The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-BAJU-KURUANG-BASIBA-Meninggalkan-Kesan-Kuno): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-BAJU-KURUANG-BASIBA-Meninggalkan-Kesan-Kuno): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
04-10-2012 10:00 AM

pangeran Offline
*

  • Dec 2008
  • 1.108 posts
  • reputations
  • 3 thanks
    Given 14 thank(s) in 12 post(s)
Post: #1
BAJU KURUANG BASIBA :Meninggalkan Kesan Kuno
[Image: 2ewgkz5.jpg]

Busana baju kuruang basiba, untuk pertama kalinya di dalam rua­ngan Auditorium boestanul Arifin Adam ISI Padang Pan­jang ditampilkan Fashion Show Ujian Akhir Program Pascasarjana Penciptaan Kriya dengan mengangkat tema baju kuruang basiba dalam modifikasi.

Artistik pentas yang dii­kuti dengan iringan musik bergaya khas Minangkabau, ditampil­kan beberapa model baju kuruang basiba dengan memili­ki daya tarik sebagai modifikasi fashion yaitu warna baju yang eksklusif dan apli­kasi ragam hias Minang­kabau.

Pada acara fashion show tersebut, desainer Desra Imelda mencoba mengha­dirkan baju kuruang basiba ke dalam bentuk fashion show. Ide untuk memodifikasi terse­but ditujukan untuk memper­baharui kembali model baju kuruang basiba yang selama ini masih dianggap keting­galan zaman. Akibat kebera­daan karya terdahulu yang dirasa sudah kehilangan identitas menjadi inspirasi pengkarya untuk mengha­dirkan kembali busana baju kuruang basiba.

Berkembangnya trend mo­de setiap saat untuk menam­pilkan sesuatu yang baru dan terkini, memberi peluang besar bagi seorang desainer busana untuk memperkenalkan bah­kan memasyarakatkan kem­bali produk lokal seperti halnya baju kuruang basiba.

Ketika membahas perihal busana baju kuruang basiba, sebenarnya secara nirsadar kita dihadapkan pada diskur­sus tentang salah satu khaza­nah teks mahal dalam kebu­dayaan kita, yakni yang dinamakan dengan budaya lokal. Dalam perspektif kultu­ral, budaya lokal sangat penting keberadaannya, teru­tama ketika dikaitkan dengan persoalan mengenai masalah identitas, artinya busana baju kuruang ini masih layak untuk dilestarikan kembali sebagai wujud hasil budaya daerah terutama identitas budaya Minangkabau.

Perubahan sebagai bentuk dari perwujudan era modern dan globalisasi berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk di da­lam­nya seni dan budaya yang bersifat lokal. Pengaruh kema­juan ilmu dan teknologi tidak terhindarkan yang meng­akibatkan budaya-budaya lokal dihadapkan dengan budaya asing melalui media cetak dan elektronik.

Sebagai akibat dari tim­bul dilema tersebut terjadilah pembaharuan tradisi dan modernisasi, antara mem­pertahankan budaya lokal yang bersifat tradisi dengan menerima budaya asing se­bagai tradisi baru. Dalam kehidupan global, budaya dan potensi lokal termasuk di dalamnya baju kuruang basiba pada hakekatnya dapat diper­hitungkan sebagai realitas budaya yang mampu untuk memberikan identitas budaya Minangkabau.

Dalam hal ini, hendaknya baju kuruang dapat dihadirkan kembali sebagai sumber inspi­rasi untuk memodifikasi penciptaan-penciptaan karya seni yang baru. Baju kuruang basiba merupakan busana yang biasanya sering dipakai oleh gadis Minang atau wani­ta Minang. Bentuk Baju kuruang perempuan Minang­kabau dapat disimpulkan, bahwa Baju Kuruang berben­tuk longgar atau lapang yang dalamnya sampai ke batas lutut, mempunyai siba, kikik pada ketiak, lengannya pan­jang sampai kepergelangan tangan, leher tanpa kerah dengan bagian depan sedikit dibelah sebatas dada. Disebut baju kuruang karena baju ini sifatnya mengurung atau menutup anggota badan, be­sar­­nya lengan baju juga ada berkaitan dengan kemudahan dalam hal melakukan peker­jaan sehari-hari, karena le­ngan baju yang besar dapat dengan mudah disinsingkan.

Untuk memperbaharui bentuk baju kuruang yang akan dihadirkan sebagai busana trend masa kini, desainer mencoba memodifi­kasi bentuk-bentuk baju kuruang yang telah ada de­ngan memberikan warna-warna yang eksklusif dan isian-isian ragam hias Mi­nang­kabau sebagai estetik kearifan lokal. Modifikasi yang dimaksudkan oleh desainer adalah perubahan variasi bentuk dengan tujuan untuk mendapatkan bentuk yang baru sesuai dengan selera zaman.

Merujuk kepada kata mo­difikasi dimaknai dengan menyederhanakan bentuk dan memberikan variasi ragam hias serta perpaduan warna. Salah satu dari fashion show busana baju kuruang basiba yang dtampilkan terinspirasi memodifikasi dari motif saik galamai. Ragam hias yang digunakan pada busana ini adalah bentuk motif saik galamai. Saik galamai pada bagian tangan baju dibentuk dengan tingkatan warna yang memberikan kesan repetisi atau irama, sehingga mem­berikan dinamika dan har­moni pada busana yang dicip­takan.

Pada bagian depan bawah dari baju ini dibuat model tumpuk yang terdiri dari empat tingkatan warna yang berbentuk segitiga untuk mengikuti motif Saik Gala­mai. Kehadiran warna pada busana ini mempunyai pera­nan yang sangat penting. Sebagai karya terlihat eksk­lusif kehadiran warna bisa saja warna sebagai warna, dan warna sebagai simbol.

Warna sebagai warna sebagai warna yang dimak­sudkan kehadiran warna hanya untuk kontras dan mempercantik permukaan pada busana, kehadiran war­na hanya mengikuti estetik selera zaman. Sedangkan warna sebagai simbol meru­pakan lambang atau melam­bangkan sesuatu yang bersifat tradisi atau pola umum.

Kehadiran warna disini untuk merupakan suatu kebia­saan umum atau hal yang mewakili, warna hijau dalam baju kuruang basiba tersebut dapat direpresentasikan seba­gai simbol kedamaian, kesu­buran dan kesejukan.

Keseluruhan dari tampilan busana baju kuruang basiba tersebut memiliki keseder­hanaan (simplicity). Kese­derha­naan disini pada dasar­nya adalah kesederhanaan selektif dan kecermatan penge­lompokan unsur-unsur artistik desain. Keseluruhan unsur-unsur rupa yang dimunculkan pada busana baju kuruang basiba tersebut memberikan kesatuan dan keseimbangan, sehingga menghasilkan dina­mika dan suasana tertentu yaitu eksklusif sebagai trend mode busana masa kini. Modifikasi baju kuruang basiba sangat menarik untuk ditujukan melahirkan desain-desain dan menciptakan karya Baju Kuruang modifikasi, Melestarikan dan mengha­dirkan kembali bentuk baju kuruang Minangkabau yang dimodifikasi sesuai selera dan perkembangan zaman. Bera­gam bentuk mewarnai model busana di zaman sekarang ini, sesuai dengan fungsi dan kegunaanya.

Model setiap saat berubah dan berkembang seiring perkem­bangan zaman, begitu juga halnya dengan busana tradisi baju kuruang basiba yang diprediksikan antara hilangnya identitas, bertahan, ataupun berkembang. Dengan adanya modifikasi baju kuruang basiba pada ujian program Pascasarjana ISI Padangpanjang ini diharapkan dapat memberikan kontibusi yang positif yaitu modifikasi dari tradisi menuju trend masa kini.





DEBI HARYANTO

(Mahasiswa Pascasarjana ISI Padang Panjang)

sumber : haluan
Reputation
Thanks given by: b1lly
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  DARI ROMAWI KUNO Valentine Day yang Mencemaskan
  Lukisan di Media Baju Kaos Raih Penghargaan MURI
  16 Hukuman Sadis Dalam Sejarah Kekaisaran Cina Kuno
  Jelang Lebaran, Baju Bekas Diburu Pelanggan