dengan pelan-pelan.
Kliksumbar.com pernah melakukan pencarian tempat hiburan malam yang menyediakan striptease di Padang, tapi sangat sulit untuk menemuinya. Aksi tari telanjang itu masih berbentuk private. "Kalau di Padang, booking dulu kamar di tempat hiburan, kemudian baru kontak penarinya," ujar Rudi penggila hiburan malam lainnya.