Jelajahi Wisata Alam Matur nan Menawan
Agam, Padek—Forum Agro Wisata Nagari Madani Matur Kabupaten Agam, menggelar iven “Jelajah Wisata Alam Matur” dengan rangkaian kegiatan Adventure de Matur, Nagari Expo serta Pagelaran Seni dan Budaya Matur. Iven yang diadakan para pemuda sadar wisata 24-31 Desember 2011 ini, diharapkan bisa mempromosikan berbagai potensi wisata petualang dan minat khusus di Matur, secara maksimal.
Pada kegiatan itu, diadakan maraton wisata, MTB cross country (sepeda gunung), trabas motor, jungle trekking (wisata pejalan kaki) dan paralayang. Pesertanya, pelajar, mahasiswa, komunitas hass (pejalan kaki), sepeda gunung, paralayang, trabas, pencinta alam, masyarakat umum dan wisatawan lokal serta mancanegara.
Ketua Panitia Muhammad Zuhrizul menyebutkan, kegiatan ini melibatkan pemuda dan potensi yang ada di enam nagari, meliputi Nagari Matua Hilia, Lawang, Matua Mudiak, Panta Pauah, Tigo Balai dan Nagari Parikpanjang. Semuanya berinisiatif mengekploitasi potensi wisata, budaya, sejarah, seni dan agro di tiap nagari untuk diperkenalkan ke publik atau wisatawan. “Kami berharap bisa menunjang program pemerintah dalam pengembagan destinasi dan atraksi wisata serta menjadi pengisi liburan masyarakat dan komunitas di akhir tahun nanti,” harap Zuhrizul didampingi Ketua Forum Agro Wisata Nagari Madani Matur, Effendi dan Humas, Abdul Rahman.
Matur memiliki daya tarik wisata bagi para pecinta alam. Mulai dari keindahan pemandangan Danau Maninjau, dikelilingi pemandangan empat gunung: Gunung Marapi, Singgalang, Talamau dan Sago serta alam perbukitan, lembah serta hamparan perkebunan tebu dan kilang tradisionalnya. Kemudian, hamparan sawah dan ladang serta wisata minat khusus seperti wisata pejalan kaki, maraton wisata melewati sungai, goa stalaknit dan stalatit, lembah serta 7 air terjun dari Kapalo Ilalang menuju Danau Maninjau.
“Selain itu, juga ada wisata bersepeda keliling kampung yang masih alami atau sepeda gunung dengan tantangan mengasyikkan sambil menikmati pemandangan alam menakjubkan, serta mengendarai motor trail menelusuri hutan belantara serta tandem paralayang dari Puncak Lawang,” jelas Zuhrizul. (mg7)