Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
07-16-2012 05:10 PM

pinukuik Offline
*

  • Dec 2008
  • 674 posts
  • reputations
  • 6 thanks
    Given 34 thank(s) in 27 post(s)
Post: #1
Buku Sejarah Nagari Pak Soetan
DI TENGAH sibuknya orang berpacu dalam dunia politik dan maraknya dunia bisnis mengejar kepentingan yang menggiurkan, ternyata masih ada orang-orang yang komit dengan nagari. Seorang diantaranya, Soetan Mahmoed Ibrahim Alamsyah (82) yang telah lebih 50 tahun serius membahas masalah dan perkembangan nagari di Minangkabau.
Beliau seorang dari sedikit pamong senior yang masih sering menyumbangkan buah fikiran dan tempat bertanya oleh yang lebih muda.
Soetan Mahmoed Ibrahim Alamsyah, lahir 1930 di Limo Kaum Tanah Datar. Tamatan Kursus Pamong Praja I di Padang (1960) dan APDN Bukittinggi (1973).
Pernah jadi Camat Lubuk Begalung (1961), camat Sungai Tarab (1966) dan Camat Rambatan (1983) serta PNS di kantor gubernur Sumatra Barat.
Telah menulis beberapa buah buku tentang sejarah dan adat Minangkabau, antara lain Himpunan Tambo Minangkabau, Nagari di Minangkaba, Koto Piliang dan Bodi Caniago serta Nagari-nagari di Minangkabau.
Dalam kurun waktu puluhan tahun itu beliau telah mendalami sejarah, tradisi dan pola demokrasi pada ratusan nagari di Minangkabau.
Soetan Mahmoed mengetahui banyak sejarah asal-muasal nama nagari, suku dan gelar penghulu yang ada di nagari, pola musyawarah atau demokrasi di tingkat nagari dan adat budaya yang berkembang di situ.
Bahkan dia dapat menjelaskannya dengan lancar seakan-akan sudah hafal di luar kepalanya, seperti kamus atau eksiklopedia nagari. Cara menerangkannyapun menarik dan dia kuat bercerita beberapa jam lamanya.
Kemudian data tentang nagari yang telah dikumpulkannya sedikit demi sedikit dan dicarinya ke berbagai daerah sejak puluhan tahun itu mulai dituliskannya. Kini sudah ada kumpulan tulisan tentang nagari yang berbentuk draft buku dan diberi judul Nagari di Minangkabau, Tradisi, Islam dan Demokrasi.
Buku tersebut memang belum diterbitkan dan beliau sangat berkeinginan jika Pemerintah Provinsi Sumatra Barat atau lembaga lain bersedia mencetaknya. Buku ini salah satu dari sedikit dokumen tentang nagari yang cukup lengkap uraiannya.
Buku tersebut mengulas tentang nagari sebelum dan sesudah masuknya Islam ke Minangkabau, kondisi nagari di masa penjajahan Belanda dan Jepang, sejarah masuknya Islam ke Minangkabau lengkap dengan tokoh-tokohnya serta beberapa perjanjian penting yang pernah terjadi di Minangkabau.
Secara mendalam Soetan Mahmoed juga menguraikan tentang jumlah suku dan gelar penghulu yang ada di nagari beserta sejarah asal usulnya.
Kini di Sumatra Barat sudah langka orang-orang yang mendalami tentang nagari, kalaupun ada mungkin usianya sudah uzur. Bahkan tokoh masyarakat di nagari bersangkutan banyak pula yang tidak tahu sejarah nagarinya.
Kita prihatin apabila tidak ada regenerasi maka tentu beberapa tahun mendatang kita akan kehilangan jejak. Jangan-jangan nanti tidak ada lagi yang tahu sehingga nagari pupus seiring kemajuan zaman yang sangat pesat.
Memang ada beberapa daerah yang telah mulai mengumpulkan data dan fakta tentang nagari yang ada di wilayahnya, tapi belum menyeluruh dan lengkap.
Untuk kelestarian dan menjaga keakuratannya maka dokumen seperti draft buku yang ditulis oleh Soetan Mahmoed ini perlu didukung semua pihak. Penulisnya dapat dijadikan sebagai narasumber selagi masih kuat dan sehat.
Memang selama ini cukup banyak yang datang bertanya ke rumahnya yang sederhana di kawasan Surau Kariang kecamatan Lima Kaum Batusangkar, ada tokoh politik, dosen, peneliti, tokoh adat dan bahkan juga bupati/walikota. Kita berharap semoga mata rantai itu tidak terputus dan bisa diwariskan kepada generasi muda.(ALFIAN JAMRAH/singgalang)
(This post was last modified: 07-16-2012 05:11 PM by pinukuik.)
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  KURIKULUM 2013 : Tak Perlu Lagi Beli Buku
  Sejarah vs Pendidikan
  Cerita tentang Pareman di Nagari Minang
  Banyak Niniak Mamak yang tak Tahu Soal Nagari
  Sesobek Kecil Sejarah Sepak Bola Beristilah Main Padang
  Sesobek Kecil Sejarah : Kartu Tanda Miskin Orang Padang di Zaman Belanda
  Sesobek Kecil Sejarah : Pernah Banyak Orang Gila di Sumatera Barat
  Pemkab Agam Bakal Lengkapi Buku Karangan Hamka
  Alek Nagari Persatukan Luak dan Rantau
Lightbulb Membangun Basamo (Dari Dunia Maya untuk Nagari)