Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
08-13-2012 06:24 AM

pinukuik Offline
*

  • Dec 2008
  • 668 posts
  • 1
Post: #1
Maskapai Tambah Penerbangan
ANTISIPASI ARUS PENUMPANG, BIM SIAP 24 JAM

Banyaknya rang awak pulang kampung Lebaran tahun ini, “mamaksa”
maskapai menambah jadwal penerbangannya. BIM pun beroperasi 24 jam.
Tuslah tak diberlakukan. Maskapai panen raya?





PADANG, HALUAN — Ting­­kat kedatangan pemudik di
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diper­kirakan meningkat selama
Lebaran 2012 ini. Sebagai langkah antisipasi, seluruh maskapai menambah
jadwal penerbangan dengan total 33 extra flight yang dimulai sejak H-7 hingga H+7. Penambahan jadwal penerbangan ini meru­pakan yang terbanyak di Tanah Air.





Pengelola bandara sendiri juga siap memberikan pela­yanan terbaik
dengan du­kungan SDM teknis dan operasional eksisting yang siap bertugas
24 jam, termasuk permintaan perpanjangan jam operasi penerbangan untuk
pener­bangan malam hari. BIM juga membuka Posko Monitoring Ang­kutan
Lebaran.

Demikian antara lain disam­paikan General Manager PT Angka­sa Pura II
Cabang BIM, Agus Kemal Pramayudha saat Ketua DPD RI Irman Gusman yang
didam­pingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumbar
Muslim, kepala Dinas Perhubungan Sumbar Mudrika dan pejabat lainnya
meninjau persiapan BIM menyambut arus mudik Leba­ran lewat BIM, Minggu
(12/9).

Dua maskapai, masing-masing Garuda Indonesia dan Lion Air mendominasi penambahan jadwal penerbangan ini masing-masing 13 extra flight oleh Garuda Indonesia dan 14 extra flight oleh Lion Air, terutama rute Padang-Jakarta dan sebaliknya. Sisanya dilayani mas­k­apai penerbangan lain.

“Dari data yang ada pada kita, seluruh maskapai penerbangan menambah
jadwal penerbangannya ke Kota Padang dari Jakarta. Penambahan jadwal ini
didominasi Garuda Indonesia dan Lion Air,” katanya.

Sementara lonjakan penumpang di BIM diperkirakan baru akan terjadi
pada H-3 atau Kamis (16/8). Sebab hingga hari ini Minggu (12/8), tingkat
kedatangan penum­pang masih normal. Tidak ada penumpukan penumpang baik
di ruang kedatangan maupun di ruang keberangkatan.

Tak Ada Tuslah

Untuk harga tiket, tidak ada tuslah. Ketentuan tiket pengacu pada
tarif angkutan udara sesuai Kepmen Perhubungan KM No.26 tahun 2010,
masing-masing Garuda rute Padang-Jakarta tarif tertinggi Rp1,5 juta,
Lion Air rute Padang-Jakarta tarif tertinggi Rp1,2 juta dan Padang-Medan
Rp877 ribu.

Sriwijaya Air yang melayani rute Padang-Jakarta tarif tertingginya
Rp1,29 juta, Padang-Medan Rp928 ribu dan Padang-Batam Rp809 ribu.
Batavia Air yang melayani rute Padang-Jakarta tarif tertingginya Rp1,29
juta dan untuk rute Padang-Batam dengan tarif tertinggi Rp809 ribu.
Tarif yang ditetapkan ini tidak termasuk pajak dan asuransi.

Menurut Irwan, pelayanan angkutan udara di BIM dilayani 8 maskapai
penerbangan, termasuk internasional dan penerbangan perintis, yaitu
Garudam Lion Air, Batavia, Sriwijaya, Royal Pasifik Air, Air Asia, NBA
dan Susi Air. AirAsia melayani rute internasional ke Kuala Lumpur,
sedangkan NBA dan Susi Air merupakan pener­bangan perintis melayani
Rokot, Muko-Muko, Bengkulu, Pulau Telo, Kerinci dan Pasaman Barat.

Sedangkan Royak Pasific Air merupakan maskapai baru yang melayani
penerbangan rute Padang-Kerinci-Jambi-Batam sebanyak 4 kali seminggu.
Bila ditotal, maka penerbangan reguler dari BIM rata-rata 23 kali
sehari.

Tambah Kapasitas BIM

Kepada wartawan, Irman Gus­man juga mengungkapkan bahwa daya tampung
BIM sudah melebihi kapa­sitasnya. Saat didesain dulu, BIM ditargetkan
menampung jum­lah kedatangan penumpang 1,3 juta/tahun. Namun
kenyataannya saat ini tingkat kunjungan orang melalui BIM cukup tinggi,
mencapai 2,3 juta/tahun.

“Bandara ini harus dikem­bangkan lagi dengan perkiraan penumpang 10
tahun mendatang, agar bandara sanggup menampung lonjakan penumpang yang
selalu bertambah setiap tahun,” katanya.

Diakuinya, pemerintah sering terlambat berpikir. Bandara ini dulu
ditargetkan hanya menampung 2 juta orang/tahun. Ternyata angka tersebut
terpenuhi hanya dalam beberapa tahun operasi. Begitu pula soal lahan,
tidak ada masalah karena lahan yang dicadangkan cukup untuk pengembangan
ban­da­ra menampung 10 juta penum­pang.

“Kita akan dorong pemerintah untuk pengembangan BIM ini. Soal lahan
tak masalah. Cadangan lahan yang dimiliki cukup untuk mengem­bangkan
bandara dengan kapasitas 10 juta penumpang,” terang Irman.

Menurut Agus Kemal, kesiapan fasilitas operasional bandara itu antara lain, fasilitas runway 45 x 2750 meter, taxiway A,B dan C, apron kapasitas 8 parking stand by Boeing 737-900, A-330 dan 2 unit aviobridge. Bandara
ini memi­liki ruang tunggu terminal pe­numpang internasional dan
do­mestik kapasitas total 750 pax , 3 unit lift, 2 unit escalator.

Untuk area parkir kendaraan, tersedia lahan untuk parkir roda empat
850 unit, roda dua 250 unit, parkir inap 50 unit. Selanjutnya fasilitas
ruang kargo 1.539 m², fasilitas navigasi penerbangan kondisi 100 persen,
fasilitas komu­nikasi penerbangan kondisi 97 persen, fasilitas alat
bantu pen­daratan instrument (ILS) dan visual (PAPI) kondisi 100 persen.

Koordinasi internal dengan unit-unit terkait, maupun eksternal dengan
badan pengelola sarana moda tranportasi darat seperti pengelola taxi,
porter, restauran dan konsesioner lainnya di bandara juga sudah
dilakukan agar selalu siap membe­rikan pelayanan yang opti­mal kepada
pelanggan. (h/vie/cw-wis)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Pemprov Sumbar Tambah Alat Deteksi Dini Tsunami
  Ikan Larangan, Nilai Tambah untuk Bangun Nagari
  Bandara Udara Rokot Mentawai Hentikan Penerbangan Sementara
  Sumbar Akan Tambah Dua Bandara Pengumpan
  DPRD Desak Pemprov Segera Tambah Landasan Pacu BIM