The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Profil-Kabupaten-Pesisir-Selatan): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Profil-Kabupaten-Pesisir-Selatan): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
06-20-2011 12:37 PM

barebehtebeh Offline
*

  • Jan 2009
  • 570 posts
  • reputations
  • 4 thanks
    Given 33 thank(s) in 29 post(s)
Post: #1
Profil Kabupaten Pesisir Selatan
[Image: 2707100006_selayang-pandang.jpg]

Kabupaten Pesisir Selatan merupakan salah satu dari 19 kabupaten / kota di Propinsi Sumatra Barat, dengan luas wilayah 5.749,89 Km2. Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan terletak di bagian selatan Propinsi SumatraBarat, memanjang dari utara ke selatan dengan Panjang garis pantai 234 Km.

Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah timur dengan Kabupaten Solok dan Propinsi Jambi, sebetah selatan dengan Propinsi Bengkutu dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia.

Penduduk Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2008 berjumlah 433.181 jiwa (213.462 jiwa laki-laki dan 219.719 jiwa perempuan). Terdiri dengan jumlah KK 97.978 dan 30.649KK adalah penduduk miskin (50%). Dibandingkan pada tahun 2007 jumlah KK miskin di Kab. Pesisir Selatan tahun 2008 terjadi penurunan sebesar 16 %. Dengan laju Pertembuhan penduduk sebesar 1,29 % pertahun. Wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas 12 kecamatan dan 76 nagari. Sebagian besar penduduk Pesisir Selatan bergantung pada sektor pertanian tanaman pangan, perikanan dan perdagangan. Sementara sumber daya potensial lainnya adalah pertambangan, perkebunan dan pariwisata.

Sektor perkebunan terutama perkebunan sawit mulai berkembang pesat sejak sepuluh tahun terakhir, yang berlokasi di Kecamatan Pancung Soal, Basa Ampek Balai dan Lunang Silaut. Melibatkan beberapa investor nasional dengan pola perkebunan inti dan plasma. Sebuah industri pengola minyak sawit CPO kini sudah berdiri di Kec. Pancung Soal, dengan kapasitas produksi sebesar 4.000 ton per hari.

Pesisir Selatan memiliki panorama alam yang cukup cantik dan mempesona. Kawasan Mandeh misalnya, sekarang kawasan wisata ini oleh pemerintah pusat masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) mewakili kawasan barat Indonesia.

Kawasan wisata potensial lainnya adalah Jembatan Akar, Water Pall Bayang Sani, Cerocok Beach Painan, Bukit Langkisau, Nyiur Melambai serta sejumlah objek wisata sejarah, seperti Pulau Cingkuak (Cengco), Peninggalan Kerajaan Inderapura dan Rumah Gadang Mandeh Rubiah Lunang.

Bila semua potensi pariwisata Pesisir Selatan tersebut dapat dikelola secara profesional tentu akan jadi sumber PAD andalan daerah di masa mendatang. Untuk itu pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan membuka diri selebar lebarnya kepada investor yang berminat menanamkan modalnya di daerah ini.

Semarak Langkisau di Pessel

Oleh: Antara


Pernah mendengar nama Pessel? Atau Langkisau? Pessel adalah singkatan sebuah nama kabupaten di Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Pesisir Selatan.

Besok, Sabtu (9/8), kabupaten ini menggelar hajatan wisata yaitu Festival Langkisau. Festival yang akan berlangsung sampai 16 Agustus ini merupakan satu pesta kesenian rakyat yang bertujuan mengenalkan keindahan alam, seni dan budaya di Kabupaten Pessel.

Sedikitnya 40.000 wisatawan domestik dan mancanegara ditargetkan berkunjung pada pagelaran festival ini. "Kita targetkan sebanyak 40 ribu wisatawan berkunjung selama berlangsungnya Festival Langkisau tersebut," kata Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Pessel, Yunasri, di Painan, Jumat (8/8).

Festival tahunan tersebut direncanakan dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga RI. Pada festival tersebut akan disajikan sejumlah kegiatan olahraga di antaranya paralayang, renang samudera, selaju sampan, lomba mancing, pameran serta pagelaran seni budaya asal 37 nagari di Pessel, seperti rabab pasisia, lomba gasing, lukah gilo dan randai.

Dia optimistis Festival Langkisau tersebut akan mampu menarik minat wisatawan datang berkunjung, karena kini kabupaten yang terletak di pesisir pantai Sumatera Barat itu juga sudah menjadi tujuan wisata unggulan.

Menurut dia, satu kendala pengembangan pariwisata di Pessel itu, yakni ketersediaan infrastruktur pendukung seperti hotel. "Persoalan kita selama ini jika pengunjung banyak hotel justru kurang," katanya.

Khusus Kota Painan terdapat lima unit hotel kelas melati. Pemkab Pessel kini sudah mengupayakan ketersediaan hotel dan "homestay" sebanyak tiga unit guna mendukung pengembangan pariwisata itu.

Kabupaten satu daerah tujuan wisata unggulan di Sumbar, terdapat sejumlah objek wisata yang menarik di antaranya kawasan wisata Mandeh, Bukit Langkisau, Pantai Carocok, dan Jembatan Aka..

Indahnya Pesisir Selatan

Oleh: JUNISMAN, SH


Indahnya Pesisir Selatan: Pesisir Selatan sangat kaya potensi wisata. Garis pantai yang panjang menghidangkan keindahan yang nyaris tiada duanya di dunia. Lautan luas..Â

Pesisir Selatan sangat kaya potensi wisata. Garis pantai yang panjang menghidangkan keindahan yang nyaris tiada duanya di dunia. Lautan luas yang dimiliki, menyuguhkan pulau-pulau kecil yang menyimpan keindahan tiadatara. Riak-riak ombak yang tidak henti bernyanyi menghampiri landai pantai. Pokoknya keindahan itu tidak akan mengecewakan, bahkan kebetahanpun akan muncul bagi setiap pengunjungnya bila tempat itu dikelola dengan apik (baik) sebagai objek wisata.

Semua itu, selama ini bukan tidak pernah dikunjungi Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Nusantara (Wisnu), tetapi angkanya baru sekedar pelepas tanya. Kunjungan wisata masih berskala kecil,.belum bisa menghidupkan ekonomi masyarakat. Kontribusi terhadap masyarakat setempat belum begitu nyata. Mengapa itu terjadi ? banyak hal yang membuat begitu, mulai dari masih minimnya sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki, sampai pada belum optimalnya promosi.

Jika dilihat dari kunjungan wisata kedaerah ini, meski terjadi peningkatan dari tahun ketahunnya, namun angka itu masih terbilang kecil. Sehingga pengembangan wisata di Kabupaten ini masih terbilang slow (lambat). Sejak beberapa tahun terakhir pergeseran angkanya ketangga naik sudah mulai agak besar. Sesuai data Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kabupaten setempat, tahun 2007, kunjungan wisata baik Nusantara ataupun Mancanegara sebanyak 51.116 jiwa, naik dari tahun sebelumnya (2006) yang hanya 30.246 jiwa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan angkanya masih jauh dari potensi yang dimiliki.

Mengingat hal itu, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata Seni dan Budaya sejak awal tahun ini tengah gencar-gencar menjual potensi yang dimiliki tersebut keberbagai penjuru. Berbagai media sampai pada guide difasilitasi untuk mempromosikan pariwisata didaerah itu. Hampir setiap hari Dinas tersebut dengan Bidang promosi di dinasnya menjalani hari-harinya dengan berbagai kegiatan Pariwisata.

Mereka seakan tidak pernah lagi mengenal waktu senggang atau istirahat dari kegiatan. Hanya saja kegiatan itu belum banyak mengarah pada fisik atau infrastruktur penunjang pariwisata, semuanya lebih terprogram pada promosi. Misalkan, atraksi dan ivent-ivent penting lainnya seringkali diadakan. Tidak saja di Kabupaten itu, sampai keluar daerah terus diikuti. Ini tidak lain demi pencapaian target kunjungan.

Belum lama ini promosi melalaui tayangan Televisi (TV), kemudian dalam waktu yang belum lama juga, paling tidak tahun 2008 lalu telah hadir lagi sejumlah guide se Sumatera ke kabupaten ini, juga dalam rangka memprosikan Pariwisata di daerah itu. Dari kunjungan para Guide itu diharapkan mampu mengangkat taraf kunjungan wisata Pesisir Selatan kedepannya dengan promosi wisata yang akan dilakukan kemata calon Wisman.

Dengan terjadinya peningkatan kunjungan wisata diharapkan berdampak posistif pada perekonomian masyarakat Kabupaten itu, sesuai dengan tujuannya untuk mempromosikan Pariwisata daerah itu ke Mancanegara demi peningkatan angka kunjungan wisata.

Banyak kalangan dari masyarakat Pesisir Selatan mengatakan, kedatangan guide itu sangat baik demi majunya Pariwisata di daerah ini. Jika perlu jalin hubungan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait dengan Guide itu. Tidak ada ruginya, memberikan reward (bonus) kepada mereka (guide) yang berhasil menarik kunjungan wisata terbanyak ke daerah ini. Bertambahnya angka kunjungan wisata ke Pesisir Selatan merupakan sebagian dari hasil usaha mereka dalam mempromosikan Pariwisata daerah ini ke mata dunia. Maka itu, pantas saja diberikan bonus kepada mereka yang berjasa.

Potensi wisata yang dimiliki Pesisir Selatan memang sangat luas dan melimpah. Namun selama ini belum terkelola secara professional. Karena, selain belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk pemancing kunjungan wisata, tenaga handal yang diharapkan untuk memacu perkembangan pariwisata itu juga belum dimiliki Kabupaten tersebut. Objek wisata alam dan bahari yang sangat berpotensi untuk dikembangkan, hanya mengendap, tidak kunjung maju dan perkembangannyapun belum terlihat. Meski ada, namun belum begitu dahsyat.

Perkembangan Pariwisata Pesisir Selatan berjalan, tapi slow (lambat). Ini dapat dilihat pada akses Pariwisata yang masih terbatas. Infrastruktur penunjang Pariwisata yang dimiliki Kabupaten ini masih belum memadai. Sehingga pengunjung wisata belum merasakan adanya ketenangan. Sedangkan konsep promosi dari dinas terkait selama ini juga masih belum menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini. Maka itu untuk memperlaju jalan tersebut, semuanya terlebih dahulu harus dibenahi. Dinas Pariwisata kedepannya agar melakukan grand designs. Tradisi daerah harus ditampilkan dan nyali harus diperkuat.

Kesenian-kesenian tradisional juga tidak kalah daya tariknya bagi wisatawan untuk berkunjung kedaerah wisata. Selama ini, hal tersebut juga nyaris tertinggalkan sehingga tidak muncul dipermukaan. Ini juga harus dibangkitkan dan digalakkan kembali, seperti Rabab Pasisie, lukah gilo dan kesenian tradisional Pessel lainnya.*

Bupati Pesisir Selatan

Drs. Nasrul Abit, MBA

sumber : http://www.pesisirselatan.go.id/index.ph...rofil&id=2

dek indak mangko coiko
(This post was last modified: 06-20-2011 12:42 PM by barebehtebeh.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Pembentukan Kabupaten Pasaman