Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
08-01-2011 10:44 AM
barebehtebeh Offline
*

  • Jan 2009
  • 520 posts
  • reputations
  • 4 thanks
    Given 33 thank(s) in 29 post(s)
Post: #1
Didominasi Muda Mudi, Warga Jaga Lokasi Balimau dari Maksiat
[Image: 2zssehw.gif]
Abaikan Larangan MUI: Suasana Balimau di Batubusuak kemarin.

Lubukminturun, Padek—Ketua MUI Sumbar Syamsul Bahri Khatib mengimbau masyarakat tidak disibukkan dengan balimau ke lokasi pemandian umum. Sebaiknya, acara memasuki Ramadhan diarahkan pada hal-hal positif seperti meningkatkan silaturahmi. Tapi, hal itu nampaknya tak digubris.


Faktanya, pantauan Padang Ekspres di beberapa pemandian, kemarin, masyarakat berduyun-duyun balimau. Sebut saja di Lubuk Minturun, jembatan Kuranji, Batubusuk, Lubuk Paraku dan beberapa pemandian lainnya di Padang.


Sepanjang aliran sungai Lubuk Minturun, warga tumpah ruah mandi-mandi. Saking ramainya, dari simpang Lubuk Minturun kendaraan jalan merayap menuju lokasi.


Di Batubusuk lebih parah lagi, arus kendaraan tumplek blek hingga terjebak macet berjam-jam sampai pukul 19.00. Warga menghabiskan senja bersama anak, istri, dan teman-teman untuk balimau.


Ramainya pengunjung dimanfaatkan pemuda meminta “uang bagak” pada pengunjung. Bahkan, ada tiga titik dijadikan mereka untuk meminta uang. Setiap pengendara motor disodori karton, sementara ketika parkir mereka harus kembali membayar. Saat wartawan mengkonfirmasi pada ketua pemuda setempat, Windra, 41, katanya hanya sumbangan ala kadarnya.


Tidak hanya remaja, mereka yang telah berkeluarga juga datang ke tempat itu. M Ridho, pria yang beralamat di Airtawar ini, datang bersama istri dan dua anaknya di Lubuk Minturun. Tujuannya bukan untuk balimau, tapi sekadar refreshing. “Sekadar santai bermain air sama anak dan istri. Kalau balimau ya di rumah,” ujarnya yang terlihat kedinginan.


Keluarga lainnya, David Afsa, juga datang ke pemandian Lubuk Minturun bersama keluarga besarnya. Tidak hanya anak, mertuanya pun diajak. Senada dengan keluarga Ridho, maksud kedatangan David hanya untuk memeriahkan acara balimau yang dilakukan setiap tahun.


Baginya, ini hanya sekadar euforia menyambut Ramadhan. Selain itu, hari minggu biasanya juga digunakan untuk hari keluarga dengan mengunjungi tempat wisata.


Dari pengamatan Padang Ekspres, dari ribuan orang ke Lubuk Minturun, sebagian besar didominasi remaja. Mereka konvoi mengunakan sepeda motor atau naik angkutan kota. Perilaku remaja inilah yang meresahkan masyarakat.


Remaja ini sengaja memilih tempat sepi di lokasi pemandian. Untuk mencapai itu, mereka harus berjalan jauh menyisir hulu sungai.
Salah seorang remaja, Indra Arifin, berdalih memilih jauh ke hulu karena di hilir airnya sudah kotor.


“Kita ga macam-macam kok. Hanya mencari air yang bersih saja. Meski kita terlihat berpasangan (tiga pasang, red) kita semua ini hanya teman,” ujarnya.


Warga setempat telah mengantisipasi pasangan muda-mudi dengan mengawasinya hingga ke hulu. Febrin, pemuda Lubuk Minturun, tampak hilir mudik mengantisipasi pengunjung yang berbuat tak senonoh.


Pria berambut gondrong ini menjelaskan, langkah itu diambil untuk menjaga daerahnya ditimpa bala. “Memang, selama ini banyak pengunjung, khususnya remaja ke sini berbuat maksiat pada momen balimau,” jelasnya.


“Kalau ada gelagat yang tidak baik kita akan tegur langsung. Kalau ada yang tertangkap lagi berbuat maksiat, kita akan bawa ke balai pemuda dan serahkan pada masyarakat,” ujarnya.


Pihak Keamanan Siaga
Tidak saja masyarakat yang mengawasi objek wisata. Pihak kepolisian, Basarnas, Satpol PP dan Dinas Perhubungan ikut berjaga dari jalan masuk Lubuk Minturun ini hingga ke lokasi pemandian. Dinas Perhubugan terlihat mengatur jalan yang sesak dipadati kendaraan.


Sedangkan Satpol PP, Basarnas, kepolisian lebih banyak berada di sepanjang aliran sungai untuk memantau keadaan.
Salah seorang personel Dit Sabara Polda Sumbar, Bripka Kamil menambahkan, dari pihak kepolisian sendiri diturunkan 100 personel. Ini merupakan gabungan dari Polda dan anggota beberapa Polsek. Kamil menjelaskan tugas utamanya adalah memantau masyarakat yang bermain dipinggir sungai.


“Air bisa saja tiba-tiba besar dan itu bisa membahayakan pengunjung. Untuk itu kami stand by di lokasi,” ujarnya

dek indak mangko coikonyengirnyengir
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Mungkinkah Asal Mula Nama Gunung Krakatau dari Orang Minang?
  Marshanda : Urang Awak dari Guguak Tabeksarojo
  Jembatan Pun Dijadikan Lokasi Pacaran
  Warga Sumbar makin Paranoid
  Berkaca dari Tahun Sebelumnya, TdS Ditanggapi Dingin Pedagang Souvenir
Star Bermula dari Kontrol Orangtua
  Dikeluhkan Warga, Sopir Ugal-ugalan Di Padang
  Oalah, Beras di Padang Berasal dari Singapura!
  Palasik, Cerita Mistis dari Minangkabau
  Hilang Malu, Maksiat Datang