The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Sejarah-Silek-di-Minangkabau): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Sejarah-Silek-di-Minangkabau): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
10-20-2011 10:19 AM

talongsong kuok Offline
*

  • Jan 2009
  • 347 posts
  • reputations
  • 1 thanks
    Given 14 thank(s) in 13 post(s)
Post: #1
Sejarah Silek di Minangkabau
[Image: 11kjd61.jpg]

Kajian sejarah silek memang rumit karena diterima dari mulut ke mulut, pernah seorang guru diwawancarai bahwa dia sama sekali tidak tahu siapa buyut gurunya. Bukti tertulis kebanyakan tidak ada. Seorang Tuo Silek dari Pauah, Kota Padang, cuma mengatakan bahwa dahulu silat ini diwariskan dari seorang kusir bendi (andong) dari Limau Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Seorang guru silek dari Sijunjung, Sumatera Barat mengatakan bahwa ilmu silat yang dia dapatkan berasal dari Lintau. Ada lagi Tuo Silek yang dikenal dengan nama Angku Budua mengatakan bahwa silat ini beliau peroleh dari Koto Anau, Kabupaten Solok. Daerah Koto Anau, Bayang dan Banda Sapuluah di Kabupaten Pesisir Selatan, Pauah di Kota Padang atau Lintau pada masa lalunya adalah daerah penting di wilayah Minangkabau.

Daerah Solok misalnya adalah daerah pertahanan kerajaan Minangkabau menghadapi serangan musuh dari darat, sedangkan daerah Pesisir adalah daerah pertahanan menghadapi serangan musuh dari laut. Tidak terlalu banyak guru-guru silek yang bisa menyebutkan ranji guru-guru mereka secara lengkap.

Jika dirujuk dari buku berjudul Filsafat dan Silsilah Aliran-Aliran Silat Minangkabau karangan Mid Djamal (1986), maka dapat diketahui bahwa para pendiri dari Silek (Silat) di Minangkabau adalah

· Datuak Suri Dirajo diperkirakan berdiri pada tahun 1119 Masehi di daerah Pariangan, Padangpanjang, Sumatera Barat.

· Kambiang Utan (diperkirakan berasal dari Kamboja),

· Harimau Campo (diperkirakan berasal dari daerah Champa),

· Kuciang Siam (diperkirakan datang dari Siam atau Thailand) dan

· Anjiang Mualim (diperkirakan datang dari Persia).

Di masa Datuak Suri Dirajo inilah silek Minangkabau pertama kali diramu dan tentu saja gerakan-gerakan beladiri dari pengawal yang empat orang tersebut turut mewarnai silek itu sendiri. Nama-nama mereka memang seperti nama hewan (Kambing, Harimau, Kucing dan Anjing), namun tentu saja mereka adalah manusia, bukan hewan menurut persangkaan beberapa orang.

Asal muasal Kambiang Hutan dan Anjiang Mualim memang sampai sekarang membutuhkan kajian lebih dalam darimana sebenarnya mereka berasal karena nama mereka tidak menunjukkan tempat secara spesifik. Perlu dilakukan kajian secara cermat dalam menelusuri hubungan sejarah antara masyarakat Minangkabau dengan Persia, Champa, Kamboja dan Thailand. Kajian genetik bisa juga dilakukan untuk melihat silsilah dari masyarakat Minangkabau itu sendiri. Kajian ini boleh jadi akan rumit dan memakan banyak sumber daya.

Jadi boleh dikatakan bahwa silat di Minangkabau adalah kombinasi dari ilmu beladiri lokal, ditambah dengan beladiri yang datang dari luar kawasan Nusantara. Jika ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa langkah silat di Minangkabau yang khas itu adalah buah karya mereka.

Langkah silat Minangkabau sederhana saja, namun dibalik langkah sederhana itu, terkandung kecerdasan yang tinggi dari para penggagas ratusan tahun yang lampau. Mereka telah membuat langkah itu sedemikian rupa sehingga silek menjadi plastis untuk dikembangkan menjadi lebih rumit.

Guru-guru silek atau pandeka yang lihai adalah orang yang benar-benar paham rahasia dari langkah silat yang sederhana itu, sehingga mereka bisa mengolahnya menjadi bentuk-bentuk gerakan silat sampai tidak hingga jumlahnya. Kiat yang demikian tergambar di dalam pepatah jiko dibalun sagadang bijo labu, jiko dikambang saleba alam (jika disimpulkan hanya sebesar biji labu, jika diuraikan akan menjadi selebar alam).

Kini, Silek Minangkabau yang tak lagi terdengar gaungnya di Ranah Minang, justru gerakannya menggema di luar negeri seperti Jerman, Belanda, Perancis dan juga di benua Amerika. Hal itu bisa terjadi, karena kegigihan seorang Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam mengembangkannya. Tidak hanya itu, hampir di semua film silat di negeri ini, Datuak Edwel selalu diminta buah pikirannya sebagai koreografer silatnya.

Khusus Silek Harimau Minangkabau yang dikembangkan Datuak Edwel, menawarkan metode pertahanan diri yang efektif, olahraga dan cara untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia.

“Kami terbuka menerima siapa saja yang ingin belajar Silek Harimau Minangkabau di bawah bimbingan saya,” ujar Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam kepada Koran Padang disela-sela kesibukannya melatih muridnya di salah satu lokasi latihannya di Jl. Fakhrudin No 6 Tanah Abang Jakarta Pusat, pekan lalu.

Bagi yang ingin berkorespondensi bisa kirim email ke silekharimau@yahoo.com dan

korinof.dasir@gmail.com atau ke edwelrajogampoalam@yahoo.co.id. Atau juga bisa datang langsung ke Sekretariat Silek Harimau di Jl.Masjid Raudatul Jannah no.41 rt.03/05

kel.Sudimara Pinang - Kecamatan Pinang - Tanggerang - Banten – 15145.

“Kalau untuk sekadar ingin tahu saja, coba saja klik http://silek-harimau-minangkabau.blogspot.com,” kata Datuk Edwel mengakhi

sumber : koranpadang
Reputation
Thanks given by: karakkaliang
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Sejarah Nagari Air Bangis
  Sejarah Nama Minangkabau
  Ini Sejarah Tabuik Pariaman
  Sejarah Singkat Pembentukan Kabupaten Pasaman
  Mengingat Kembali Sejarah Penyerangan Pasar Bandar Buat
  Menapaktilasi Jejak Sejarah Silek Kumango
  Meniti Sejarah Songket Silungkang
  SEJARAH KOTA PADANG
  Rusli Amran, Penyelamat Sejarah Ranah Minang (1922-1996)
  Koto Gadang : tempat lahir Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabau dan Haji Agus Salim.