Agam, Padek—Ketua Yayasan Sulam Indonesia Ny Trisna Jero Wacik mengatakan, Kota Bukittinggi dipercaya menjadi tuan rumah Festival Sulam dan Bordir se-ASEAN, Oktober 2012 mendatang. Acara yang akan dihadiri Inu Negara Ny Ani Yudhoyono itu juga akan dihadiri sejumlah negara, antara lain China, India, Jepang dan Korea.
“Untuk itu, kita harus mengadakan persiapan, agar produk sulam kita tidak jauh ketinggalan dari ulaman negara Asia lainnya,” ujar Ny Trisna Jero Wacik saat melakukan kunjungan Ampekangkek, Kabupaten Agam, Sabtu (27/1).
Untuk menambah referensi ilmu sulam, pada kesempatan itu Dekranas bersama Yayasan Sulam Indonesia sengaja membawa para desainer kaliber nasional, seperti Samuel Watimena, Budi Budiharjo dan Tuti Cholik untuk memberikan arahan sebagai bentuk awal keterlibatan Dekranas Pusat dan Yayasan Sulam Indonesia yang akan melakukan pembinaan bagi perajin pada masa yang akan datang, sehingga akan terwujud nantinya Sentra Sulam Indonesia di Kabupaten Agam.
“Mari kita meningkatkan mutu dan kegiatan penyulam ini, sehingga hasil sulam yang menarik tersebut menjadi sesuatu yang digemari oleh masyarakat Indonesia dan manca negara,” ajak Ny Trisna.
Pada kesempatan itu, Ny Vita Indra Catri menjelaskan, potensi di Kabupaten Agam sangat beragam. Hal itu ditandai dengan kuantitas perajin yang semakin berkembang, meliputi jenis usaha konveksi yang berjumlah 1.353 unit usaha, sulaman bordir 972 unit usaha, produk pengolahan hasil pertanian 2.270 unit, industri logam 166 unit, kerajinan 66 unit, yang tersebar pada 16 kecamatan dan 82 nagari di Kabupaten Agam.
Upaya yang tengah dilakukan Dekranasda Agam dewasa ini adalah dengan membuka Galery Dekranasda Agam di gedung pasar Agropolitan Jorong Koto Hilalang Nagari Lambah. Galery ini dibuka setiap Sabtu dengan menampilkan berbagai bentuk kerajinan yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Agam.
Wakil Ketua Harian Dekranas Pusat Ny Vita Gamawan Fauzi menyambut gembira dengan telah hadirnya Galery Dekranasda Kabupaten Agam di gedung Pasar Agropolitan ini, karena letaknya sangat strategis di ruas jalan negara menghubungkan Sumbar dengan Riau.
Sebenarnya sudah lama saya mengharapkan gedung agropilitan yang tidak termanfaatkan selama ini dijadikan gedung Dekranasda Agam, ketika saya masih memangku jabatan ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, dan Alhamdulillah keinginan itu sekarang sudah direalisasikan ketua Dekranasda Agam,” ungkap Ny Vita Gamawan.
Di bagian lain, Ny Vita selaku anak nagari Ampekangkek, mengharapkan dengan kepada seluruh perajin agar manfaatkan kesempatan yang sangat luar biasa ini untuk melakukan penambahan ilmu, referensi wawasan sekaligus mengubah pola pikir untuk berinovasi dan berkreatifitas supaya lebih berkulitas lagi pada masa mendatang.
“Jangan hanya puas dengan kondisi sekarang, hindari pepatah katak dalam tempurung dalam dunia usaha sulam, sehingga karya-karya sulam Ampekangkek pada masa mendatang mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Tentunya setelah dilakukan pelatihan oleh para desainer yang berkaliber nasional tersebut,” ungkap Ny Vita Gamawan. (mg7/padek)