Kota Padang tidak lagi aman bagi para warganya, juga bagi para wisatawan. Kasus jambret hampir tiap hari terjadi di ibukota provinsi Sumbar. Setiap hari setidaknya tiga kasus terjadi. Setelah seorang guru menjadi korban dan meninggal, pada Jumat (3/8) lalu, seperti diberitakan Singgalang edisi Sabtu (4/8) seorang mahasiswi baru Unand, Idriza Khairani dijambret kawanan pejambret bermotor saat menggunakan ojek menuju kampusnya.
Akibat aksi jambret mahasiswi berusia 17 tahun yang diterima di jurusan Sastra Jepang angkatan 2012 itu terjatuh dari ojek dan mengalami pendarahan hebat di kepalanya, ia terpaksa dirawat di RS M. Djamil Padang.
Dua kasus jambret lainnya juga terjadi di kawasan perempatan lampu merah Adabiah Padang Timur, Jumat (3/8) sekitar pukul 12.50 WIB. Korban yakni seorang ibu rumah tangga Ratna Rita (48) warga Perumahan Rahaka Griya Permai I Blok I Lubuk Buaya Padang.
Dari Kejaksaan, wartawan Singgalang melaporkan, seorang pegawai Kejati Sumbar di sana juga kena jambret di depan Taman Budaya Sumbar, Kamis lalu.
Tidak hanya di Kota Padang, sejumlah kasus jambret juga telah menghiasi wajah Kota Wisata Bukittinggi, belum lama ini.
Dengan adanya kasus tersebut, tentu masyarakat tidak merasakana aman dan nyaman saat berada di keramaian, seperti terminal, angkot, bus, jalan, pasar.
Kita berharap, dengan kasus itu pihak kepolisian diharapkan sangat dapat meningkatkan keamananan, dengan cara melakukan patroli, bahkan razia di tempat-tempat yang diduga sebagai sarang jambret maupun pencompet.
Jika perlu polisi harus patroli 24 jam di daerah dianggap rawan kejahatan. Jika patroli dilakukan 24 jam, itu akan bisa mengurangi niat seseorang untuk melakukan kejahatan. Supaya ada efek jera, mereka harus dibekuk dan dikenakan hukuman yang settimpal.
Kepada masyarakat pun kita berharap, mereka lebih hati-hati atas kemungkinan akan terjadinya kejahatan. Jika perlu, tidak menggunakan perhiasan yang akan menggoda kawanan penjambret.
Kepada para korban juga diharapkan segera melapor kan kejadiannya ke pihak kepolisian, dengan harapan kasusnya dapat diungkap. Jika tidak, maka mereka akan makin merajalela dalam menjalankan aksinya.
Kita juga berharap pihak kepolisian lebih serius dalam mengusut kasus pejambretan hingga ke akar-akarnya, sehingga akan tercipta daerah yang aman dan nyaman bagi masyarakat setempat, jika tidak maka Kota Padang akan mendapat julukan sebagai kota yang tidak aman!
sumber : singgalang