BUKITTINGGI – Kota Bukittinggi sebagai salah satu kota yang akan dijadikan ajang promosi dalam sinetron produksi negeri jiran. Dalam film yang berjudul “Tabang lah Juo” dengan mengambil tema kisah cinta dua anak manusia dari dua negara.Di mana dalam filem ini juga melibatkan 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura. Dikisahkan juga cinta mereka bagai digantung, karena dikabarkan mereka adalah saudara “sepesusuan” sehingga secara agama Islam hubungan mereka terlarang.
“Kami tak hanya mengambil kota Bukittinggi sebagai salah satu lokasi syuting, tapi juga Sawahlunto dan Padang Panjang. Di kota Bukittinggi kami akan mengambil beberapa lokasi untuk syuting sinetron ini,” ungkap Dato’ Ahmad Tamimi Siregar sebagai True Legacy SDN, BHD film ini pada Singgalang pekan lalu di Hotel Campago Bukittinggi.
Dikatakannya, sebelum ini memang butuh waktu cukup lama hingga akhirnya dilakukan syuting perdana. Dato’ Ahmad Tamimi yang juga merupakan “urang awak” juga mengatakan sinetron ini memang biaya produksinya tak sebesar sinetron yang lain, namun pihaknya berupaya untuk memberikan kisah yang menarik dengan genre cerita dari ranah Minang.
“Dalam kisah ini diceritakan bagaimana dua anak manusia yang satu dari Manaysia dan satunya dari Singapura, di mana mengisahkan perjuangan cinta mereka yang terkendala karena saudara sepesusuan, mereka bertemu di satu akademi kemudian terkuaklah asal usul masing-masingnya” terangnya.
Memang untuk peluncuran pertama kami melakukan syuting hingga mereka mengetahui bahwa mereka adalah saudara sepesusuan, untuk selanjutnya akan melihat pangsa pasar dulu.
Sebab tema kisah cinta ini sering diminati, apalagi melibatkan tiga negara. Jika peminatnya cukup antusias bukan tak mungkin akan kembali dilakukan syuting lagi di negeri ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Dengan semangat yang kuat kami tetap berlanjut untuk melaksanakan syuting ini nantinya akan dilakukan di Bukittinggi, Padang Panjang, Sawahlunto dan Padang Gantiang. Mudah mudahan syuting lancar didukung dengan cuaca yang baik” terangnya.
Dengan adanya peluncuran sinetron ini, dikatakan oleh Dato’ Ahmad Tamimi, mudah mudahan semangat Indonesia dan Malaysia semakin terpupuk, bukan saja dengan Sumatra khususnya rang awak, tapi Indonesia secara keseluruhan. Sebab sebelum ini berbagai hubungan telah lebih dahulu dilakukan salah satunya adalah dengan pertukaran pelajar.
Sumber : Singgalang