Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
01-31-2012 08:52 AM

Alang Babega Offline
*

  • Jan 2009
  • 630 posts
  • reputations
  • 2 thanks
    Given 5 thank(s) in 5 post(s)
Post: #1
Jalan Tol di Sumbar
AGAK tersentak juga kita mendengar, bahwa Sumbar akan membangun jalan tol sepanjang 200 KM. Jalan tol itu menghubungkan Padang-Bukittinggi dan Bukittingi-Pekanbaru. Salah satu tujuan pembangunan jalan bebas hambatan itu mengantisipasi macet pada waktu tertentu.
Jalan tol di Sumbar, infrastruktur seperti mungkin masih sebuah hal yang langka, bahkan masih menjadi mimpi daerah. Kalau kita berpaling ke daerah Jawa, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, jalan tol bukan hal yang asing lagi.
Derah luar jawa yang mulai mengenal jalan model gebini, paling baru beberapa Provinsi, seperti Sumatra Utara atau Sulawesi Selatan. Tak anah, jika wacana membangun jalan tol di Sumbar sedikit agak mengejutkan, tapi sekaligus gembira. Masih ada yang menyebut, jalan tol adalah salah satu ciri daerah yang sudah lebih maju, entah ini benar atau perlu diperdebatkan lagi.
Tapi tak penting soal itu, yang jelas pencana pembangunan jalan tol di Ranah Minang ini muncul dari pemerintah pusat. Digagas Menteri Negara (Meneg) BUMN Dahlan Iskan melalui pendirian PT Jasa Marga Sumbar yang akan berinvestasi dan mengelola jalan tol tersebut.
Layaknya pembangunan jalan tol, tentu tak semudah yang dibayangkan. Tidak hanya soal biaya yang besar, tapi juga soal lahan, dan segala tetek bengek lainnya. Namun, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah merespon positif ide tersebut. Walau belum sampai membahas masalah teknis, namun keinginan itu sudah menjadi keinginan yang masih sangat mungkin untuk diwujudkan
Irwan menjelaskan, saat ini pemerintah masih memikirkan beberapa alternatif untuk pembangunan jalan tol ini. Ada beberapa opsi yang muncul ke permukaan, di antaranya, Duku-Sicincin, melewati tepi bukit, lalu sungai dan tembus ke Lembah Anai. Opsi kedua melewati Sicincin-Malalak, melewati kantor bupati Padang Pariaman dan tembus ke Ngarai Sianok.
Selain itu, pemerintah juga mengkaji untung ruginya pembangunan itu terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya. Adanya rencana itu tampaknya juga memotivasi gubernur untuk mendorong penyelesaian pembebasan lahan jalur Sicincin-Malalak.
Kalau difikir-fikir, betul juga sindiran Menteri Kerja Raya Malaysia Datuk Seri Shaziman Bin Abu Mansor, ketika hadir di Cikampek, Jawa Barat, saat pencanangan pembangunan Tol Cikampek-Palimanan sejauh 116 kilometer. PLUS Expressway, operator tol Malaysia, kebetulan merupakan pemegang saham mayoritas ruas jalan tol terpanjang di Indonesia.
Datuk Seri Shaziman dengan aksen melayu yang kental berpidato cukup bersemangat. Suatu hal yang mengejutkan sekaligus menyindir Indonesia adalah saat Datuk Seri Shaziman mengungkapkan total panjang tol di Malaysia yang saat ini mencapai 1.900 km, padahal tahun 1980-an baru 219 km.
Mengejutkan, karena panjang tol di Indonesia yang wilayahnya jauh lebih luas belum melebihi 800 km. Ironisnya lagi, seperti disampaikan Dirut PT Jasa Marga Frans S Sunito, Malaysia belajar membuat jalan tol dari tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) yang dikelola Jasa Marga.
Pembebasan lahan merupakan hal paling krusial. Ruwetnya pembebasan lahan membuat Indonesia tertinggal dari Malaysia. Betul kata Gubernur Irwan, percepatan pembebasan lahan untuk jalan tol adalah kunci jadi tidaknya tol di Sumbar.
Rugi besar kalau Sumbar tak memanfaatkan wacana ini. Karena jalan tol meningkatkan efisiensi dari mobilitas orang dan barang. Ada sebuah manfaat ekonomi.
Misalnya, Padang-Bukitinggi dalam kondisi normal ditempuh 2-3 jam. Dengan tol, waktu tempuh mungkin bisa dipangkas menjadi satu jam. Selain menguntungkan para “pebisnis” di daerah ini, dengan prasarana jalan tol yang ”mulus”, minimal juga ada efisiensi penggunaan bahan bakar untuk kendaraan, mengirit rem, dan memperlama usia pakai ban. Efisiensi. Karena itu, yang terpenting, Pemprov harus mengantisipasi terbangunnya tol. Raih peluang yang ada. (singgalang
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  209 Titik Api di Sumbar
  Sumbar Tegakkan Perda Larangan Pakaian Minim
  PAN Dapil I Sumbar Dicoret
  Laporan Istri Bintara Di Tolak Polda Sumbar
  Penilaian KAN Berprestasi Tingkat Sumbar
  Juknis Lamban, Jalan Tol Ganti Nama
  Sumbar Pemenang II Lomba Menanam Satu Miliar Pohon
  Pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru Bertahap
  1 Juta UMKM di Sumbar Butuh Bantuan
  Sumbar Hebat Tangani Bencana