The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Makan-Bajamba): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Makan-Bajamba): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
01-04-2012 08:28 AM

pangeran Offline
*

  • Dec 2008
  • 1.108 posts
  • reputations
  • 3 thanks
    Given 14 thank(s) in 12 post(s)
Post: #1
Makan Bajamba
[Image: npf3mh.jpg]

Makan Bajamba, adalah sebuah tradisi makan bersama dalam satu piring besar, yang berasal dari Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tradisi itu banyak diikuti oleh daerah-daerah lain di Sumbar, termasuk di kampung kami, Kanagarian Magek, Kabupaten Agam.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam event-event khusus, seperti baralek (kenduri) atau pesta adat lainnya. Para “peserta” makan tersebut biasanya terdiri dari lima orang, duduk melingkar dengan cara bersimpuh bagi perempuan dan baselo (bersila) bagi para pria. Lauknya diletakkan di tengah-tengah tumpukan nasi.

Yang perlu diperhatikan adalah cara makannya. Kita hanya boleh mengambil apa yang ada di hadapan kita. Posisi duduk harus tegap, tidak boleh membungkuk. Tangan kanan menyuap dan tangan kiri menampung di bawah mulut untuk menjaga kalau-kalau ada yang tercecer dari suapan kita. Yang tercecer tadi, dipindahkan ke tangan kanan dan “dilempar” ke mulut… Kita harus bisa menghabiskan apa yang ada di “wilayah” suapan kita. Sehingga, tidak ada yang tersisa di piring.

Karena makannya secara bersama-sama dan dalam suasanya yang riang gembira, nasi sebanyak itu tidak terasa akan habis juga. Apalagi ditambah dengan masakan khas Minang nan aduhai lamak bana itu… *ngiler deh

Aku pernah punya pengalaman yang lumayan memalukan dengan makan bajamba ini.

Sebagai orang yang lahir dan besar di rantau, aku sangat jarang mengikuti kegiatan semacam ini. Sekali waktu, aku pulang kampung, dan bertepatan dengan acara baralek salah seorang saudara. Akupun diundang untuk hadir menyambut Marapulai (pengantin pria) yang datang. Acara tersebut diisi dengan berbalas pantun yang amboy panjangnya.

Sebelum masuk ke acara inti, kami disuguhi makanan pembuka. Yakni setumpuk ketan yang diletakkan di piring besar dan diberi pelengkap berupa kalamai (dodol), pinyaram, kue bolu dan pisang. Cara makannya adalah ketan diambil secubit dan dimakan berbarengan dengan salah satu panganan pelengkap tersebut. Yang aku tidak tahu adalah, bahwa panganan yang kita cubit, harus dimakan sampai habis.

Di sinilah peristiwa memalukan itu terjadi.

Karena aku jarang sekali makan kalamai, begitu melihat penganan itu, aku jadi kepengen mencobanya. Kalamai itu dipotong kotak kira-kira sebesar 5 cm X 5 cm. Tanpa pikir panjang, akupun mencubit kalamai tersebut dan mencampurkannya dengan ketan. Setelah beberapa suap, akupun berhenti. Adik sepupuku yang duduk di sebelah menyenggolku dan berbisik:

“Da, kalamainya harus dihabiskan”

“Gak ah, udah kenyang”, ujarku

“Tidak boleh, harus habis, itu aturan adatnya”

“Ah masak…?”

“Iya, benaran…”

Alamaaaakkk… jadilah aku menghabiskan sendiri kelamai yang besar itu dengan malu-malu. Dan tentu saja membuat perutku kenyang alang kepalang. Dan tak lama setelah itu, setelah acara berbalas pantun selesai, kira-kira 30 menit, makanan utama pun keluar. Ya, makan besar… Mau tidak mau, akupun ikut makan bajamba…

Bisa dibayangkan, betapa kenyangnya perutku kala itu… Untung diselenggarakan di rumah saudara sendiri, sehingga setelah acara itu berakhir, aku tidak perlu buru-buru pulang. Sebab, aku tidak sanggup lagi berdiri…. hahahaha…

Ternyata, bangsa kita juga punya aturan dan tata cara makan yang unik juga bukan? So, kenalilah bangsa sendiri agar tidak malu di kampung sendiri…

sumber : http://hardivizon.com/2011/09/30/makan-bajamba/
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Kalau Tidak Jualan, Anak Saya Makan Apa?
  Buayan Kaliang Makan Korban
  11 Kebiasaan Makan yang Menyehatkan
  Jangan Malas Makan Sayur
  Coklat Bikin Tak Nafsu Makan?
  4 Cara Mengalahkan Kecanduan Makan
  Jan Talampau Banyak makan nan MANYIH (GULO)
  Makan Bersama Bikin Keluarga Lebih Harmonis
  Hemat Makan Siang di Kantor