Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
05-30-2012 09:03 AM

barebehtebeh Offline
*

  • Jan 2009
  • 570 posts
  • reputations
  • 4 thanks
    Given 33 thank(s) in 29 post(s)
Post: #1
Batu Lumut Sungai Dareh Dipopulerkan Obama
[Image: 1RHu4fc57ef9a4620.jpg]

Popularitas batu lumut Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya yang disebut juga sebagai giok Sumatera terus meroket. Selain disebabkan keindahannya, kepopuleran batu lumut Sungai Dareh secara tidak langsung juga dipengaruhi

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Presiden pertama AS dari keturunan kulit hitam tersebut memasang batu akik lumut Sungai Dareh tersebut di jari manis kanannya.

Semenjak kabar Presiden Oba­ma memasang cincin bermata lumut dari Dharmasraya itu tersiar, nama batu cincin akik ini pun terus melejit. Dampaknya, semakin banyak orang yang gemar dengan batu berwarna hijau lumut tersebut, mulai kalangan ma­syarakat biasa, pengusaha, pejabat daerah, pejabat pusat, para politisi dan lainnya. Batu lumut asal Sungai Dareh ini pun laris manis di pasaran.

Giok Sumatera ini telah beredar di pasaran sejak 50 tahun lalu. Dalam lima tahun terakhir, nama­nya terus naik daun sehingga harga batu yang berasal dari Batanghari itu melambung. Kadangkala stok di pedagang juga kosong.

Terus melejitnya kepopuleran batu lumut Sungai Dareh ini juga tak terlepas dari gencarnya promosi yang dilaksanakan Pemkab Dhar­masraya. Promosi itu dila­kukan melalui pemberian cendera mata kepada tamu-tamu, mulai tamu dari lingkungan Sumbar, provinsi lain dan tamu-tamu dari pemerintah pusat dan mem­promo­sikannya melalui berbagai pameran.

Ditambah lagi karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Mendagri Gamawan Fauzi akhir-akhir ini turut memakai batu lumut Sungai Dareh ini di jari mereka sehingga penilaian masyarakat di pasaran naik drastis.

Salah satu pengrajin batu akik di Simpang Tiga Pasar Lama Pulau Punjung, Harmadi Tanjung (38) yang mewarisi usaha orang tuanya Rasidin Tanjung (alm) di tokonya Senin (28/5) mengisahkan, ia telah 25 tahun menggeluti usaha batu akik dan sekaligus memasarkannya ke berbagai daerah bahkan sampai ke Malaysia. Pada acara-acara pergelaran dan pameran Harmadi juga sering hadir mem­promosikan giok Sumatera ini.

“Harga batu akik saat ini memang jauh lebih tinggi. Untuk ukuran 2 hingga 40 gram, berkisar dari Rp100 ribu sampai jutaan. Warna batu ada 68 warna. Jenis yang sangat populer diantaranya kumbang jati dan pucuk pisang. Batu ini memiliki empat kesamaan warna, yaitu dengan kopas, jamrud, giok dan yakub,” terangnya.

Disebutkannya, untuk penjualan rata-rata sehari sekitar Rp400 ribu. Itupun karena menerima asahan dari pelanggan, “Tahun 1997 dulu saya pernah disekolahkan Pemprov Sumbar ke Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah selama tiga bulan, untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran mengelola batu akik. Untuk gagang atau ikat batu cincin ini, saya mendapatkannya dari empat pengrajin gagang cincin yaitu dari Bukittinggi dan Pariaman yang berjenis silver dan stainless,” ungkapnya lagi. (Laporan Feri Maulana/haluan)

dek indak mangko coiko
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  Cemilan Purba Bernama Batu Lunak
  Penggemar Batu Akik, Lihat Sisir Rambutnya
Rainbow Padang - Sungai Penuh Kini Bisa Lewat Udara
  Batu Akiak, Antara Seni dan Mitos
  Batu Seilendrik Jambi, Satu dari Dua yang Ada di Dunia
  Surau Batu, Pusat Penyebaran Tariqat Naqsabandiyah di Pasaman
  Ikan Sakti Sungai Janiah
  Batu Angkek-angkek, Tak Bisa Sembarang Angkek
Rainbow Batu Akik Sungai Dareh Telah Tersohor
  "Barack Obama Kena Denda di Inggris"