PADANG, HALUAN-
Kondisi Pelabuhan Muaro sangat memprihatinkan. Terjadi pendakalan akibat banyak bangkai kapal yang tidak diangkat.
“Walaupun pada tahun 2011 telah dilakukan pengerukan, namun kembali terjadi pendangkalan,”kata Zamri, salah seorang warga Seberang Penggalang, Rabu (18/1).
Menurutnya, kondisi Pelabuhan Muaro memprihatinkan mulai terasa di mana banyaknya bangkai-bangkai kapal tidak diangkat pemilik. “Sepanjang kawasan Pelabuhan Muaro tampaknya menjadi kuburan kapal sehingga terjadi pendangkalan sedimen,” katanya.
Diperkirakan puluhan bangkai kapal yang sudah terbenam, dan sekitar 13 kapal rusak tidak layak operasi berada di sepanjang pelabuhanan. “Kapal tidak layak operasi tersebut sengaja ditinggalkan pemilik menjelang diperbaiki,”katanya.
Hal senada juga dikatakan Udin salah seorang nelayan. Menurutnya, bangkai kapal yang rusak sangat menganggu pelayaran ,dan kegiatan mencari ikan para nelayan. “Tidak itu saja, bangkai-bangkai kapal tersebut juga membuat sempit, dan dangkalnya pelabuhan,” katanya.
Di samping banyaknya bangkai kapal, dermaga Pelabuhan Muaro juga kondisinya sangat parah. “Dermaga sudah banyak berlobang, dan ini membahayakan bagi para penumpang kapal,”tuturnya.
Tempat terpisah, Walikota Padang, Fauzi Bahar mengatakan, pihaknya berencana mengangkat bangkai kapal itu. “Pemilik kapal agar segera memperbaki kapal yang rusak, sehingga tidak mengganggu aktivitas pelayaran,” ujarnya.
Dia menambahkan, bagi pemilik kapal tidak mau memperbaiki kapal rusak akan diberikan denda. “Bagi pemilik kapal yang tidak mau peduli dengan bangkai-bangkai kapalnya akan didenda, karena telah melakukan pencemaran lingkungan,”katanya.
Dia menghimbau, masyarakat agar tidak membungan sampah ke pelabuhan itu. Sebab, hal ini membuat pelabuhan menjadi kotor. (h/wan/ant}