Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
07-04-2012 12:51 PM

palala Offline
*

  • Dec 2008
  • 817 posts
  • reputations
  • 7 thanks
    Given 36 thank(s) in 33 post(s)
Post: #1
Mitos Daerah Sumatera Barat – Minang Kabau
1. Pengertian Mitos

Mitos adalah satu cerita, pendapat atau anggapan dalam sebuah kebudayaan
yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu perkara yang pernah
berlaku pada suatu masa dahulu, yang kebenarannya belum tentu benar
adanya (Harry Lubis, 2009). Mitos, mungkin sama tuanya dengan bahasa itu
sendiri. Beberapa mitos dapat bertahan karena memberikan nasehat yang
sesuai dengan pengalaman sehari-hari. Namun, banyak mitos, yang meluas
salah satunya adalah mitos sekitar kehamilan dan melahirkan, yang
terbukti salah atau tidak efektif sesuai dengan kemajuan kedokteran dan
teknologi.

2. Mitos Daerah Sumatera Barat – Minangkabau

Palasik, Bagian dari Kekayaan Mitos dan Mistis di Minangkabau

Apakah anda pernah mendengar istilah ” Palasik ” ? Bagi anda yang
berasal dari daerah Sumatera Barat tentu sudah akrab dengan istilah ini.
Tapi bagi anda yang bukan berasal dari Minangkabau, palasik merupakan
istilah yang mungkin asing bagi anda.

Diantara kisah-kisah mistis di Minangkabau seperti gasiang tangkurak,
cindaku, sijundai, urang bunian dan lain lain, palasik adalah mitos dan
mistis yang masih top sampai sekarang. Menurut cerita yang berkembang
secara turun temurun di Minangkabau, palasik adalah orang yang memiliki
ilmu hitam tingkat tinggi dan dengan ilmunya ini palasik dipercaya dapat
menghisap darah anak-anak, balita bahkan janin yang berada di dalam
kandungan. Makanya banyak ibu-ibu di Minangkabau yang merasa takut untuk
membawa keluar rumah bayi atau balitanya dan jika memang mendesak
biasanya ibu-ibu memasang jimat penangkal pada salah satu bagian tubuh
anaknya.

Saya terinspirasi menulis tentang palasik ini adalah karena selama saya
berada di kampung ( Padang dan Bukittinggi ), orang-orang tua selalu
mengingatkan saya agar hati-hati jika ingin membawa anak saya yang
berumur 14 bulan untuk keluar rumah. Jika ingin membawa ke tempat
keramaian seperti pasar atau pusat perbelanjaan, acara resepsi
pernikahan,hendak lah membawa sambua. Sambua adalah istilah untuk jimat
penangkal dan biasanya sambua di dapat dari orang pintar. Menurut para
orang tua, bisa jadi palasik ada di antara orang-orang banyak ini. Saya
sebagai anak hanya menuruti nasehat mereka saja. Jujur saja, sebetulnya
saya percaya tidak percaya dengan keberadaan palasik ini.

Ilmu palasik diyakini sebagai ilmu yang menurun dalam sebuah
keluarga. Jika orang tuanya palasik, maka otomatis anaknya juga palasik
dengan syarat harus menjalankan sebuah ritual terlebih dahulu. Konon
menurut cerita, di masa lampau orang yang memiliki ilmu palasik harus
menikah dengan palasik juga, dan mereka terasing hidup dalam komunitas
tersendiri. Tapi pada masa sekarang palasik sukar untuk dikenali
sehingga mereka bebas hidup dalam masyarakat.

Terdapat 3 spesialisasi jenis palasik. Pertama, palasik spesialis
ibu-ibu hamil, palasik ini memakan bayi yang masih berada di dalam
kandungan sehingga bayi yang lahir tanpa ubun-ubun bahkan meninggal
dunia. Kedua, palasik spesialis bayi dan anak anak balita, palasik ini
menghisap darah bayi dan anak-anak. Jika tidak segera tahu dan segera di
obati maka si bayi akan sakit-sakitan bahkan sampai meninggal dunia.
Ketiga, palasik spesialis makan bayi yang sudah di kubur. Ada juga
istilah palasik kuduang, palasik yang memutus kepala dari badannya dalam
mempraktekkan ilmu hitamnya. Kuduang dalam bahasa minang berarti potong
atau putus.

Cara palasik mengaplikasikan ilmunya adalah dengan menghisap darah
melalui ujung jempol kaki mangsanya, menyapa mangsa atau dapat juga
dengan menatap dalam-dalam mangsanya. Jika seorang palasik berhasil
melakukan aksinya, maka si anak yang jadi mangsanya akan mengalami panas
tinggi, kejang-kejang, muntah, diare yang berkepanjangan dan mata yang
selalu mengeluarkan kotoran. Apabila tidak segera di obati ke orang
pintar maka bisa berakibat fatal, si anak bisa meninggal dunia.

Tak dapat dipungkiri masyarakat Minangkabau meyakini adanya
keberadaan palasik. Sehingga kebanyakan ibu-ibu hamil, bayi yang baru
lahir dan balita selalu menyertakan jimat penangkal di tubuh mereka agar
terhindar dari bahaya palasik.

Nyata atau tidak palasik merupakan bagian dari kekayaan mitos dan mistis
yang dimiliki negeri kita ini. Berserah diri dan berlindung kepada-Nya
merupakan jalan terbaik agar terhindar dari segala marabahaya.

Sumber :

1. http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/456...om_d-i.pdf

2. : http://sosbud.kompasiana.com/2011/09/16/...nangkabau/
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Sekilas tentang “Gunung Merapi” Sumatera Barat : Legenda Nenek Moyang Orang Minang
Rainbow Lembah Anai Sumatera Barat dalam Legenda
  Asal Usul Nama Gunung Pangilun Yang Berada Di Kota Padang Sumatera Barat
  Misteri Orang Pendek Sumatera
  Sabai Nan Aluih refleksi Perempuan Minang Sebenarnya
  Mitos Obat Panau dan Bundo Kanduang Mengirab
  Tentang “Gunung Merapi” Sumatera Barat : Legenda Nenek Moyang Orang Minangkabau
  Mitos Enteng Jodoh di Jembatan Akar Painan