Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
02-18-2009 10:17 AM

Alang Babega Offline
*

  • Jan 2009
  • 630 posts
  • reputations
  • 2 thanks
    Given 5 thank(s) in 5 post(s)
Post: #1
Sistem Kekerabatan Minangkabau
stilah dalam hubungan kekerabatan di Minangkabau:
Mamak
Kamanakan :
: saudara laki-laki ibu
anak saudara perempuan dari seorang laki-laki
Sumando
Pasumandan :
: hubungan seorang laki-laki dengan suami saudara perempuannya
hubungan urang sumando dengan keluarga istrinya yang laki-laki
Minantu
Mintuo :
: suami/istri dari anak
orang tua dari suami/istri
Induak bako
Anak pisang :
: ibu dari bapak, ibu dari para bako (saudara perempuan bapak)
anak saudara laki-laki dari seorang perempuan

Ada dua bentuk kekerabatan di Minangkabau:

1. Kekerabatan dalam suku, terjadi karena sistem matrilineal yang dianut orang Minangkabau.
Contoh : ibu – anak, mamak – kamanakan, dsb.

2. Kekerabatan luar suku, terjadi karena adanya perkawinan.
Contoh : sumando – pasumandan, minantu – mintuo, induak bako – anak pisang, dsb.

Masyarakat Minangkabau menganut sistem kekerabatan matrilineal, yakni kekerabatan yang menarik garis keturunan menurut garis ibu. Jadi suku seseorang di Minangkabau mengikuti suku ibunya. Seorang perempuan memiliki kedudukan istimewa di dalam kaum. Orang sesuku tidak boleh menikah. Yang menguasai harta pusaka adalah ibu dan yang mengikat tali kekeluargaan rumah gadang adalah hubungan dengan harta pusaka dan sako (gelar).

Wanita tertua di kaum dijuluki limpapeh atau amban puruak. Ia mendapat kehormatan sebagai penguasa seluruh harta kaum. Pembagian harta diatur olehnya.

Sedangkan laki-laki tertua di kaum dijuluki tungganai. Ia bertugas sebagai mamak kapalo warih. Ia hanya berkuasa untuk memelihara, mengolah, dan mengembangkan harta milik kaum, tapi tidak untuk menggunakannya.


[Image: kekerabatan.gif]

Perempuan secara alamiah adalah makhluk yang lemah dibanding laki-laki, namun mereka memiliki kelebihan yakni teliti, hemat, dan pandai menggunakan harta untuk keperluannya. Oleh karena itu, kekerabatan matrilineal menguasakan penggunaan harta pusaka pada kaum perempuan. Karena sifat lemah perempuan itu pulalah, dalam perkawinan, suamilah yang datang ke rumah istrinya. Jadi jika mereka bercerai, suamilah yang meninggalkan rumah.

sumber http://ukm.unit.itb.ac.id
(This post was last modified: 02-18-2009 10:23 AM by Alang Babega.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  ABS-SBK dan Jati Diri Minangkabau
  Belajar Sejarah Minangkabau Lewat Randai
  Perguruan Harimau Kuranji, Tempat Pelajari Minangkabau
  Tradisi “Gadaikan Anak” di Minangkabau
  HAK ULAYAT DI MINANGKABAU
  Pambagian Wanita Manuruik Adat Minangkabau
  LKAAM Ajak Lestarikan Budaya Minangkabau
  Kerdilnya Minangkabau di Area Moderat
  Kebudayaan Minangkabau Tinggal Nama
  Peraturan Nagari Minangkabau akan dijadikan acuan di Nagari Sumatera Barat