Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
01-13-2012 11:01 AM
limpapeh Offline
*

  • Jan 2009
  • 699 posts
  • reputations
  • 6 thanks
    Given 23 thank(s) in 23 post(s)
Post: #1
Ditengah Guyuran Hujan Lebat : Ritual Safa Gadang Khidmat
ULAKAN —singgalang
Meskipun dalam guyuran hujan lebat, peziarah yang pergi basafa ke Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Rabu (11/1) malam tidak berkurang. Sebab, safa gadang yang telah menjadi agenda rutin pada setiap bulan Syafar, adalah agenda penting, terutama bagi jamaah Syatthariyah yang tersebar di Sumatra Barat ini.
Komplek makam Syekh Burhanuddin yang menjadi pusat ritual basafa, penuh sesak oleh jamaah yang keluar masuk makam. Disamping juga, sebagian besar jamaah lainnya duduk berkelompok melakukan ritual wiridnya. Mereka duduk bersama, beribadah bersama yang dipimpin langsung oleh seorang guru, atau mursyid bagi jamaah Naqsabandiyah.
Bupati Padang Pariaman, H. Ali Mukhni dalam sambutannya minta untuk berhati-hati dalam melakukan ritual penting selama prosesi safa gadang. Sebab, ditengah ramainya orang, segala kemungkinan diluar dugaan jamaah bisa saja terjadi.
Prosesi seremonial yang ditempatkan di aula Masjid Syekh Burhanuddin, Ali Mukhni merasa tersanjung dan senang melihat kehadiran jamaah.
Agaknya, ritual safa gadang dan safa ketek yang akan berlangsung Rabu depan, adalah wisata religius terbesar di daerah itu. Bayangkan saja, selama kegiatan berlangsung, berapa miliar uang yang beredar di Ulakan. Bagi penjaja berbagai dagangan, momen basafa menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Segala kebutuhan masyarakat tersedia selama basafa.
Begitu juga pengguna jasa transportasi. Mulai dari mobil umum, sepeda motor alias tukang ojek, sejak Rabu pagi hingga pagi Kamis kemarin tak henti-hentinya mengantar dan menjemput jamaah yang ingin bepergian ke Ulakan.
Artinya, Syekh Burhanuddin mampu menghidupkan banyak orang, pada saat dia telah almarhum. Betapa banyak orang yang ketiban rezeki, akibat keberadaan makamnya di Ulakan.
Belum lagi uang wakaf yang diberikan jamaah ke dalam kotak amal di komplek makam itu. Untuk amalan sedekah, jamaah tidak merasa sungkan untuk memberikan sebagian uangnya buat keperluan makam keramat itu.
Dikelola profesional
Amat disayangkan, makam Syekh Burhanuddin yang merupakan aset besar daerah itu, hingga saat ini masih belum dikelola secara profesional.
Buktinya, hampir setiap tahun selalu menjadi persoalan tersendiri pitih masuak dalam makam itu. Pihak nagari, pengakuan Walinagari Ulakan, Sukiman, tidak tahu menahu soal uang masuk dalam makam tersebut.
“Itu merupakan wewenang niniak mamak yang terhimpun dalam rajo yang berempat. Mereka itulah pemegang kekuasaan ulayat Ulakan. Soal adat istiadat, sampai kepada pengaturan syarak, seperti di makam Syekh Burhanuddin, merupakan wewenang yang selama ini di luar sepengetahuan nagari,” kata dia.
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Sanggar Seni Sumarak Rumah Gadang Meriahkan HUT Pasbar
  Genderang Tabuik Ditabuh, Pawai 1 Muharram Diguyur Hujan
  Rumah Gadang Tuanku Sultan Achmad
  Mandi Basimbue": Ritual Minta Hujan, Siapa Saja yang Lewat Diguyur
  Malam "Sejuta Obor" Meriah di Nagari Koto Gadang
  Rumah Gadang dan Adat Terancam Punah
  "Ayam Gadang" Minangkabau
  PAKAIAN Limpapeh Rumah Nan Gadang
  Budaya Pacu Jawi ditengah Genangan Lumpur
  Rumah-Gadang-Sei-Beringin Payakumbuh