Tanjidin,..pemuda biasa tak tamat sekolah yang hidup sederhana di desanya..desa sarik cari pitih.
Suatu saat Pak Camat sedang mencari sopir baru.Kebetulan dia bisa
menupir,Maka melamarlah tanjidin kepada pak camat.Bertahun menjadi supir
timbullah keinginannya untuk merubah nasib.Dilihatnya banyak kawannya
yang berhasil dari tanah perantauan pulang kampung dengan mobil dan
banyak uang.
Dengan didiringi isak tangis orang tuanya berangkatlah tanjidin ke jakarta untuj mengadu nasib.
Dijakarta tanjidin mendapatkan pekerjaan melalui kawannya di toko kain
tanah abang.Rupanya nasib berpihak padanya ,yang awalnya hanya pesuruh
dan tukang angkat menjadi orang kepercayaan bos untuk mengurusi seluruh
toko.
Memang rezeki tidak kemana,Tanjidin pun mempunyai modal dan membuka toko
kain bareu dan usahanya pun sukses dengan ajaibnya.Sampai dia mempunyai
istri dan hidup bahagia.
Dengan kekayaannya,tanjidin pun membeli rumah mewah di komplek perumahan elit.
Sebagai warga baru dia berkunjung ke tetangga-tetangga untuk
silaturahmi.Namun satu hal yang membuat dia minder,semua warga komplek
mempunyai gelar yang mentereng di papan pintu rumahnya.Hanya dia sendiri
yang tidak mempunyai gelar akademis.
Tanjidin pun tak kehabisan akal,dia memesan papan nama dengan tulisan Dr.Tanjidin Msc.
Tanjidin pun pulang kampung dan membawa serta orang tuanya ke jakarta.
Sesampainya di jakarta,orang tua tanjidin heran dengan tulisan yang menempel di pintu rumahnya.
”din….sajak bilo pulo ang ado gelar ko,sikolah se ndak tamaik ang do(din sejak kapan kamu punya gelar,sekolah aja gak tamat)”
”oooh,,amak tanang sajo itu gelar sabana batua mah.(itu gelar memang benar)
Mau tau amak artinyo…Dr. Tanjidin Msc…..
Dr: Disiko rumah (disini rumah)
Msc: Mantan supir camat….
Sumber: Cerita Lucu