The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Ibarat-Tali-Tigo-Sapilin-SEJARAH-BUDAYA-DAN-MUSIK-TALEMPONG): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Ibarat-Tali-Tigo-Sapilin-SEJARAH-BUDAYA-DAN-MUSIK-TALEMPONG): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
06-12-2011 08:21 AM

uwan Offline
*

  • Jan 2009
  • 1.496 posts
  • reputations
  • 12 thanks
    Given 75 thank(s) in 62 post(s)
Post: #1
Ibarat Tali Tigo Sapilin : SEJARAH, BUDAYA, DAN MUSIK TALEMPONG
[Image: alat.jpg]

Kajian sejarah dibutuhkan guna mendalami latar belakang keberadaan dan perubahan yang dialami talempong yang berhubungan dengan waktu, perkembangan secara krono­logis yang berkaitan dengan sejarah masuknya sistem mo­dernisasi (diatonis) ke dalam budaya masyarakat Minang­kabau, maka kajian sejarah tentang cerita atau narative tentang peristiwa masa lampau, akan dapat mengungkapkan fakta mengenai apa, siapa, kapan, di mana dan bagaimana sesuatu terjadi.

Pendekatan sejarah dipakai karena perubahan-perubahan yang dialami oleh musik tradi­sional Minangkabau, khususnya musik talempong, tidak terlepas dari pengaruh kontak budaya yang terjadi semenjak masuk­nya bangsa Portugis pada abad XVI, serta melalui pendidikan zaman kolonial, yang pada waktu itu sangat mempengaruhi perilaku dan cara berpikir masyarakat Minangkabau. Pendekatan sejarah terutama pada sejarah pendidikan karena jalur pendidikan inilah yang menjadi salah satu pintu masuk sistem modernisasi (diatonis) dalam kehidupan budaya mu­sik di Minangkabau.

Perubahan budaya yang terjadi dan merupakan salah satu dampak dari adanya kontak budaya tradisional dengan budaya Barat, dalam hal ini misalnya sistem nada musik Minangkabau yang sudah ‘di­mo­dernisasi’ [dengan kata lain (sistem penalaannya: Indo­nesia); (sistem pengla­rasannya: Jawa); (sistem pen­stelannya: Minang) musik Minangkabau sudah meng­gunakan acuannya alat musik Barat atau alat musik digital (diatonis)].

Budaya dan Musik

Berbicara masalah musik atau pun seni lainnya tentu keberadaannya tidak akan terlepas dari masyarakat, sebagai salah satu bagian yang ter­penting dalam kebudayaan, dan bahasa ungkap yang lebih tepat kiranya bahwa masyarakat itu adalah penyangga kebu­dayaan. Berbagai macam ben­tuk kese­nian adalah ungkapan kreati­vitas dari kebudayaan itu sendiri. Masyarakat yang me­nyangga kebudayaan misalnya kesenian/seni mencipta, mem­beri peluang untuk bergerak, memelihara, menularkan, me­ngem­bangkan untuk kemudian menciptakan kebudayaan baru lagi. Dan dapat ditambahkan bahwa kesenian yang berhada­pan dengan masyarakat dalam arti kesenian memberikan atau menawarkan interpretasinya tentang kehidupan kepada masyarakat, kemudian masya­rakat menyambutnya dengan berbagai cara.

M. Dwi Marianto, menga­takan bahwa, dalam setiap budaya, di mana pun tempat­nya, selalu ada berbagai pemak­naan mengenai topik apa saja, dan selalu ada lebih dari satu cara menafsir. Jadi kalau makna sesuatu selalu berubah, maka praktik pemaknaan harus meliputi suatu proses penafsiran yang aktif. Makna harus dibaca atau ditafsirkan secara aktif. Untuk memu­dahkan pemahaman mengenai makna yang selalu berubah, karya seni bisa dipahami sebagai sebuah teks. Maka penafsiran bukan sebagaimana praktek mencari maksud pe­nga­rang yang tersembunyi di balik teks, melainkan adalah upaya mencari makna yang ada dalam sebuah teks, terlepas dari maksud pengarang atau orang lain.

Keistimewaan potensi yang dimiliki oleh masyarakat tradisi dalam membawakan pertun­jukan musiknya tidaklah mu­dah ditiru oleh kalangan seni­man yang sudah menempuh jenjang pendidikan, hal ini perlu kita hargai. Kemudian bagaimana seni tradisi itu di tengah arus perubahan bukanlah hal yang harus ditakuti, namun harus dicermati, didekati, dengan mendahulukan masalah kecerdasan dan kearifan para pendukungnya. Mengenai nilai-nilai dalam seni tradisi, kita dapat belajar memahami ten­tang semangat (spirit) komu­nalitas dan partisipasi atau dedikasi. Kolektivitas (solida­ritas) menjadi perekat kehidu­pan mereka. Kesenian yang mereka ciptakan lebih sebagai kebutuhan bersama, sebagai sarana aktualitas bersama. Karena itu hidup matinya tergantung dari kesetiaan para pendukungnya. (I Made Ban­dem, “Seni Tradisi Di Tengah Arus Perubahan,” Seni Tradisi Menantang Perubahan: Bunga Rampai. Mahdi Bahar, ed., Padangpanjang: 2004).

Terkait dengan budaya, tentu saja kajian etnografi, maupun antropologi juga meliputi kajian semiotika yang di dalamnya memiliki kajian estetik, merupakan penguatan untuk lebih memasuki ranah budaya, apalagi yang urusannya dengan sejarah. Sebuah konteks budaya memang sangat luas dan oleh karena itu, pemahaman sebuah penulisan yang berhu­bungan dengan kajian kesenian di Indonesia pada umumnya, pemahaman budaya dan mito­logi Minangkabau di Sumatra pada khususnya, jelaslah sangat memiliki keterkaitan.

Tali Tigo Sapilin

Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan, pepatah yang demikian dalam kebudayaan orang Minangkabau, jelas hal yang tidak dapat dipisahkan begitu saja, apalagi kehidupan yang makin hari makin me­miliki berbagai kerumitan (ekonomi). Peristiwa penting dalam perkembangan sebuah institusi ilmiah yang mena­makan dirinya adalah pusat kajian budaya Melayu, sangat diharapkan tiga konsep utama dalam perilaku kehidupan yang memiliki sifat jalinan dan tidak dapat didirikan, jika sebuah kakinya ditiadakan (tungku tigo sajarangan). Pemaknaan itu dapat diartikan dalam berbagai pola kehidupan, dan lebih tertuju pada pola pemikiran ilmiah, dalam sebuah pene­litian. Dalam pengkajian seni dan budaya yang ditujukan untuk mendalami persoalan masa lampau, inilah ilmu sejarah.

Suatu hal yang harus dike­tahui oleh sipenulis, bahwa untuk meneliti sejarah tidaklah semudah yang dibayangkan. Penelitian sejarah sesungguhnya membutuhkan metode-metode, dan kajian sejarah itu memang harus dikerjakan secara holistik, jika ingin menemukan hasil yang lengkap dan valid. Segala penelitian sejarah harus diba­rengi dengan data-data autentik. Hanya saja untuk penelitian sejarah mengenai seni dan budaya di Minangkabau sangat sulit dilakukan, sebab data-data yang dimiliki oleh kebudayaan Minangkabau, kebanyakan hanya bersifat lisan (oral), dan lebih cenderung dengan bahasa turun temurun yang diceritakan dengan “kaba” atau yang dikabarkan. Semoga tajuk kali ini dapat menimbulkan inspi­rasi baru untuk penilis dan pembaca agar lebih berhati-hati dalam memberikan berba­gai informasi seni dan budaya.

Tulisan itu jelas mem­berikan penekanan terhadap aturan dalam menulis yaitu: 1)berlaku universal dengan acuan kepatuhan ilmiah (scien­tific merit), 2)peneliti harus bersikap kritis, 3)ilmuan harus reseptif dan terbuka terhadap ide-ide baru, 4)pengetahuan ilmiah harus dimiliki dan dihayati, dan 5)sebagai norma budaya umum, ketidakjujuran meng­­am­bil gagasan orang lain tanpa menyebut sumbernya adalah ‘plagiat’ dan tabu dalam kegiatan ilmiah (honesty).



NURSYIRWAN

( Kepala Pusat Penelitian Seni Budaya Melayu ISI Padang Panjang )

sumber ; haluan
(This post was last modified: 06-12-2011 08:22 AM by uwan.)
Reputation
Thanks given by: b1lly
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Sejarah Nagari Air Bangis
  Sejarah Nama Minangkabau
  Ini Sejarah Tabuik Pariaman
  Sejarah Singkat Pembentukan Kabupaten Pasaman
  Mengingat Kembali Sejarah Penyerangan Pasar Bandar Buat
  Menapaktilasi Jejak Sejarah Silek Kumango
  Meniti Sejarah Songket Silungkang
  SEJARAH KOTA PADANG
  Rusli Amran, Penyelamat Sejarah Ranah Minang (1922-1996)
  Sejarah Suku Minang