ANTISIPASI ARUS PENUMPANG, BIM SIAP 24 JAM
Banyaknya rang awak pulang kampung Lebaran tahun ini, “mamaksa”
maskapai menambah jadwal penerbangannya. BIM pun beroperasi 24 jam.
Tuslah tak diberlakukan. Maskapai panen raya?
PADANG, HALUAN — Tingkat kedatangan pemudik di
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) diperkirakan meningkat selama
Lebaran 2012 ini. Sebagai langkah antisipasi, seluruh maskapai menambah
jadwal penerbangan dengan total 33
extra flight yang dimulai sejak H-7 hingga H+7. Penambahan jadwal penerbangan ini merupakan yang terbanyak di Tanah Air.
Pengelola bandara sendiri juga siap memberikan pelayanan terbaik
dengan dukungan SDM teknis dan operasional eksisting yang siap bertugas
24 jam, termasuk permintaan perpanjangan jam operasi penerbangan untuk
penerbangan malam hari. BIM juga membuka Posko Monitoring Angkutan
Lebaran.
Demikian antara lain disampaikan General Manager PT Angkasa Pura II
Cabang BIM, Agus Kemal Pramayudha saat Ketua DPD RI Irman Gusman yang
didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Sumbar
Muslim, kepala Dinas Perhubungan Sumbar Mudrika dan pejabat lainnya
meninjau persiapan BIM menyambut arus mudik Lebaran lewat BIM, Minggu
(12/9).
Dua maskapai, masing-masing Garuda Indonesia dan Lion Air mendominasi penambahan jadwal penerbangan ini masing-masing 13
extra flight oleh Garuda Indonesia dan 14
extra flight oleh Lion Air, terutama rute Padang-Jakarta dan sebaliknya. Sisanya dilayani maskapai penerbangan lain.
“Dari data yang ada pada kita, seluruh maskapai penerbangan menambah
jadwal penerbangannya ke Kota Padang dari Jakarta. Penambahan jadwal ini
didominasi Garuda Indonesia dan Lion Air,” katanya.
Sementara lonjakan penumpang di BIM diperkirakan baru akan terjadi
pada H-3 atau Kamis (16/8). Sebab hingga hari ini Minggu (12/8), tingkat
kedatangan penumpang masih normal. Tidak ada penumpukan penumpang baik
di ruang kedatangan maupun di ruang keberangkatan.
Tak Ada Tuslah
Untuk harga tiket, tidak ada tuslah. Ketentuan tiket pengacu pada
tarif angkutan udara sesuai Kepmen Perhubungan KM No.26 tahun 2010,
masing-masing Garuda rute Padang-Jakarta tarif tertinggi Rp1,5 juta,
Lion Air rute Padang-Jakarta tarif tertinggi Rp1,2 juta dan Padang-Medan
Rp877 ribu.
Sriwijaya Air yang melayani rute Padang-Jakarta tarif tertingginya
Rp1,29 juta, Padang-Medan Rp928 ribu dan Padang-Batam Rp809 ribu.
Batavia Air yang melayani rute Padang-Jakarta tarif tertingginya Rp1,29
juta dan untuk rute Padang-Batam dengan tarif tertinggi Rp809 ribu.
Tarif yang ditetapkan ini tidak termasuk pajak dan asuransi.
Menurut Irwan, pelayanan angkutan udara di BIM dilayani 8 maskapai
penerbangan, termasuk internasional dan penerbangan perintis, yaitu
Garudam Lion Air, Batavia, Sriwijaya, Royal Pasifik Air, Air Asia, NBA
dan Susi Air. AirAsia melayani rute internasional ke Kuala Lumpur,
sedangkan NBA dan Susi Air merupakan penerbangan perintis melayani
Rokot, Muko-Muko, Bengkulu, Pulau Telo, Kerinci dan Pasaman Barat.
Sedangkan Royak Pasific Air merupakan maskapai baru yang melayani
penerbangan rute Padang-Kerinci-Jambi-Batam sebanyak 4 kali seminggu.
Bila ditotal, maka penerbangan reguler dari BIM rata-rata 23 kali
sehari.
Tambah Kapasitas BIM
Kepada wartawan, Irman Gusman juga mengungkapkan bahwa daya tampung
BIM sudah melebihi kapasitasnya. Saat didesain dulu, BIM ditargetkan
menampung jumlah kedatangan penumpang 1,3 juta/tahun. Namun
kenyataannya saat ini tingkat kunjungan orang melalui BIM cukup tinggi,
mencapai 2,3 juta/tahun.
“Bandara ini harus dikembangkan lagi dengan perkiraan penumpang 10
tahun mendatang, agar bandara sanggup menampung lonjakan penumpang yang
selalu bertambah setiap tahun,” katanya.
Diakuinya, pemerintah sering terlambat berpikir. Bandara ini dulu
ditargetkan hanya menampung 2 juta orang/tahun. Ternyata angka tersebut
terpenuhi hanya dalam beberapa tahun operasi. Begitu pula soal lahan,
tidak ada masalah karena lahan yang dicadangkan cukup untuk pengembangan
bandara menampung 10 juta penumpang.
“Kita akan dorong pemerintah untuk pengembangan BIM ini. Soal lahan
tak masalah. Cadangan lahan yang dimiliki cukup untuk mengembangkan
bandara dengan kapasitas 10 juta penumpang,” terang Irman.
Menurut Agus Kemal, kesiapan fasilitas operasional bandara itu antara lain, fasilitas
runway 45 x 2750 meter,
taxiway A,B dan C, apron kapasitas 8 parking stand by Boeing 737-900, A-330 dan 2 unit
aviobridge. Bandara
ini memiliki ruang tunggu terminal penumpang internasional dan
domestik kapasitas total 750 pax , 3 unit lift, 2 unit escalator.
Untuk area parkir kendaraan, tersedia lahan untuk parkir roda empat
850 unit, roda dua 250 unit, parkir inap 50 unit. Selanjutnya fasilitas
ruang kargo 1.539 m², fasilitas navigasi penerbangan kondisi 100 persen,
fasilitas komunikasi penerbangan kondisi 97 persen, fasilitas alat
bantu pendaratan instrument (ILS) dan visual (PAPI) kondisi 100 persen.
Koordinasi internal dengan unit-unit terkait, maupun eksternal dengan
badan pengelola sarana moda tranportasi darat seperti pengelola taxi,
porter, restauran dan konsesioner lainnya di bandara juga sudah
dilakukan agar selalu siap memberikan pelayanan yang optimal kepada
pelanggan.
(h/vie/cw-wis)