Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
08-11-2012 10:25 AM

Rang Birugo Offline
*

  • Jan 2009
  • 583 posts
  • reputations
  • 2 thanks
    Given 19 thank(s) in 19 post(s)
Post: #1
Dakak-dakak Simabua, Kue Manjalang Mintuo
<img src="http://www.harianhaluan.com/images/stories/Berita7/110812/khas.jpg" height="104" align="left" width="146" />

Tak lengkap jika Anda berkunjung ke Tanah Datar tanpa mengeyam penganan dakak-dakak simabua. Jenis makanan tradisi Simabua ini merupakan jenis kue yang dikenal luas masyarakat. Makanan ini banyak dapat dijumpai sepanjang jalan raya Batusangkar-Padang, dan paling banyak ditemui di sekitar pasar Simabua.

Jenis makanan yang terbuat dari bahan beras ini memiliki cita rasa khas, sehingga sangat diminati oleh pengunjung bila datang ke wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Karena sudah cukup terkenal luas bagi kalangan masyarakat, dakak-dakak simabua tidaklah begitu sulit untuk mendapatkannya. Jenis ma­kanan khas dari wilayah Nagari Simabua, Kecamatan Paria­ngan, Kabupaten Tanah Datar, ini sekarang sudah bisa didapatkan pada sejumlah kota seperti Padang Panjang, Bukit­tinggi ataupun Kota Padang.

Desniati, yang akrab dipanggil pelanggannya Uni Eni, membuka usaha berjualan dakak-dakak di Lekok Simabur semenjak dari orang tuanya puluhan tahun silam. Keluarga ini merupakan salah satu mata rantai pelestari makanan khas Minangkabau hingga kini.

Bagi keluarga Eni, usaha dakak-dakak merupakan usaha industri rumah tangga yang telah berkem­bang di dalam keluarganya secara turun-temurun. Eni melanjutkan usaha yang dirintis ibunya.

“Hingga kini produksi dakak-dakak yang saya jalani sudah mencapai generasi yang ke sepuluh, yang diterima secara turun temurun dari kakek buyut,” jelas Eni kepada Haluan di lokasi tungku dakak-dakaknya Jumat (10/8).

Dakak dakak merupakan jenis makanan yang memiliki cita rasa khas, sehat dan tidak mengenal bahan pengawet. Sebagai jenis makanan kering, dakak dakak simabua tidak cepat basi, sangat cocok untuk dibawa selama berhari-hari.

Selama bulan Ramadan, atau mendekati datangnya Idul Futri, dakak-dakak yang diproduksi masyarakat Simabua ini laku keras. Ta jarang pembelinya selalu antre di depan kedai yang menjual makanan spesifik dari Simabur ini.

Menurut Eni, selama Ramadan pesanan cukup banyak. Dan tidak seluruhnya bisa terlayani, kecuali sudah sipesan sejak jauh hari bisa diusahakannya memproduksi secara lebih awal.

Usaha dakak-dakak yang dige­luti Eni termasuk industri makanan khas simabua yang cukup besar bila dibandingkan dengan usaha yang sama ditekuni warga lainnya di pasar Simabua.

Produksi dakak-dakak Kurnia milik Eni sudah sejak lama meram­bah pangsa pasar hingga ke luar daerah, seperti berbagai kota di Sumbar, bahkan hingga ke Provinsi Riau, Jambi dan Jakarta.

Selain telah menjadi ikon makanan khas, dakak-dakak sima­bua hingga sekarangpun masih bertahan sebagai isi jinjingan bagi seorang kaum ibu ketika me­ngunjungi kerabatnya saat saat tertentu termasuk ketika bulan puasa dan Lebaran.

Dakak-dakak simabua juga hingga kini masih bertahan menjadi sebuah makanan tradisi yang dibawa untuk buah tangan, ter­masuk manjalang mintuo, bagi pasangan yang baru saja menikah. (Laporan Emrizal/haluan)
(This post was last modified: 08-11-2012 10:26 AM by Rang Birugo.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Dakak-Dakak Simabur