<img alt="" src="http://www.kliksumbar.com/foto_berita/medium_62yudas.jpg" align="middle" width="205" />
Yudas Sabaggalet
Padang, KlikSumbar
Kendala geografis Kepulauan Mentawai sebagai daerah kepulauan tidak
mematah-arangkan Bupati Yudas Sabaggalet untuk membangun. "Kondisi
geografis itu hukum alam dan itu adalah konsekuensi yang harus
dihadapi," sebut Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Kamis (30/8) di
Padang.
Yudas mengatakan, pihaknya tidak akan pasrah apalagi patah arang
membangun untuk kemajuan Mentawai. "Pemkab Mentawai akan membuka
keterbelakangan daerah lewat rencana Trans Mentawai sebagai solusi untuk
kemajuan kabupaten ini," sebutnya.
Menurut Yudas, ada tiga pulau besar yang akan diprioritaskan sebagai
Trans Mentawai. "Tiga dermaga kapal ferry segera dibangun untuk
menjadikan interkoneksi dari tiga pulau besar tersebut, Sikakap, Pagai
dan Sipora," ujarnya.
Yudas pun siap dengan estimasi biaya untuk Trans Mentawai itu. Dananya
sekitar Rp600 miliar dan harapannya dukungan dari APBN. "Wacana Trans
Mentawai ini sudah sampai ke Jakarta," sebut Yudas.
Adanya Trans Mentawai ini, menurut Yudas, akan mempercepat mobilisasi
warga dan hasil pertanian, kerajinan maupun pariwisata. "Orang Tua
Peijat tidak perlu lagi menunggu kapal dari Padang untuk ke Sikakap.
Adanya Trans Mentawai yang disambung dengan rute kapal antar pulau akan
memicu kemajuan yang dahsyat untuk Mentawai," kata Yudas.
Jika Trans Mentawai terealisasikan, maka transportasi dari dan ke Padang
lebih diberdayakan dengan angkutan udara. "Cocoknya Padang-Mentawai ke
depan dengan trasnportasi udara, turun di Rokot (nama Bandara di
Mentawai, Red) penumpang disambut transportasi darat yang akan
membawanya kemana saja tujuannya di banyak pulau di Mentawai," sebutnya.
Yudas berharap Bandara Rokot yang landasannya sudah diperpanjang menjadi
800 meter harus memberikan pendapatan kepada Pemkab Mentawai. Selama
ini pemasukan bandara yang dikelola Pemprov Sumbar itu baru berupa
keterbukaan daerah, belum ada berupa pendapatan ke APBD Mentawai.
Diakui Yudas, untuk meretas keterbukaan menuju majunya Kabupaten
Mentawai seperti jalan panjang, terjal dan berliku. "Tapi saya optimis
step by step
pasti ada cahaya di depan langkah kita untuk satu tekat memajukan dan
sejajarkan Mentawai dengan kota dan kabupaten lain di Sumbar," ujarnya
sangat optimis.
Tokoh muda Mentawai Ferdinan berharap rencana Trans Mentyawai jangan
sekedar wacana. "Selama ini rakyat kabupaten ini selalu dinina-bobokan
oleh wacana tanpa ada realisasi konkretnya. Kalau memang ada Trans
Mentawai sebaiknya disegerakan. Masak satu kabupaten karena geografis
harus terpisah dan tidak saling kenal, Jawa dan Sumatera saja bisa
terhubung lewat Trans Sumatera dan kapal ferry di Bakauhuni," ujar
Ferdinan.
Sedangkan Kadis Pariwisata Mentawai, Desti Seminora mengatakan, Trans
Mentawai akan berdampak semakin terkenalnya pariwisata kabupaten
tersebut. "Saya yakin dunia wisata Mentawai yang ikonnya surfing dan
bahari akan lebih bergeliat adanya Trans Mentawai itu," sebut Desti.