Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
07-12-2011 11:00 AM

Rang Birugo Offline
*

  • Jan 2009
  • 583 posts
  • reputations
  • 2 thanks
    Given 19 thank(s) in 19 post(s)
Post: #1
RABAB PASISIE : Bertahan di Tengah Gempuran Musik Global
[Image: fnhdes.jpg]

Di Pesisir Selatan (Pessel) menurut data Dinas Par­i­wisata Pemuda dan Olahraga se­tem­pat, terdapat ratusan tukang rabab pasisie. Mereka ber­domisili tersebar merata ham­pir disetiap kecamatan, mulai dari daerah Siguntua Koto XI Tarusan, hingga Lunang Silaut perbatasan Pessel - Muko Muko. Selain itu adalagi tukang rabab yang me­ngem­bangkan karier diluar Pessel.

Di antara mereka ada yang menjalani profesi sebagai tukang rabab secara prof­fesional. Artinya, tukang rabab seperti itu hidup dari hasil barabab dengan mengisi acara dari satu kegiatan kekegiatan lain. Namun ada pula yang melakukannya sebagai peker­jaan sampingan atau sekedar hobi.

Banyaknya tukang rabab pasisie, menandakan tradisi rabab masih bertahan dan bahkan bisa disebut masih menjadi tuan rumah di bumi rang pasisie tersebut. Di sisi lain masyarakat Pesisir Selatan baik yang di kampung maupun perantauan masih menyukai musik ini. Artinya ada sema­cam dukungan.

Dukungan masyarkat kam­pung dan rantau diyakini sangat berhubungan dengan lestarinya rabab pasisie, lestarinya ber­bagai macam lagu dan irama rabab pasisie. Misalnya lagu anak balam, ratok sikambang, sikam­bang manih dan raun sabaliknya yang khas dan menarik semua level penikmat rabab tersebut.

Musik yang asli oleh tukang rabab dikembangkan pula lewat berbagai improvisasi, yaitu dengan memadukannya dengan suasana dan warna musik baru yang mengikuti selera kekinian. Maka tidak jarang didengar, gesekan biola diiringi gendang, diiringi, musik remik.Lantas animo generasi muda untuk mewarisi rabab. Hal ini sangat ditentukan oleh latarbelakang motivasi. Jika ditanyai motivasi tukang rabab belajar main rabab diawali dengan iseng iseng sebagai pengisi waktu senggang, tapi pada akhirnya berubah menjadi tukang rabab profesional. Konsep pewarisan tradisi musik rabab berjalan seperti itu saja dari dahulu.

Lalu bagaimana de­ngan kesejahteraan tu­kang rabab? Kita bisa lihat, betapa Raja Rabab Pasisie Pirin Asmara hampir sepanjang hayat­nya dilewatkan untuk melestarikan musik ra­bab. Hidup dan ber­aktivitas di dunia ini. Singkat kata, jika dike­lola secara baik, tukang rabab bisa hidup layak.

Selanjutnya sederetan nama-nama yang juga telah me­nembus dapur rekaman. Belum lagi jika disebut tukang ra­bab di bawah generas almarhum Pirin Asma­ra, meski belum beroleh kesem­patan untuk reka­man, namun eksistensi­nya ma­sih kelihatan dengan jelas, keberadaan­nya tetap diper­hitung­kan. Paling tidak hal itu dibuktikan dengan eksis­nya mereka mengisi berbagai acara.

Apa yang mereka lakukan tidak terlepas dari keinginan untuk bertahan hidup dengan bekerja sebagai seniman rabab pasisie. Tidak heran pula jika di Pessel menjamur gup kese­nian guna mewadahi keingi­nan insan seni rabab.

Ancaman terbesar musik rabab adalah serbuan aneka jenis musik modern. Dikhawa­tirkan ia akan menggilas musik rabab, generasi yang hidup dalam suasana modern dan mem­butuhkan sua­sana alam yang dinamis sepertinya enggan me­warisi tradisi musik rabab pasisie.

Tradisi musik rabab paria­man atau dendang pauh kini nasibnya diambang punah karena kurangnya pewaris musik tersebut, maka kekha­watiran itu juga hinggap di musik rabab pasisie. Jika tidak cepat diselamatkan tidak mustahil rabab pasisie juga mengalami nasib yang sama.

Dinas pariwisata dan ins­tansi terkait dalam pembinaan aset budaya seharusnya perlu merancang strategi agar aset ini tidak tenggelam begitu saja di tengah berkembangnya berbagai bentuk musik.

Perlu juga dilakukan pem­binaan berkesinambungan terha­dap keberadaan kelompok kelom­pok kesenian maupun individual yang aktif melangsungkan kegia­tan seni rabab.

Musik rabab pasisie sebelum terjebak ke dalam bayang-bayang kepunahan seharusnya segera melakukan pengembangan kreatif, baik yang dilakukan oleh seniman atau kreativitas nonseniman tentu saja memakai filter Minangkabau. Semoga musik rabab tetap bertahan.



Laporan : Haridman Kambang/haluan
(This post was last modified: 07-12-2011 11:00 AM by Rang Birugo.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Mantan Qoriah Jawa Tengah, Dipuji Elly Kasim
  Elly Kasim: Karya Musik Minang Harus Bisa me-Nasional
  Alat Musik Tradisional Minangkabau
  Fenomena Musik Minang
  Alat Musik Tradisional Minangkaba
  SPIRIT MUSIK RELIGIUS ISLAMI DAN SEMARAK RAMADAN
  Menu baru dari musik minang " Minang Jazz"
  Zalmon dan Revolusi Musik Minang
  CARA ORANG LUAR MENGGALI MUSIK ETNIK...
  Musik Talempong Minang Makin Berkembang