The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Penanganan-Sampah-Padang-Operasikan-Bank-Sampah): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Penanganan-Sampah-Padang-Operasikan-Bank-Sampah): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
02-28-2011 12:01 PM

saluakbalango Offline
*

  • Jan 2009
  • 375 posts
  • reputations
  • 1 thanks
    Given 20 thank(s) in 18 post(s)
Post: #1
Penanganan Sampah : Padang Operasikan Bank Sampah
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedal) Kota Padang melakukan inovasi dalam penanganan masalah sampah, yakni dengan mendirikan bank sampah.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Padang Indang Dewata, di Padang, Senin (28/2), mengatakan, pihaknya akan merintis pendirian bank sampah percontohan di salah satu kompleks perumahan di Kecamatan Lubuak Bagaluang, Kota Padang.

"Bank sampah percontohan ini ditargetkan bisa menjadi model untuk mendirikan bank sampah lainnya di Kota Padang," katanya.

Menurutnya, pendirian bank sampah percontohan tersebut akan dicanangkan Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta di Kompleks Perumahan Dangau Teduh, Kecamatan Lubuak Bagaluang, Kota Padang, pada 28 Februari 2011. Kegiatan itu terkait dengan peringatan Hari Sampah Nasional 21 Februari.

Indang mengatakan, Menteri Lingkungan Hidup akan meletakkan batu pertama pendirian bank sampah percontohan senilai Rp20 juta itu, sebagai bagian dari kepedulian PT Semen Padang terhadap lingkungan.

"Menteri Lingkungan Hidup akan menghadiri sekaligus meletakkan batu pertama pendirian bank sampah percontohan di Kota Padang," katanya.

Menurut Indang, selain peringatan Hari Sampah Nasional, pendirian bank sampah tersebut terfokus pada pengendalian dampak lingkungan, mengingat volume sampah di Kota Padang terus meningkat.

Ia menambahkan, produksi sampah di Padang saat ini mencapai 500 ton per hari, sementara hanya 60-70 persennya yang bisa dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir.

"Diperkirakan tempat pembuangan sampah akhir di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, hanya mampu menampung sampah untuk 10 hingga 15 tahun lagi," katanya. Kondisi tersebut, kata dia cukup mengkhawatirkan bagi Kota Padang.

Oleh karena itu, pihaknya menanggulangi sampah dari masyarakat Padang melalui bank sampah tersebut.

Ia menjelaskan bank sampah itu merupakan suatu upaya pemberdayaan masyarakat di lingkungan terkecil (RT) hingga ke tingkat kelurahan dalam memanfaatkan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.

"Struktur manajemennya juga berasal dari masyarakat sekitar. Nantinya, bank sampah akan mengganti sampah anorganik milik masyarakat yang telah dipilah dengan nilai Rp6 ribu sampai Rp8 ribu per kilogram untuk sampah kualitas bagus, Rp4 ribu sampai Rp6 ribu per kilogram sampah kualitas sedang, dan sampah kualitas rendah akan dihargai di bawah Rp4 ribu per kilogram.

"Sampah bukan limbah yang tidak memiliki nilai sama sekali, sampah justru menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat apabila diolah menjadi produk-produk bermanfaat," katanya.

Menurut dia, Bapedalda Kota Padang juga akan memberikan pelatihan pengolahan limbah anorganik kepada masyarakat, sehingga menjadi produk bernilai ekonomis, dengan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle).

"Sedangkan untuk sampah organik akan diolah warga masyarakat menjadi pupuk kompos," katanya.

Bapedalda juga akan bekerja sama dengan perusahaan retail yang ada di Padang untuk memanfaatkan hasil produk olahan sampah anorganik itu, seperti memanfaatkan produk olahan bank sampah sebagai `souvenir` atau untuk kantong barang belanjaan atau yang dibawa pembeli dari suatu toko maupun pasar. [Gatra, Ant]
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Ungkapan-Ungkapan Larangan di Kanagarian Padang Alai Kecamatan V Koto Kampung Dalam,
  Belajarlah Pada Orang Padang Dalam Mengatur Keuangan
  Nasib Pelayan Nasi Padang Tidak Terima Gaji Apalagi THR
  Baju Batik Bola Hadir di Padang
  Cina Padang: Pintar Bahasa Minang, Tidak Tahu Bahasa Cina
  Awan Unik di Padang, Gempa di Sukabumi
  Fenomena Kota Padang: Kota Bengkuang Tinggal Kenangan
  DI JORONG PADANG BALIMBIANG : Ada Ayam Berkaki Tiga
  Awas! Rendang Padang Malaysia Mengancam
  Sejarah Logo PT Semen Padang