The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Kelok-Sembilan-Impian-Jadi-Kenyataan): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Kelok-Sembilan-Impian-Jadi-Kenyataan): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
11-09-2011 08:48 AM

saluakbalango Offline
*

  • Jan 2009
  • 375 posts
  • reputations
  • 1 thanks
    Given 20 thank(s) in 18 post(s)
Post: #1
Rainbow Kelok Sembilan, Impian Jadi Kenyataan
[Image: 2wd9c84.jpg]

Sumbar post | Ruas jalan Kelok Sembilan di Kabupaten Limapuluh Kota, dari dulu hingga sekarang cukup ditakuti para sopir yang melewati jalur tersebut. Sebab, jalan ini memiliki tikungan (kelok) yang tajam dan berbahaya.

Kendati demikian, lantaran Kelok Sembilan yang terletak pada 148 km dari Padang-Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) arah ke Pekanbaru-Provinsi Riau ini merupakan akses penghubung terdekat antara Sumbar dan Riau, maka jalan itu tetap ramai dilewati berbagai kendaraan.
Dengan lebar jalan sekitar enam meter dan kemiringan yang cukup tajam, sang sopir pun harus ekstra hati saat melewati Kelok Sembilan yang berada di sela-sela pebukitan ini. Bila tidak, bukan tak mungkin kendaraan itu akan masuk jurang dan terjatuh ke belokan berikutnya, yang memiliki kedalaman mencapai 40 meter.

Dalam menyiasati persoalan itu, setiap kendaraan yang kebetulan berpapasan dengan kendaraan lain di Kelok Sembilan ini, maka kendaraan yang datang dari arah atas (arah Pekanbaru) harus berhenti untuk memberikan kesempatan kendaraan yang tengah melewati jalan menanjak (datang dari arah Sumbar).

Akibatnya, tak jarang terjadi kemacetan di Kelok Sembilan ini, terutama pada waktu-waktu tertentu, seperti pada hari libur dan setiap musim mudik Lebaran.


Untuk mengatasi masalah itu, Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Prasarana Jalan-Tata Ruang dan Pemukiman, berupaya membangun jalan layang (fly over) di kawasan tersebut.

Penandatangan kontraknya pun telah dilakukan Januri 2008 lalu, dengan kontrak tahun jamaknya senilai Rp162,5 miliar, dengan panjang jembatan 492 meter, lebar 13,5 meter serta jalan penghubung 700 meter.

Di Kelok Sembilan itu nantinya akan terdapat enam jembatan, dengan total panjang 963 kilometer, menghubungkan Sumbar dengan perbatasan Riau, yang dijadwalkan selesai pada 2009 ini.

Keberadaan jalan layang ini nantinya akan dapat memperlancar arus di sekitar Kelok Sembilan itu. Jalan layang yang dibangun sepanjang 4,5 kilometer itu, bakal bisa dilewati dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Jadi, kendaraan tidak perlu lagi beringsut-ingsut di ruas jalan Kelok Sembilan yang sempit tersebut.

Langkah yang diambil Pemprov Sumbar itu, Gamawan Fauzi yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur Sumbar, karena posisi Kelok Sembilan yang berfungsi sebagai faktor penentu mulusnya hubungan lalulintas darat Padang-Provinsi Sumbar dengan Pekanbaru-Provinsi Riau.

Disebutkan, jalan layang itu juga berfungsi untuk membangun ekonomi masyarakat Sumbar dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Riau. Sebab, hampir 90 persen kebutuhan sandang pangan masyarakat Riau berasal dari Sumbar.

Selain itu, lanjut Gamawan, juga untuk mempermudah wisatawan yang singgah di Riau berkunjung ke Sumbar, yang memiliki potensi wisata yang sangat besar.
Gamawan Fauzi juga mengatakan, untuk jalan di wilayah Riau hingga perbatasan Sumbar tidak ada masalah, karena jalannya sudah lebar. Justru yang menjadi masalah adalah jalan di Sumbar hingga perbatasan Riau, selain berkelok-kelok juga sempit dan rawan kecelakaan.

Sebenarnya, kata putra Solok yang saat ini sudah menjadi Menteri Dalam Negeri ini lagi, pembangunan jembatan layang Kelok Sembilan itu sudah diretas sejak beberapa tahun silam. Studi kelayakannya telah selesai dan menelan biaya Rp2,2 miliar. Hasil studi itu sudah dipresentasikan di hadapan banyak lembaga. ”Kini impian itu sudah terwujud. Direncanakan proyek ini rampung,” ungkap Gamawan Fauzi kala itu.

Disebutkan, pembangunan proyek ini, selain memudahkan transportasi serta menggiatkan kegiatan ekonomi Sumbar dan Riau, juga akan didesain menjadi objek wisata unggulan, atau lokasi peristirahatan bagi pengguna jalan.

Seperti diketahui, posisinya yang berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, membuat udara di kawasan itu terasa sejuk. Apalagi di Sekitar Kelok Sembilan itu juga terdapat bukit-bikit yang ditumbuhi pepohonan, kian membuat kawasan ini terlihat asri. Sebegitu sejuknya hawa di sekitar Kelok Sembilan ini, pada malam hari suhu udara di kawasan itu mencapai 17 derajat selsius.

Biasanya, pada belokkan paling atas, dimanfaatkan oleh masyarakat yang melewati itu untuk melihat keindahan ’liukan-liukan’ dari Kelok Sembilan ini secara utuh. Belokkan paling atas ini memang bisa dimanfaatkan untuk berhenti sejenak, sebab pinggang jalan terbilang luas cukup.

Selain bisa melihat ratusan kendaraan yang sedang ’meliuk-liuk’ di Kelok Sembilan itu, dari belokkan paling atas itu juga bisa menikmati hutan perawan yang tumbuh di lereng-lereng bukit di sekitar kawasan tersebut Sementara, untuk menjaga kelestarian alam, Pemprov Sumbar menetapkan kebijakan ; bahwasanya untuk setiap satu pohon yang ditebang untuk kepentingan proyek itu, diganti dengan penanaman satu pohon di hutan lindung yang berada di kawasan tersebut, di bawah pengawasan langsung Dinas Kehutanan Sumbar.

Yang pasti, walau di Kelok Sembilan itu telah dibangun jalan layang, bukan berarti fungsi Kelok Sembilan akan hilang begitu saja. Ruas jalan itu akan tetap dihidupkan, terutama bagi para wisatawan. Artinya, bagaimanapun historis dan pesona yang dimiliki Kelok Sembilan tidak bisa diabaikan begitu saja.
(This post was last modified: 11-09-2011 08:59 AM by saluakbalango.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Rumah Pendiri Kompas, Kini Jadi Play Grup
  Jembatan Layang Kelok Sembilan, Karya Monumental Anak Bangsa
  Moleknya Liukkan Kelok Sembilan
  Kelok 9 untuk Mudik Berpolemik
  Rumah Gadang Sembilan Ruang
  Dahlia : Bunganya Cantik, Umbinya Bisa Jadi Obat............!
  Kelok sembilan dibuka di hari lebaran
  "Kelok 44" tetap ikon Tour de Singkarak
  MEMBAYANGKAN SUMBAR(Minangkabau) BETUL-BETUL JADI NEGERI INDUSTRI OTAK
  Sumbar Berpotensi jadi Pusat Data Minangkabau