Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
05-09-2011 11:57 AM

barebehtebeh Offline
*

  • Jan 2009
  • 570 posts
  • reputations
  • 4 thanks
    Given 33 thank(s) in 29 post(s)
Post: #1
LKAAM Sumbar : Terorisme Lawan Dengan ABS-SBK
Padang (http://www.korandigital.com) - Dalam upaya mencegah adanya upaya aksi teroris di Sumatera Barat, yang saat ini banyak terjadi di Indonesia. Harus dilawan dengan menggunakan ciri khas adat Minangkabau yang berfilosofi Adat Basandi syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Hal tersebut diutarakan Drs. M. Sayuti Dt Rajo Panghulu, M.Pd Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau/LKAAM Sumbar usai menjadi narasumber dan memberikan materi Peran Adat Minangkabau Meredam Terorisme dan Kekerasan di Sumbar, pada seminar bertemakan ”Islam Rahmatan Lil Alamin” yang diadakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, jalan Sawahan Kota Padang, Minggu (8/5).

”Terorisme harus dilawan dengan ABS-SBK. Kemudian pemerintah sebagai penguasa harus menyediakan anggaran untuk memperkuat ABS-SBK untuk melawan jaring teroris dengan membuat jaring ABS-SBK yang luas dan kuat juga. Sebab, jaring teroris kuat juga karena banyak biaya”, kata Drs. M. Sayuti Dt Rajo Panghulu, M.Pd.

Penguatan ABS-SBK dapat dilakukan melalui ceramah para ulama, sosialisasi kepada Tokoh Adat maupun para Ninik Mamak yang ada di Sumbar dan diteruskan kepada anak kemenakan, sehingga jaring ABS-SBK benar-benar luas dan kuat.

Kemudian, lanjut Drs. M. Sayuti Dt Rajo Panghulu, M.Pd, setelah jaring ABS-SBK menjadi kuat, maka masyarakat Sumbar benar-benar memiliki Benteng Minangkabau ABS-SBK yang anti teroris, kekerasan dan tawuran.

Kemudian menyikapi adanya Tokoh Adat di Sumbar yang menganut agama yang dikategorikan sebagai aliran sesat, Drs. M. Sayuti Dt Rajo Panghulu, M.Pd menjelaskan. Sanksi adatnya adalah, yang bersangkutan dianggap bukan orang Minangkabau dan dikeluarkan dari suku serta seluruh hak adatnya dicabut, mulai dari gelar hingga harta pusakanya.

dek indak mangko coiko
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Sumbar Kembali Raih Prestasi Lingkungan Hidup Nasional
  Bertahan dengan Setrika Bara
  Silahkan Ganti Desa dengan Nagari
  Sumbar Siap Jadi 'Lumbung' Energi Hijau
  Habiskan Waktu Berpuasa Dengan Memancing
  Gubernur Sumbar Serahkan Polis Asuransi untuk Ulama
  Relasi Rantau dengan Kampung Halaman
  Menyangga Hidup dengan Lompong Sagu
  UPTD Museum Nagari Sumbar Masih Dilirik
  185 Pulau Bentengi Sumbar Mampu Mengurangi Laju Tsunami