Bukittinggi - Kota Bukittinggi dalam beberapa hari belakangan ini digemparkan dengan terbersitnya berita perbuatan asusila yang diduga dilakukan oleh salah seorang staf di Pemko Bukittinggi. Kasus ini sudah menjadi ota di pelanta lapau sampai bisik-bisik di kalangan PNS di Balaikota Bukittinggi itu sendiri.
Adalah N, (45), Kasubag Rumah Tangga di Bagian Perlengkapan Setda Bukittinggi, yang menjadi topik pembicaraan tersebut.
Peristiwa tersebut berawal dari laporan sejumlah pemuda Gulai Bancah ke Inspektorat Bukittinggi. Pemuda yang minta identitasnya tidak disebutkan itu, menyebutkan bahwa Jumat (9/9) sekitar pukul 21.30 WIB, mereka memergoki N tengah melakukan perbuatan tidak senonoh di jalan depan Pengadilan Agama Bukittinggi dengan seorang wanita berinisial T, (30).
T adalah petugas cleaning service, yang merupakan bawahan dari N sendiri. Ketika dipergoki pemuda tersebut, pakaian T bagian atas sudah terbuka. Melihat kondisi ini, pemuda itu tentu saja tidak merasa senang, karena kampungnya dikotori dengan perbuatan seperti itu.
Namun kenyataannya jadi lain. N malah menyeret seorang pemuda tanggung yang memergokinya itu ke pos Satpam Balaikota Bukittinggi. Di sana, N mengancam dan langsung memegang krah maju pemuda tersebut. Bahkan, N sempat mengatakan bahwa ia seorang pejabat balaikota dan juga seorang datuk di kampungnya. “Tidak mungkin saya berbuat macam-macam,” ujar N seperti ditirukan pemuda itu.
Karena merasa diancam, apalagi di pos Satpam, keempat pemuda tanggung itu pun meninggalkan lokasi. Barulah lima hari kemudian, tepatnya Senin (12/9), mereka melaporkannya ke Inspektorat Kota Bukittinggi. Mereka mengadu ke sana, karena memang tidak tahu ke mana harus melapor.
Ketika dikonfirmasikan Singgalang Kamis (5/9), terkait peristiwa dugaan perbuatan asusila itu, N mengatakan bahwa dirinya tidak pernah digerebek atau tidak ada penggerebekan oleh para pemuda terhadap ia dan teman perempuannya seperti informasi yang sudah berkembang.
N menceritakan bahwa malam itu , ia pergi ke Balaikota Bukittinggi untuk melaksanakan tugasnya yakni memeriksa jaringan air dan genset di kantor tersebut, sekitar pukul 19.00 Wib, Ia pergi ke balaikota itu bersama istrinya dan kemudian ada seorang pemuda yang menghampirinya.
“Ketika saya pergi ke balaikota itu, ada seorang pemuda yang melihat dan menegurnya. Kemudian, saya menjelaskan kalau ingin ke kantor balaikota karena ada pekerjaan yang diselesaikan yakni mengawasi air dan genset. Saya juga tidak pernah berbuat asusila atau mesum seperti pemberitaan yang sudah ada sekarang. Dan, pemberitaan itu terlalu berlebihan. Jadi, perempuan yang bersama saya malam itu adalah istri saya sendiri,” ujar N.
N menambahkan, bahwa ia sudah berdamai dengan pemuda yang menegurnya itu, yang merupakan warga sekitar balaikota itu. Ia tetap mengatakan hanya menjalankan tugas untuk mengawasi air dan genset.
Meski N mengaku itu adalah isterinya, namun pemuda yang memergoki perbuatan tidak senonoh itu, menyebutkan bahwa mereka tahu dengan perempuan itu. Sehari-hari kerjanya adalah petugas kebersihan di Balaikota Bukittinggi.
“Mana mungkin isterinya. Kami tahu, isteri Pak N itu adalah seorang guru. Adalah sangat tidak masuk akal dengan isteri berbuat tidak senonoh di tempat terbuka. Dan, bahkan T sendiri menawarkan berdamai pada malam dipergoki tersebut,” ujar mereka.
Walikota Bukittinggi Ismet Amzis yang mendengar berita atau informasi tentang kasus dugaan perbuatan asusila yang melibatkan N itu, memberikan reaksi keras dan terlihat geram. Wajah Ismet terlihat marah karena adanya pemberitaan yang sangat memalukan itu.
“Sebagai pimpinan daerah, saya cukup terkejut dengan adanya informasi perbuatan asusila yang dilakukan oleh salah satu staf Pemko itu. Meski informasi sudah berkembang, namun saya tidak mau menerima isu dan segala macamnya. Jika hal ini betul-betul terbukti dan terjadi, maka saya akan memberikan tindakan tegas dan tidak akan mengampuni kesalahan yang sudah dilakukan oleh staf Pemko ter- sebut,” pungkas Ismet.
(edw/202)
sumber :singgalang