Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
10-11-2012 10:03 AM

uwan Offline
*

  • Jan 2009
  • 1.496 posts
  • reputations
  • 12 thanks
    Given 75 thank(s) in 62 post(s)
Post: #1
Menapaktilasi Jejak Sejarah Silek Kumango
TANAH DATAR – Berdasarkan catatan
Kahar Syamsuddin yang bersumber dari orangtuanya dan Angku Gadang Syech
Muhammad Dali diketahui, silek kumango tidaklah tiba-tiba saja ada,
melainkan dirancang dan diramu sehingga tumbuh menjadi sebuah aliran
yang berdiri sendiri.
[Image: rangkiang-300x225.jpg]RANGKIANG DAN RUMAH GADANG

Sebenarnya, silek kumango menjadi bagian tak terpisahkan dari
silat-silat klasik yang ada di Minangkabau, semisal Lintau, Pauah,
Maninjau, Balubus, dan Pariaman. Berdasarkan sejarahnya, silek kumango
dirancang dan diramu oleh seorang ulama terkemuka, Syech Abdul Rahman
Al-Khalidi yang kerap disapa Baliau Kumango. Syech dilahirkan pada tahun
1850 di Kampuang Jambak, Nagari Kumango.

Referensi yang ada menyebutkan, Beliau Kumango pergi menuntut ilmu silat
ke Lintau ketika masih berusia 25 tahun. Namun setelah tiga bulan
berguru di sana, beliau tidak puas lantaran tidak diberi kesempatan
untuk berlatih dalam arti sesungguhnya. Posisinya tak lebih dari seorang
penonton dan membantu Datuk Guru Silat setempat.

Lewat petunjuk dari mimpi, akhirnya Beliau Kumango bisa belajar silat
kepada seorang guru yang kemudian dikenal sebagai guru besar persilatan.
Beliau Kumango juga diajari ilmu tasawuf yang membawanya menguasai
secara penuh ilmu suluk dan tarekat. Ilmu silat inilah yang kemudian
dikenal dengan silek kumango.

Beliau Kumango tidak hanya mengembangkan ilmu silatnya di Kumango,
tetapi juga sampai ke Pasar Gadang Padang. Sesuai dengan karakter
dasarnya sebagai seorang sufi yang gemar menyampaikan dakwah dan
melakukan perjalanan jauh, silek kumango juga beliau ajarkan sampai ke
Tanah Deli, Tapanuli, Aceh, Indrapura (Pessel), Negeri Sembilan dan
negara-negara lain yang beliau lalui saat ke Mekkah dengan berjalan
kaki.

Mulanya yang boleh belajar silek kumango hanya terbatas pada keluarga
kerabat beliau semata, termasuk murid-murid suluknya. Salah seorang dari
muridnya itu bernama Muhammad Kodim yang kemudian populer dengan
sebutan Syeh Muhammad Kodim Belubus alias Baliau Balubuih. Murid syech
ini yang terkenal Syech Baringin yang bermukim di Tebing Tinggi, Sumatra
Utara.

Sejak 1910, silek kumango telah berkembang pesat. Hampir seluruh anak
nagari di Kumango mempelajari aliran silat ini. Aliran silek kumango pun
terus berkembang, baik dilakukan oleh murid-muridnya langsung maupun
murid dari muridnya ke berbagai kota di dunia.

Kini, asal bicara tentang persilatan di belahan dunia mana pun, orang
takkan bisa melupakan silek kumango yang sudah termasyhur itu.

(musriadi musanif/singgalang)

jariah manantang buliah
(This post was last modified: 10-11-2012 10:04 AM by uwan.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Sejarah Nagari Air Bangis
  Sejarah Nama Minangkabau
  Ini Sejarah Tabuik Pariaman
  Sejarah Singkat Pembentukan Kabupaten Pasaman
  Mengingat Kembali Sejarah Penyerangan Pasar Bandar Buat
  Meniti Sejarah Songket Silungkang
  SEJARAH KOTA PADANG
  Rusli Amran, Penyelamat Sejarah Ranah Minang (1922-1996)
  Sejarah Suku Minang
  Sesobek Kecil Sejarah : Upik Hitam dari Kaki Singgalang