The following warnings occurred:
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Adat-Minang-Cermin-Demokrasi-Modern): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(42) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 42 eval
/showthread.php 1196 eval
Warning [2] file_get_contents(http://graph.facebook.com/?ids=http://www.minangforum.com/Thread-Adat-Minang-Cermin-Demokrasi-Modern): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 403 Forbidden - Line: 806 - File: inc/plugins/fbmeta.php PHP 5.3.28 (Linux)
File Line Function
[PHP]   errorHandler->error
/inc/plugins/fbmeta.php 806 file_get_contents
/showthread.php(1196) : eval()'d code(131) : eval()'d code 1 fb_comment_count
/showthread.php(1196) : eval()'d code 131 eval
/showthread.php 1196 eval



Perhatian untuk member MinangForum untuk membaca peraturan dahulu agar post anda tidak dihapus
Dapatkan aplikasi MinangForum untuk android anda, Klik Disini untuk mendownload


 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
+ Reply to Thread
09-12-2012 02:38 PM

uwan Offline
*

  • Jan 2009
  • 1.496 posts
  • reputations
  • 12 thanks
    Given 75 thank(s) in 62 post(s)
Post: #1
Adat Minang Cermin Demokrasi Modern
MASYARAKAT Minangkabau dikenal sebagai perantau yang tangguh.

Maka, tidak sedikit desa di sana ditinggalkan warganya. Tidak sedikit

pula mereka sukses dalam perantauan dengan ditandai pencapaian ekonomi

lebih baik serta ilmu pengetahuan yang tinggi.



Jangan heran jika Anda ke suatu nagari di Minangkabau menjumpai sedikit

warga yang masih tinggal di sana. Itu karena sebagian besar pemudanya

merantau dan sebagian kembali ke kampung halamannya dengan berbagai alasan.



Oleh karena itu, keberadaan pemimpin (pangulu) dan ninik mamak di

Minangkabau mempunyai peranan yang sangat penting dalam kekuatan

kekerabatan adat Minang itu sendiri.



Ibaratnya tanpa mereka `seperti kampung atau negeri yang tidak bertuan

karena tidak akan jalan tatanan adat yang dibuat' (elok nagari dek

pangulu sumarak nagari dek nan mudo).



Dalam tatanan adat Minang, makna pangulu ialah pemegang tampuk tangkai

yang akan menjadi pengendali, pengarah, pengawas, dan pelindung terhadap

anak kemenakan.

Dari pangulu pula aturan dan keputusan yang dibutuhkan masyarakat (anak

kemenakan yang dipimpinnya) akan dibuat.



Secara sosiologis, pemangku adat di Minangkabau akan bermuara kepada

ninik mamak, yakni sebagai satu kesatuan dalam sebuah lemba ga

perhimpunan pangulu da lam suatu nagari yang terdiri dari beberapa

datuak-datuak kepala suku atau pangulu suku/kaum yang disebut Kerapatan

Adat Nagari (KAN).



Di antara para pangulu, datuak, atau ninik mamak itu dipilih salah satu

untuk menjadi ketuanya.

Orang-orang yang tergabung dalam KAN itulah yang disebut ninik mamak.

Datuak Datuak (datuk) adalah gelar pusaka adat dalam suatu suku atau

kaum yang diberikan kepada seseorang dalam suku atau kaum itu sendiri

dengan dipilih atau ditunjuk dan diangkat anak kemenakan melalui upacara

adat. Ada beberapa syarat tertentu dalam pengangkatan datuk.



Di antaranya, seorang datuak adalah pangulu dalam suku atau kaumnya dan

sekaligus menjadi ninik mamak dalam nagarinya. Dengan kata lain, datuak

adalah gelarnya, pangulu adalah jabatannya, dan ni nik mamak adalah

lembaganya da lam nagari.



Seorang datuk harus menjaga mar tabatnya karena gelar datuak yang

disandangnya merupakan gelar kebesaran pusaka adat dalam suku atau

kaumnya. Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar pegelar

datuak dan tidak sedikit pula sifat-sifat positif yang wajib di milikinya.



Sebagai pangulu, dia harus tahu tugas dan tanggung jawabnya terhadap

saudara dan kemenakannya. Perannya dalam hal itu ialah membina,

mengayomi, melindungi, dan mengatur pemanfaatan harta pusaka tinggi dan

tanah ulayat untuk kemakmuran saudara dan kemenakannya.



Namun dia (datuak) juga harus tetap menjalankan tugas dan tanggung

jawabnya sebagai kepala keluarga di rumah tangganya terhadap anak dan

istrinya (anak dipangku jo pancarian, kamanakan dibimbiang jo pusako).



Sebagai anggota ninik mamak, datuak merupakan perwakilan dari suku atau

kaumnya, layaknya anggota DPRD (dalam istilah Minang disebut andiko),

dalam pemerintahan nagari yang mewakili konstituennya untuk menyampaikan

dan memperjuangkan aspirasi kaum yang dipimpinnya.



Hal yang tidak kalah penting, datuak juga harus bisa membantu

menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul pada anak kemenakannya

dalam nagari. Biasanya berbagai permasalahan yang berhubungan dengan

hidup bernagari dibahas ninik mamak dari berbagai pangulu kepala suku

atau datukč‹“atuk kaum bersama alim ulama, cerdik pandai, serta

pemerintahan nagari di balai adat yang disebut balerong (KAN).



Hasil musyawarah mufakat nantinya yang dijadikan pedoman dalam menata

kehidupan bermasyarakat di dalam suatu nagari dan di situlah dirumuskan

adat nan diadatkan serta adat istiadat yang disesuaikan dengan kebutuhan

situasi kondisi serta perkembangan masyarakat dan kemajuan zaman.



Mereka sepakat perkembangan adat yang terjadi di Tanah Minang tetap

mengacu kepada landasan adat basandi yang berlandaskan nilainilai

(agama) Islam. (HR/M-1)

sumber : http://17-08-1945.blogspot.com/2012/07/k...ermin.html

jariah manantang buliah
Reputation
Comments
 
Possibly Related Threads...
Thread:
  PERMAINAN- PERMAINAN ANAK / REMAJA MINANG JADOEL MELATIH SPORTIVITAS
  Menghitung Secara Cepat Dalam Bahasa Minang
  7 Kebudayaan Minang dan Sumbar Diusulkan Ke Unesco
  Penghulu di Minang
  Bakaua Adat, Tradisi Syukur Masyarakat Sijunjung
  Rumah Gadang Minang Perlu di lestarikan
  PengINDONESIAan nama-nama daerah/tempat di Ranah Minang
  Pambagian Wanita Manuruik Adat Minangkabau
  Kue Bolu Adat Tetap Bisa Bersaing
  Perantau Minang Sambut Gembira FSI