Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
08-24-2012 05:15 AM

Rang Birugo Offline
*

  • Jan 2009
  • 581 posts
  • 1
Post: #1
Lebaran, Bukittinggi Sesak
<img src="http://www.harianhaluan.com/images/stories/Berita7/240812/ramai.jpg" width="136" height="108" align="left" />BUKITTINGGI,
HALUAN — Hanya hari per­tama saja sepi. Namun memasuki hari kedua
le­baran Idul Fitri 1433H Senin (20/8) hingga Ka­mis (23/8), Kota
Bukittinggi berubah sesak.

Tidak hanya menjadi lau­tan manusia, tapi juga men­jadi lautan
kendaraan roda dua dan roda empat berbagai jenis, yang datang dari tiga
pintu masuk,yakni Simpang Padang Luar, Kecamatan Banuhampu, Simpang
Gadut Kecamatan Tilatang Kamang dan Simpang Tanjung Alam Kecamatan Ampek
Angkek, Agam.





Kepadatan arus lalu lintas dari dan ke Bukittinggi diban­ding lebaran
tahun lalu jauh meningkat, sehingga kema­cetan panjang kendaraan tak
terelakkan.Dari informasi yang diperoleh Haluan, jalur Pa­dang–Bukittinggi yang biasa ditempuh dalam waktu 2 jam meningkat jadi 9 jam.

Payakumbuh – Bukittinggi dari setengah jam berubah jadi lima jam.
Demikian juga Solok – Bukittinggi dari satu setengah jam berubah jadi
tujuh jam, lantaran selama menempuh perjalanan ken­daraan terpaksa
berjalan beringsut-ingsut.

“Situasi diperparah lagi oleh sopir kendaraan yang suka nyalip
lantaran tidak sabaran. Maksud hatinya hendak cepat mendahului kendaraan
lain, malah bikin suasana tambah runyam, akibatnya kami yang be­rangkat
pukul 17.00 WIB dari Padang, baru nyampai di Bukittinggi pukul 03
dinihari,” ungkap perantau Syamsul Kamal kepada Haluan di Bukittingi Kamis (23/8).

Hal serupa juga diung­kapkan Zulfikar pendatang dari Solok. Berangkat
pukul 14.00 WIB baru sampai pukul 20.30 WIB di Bukittinggi. Selama
dalam perjalanan ungkapnya, kemacetan luar biasa selain disebabkan
ada­nya kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang suka nyalip,
me­nga­kibatkan ken­daraan dari arah berlawanan tersumbat, juga terjadi
dise­tiap per­simpangan dan rumah makan.

“Ternyata kemacetan ti­dak hanya milik Jakarta, tapi kini juga milik
kota Bukit­tinggi. Syukur alhamdulillah, ternyata semua urang awak telah
pada makmur,” ungkap Isman perantau Jakarta yang pulang kampung bersama
keluarganya ditengah desakan kendaraan yang merayap bersama pejalan
kaki dan sepeda motor.

Selepas macet menempuh perjalanan, setiba dalam kota Bukittinggi
suasana tampak bertambah parah. Banyaknya kendaraan warga yang melin­tas
di perempatan Stasiun dari arah Aur Kuning dan perempatan Gedung Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) arah objek wisata Panorama.

”Meski susah-susah hingga sampai ketujuan, tapi ini menurut saya adalah rah­mat,” tambah Isman.

Seorang pengemudi ken­daraan, Sawirman, menye­butkan, akibat arus
ken­daraan padat merayap waktu tempuh menuju pusat kota bertambah lebih
dari 10 menit dari waktu normal hanya sekitar 20 menit.

Meski ada petugas lalu lintas mengatur arus ken­daraan, tambahnya,
padat merayap di jalan menuju pusat kota tetap tak tere­lakkan karena
volume ken­daraan jauh meningkat.

Volume kendaraan yang meningkat didominasi roda empat yang berasal
dari berbagai daerah di dalam dan luar Sumatera Barat. Kepa­datan ini,
dipicu pemudik lokal masih banyak ber­sila­turahim dan wisatawan lokal
mulai berdatangan ke se­jumlah objek wisata di kota tersebut.

Kapolres Bukittinggi Eko Nugrohadi didampingi Kasat Lantas AKP Yusep
Dwi Pra­setiya, menyebutkan, pihak­nya telah mendirikan pos pengamanan
Lebaran, di Simpang Stasiun dan ka­wasan Taman Jam Gadang.

Pendirian pos pengamanan Lebaran di Simpang Stasiun tersebut guna
mengantisipasi kemacetan kendaraan dari arah Padang menuju pusat Kota
Bukittinggi.

“Kita sudah menurunkan petugas lalu lintas pada titik potensi terjadi
kemacetan di kawasan jalur menuju Kota Bukittinggi. Diminta peng­guna
jalan untuk mentaati rambu-rambu lalu lintas,” harapnya. (h/rdw)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Wako Bukittinggi Raih Upakarti
  Padang- Bukittinggi Rp 30 Ribu
  Kapasitas Jalan Padang-Bukittinggi Perlu Ditingkatkan
  Aduh, Macet Panjang di Koto Baru Arah Bukittinggi
  Disesalkan, Tol tak Lewati Bukittinggi
  Harapan Warga Agam Timur Bergabung ke Bukittinggi
  Tiga Kelurahan Di Bukittinggi Rawan Bencana Longsor
  Pemkot Bukittinggi Mandul Atasi Parkir Kota
  Wisatawan Keluhkan Pengelolaan Parkir di Bukittinggi
  Bukittinggi Pusat PDRI