Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
01-19-2012 08:59 AM
pinukuik Offline
*

  • Dec 2008
  • 585 posts
  • reputations
  • 5 thanks
    Given 33 thank(s) in 26 post(s)
Post: #1
Randang Manjadi Nation Brand Indonesia
TANTANGAN DAN PELUANG

Secara sederhana brand (merek) diartikan sebagai sebuah nama, logo, simbol-simbol yang membedakan sebuah produk atau jasa dari produk pesaing (Susanto, 2004).

Sedangkan brand image (citra merek) adalah apa yang dipersepsikan di benak kon­sumen. nation brand (Mix 2011) merupakan keseluruhan persepsi suatu bangsa dalam pikiran para pemangku ke­pentingan internasional.

Di­sini bisa saja terkadang beberapa elemen seperti orang, tempat, budaya/bahasa, se­jarah, makanan, fashion, wajah-wajah terkenal, merek global, dsb. Dengan demikian ada atau tanpa upaya mem­bangun nation brand, setiap negara memiliki kesan (image) dibenak pikiran audiens inter­nasional mulai dari kesan lemah, jelas, atau tersamar.

Thailand merupakan con­toh sebuah negara yang sukses membangun nation brand (me­rek national) tidak hanya dibidang masakan, seperti kare Mas­saman misalnya, tetapi juga di bidang produk-produk per­tanian. Konsumen buah-buahan di Indonesia sangat akrab dengan nama papaya Bangkok, jambu Bangkok, durian bangkok, mangga Bang­kok, lengkeng Thailand, ayam Bangkok, dsb. Keberhasilan Thailand dalam membangun nation brand me­reka tidak terlepas dari du­kungan pe­merintah yang secara konsisten mem­promosikan produk-produk negeri gajah putih itu. Salah satunya adalah melalui pro­gram Global Thai­land yang telah berlangsung sejak tahun 2000.

Dinobatkannya rendang sebagai masakan terlezat di dunia oleh CNN merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia untuk membangun na­tion brand di bidang ku­liner. Jika diibarat mem­bangun nation brand sama dengan mendorong mobil mogok, Thailand mulai men­dorong sejak mobil berhenti, sampai mesin hidup, dan melaju. Sedangkan Indonesia tidak perlu mendorong sedari mobil tersebut berhenti, tetapi mendorongnya setelah mobil bergerak maju. Mendorong mobil yang sudah bergerak maju tentu lebih enteng dibandingkan dengan men­dorong mobil sedari berhenti. Bagi Indonesia membangun rendang menjadi sebuah na­tion brand tentu lebih mudah karena dibantu oleh promosi CNN, dibandingkan dengan Thailand yang berjuang se­lama bertahun tahun guna mem­bangun nation brand mereka, apakah itu di bidang kuliner maupun produk-produk per­tanian. Kita akan kehilangan momentum jika tidak segera menindaklanjuti apa yang telah dimulai oleh CNN.

Tantangan

Peluang Rendang untuk menjadi salah satu nation brand Indonesia cukup besar sebanding dengan tantangan yang dihadapinya. “ pe­luang­nya selangit, tantangannya selaut, “ demikian istilah entrepreneur legendaris, Bob Sadino. Masalahnya bagai­mana kita dapat merubah tantangan menjadi peluang. Berikut beberapa tantangan yang dihadapi Rendang men­jadi nation brand Indonesia:

Tingkat Kesulitan dalam Proses Pembuatan

Ada dua kategori bumbu yang digunakan dalam pem­buatan rendang, yaitu bumbu dasar dan bumbu aromatik. Bumbu dasar terdiri dari kelapa, cabe merah, bawang putih serta bawang merah, lengkuas, jahe, kunyit, serta sere. Sedangkan bumbu aro­matik terdiri dari dari ke­tumbar, peka atau bunga lawang, jintan, buah dan bunga pala, adas, kayu manis, cengkeh, serta daun salam. Meracik dan menemu­kan sedemikian banyak bum­bu tentunya menimbulkan kesukaran sendiri bagi kon­sumen rendang apalagi kon­sumen di manca negara yang maunya serba praktis.

Kesulitan lainnya adalah selama proses pembuatan, rendang harus diaduk terus agar tidak lengket dan hangus. Rendang yang berkualitas menurut Puti Reno Rhau­datuljannah Thaib, pewaris Istana Pagaruyung dan Guru Besar Unand, adalah rendang yang berwarna hitam, tidak gosong, dan tidak keras. Oleh sebab itu diperlukan ke­sabaran dan banyak tenaga dalam pembuatan rendang. Jika tidak, rendang akan gosong dan keras.

Lamanya Waktu Pembuatan

Seperti yang dikemukakan oleh Prof. Puti Reno bahwa rendang yang berkualitas adalah rendang yang berwarna hitam, tidak gosong, dan tidak keras. Untuk membuat ren­dang seperti itu dibutuhkan kesabaran dan waktu berjam-jam. Jika tidak maka hasil­nya akan gosong dan keras.

Lamanya waktu yang di­habiskan dalam pembuatan rendang menjadi kendala yang menghambat rendang menjadi masakan yang mendunia. Hal ini bertentangan dengan gaya hidup masyarakat modern yang menginginkan hal-hal praktis dan hemat. Bisa dibayangkan betapa repotnya jika seorang ibu meng­habis­kan waktu berjam-jam di dapur untuk mengolah ren­dang. Apalagi alat bahan bakar yang digunakan berupa bahan bakar gas (LPG) yang harganya terus meningkat.

Ketersediaan Bumbu Da­sar dan Bumbu Aromatik

Seperti telah dijelaskan pada poin ke-1 bahwa ada dua macam bumbu rendang yaitu bumbu dasar dan bumbu aro­matik. Bagi yang tinggal di luar negeri, menemukan bumbu aromatik tidak terlalu sulit karena rempah-rempah tersebut tersedia toko etnik china mau­pun etnik India. Namun tidak demikian halnya dengan bumbu dasar, te­rutama kelapa. Bahan jenis ini sulit ditemukan diluar negeri. Kalaupun ada kualitas­nya tidak sebaik yang tersedia di Indonesia.

Peluang

Halangan dan tantangan ibarat dua sisi mata uang. Namun dibalik setiap tan­tangan pastilah membentang peluang. Berikut peluang yang tersembunyi dibalik tantangan yang ada:

Faktor CNN

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan diberitakannya rendang oleh CNN sebagai masakan terlezat semakin meningkatkan popularitas masakan ini dikalangan au­diens internasional. Di­tinjau dari sisi komunikasi pe­ma­saran, berita CNN telah men­ciptakan brand awarness rendang di antara pasar sa­saran. Terbukanya pasar ren­­dang di manca ne­gara tentu akan mening­katkan ekspor pro­duk ini , dan di saat yang sama, melalui masakan turis ter­tarik untuk berkunjung ke Indo­nesia, khususnya ke Ranah Minang tempat rendang berasal.

Rendang Merupakan Masakan yang Unik

Keunikan rendang terletak pada rasa pedesnya yang khas serta bumbu yang meyerap sampai ke dalam daging, ditambah dengan sensasi aroma rempah-rempah yang melekat pada bumbu rendang (dadak randang bahasa Mi­nang) yang dapat me­mancing seseorang ingin mencicipinya. Rasa serta sensasi aroma yang khas ditambah dengan warna hitam keemasan mem­buat keunikan rendang se­makin menempel dibenak konsumen nasional maupun internasional.

Rendang Tahan Lama

Agar masakan rendang dapat tahan lama, maka orang Minang merendangnya sampai berwarna hitam. Kata merendang berasal dari kata dasar rendang. Bahasa Mi­nang­nya randang. Kata ran­dang kemudian di Indo­ne­sia­kan menjadi rendang. Meren­dang berarti memanaskan sesuatu di atas tungku, biasa­nya yang direndang adalah kopi atau kacang goreng, sambil tetap diaduk agar tidak hangus. Yang membuat rendang awet sampai jangka waktu berbulan bulan adalah kadar airnya hampir tidak ada akibat dipanaskan se­lama berjam-jam.

Warga Negara Indonesia yang Tinggal di Luar Negeri

Union Migrant Indonesia, atau Serikat Pekerja Migran Indonesia, mencatat per tahun

2010, tenaga kerja Indo­nesia yang bekerja di luar negeri berjumlah kurang lebih 6 juta orang yang tersebar di 42 negara. Besarnya jumlah WNI yang tinggal di luar negeri merupakan pangsa pasar potensial untuk beragam pro­duk Indonesia. Peluang rendang menjadi komoditi andalan Sumbar tentu akan lebih besar lagi, karena ren­dang me­rupakan jenis masa­kan yang menjadi top of mind bagi orang Indonesia. Lihat jejak pendapat yang di­la­kukan harian na­sional Kom­pas tang­gal 25 September 2011. Dalam jejak pendapat tersebut, lebih dari tiga pe­rempat responden me­­nyu­­kai rendang.

Pendamping Berbagai Jenis Makanan

Di Indonesia, rendang dikonsumsi sebagai lauk dalam skala terbatas. Sebagai lauk, rendang biasanya di­sandingkan dengan nasi, ketupat, atau lemang. Padahal rendang dapat disandingkan dengan berbagai jenis ma­kanan. Sebagai pelopor, Mc­Donald ,restauran cepat saji global dari Amerika telah memperkenalkan burger de­ngan isi rendang sebagai salah satu varian produknya. Tidak tanggung-tanggung, McDonald telah mendaftarkan burger rendang mereka sejak tahun 2000 ke Dirjen HAKI dengan nama McRendang. Rendang juga dapat dimakan bersama makanan barat lainnya seperti Pizza atau Sandwich, dan masakan dari timur seperti roti jala ataupun kebab. AB Susanto dalam buku Power Branding mengartikan brand sebagai sebuah janji yang diberikan oleh pemasar untuk memenuhi keinginan calon kosumen. Agar rendang se­bagai nation brand Indonesia terpatri dibenak calon kon­sumen secara kuat, maka stake holder ren­dang Indonesia harus segera memenuhi janji yang telah diucapkan.

Sing­kat­nya, calon kon­sumen ren­dang yang tinggal di manca negara harus di­mudahkan dalam membuat atau me­rasakan enaknya rendang. Tasting is believing. Layaknya secangkir kopi, bagaimana seorang bisa tahu apakah kopi itu pahit atau manis jika dia belum men­cicipinya. Dan sangat naïf dalam mem­b­angun rendang sebagai se­buah nation brand hanya mengandalkan seorang Wi­lliam Wongso sebagai duta rendang. Jika lambat me­nangkap peluang, maka untuk kesekian kalinya kita akan kembali gigit jari karena Malaysia telah lama menge­kpor rendang ke Belanda. Bak bunyi sebuah pameo: “Kerbau punya susu, sapi punya nama.”



M FUAD USMAN

Pendiri Padang Culiner Center (Social Entrepreneur)

sumber: haluan
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Festival Kuliner Randang Pandang Masak 5,2 Ton Daging
  Upin Ipin Sebenarnya dari Indonesia
  Filsafat Randang
  Protes Perabaan Payudara Calon Pramugari Indonesia
  Bahasa Indonesia Operator Jam Gadang
  Permainan Angklung Indonesia Cetak Rekor Dunia
  Sapi Diperlakukan Buruk, Australia Stop Ekspor ke Indonesia, Bagaimana TKW Kita?
Video Anjungan SumBar di Taman Mini Indonesia Indah
  Menyoal Legalisasi Ganja di Indonesia, Mungkinkah?
  Monyet Pemetik Kelapa ala Indonesia