The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Profil-Urang-Awak-Emirsyah-Satar-Direktur-Utama-PT-Garuda-Indonesia): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Profil-Urang-Awak-Emirsyah-Satar-Direktur-Utama-PT-Garuda-Indonesia): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
01-24-2012 10:12 AM

langkisau Offline
*

  • Feb 2009
  • 706 posts
  • reputations
  • 9 thanks
    Given 30 thank(s) in 28 post(s)
Post: #1
Profil Urang Awak :Emirsyah Satar, Direktur Utama PT Garuda Indonesia
Kembangkan Garuda, Majukan Pariwisata

[Image: b9f0o6.jpg]
Peduli Kampung: Emirsyah Satar penyuka olahraga sepeda.

Sejak kecil, Emirsyah Satar bercita-cita menjadi seorang arsitek. Menikmati desain gedung-gedung bertingkat adalah kepuasan bagi putra Minangkabau kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 itu. Tak sekali pun terbayang di benaknya memimpin perusahaan penerbangan terbesar di nusantara.


Justru setelah menamatkan studinya pada 1985 dengan titel sarjana akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, ia terjun menjadi auditor. Bebarapa tahun kemudian, karirnya melejit dalam dunia perbankan sejak bergabung di Citibank. Hingga pada 2005, mengantarkan putra Minangkabau perpaduan Sulit-air, Solok dan Bukittinggi itu memimpin PT Garuda Indonesia.


Ibarat kacang, Emir tak lupa kulitnya. Melihat potensi Sumatera Barat, tanah leluhurnya yang begitu besar, pria 59 tahun ini pun menggagas iven Tour de Maninjau. Pada iven perdana Garuda Funbike Tour de Maninjau, Emirsyah membuka gagasannya soal pengembangan pariwisata Sumbar kepada wartawan Padang Ekspres Heri Faisal di Lawang Park, Kecamatan Matur, Sabtu (21/1). Berikut petikan wawancaranya.


Anda tampak menikmati sekali iven ini. Apa yang Anda rasakan ?
Ya, saya betul-betul menikmati. Tadi saya nekad terus mengayuh sepeda. Capeknya sepadan dengan kepuasan hati. Maninjau betul-betul indah, panorama alamnya sangat natural dan sayang untuk dilewatkan begitu saja.


Sejak kapan Anda menyukai sepeda ?
Tiga tahun terakhir. Saya suka bersepeda santai, sambil menikmati pemandangan alam di sekitar kita. Kami sudah buat iven seperti ini di Merapi, Bali, Toba, dan sekarang di Maninjau. Saya ingin tunjukkan Garuda Indonesia menjadi perusahaan yang mendukung pariwisata.


Bagaimana awalnya Anda memiliki gagasan menggelar iven Tour de Maninjau ?
Kami di Garuda memiliki Garuda Group Cycling Community (G2C2) anggotanya karyawan Garuda. Kami ingin anggota ini terus kompak dan silaturahmi terjalin dalam kegiatan bermanfaat, tidak terbatas grup. Makanya, kami gelar sepeda funbike di lokasi-lokasi pariwisata yang belum tergarap maksimal. Selain itu, CSR (Corporate Social Responsibility) Garuda juga diarahkan mendukung usaha-usaha kreatif masyarakat setempat.


Tour de Maninjau (TdM) seperti Tour de Singkarak (TdM) saja. Anda ingin buat iven tandingan?
Ha ha ha. Tour de Singkarak digagas pak Sapta Nirwandar sekarang jadi wakil menteri. Saya gagas ini bukan untuk menaikkan popularitas saya. Saya ingin kami memberikan sumbangsih terhadap dunia pariwisata.


Kalau pun akhirnya di Sumbar ada TdS dan TdM, itu bukan berarti iven tandingan. TdS iven internasional untuk pebalap profesional. Saya sudah katakan sama Pak Wagub (Muslim Kasim, red) iven ini jangan hanya digelar perdana dan untuk terakhir kali. Saya ingin TdM menjadi iven penyuka sepeda dengan mengedepankan venue pariwisata dan kebudayaan masyarakat. Garuda siap menggelarnya tiap tahun.


Harapan Anda terhadap iven TdM ?
Sekali lagi, kami sudah mulai. Iven ini jangan sampai berhenti di sini saja. Minimal setahun sekali kita adakan. Kalau sekarang dengan persiapan hanya tiga bulan, bisa sesukses ini. Saya yakin tahun depan, lebih banyak wisman tertarik. (padangekspres)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Banyak Generasi Muda Indonesia Tak Tahu PDRI
  Rohis se-Indonesia Protes Keras
  CONTOH BID’AH DAN KHURAFAT DI INDONESIA
  Meng-Indonesia-kan Bahasa Daerah (Minang)
  Tradisi Urang Minang Menyambut Ramadhan
  PENYULUHAN DAN SOSIALISASI ADAT MINANGKABAU MENJADI PERAN UTAMA BAGI NINIK MAMAK DAN
  Nenek Moyang Madagaskar, Orang Indonesia
  Rendang Padang Wakili Indonesia Festival Kuliner di Jerman
  Laut Sumbar Penghasil Tuna Terbesar di Indonesia
  Cemooh dan Rendahnya Kemampuan Berbahasa Asing Urang Minang