<img alt="" src="http://www.kliksumbar.com/foto_berita/medium_55lembab.jpg" align="middle" width="205" />
Kayuhan sepeda di antara rintik hujan di Kelok 44
Agam, KlikSumbar
Etape IV TdS yang monumental, nyaris hilang dari pandangan mata. Pasalnya Kelok 44 dengan vieuw yang
esotik tertutup awan dan hujan mengguyur saat kelokan dengan tanjakan
tajam berliku sedang dijajal oleh pembalap TdS, Kamis (7/6) siang.
Tak hanya fotografer yang kalang-kabut akibat cuaca hujan. Pembalap
sendiri juga kesulitan menghadapi cuaca yang tak bersahabat itu.
Tapi
karena kuasa Tuhan, cuaca ekstrem itu tak berlangsung lama. Penantian
wartawan foto dan kameraman TV pun tidak sia-sia. Pada beberapa kelokan
terakhir, wartawan pun berhasil mengabadikan momen indah
saat pembalap berpacu dilatarbelakangi eksotiknya vieuw keagungan
Tuhan, Danau Maninjau dan hutan hijau.
"Syukurlah cuaca kembali cerah," ujar seorang pewarta foto yang bergaya tiarap untuk mengambil momen tersebut.
Jepretan
demi jepretan mengiringi kayuhan para pembalap di Kelok 44 yang
terpecah pecah dalam beberapa gerombolan sepeda. Namun setelah semua pembalap
melintas, juru kamera terlihat sibuk berganti posisi dari posisi berdiri
hingga ada yang berposisi tiarap.
Meski tidak semua gambar akan
diambil untuk dimuat di semua media, tetapi semangat mereka mengejar
momen ini patut dihargai tinggi. Apalagi selepas mengabadikan
momen pembalap di Kelok 44, mereka pun kembali berlari mengejar para
pembalap ke garis finish di Taman Jam Gadang, Kota Bukittinggi.