SOLOK, SO--Beras Solok sudah banyak yang dipalsukan pedagang, akibatnya beras Solok saat ini tak lagi memiliki keistimewaan rasa jika dibandingkan dengan beras dari daerah lain di Sumatera Barat.
Beras yang sudah melegenda ini rasanya sama saja dengan beras dari Bukittinggi dan Payakumbuh. Untuk itu petani Kota Solok mendesak Walikota Solok Irzal Ilyas Dt Lawik Basa untuk mematenkan beras Solok. Hal itu disampaikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan Kota Solok, Januardi saat panen perdana padi tanam sebatang di Sawah Solok, Rabu (1/2).
Beras Solok yang dikirim keluar daerah Sumatera Barat, saat ini hampir 90% palsu, karena sudah dicampur oleh pedagang dengan beras lain. Sekarang sudah saatnya beras Solok yang dikirim keluar daerah adalah beras Solok murni. "Caranya dengan mematenkan beras Solok dan memberdayakan outlet agribisnis KTNA," ujar Januardi.
Dikatakannya, pedagang hanya mengejar untung besar tanpa memikirkan kualitas beras. Beras Solok dicampur secara terang terangan di penggilingan padi. Pencampuran itu dilakukan saat penggilingan padi dengan mencampur padi asli Solok dengan padi dari daerah lain, seperti padi dari Sijunjung dan Dharmasraya. Padi dari daerah Solok dicampur dengan padi dari Sijunjung dengan perbandingan 3 : 1. Kalau dilihat sepintas, beras itu seragam dan hanya bisa dilihat perbedaannya oleh orang yang sudah ahli dibidang beras.
"Pedagang tidak salah mengatakan itu beras Solok asli, karena beras itu memang menjadi beras di Solok. Cuman saja ada sebagian dari beras yang berasal dari padi Sijunjung, sehingga muncul istilah beras Solok padi Sijunjung," kata Januardi.
Menanggapi pernyataan pengurus KTNA ini, Walikota Solok, Irzal Ilyas Dt Lawik Basa MM berjanji akan berusaha mengembalikan kejayaan beras Solok.
Pemko Solok akan membina pedagang yang memiliki mental tak baik dan mematenkan beras Solok. Untuk mematenkan beras Solok tentu saja harus diawali dengan memurnikan beras Solok mulai dari tingkat petani hingga pedagang.
Pada tingkat petani, kata Irzal Ilyas, petani dianjurkan menggunakan benih unggul bersertifikat sehingga kemurnian varietasnya terjaga. Kemudian penanganan pasca panennya juga dioptimalkan sehingga tingkat kehilangan hasil saat panen rendah.
Saat ini kata Irzal lagi, dari sekian banyak varietas beras Solok yang memiliki rasa enak itu hanya tinggal verietas Anak Daro. Sementara beras Solok yang sudah terlanjur melegenda, seperti varietas Caredek dan varietas Randah Kuniang tak lagi bisa ditemui.
Kedua varietas itu sudah lama hilang karena tak diminati petani dengan alasan masa tanamnya yang terlalu lama. Varietas Caredek baru panen setelah berumur enam bulan, sedangkan varietas Randah Kuniang baru panen saat berumur lima bulan. Jauh berbeda dengan varietas Anak Daro yang sudah bisa dipanen saat berumur tiga bulan.
"Varietas Anak Daro sekarang sudah diakui oleh Kementrian Pertanian RI sebagai beras unggul dari Kota Solok. Varietas ini akan dijaga kemurniannya dan berasnya akan dikemas sebaik mungkin sehingga nantinya diharapkan akan menjadi oleh oleh khas Kota Solok," pungkas Wako Solok ini.